Saat itu jam masih menunjukkan pukul 07:00 pagi, tapi suara langkah kaki yang menuruni tangga dari lantai 2 terdengar begitu bergema hingga membuat seorang wanita yang tengah membuat sarapan di dapur menoleh heran.
Saat itu juga dia melihat anak nya tengah menuruni tangga dengan sedikit berlari.
"Jangan berlari seperti itu nak, bahaya!." Tegur nya dengan lembut.
Sang anak yang mendengar teguran itu menghentikan langkahnya lalu menoleh, dia tersenyum kecil lalu menghampiri sang ibu.
"Maaf bun, aku buru-buru aku lupa jika pagi ini ada kelas."
Setelah mengucapkan itu dia pun mencium sekilas pipi ibu nya lalu kembali berlari keluar rumah.
"Nak kau belum sarapan, heyy!."
Teriakan sang ibu di abaikan begitu saja, putri nya bahkan tak menoleh lagi.
"Kenapa berteriak begitu sayang?."
Sang istri menoleh, dia mendengus kecil.
"Anak mu, dia belum sarapan apa-apa tapi sudah pergi begitu saja."
Saat sang suami hendak menjawab, tiba-tiba saja mereka mendengar suara motor dari luar rumah.
Sang suami terbelalak, jangan bilang...
Saat itu juga dia segera berlari keluar, dan benar saja dugaan nya, putri nya membawa motor kesayangan dia.
"YA ISVARA BERHENTI!." teriak nya dengan keras.
Orang yang di teriaki itu menoleh, dia menyengir di balik helm nya lalu melambaikan tangan ke arah sang ayah.
"I love u ayah, jangan marah dadahhh." Balas nya dengan berteriak juga.
Lalu tanpa mendengar teriakan marah ayah nya lagi, dia pun menarik gas motor nya.
"Sudah jangan marah, bukan kah sifat nya itu 11 12 dengan dirimu."
Elusan di pundak sang suami ternyata berhasil membuat nya menghela nafas panjang, lalu mereka pun kembali masuk ke dalam rumah.
"Aku tidak pernah menyangka, ternyata sifat ku dulu bisa menurun pada putri kita.
Sekarang aku seperti melihat diriku sendiri saat masih muda dalam diri Isvara."
Kekehan kecil sang istri berikan, dia kembali mengelus bahu suami nya itu.
Memang benar ucapan sang suami, putri mereka itu 'sedikit' nakal, mungkin.
Semua sifat suami nya saat masih muda benar-benar menurun pada putri mereka.
Isvara nakal, susah di atur, keras kepala, suka sekali balapan bahkan dia seorang leader dari perkumpulan geng motor yang cukup terkenal.
Dia tidak tau sejak kapan putri nya itu mengikuti hal-hal seperti itu, mereka baru mengetahui nya saat Isvara mulai memasuki dunia perkuliahan.
Awal nya mereka menentang, bahkan sang suami pernah menghukum Isvara dengan mengurung nya karena tidak mau mendengarkan ucapan sang ayah.
Tapi karena memang Isvara yang sangat sulit di atur, dan selalu memberontak jadi mereka mengalah.
Sudah lah biarkan saja, asal Isvara bisa berjanji untuk menjaga diri nya dengan baik dan tidak akan terluka maka mereka pun membebaskan nya.
Lagi pula Isvara bisa bela diri.
Tak lama Isvara pun sampai di tempat diri nya dan teman-teman nya berkumpul.
"Sorry, gue sedikit terlambat lupa kalo ada kelas pagi." Ucap Isvara saat baru saja sampai.
Teman-teman nya itu mengangguk, toh mau terlambat atau engga juga ga apa-apa karena mereka itu penganut kaum santuy.
"Santai bos, mau terlambat juga ga apa-apa kita mah, ya kan guys?."
Ucapan dari salah satu teman nya itu di angguki setuju oleh teman-temannya yang lain.
Isvara sedikit terkekeh, merasa beruntung juga memiliki teman-teman seperti mereka.
"Ya udah ayo cabut, gue juga belum sarapan."
Saat mendengar itu mereka pun segera menaiki motor masing-masing, rombongan mereka pun mulai membelah jalanan.
