" Him..ini buat aku ya ,kamu belilah lagi yang lebih bagus..." Ulfa merebut gamis yang baru saja Himmanya beli dari sebuah Toko.
Himma hanya bisa melongo sebenarnya Himma juga sangat menyukai gamis itu selain bahanya bagus dan adem bila di pakai himma juga sangat menyukai warnanya yang lembut dan tidak mencolok.
Namun meski tak rela ,Himma tak bisa berkata Tidak kepada sahabat nya itu Alhasil himma harus menelan rasa kecewanya didalam hati.
Tiba - tiba suara Alarm membangunkan Himma dari tidur siangnya.
Dengan nafas terenggah himma pun bangun dan menyadari jika peristiwa itu hanyalah sebuah mimpi bunga tidurnya disiang bolong.
Kini sudah lewat beberapa hari,Tapi rasa sedihnya efek dari mimpi dimana Ulfa sahabatnya itu merebut gamis masih membekas hingga membuatnya merasa sedih.Entah kenapa dia sangat tidak rela meski itu hanyalah mimpi disiang bolong.
" Himma......!" Pekik Ulfa memanggil Himma yang sedang berjalan keluar dari kamar pesantren.Mendengar panggilan itu Himma segera menoleh,dahinya mengernyit saat melihat Ulfa sedang berlari kearahnya sambil menyeret sebuah koper besar.
" Kamu ngapain bawa - bawa koper gitu...?" Tanya Himma tak mengerti.
Ulfa mendadak memeluk tubuh Himma
" Him...aku dilamar...." Ulfa terlihat sangat bahagia
" Janji ya kamu harus kasih hadiah satu lagu nanti di pernikahanku." Ulfa meminta Himma bernyanyi di pernikahannya.
" Tentu saja ... spesial buat sahabatku tercinta."Himma setuju dengan permintaan Ulfa.
" Tapi kasih tau dong siapa pria beruntung itu." Pinta himma
" Dia...dia " Ulfa tersenyum sambil membayangkan wajah pria yang selama ini di cintainya diam - diam tentu saja hanya himma yang tau perasaan Ulfa.
" Dia adalah Gus Rohman." Ulfa berbisik di telinga Himma.
" Deg..." Jantung himma seakan mau copot , badannya mendadak kaku,kakinya terasa lemas seakan tak kuat menahan tubuhnya.
" Se... selamat ya,a...Ku turut bahagia." Himma memberi selamat kepada Ulfa sahabatnya sebisa mungkin gadis itu menutupi kesedihannya dengan tetap tersenyum seolah dirinya turut bahagia.
" Ya udah aku buru - buru nih ,Om ku sudah nunggu didepan." Kata Ulfa sambil menarik kembali kopernya.
Bruk......
Tiba - tiba tubuh Himma limbung dilantai.Ya Himma pingsan.
Himma menangis di atas tempat tidurnya, Ternyata mimpi kemarin adalah sebuah firasat.Lelaki yang telah berjanji akan segera menikahinya itu sekarang malah meminang sahabatnya baiknya.
**********
Guys ini cerpen ini adalah sepenggal kisah di novelku.Jika kalian penasaran mampir yuk di novel aku yang berjudul " GUS ROKHIM SANG PENUTUP LUKA"