Dengan di pimpin Isvara, rombongan motor yang berjumlah 10 motor itu selalu berhasil menarik perhatian orang-orang yang berada di jalanan.
Bagaimana tidak menarik perhatian, di saat seorang Isvara Altezza langsung yang memimpin.
Bukan rahasia umum lagi seseorang bermarga Altezza begitu terkenal di Indonesia, bukan hanya karena keluarga mereka yang kaya raya tujuh turunan tujuh tanjakan, belokan atau semacam nya.
Karena keluarga Altezza juga terkenal dengan gen bucin nya, siapapun yang berhasil meluluhkan hati seorang Altezza maka akan di pastikan hidup mereka aman, tentram dan bahagia hingga ke tulang-tulang.
Sudah banyak terbukti dari orang-orang yang berhasil menjadi menantu keluarga itu, mereka semua di treat like a Queen/King.
Maka nya banyak sekali yang mengincar Isvara saat ini baik di luar maupun dalam kampus.
Rombongan Isvara pun mulai memasuki kawasan kampus, setelah sampai di tempat parkir mereka pun turun.
Setelah nya mereka berjalan menuju kantin kampus, selain untuk sarapan Isvara juga mau mencari kekasih nya.
Ya benar, Isvara sudah memiliki seorang kekasih.
Awalnya teman-teman mereka pun terkejut dan merasa tidak percaya saat ada seseorang yang berhasil meluluhkan hati seorang Isvara, karena mereka tau bagaimana sifat Isvara.
Dia bar-bar dan sangat sulit di dekati bahkan seperti nya dia tidak ada minat untuk berpacaran, karena dia tau semua yang mendekati nya pasti hanya karena dia itu anak dari tuan Altezza.
Bukan benar-benar mencintai nya.
Tapi saat mereka mengetahui Isvara menyukai seseorang dan melihat sendiri bagaimana perjuangan Isvara untuk mendapatkan kekasih nya yang sekarang, mereka sekarang tau apa yang orang-orang bicarakan tentang keluarga Altezza benar nyata nya.
Sekarang kekasih Isvara benar-benar Isvara treat like a King:).
Saat mereka memasuki area kantin, mereka kembali menjadi pusat perhatian.
Siapa sih yang tidak tau Isvara and the geng? Hanya orang bodoh yang tidak tau, bukan hanya karena mereka geng motor tapi karena kecantikan dan ketampanan geng Isvara benar-benar sangat luar biasa.
Iya benar, Isvara bukan perempuan sediri ada 4 orang lain ya, jadi 5 orang perempuan dan sisa nya laki-laki.
Geng mereka terdiri dari 10 orang di kampus nya ini, 10 orang kampus sebelah lalu 10 orang lain nya dari anak SMK/SMA.
"Babe?."
Pria manis yang tengah mengunyah makanan nya itu tersedak saat mendengar suara seseorang dari arah belakang nya, dengan cepat teman nya memberikan minum.
Pria itu mendongak setelah merasa baikan, sedangkan Isvara yang tengah mengelus punggung pria itu membalas tatapan nya.
"Kakak, kaget tau."
Isvara tersenyum tipis lalu segera duduk di samping sang kekasih, begitupun teman nya yang lain yang sudah duduk di meja di dekat nya.
"Kakak baru sampai? Mau sarapan."
Isvara mengangguk "Nanti jangan pergi dulu ya? Temani kakak."
"Tapi-"
Kekasih nya itu menoleh ke arah teman-teman nya.
"Ga apa-apa Yosh, kita nanti pergi duluan aja."
"Serius ga apa-apa?."
Mereka mengangguk.
Dia Yoshi Kalendra, kekasih Isvara Altezza.
Pria blasteran Jepang yang berhasil menaklukkan hati seorang Altezza, pria manis, lucu, manja dan sedikit bego dalam hal percintaan.
Tak lama makanan Isvara datang yang di bawakan oleh salah satu teman nya, dan saat itu juga teman-teman kekasih nya telah selesai sarapan mereka pergi lebih dulu, meninggalkan Yoshi dengan Isvara.
"Kakak ada kelas jam berapa?."
Isvara yang tengah mengunyah makanan nya menoleh.
"07:40 kalo ga salah, kenapa?."
Yoshi mengangguk lalu melihat jam tangannya.
"25menit lagi berarti."
Saat mendengar itu Isvara dengan cepat melahap makanan nya.
"Ih kakak jangan buru-buru gituu."
Yoshi memperingati, sedangkan yang nama nya Isvara dia tidak akan mudah mendengar kan begitu saja.
Tak lama Isvara selesai melahap semua makanan nya, setelah meneguk habis minuman nya Isvara menoleh ke arah sang kekasih yang sedang menatap kesal pada nya.
Isvara menyengir, dia mencubit pelan hidung mancung Yoshi hingga membuat sang empu meringis.
"Lepas ihh."
"Jangan cemberut gitu, jadi gemes kakak nya."
Yoshi mendengus.
Sedangkan Isvara sudah membuka dompetnya, dia mengambil beberapa lembar uang lalu segera memberikan ke salah satu teman nya yang duduk di belakang nya.
"Yo nih buat bayar sarapan gue, sekalian bayarin punya kalian juga."
Teo menoleh, dia mengambil uang itu lalu menyengir.
"Jangan sering-sering begini bos, kan kita nya jadi ga enak."
Setelah mengucapkan itu, teman di samping Teo menoyor kepala Teo sedikit keras.
"Sakit b*bi!."
"Alah sok-sokan banget ngomong ga enak ga enak, tapi lo terima juga t*lol."
"Dih."
Sedangkan Isvara tak menggubris perdebatan teman-teman nya itu, dia justru sudah menatap Yoshi dengan cengiran hingga membuat Yoshi mengernyit heran.
"Kakak kenapa?."
Isvara yang mendengar itu cemberut, dia merentangkan kedua tangannya menghadap Yoshi.
"Kakak kenapa ih, Yoshi ga ngerti."
"Jahat banget masa ga ngerti, kakak minta peluk loh, kangen."
Yoshi menolehkan kepala nya menghadap ke arah lain.
"Jangan gini kak, Yoshi malu."
Baru saja mulut Yoshi hendak menutup sebuah tarikan di tangan nya membuat dia reflek berteriak kecil, saat itu juga dia merasakan tubuh nya di peluk erat oleh Isvara.
"Kakak, lepasss~"
Yoshi merengek, dia menatap Isvara dengan wajah memohon karena demi apapun sekarang mereka sudah menjadi pusat perhatian lagi, karena dia yang tidak sengaja berteriak kaget tadi.
"Yaelah bos, masih pagi juga udah di suguhi pemandangan yang begini aja."
Roy, orang yang tadi menoyor kepala Teo berucap dengan jengah.
Menghiraukan ucapan teman nya, Isvara justru malah membawa Yoshi ke dalam gendongan koala nya, dan setelah itu segera pergi dari kantin.
Sedangkan Yoshi sekarang hanya bisa pasrah, dia justru memeluk leher Isvara erat dan menyembunyikan wajah nya pada leher sang kekasih.
Jika boleh jujur Yoshi masih belum terbiasa dengan semua perlakuan Isvara pada nya, walaupun sudah 4 bulan bersama dia masih belum bisa bersikap biasa saja saat sang kekasih melakukan hal-hal yang seperti tadi.
Dia bahkan masih belum mengerti kenapa bisa seorang seperti Isvara mencinta nya, dia tidak tau alasan apa yang membuat sang kekasih begitu mencintai nya.
Diri nya saat ini benar-benar di treat like a King selama 4 bulan mereka bersama, kehidupan nya yang dulu biasa saja sekarang berubah begitu drastis setelah seseorang seperti Isvara tiba-tiba mengejar nya.
Dia dulu nya hanya seorang laki-laki biasa dari keluarga yang kurang mampu, bahkan dia berkuliah di universitas ini saja karena beasiswa, kedua orang tua nya hanya pekerja buruh biasa di desa nya bahkan kedua adik nya saja harus putus sekolah karena tidak mampu bayar biaya pendidikan mereka.
Tapi setelah dia bertemu dengan Isvara semua nya berubah 180°, kehidupan nya tiba-tiba saja menjadi jauh lebih baik, orang tua nya bahkan sekarang sudah menjadi bos perkebunan di desa nya, kedua adik nya di biayai sekolah full hingga ke jenjang perkuliahan oleh Isvara.
Awal nya dia benar-benar menolak, karena merasa tidak enak serta mereka baru saja mengenal tapi karena keras kepala nya Isvara dan dia juga tidak suka di bantah akhirnya kehidupan Yoshi sejak saat itu perlahan berubah.
Gen bucin keluarga Altezza benar-benar tidak ada yang bisa menandingi.
Dia yang atensi nya tadi nya tidak pernah terlihat oleh orang-orang kampus, seketika menjadi famous dan di sadari keberadaan nya.
Banyak orang yang iri, benci dan dendam pada Yoshi karena dia bisa membuat Isvara begitu mencintai nya, padahal Yoshi tidak melakukan apapun bahkan tidak ada yang istimewa di hidup nya.
Maka karena itu, sejak dia berhubungan dengan Isvara orang-orang mulai membenci nya.
Dia tau, sangat. Jika sang kekasih begitu di incar oleh orang-orang baik luar maupun dalam kampus.
Tapi ternyata yang berhasil membuat seorang Altezza bertekuk lutut adalah orang seperti nya, mungkin jika orang itu sebanding dengan Isvara mereka tidak akan terlalu benci pada kekasih Isvara.
Tapi ini seorang Yoshi Kalendra, pria blasteran Jepang yang hidup dengan penuh kesederhanaan.
Jadi bagaimana mereka tidak benci?.
Isvara yang sedari tadi mengajak Yoshi berbincang mengernyit heran saat sang kekasih tidak juga membalas ucapan nya, lalu dia pun menurunkan pandangan nya saat itu juga dia melihat tatapan sedih itu lagi.
Yoshi melamun dengan wajah sedih yang tidak bisa Yoshi sembunyikan, dan mungkin dia lupa jika saat ini dia sedang berada di dalam gendongan kekasih nya.
Dan pasti nya Isvara melihat dengan jelas, apakah Yoshi lupa? Jika Isvara sangat benci ketika sang kekasih terlihat sedih seperti sekarang.
Langkah Isvara dia bawa untuk memasuki kelas Yoshi, saat itu orang-orang di kelas Yoshi menatap mereka berdua ada juga yang secara terang-terangan menatap tidak suka pada Yoshi.
Isvara menurunkan Yoshi pada kursi samping teman nya, saat itu juga Yoshi sadar jika mereka sudah ada di dalam kelas.
Isvara berjongkok, dia mengelus pipi Yoshi dengan lembut hingga Yoshi menatap nya.
"Masih memikirkan hal itu?."
Yoshi menunduk, tak ada 2 detik Isvara sudah mengangkat dagu itu.
"Sudah kakak katakan berulang kali bahkan ribuan kali, Yoshi Kalendra kakak mencintai dirimu bukan karena siapa diri mu.
Kakak mencintai Yoshi, karena Yoshi adalah Yoshi, Yoshi yang lucu, imut, manja, dan sedikit bodoh."
Isvara terkekeh kecil saat melihat sang kekasih menatap nya dengan kesal, karena merasa tidak terima dengan ucapan terakhirnya.
"Kakak tau bagaimana khawatir dan resah nya Yoshi saat kakak dengan nekat mengejar Yoshi, saat kakak dengan tidak tahu diri nya malah masuk ke dalam kehidupan tenang Yoshi.
Maaf, karena kakak, Yoshi sekarang harus di pandang benci oleh orang-orang, maaf karena kakak Yoshi harus di rendahkan seperti ini."
Yoshi menggeleng kecil mendengar ucapan Isvara.
Isvara tersenyum, dia mengelus kepala Yoshi dengan lembut dan tatapan yang begitu kentara sekali jika Isvara sangat mencintai laki-laki rapuh di hadapan nya ini.
"Mulai sekarang cobalah untuk tidak mendengarkan ucapan orang-orang yang membenci Yoshi, cobalah untuk pura-pura menjadi buta saat orang-orang menatap rendah Yoshi, cobalah untuk mengangkat kepala Yoshi dengan benar.
Yoshi, jika Yoshi pikir kakak tidak sakit melihat Yoshi seperti ini, Yoshi salah besar.
Kakak sakit, kakak merasa gagal menjaga Yoshi, kakak merasa tidak becus menepati janji kakak pada orang tua Yoshi dan orang tua kakak.
Semua keturunan Altezza sudah di sumpah sayang, siapapun dan apapun gender nya jika keturunan Altezza sudah menemukan orang yang dia cintai maka dia harus bisa membahagiakan orang itu, di treat like a Queen or King."
Yoshi diam, saat dia hendak kembali menundukkan kepalanya Isvara sudah mencegah nya lebih dulu.
"Sudah kakak katakan bukan, Yoshi mulai sekarang harus mengangkat kepala Yoshi dengan benar.
Jangan pernah tundukkan kepala Yoshi lagi, karena Yoshi tidak pantas melakukan hal seperti itu.
Kekasih Isvara Altezza tidak boleh di rendahkan oleh orang-orang rendahan seperti mereka."
Ucapan Isvara sudah mulai mendingin, bahkan pandangan nya menjadi datar hingga membuat Yoshi sedikit takut.
"Jangan takut untuk mengangkat kepala Yoshi, karena Yoshi memiliki kakak, Isvara Altezza kekasih Yoshi Kalendra.
Dengarkan baik-baik, Yoshi Kalendra itu kekasih Isvara Altezza, hak milik seorang Altezza, maka jika sudah seperti itu tidak ada yang boleh merendahkan milik Altezza jika mereka berani maka mereka harus berhadapan dengan keluarga Altezza."
Ucapan sedikit keras dengan suara dingin Isvara berhasil membuat orang-orang di ruangan itu terdiam takut.
"Ini peringatan pertama dan terakhir untuk orang-orang yang berada di ruangan ini, dengarkan baik-baik.
Jika sekali lagi saya melihat kekasih saya di rendahkan seperti sebelum nya, maka akan saya pastikan keesokan hari nya kalian tidak akan bisa hidup dengan tenang lagi, akan saya hancurkan keluarga kalian hingga mencapai di titik lebih baik mati dari pada hidup.
Jika kalian juga berani membuat kekasih saya menundukkan kepala nya, jangan salahkan saya jika setelah nya kepala kalian tidak ada di tempat nya lagi.
Karena demi apapun, saya Isvara Altezza tidak akan pernah sudi melihat kekasih saya di rendahkan dan mengalami hidup yang sulit karena orang-orang rendahan seperti kalian semua!."
Isvara benar-benar sudah ada di ambang batas kesabaran nya, dia berucap dengan begitu sarkas dan dingin, hingga membuat orang-orang membeku di tempatnya bahkan untuk menelan ludah saja mereka tidak sanggup.
Bahkan Yoshi pun meresa takut sekarang, selama 4 bulan mereka bersama dia baru mengetahui sifat kekasih nya yang sekarang.
Isvara melembutkan tatapan nya saat merasakan elusan di pipi nya, dia tersenyum kecil lalu mengelus kepala Yoshi.
"Ini juga peringatan pertama dan terakhir untuk Yoshi, mulai sekarang jangan pernah tundukkan kepala Yoshi lagi ya? Yoshi harus bisa berdiri dengan tegak agar mereka tidak semena-mena lagi pada Yoshi."
Yoshi tersenyum, dia mengangguk dengan cepat.
"Terimakasih kakak, Yoshi janji mulai sekarang Yoshi tidak akan menundukkan kepala Yoshi lagi.
Karena seperti ucapan kakak barusan, milik Isvara Altezza tidak seharusnya di rendahkan."
Isvara tersenyum lebar, dia mencium sekilas bibir Yoshi hingga membuat semu merah mulai muncul di kedua telinga Yoshi.
"Anything for you, Yoshi Kalendra."
Sesuai dengan arti nama nya 'Pemimpin atau yang berkuasa' Isvara Altezza tidak akan pernah membiarkan orang yang di cintai nya di rendahkan begitu saja, karena jika hal / sesuatu sudah menjadi milik sang punguasa, itu artinya dia harus menjaga sampai akhir hayat nya dan orang-orang tidak boleh merendahkan nya.
____
Karena ga bisa ngirim foto di sini Yoshi Kalendra - Kanemoto Yoshinori [ Treasure ] dan Isvara Altezza - Shin Ryu-jin [ Itzy ]
//
Hasil gabut jam 2 malem, akhirnya nulis cerpen ini sampe jam 4 pagi:)
Sekalian kalo ada yang baca cerpen ini, mampir ke cerita author ya guys judulnya [ DANGER! ].