Sudah dua tahun lamanya Ha-Neul dan NamJoon menjalin hubungan. 6 bulan ini Ha-Neul merasakan perubahan pada diri Namjoon. Sifat dan sikap Namjoon semakin dingin pada Ha-Neul. Namjoon yang dulunya sangat memanjakan Ha-Neul, sekarang lebih cuek dan cenderung tidak peduli pada Ha-Neul. Namun, Ha-Neul masih bersabar. Dia berpikir positif, mungkin Namjoon sedang memiliki masalah.
Berawal dari sebuah pertemuan mereka di cafe. Saat itu Namjoon tidak sengaja menabrak Ha-Neul. Awalnya yang merupakan sebuah pertanggungjawaban hingga menyebabkan hubungan mereka semakin dekat dan akrab. 7 bulan setelah itu akhirnya Namjoon mengutarakan perasaannya pada Ha-Neul. Ha-Neul pun menerima Namjoon dengan senang hati. Pada dasarnya Ha-Neul memiliki sifat polos dan lugu dalam soal percintaan. Selain itu, Ha-Neul juga sudah menyimpan perasaan pada Namjoon yang entah sejak kapan muncul.
Malam ini Ha-Neul memutuskan untuk mengajak Namjoon bertemu. Ia sudah benar-benar tidak tahan. Ha-Neul harus mengetahui apa alasan Namjoon berubah. Jika memang Namjoon sudah bosan dengan hubungan ini, lebih baik mengakhirinya di awal dari pada menyesalinya nanti.
Pukul 19.00 Ha-Neul sudah berada di cafe tempat mereka janjian. Cafe yang menjadi saksi kebersamaan mereka. 30 menit lamanya akhirnya Namjoon datang. Tetapi senyum Ha-Neul luntur saat mengetahui Namjoon datang dengan wanita yang menggandengnya dengan mesra. Sama seperti saat Namjoon menggandeng Ha-Neul.
"Kau sudah datang?" Tanya Ha-Neul berbasa basi.
"Tidak usah banyak bertanya lagi. Aku mau kita mengakhiri hubungan ini" Namjoom berkata dengan nada dingin.
Seperti ditusuk dengan ribuan pisau. Ha-Neul terkejut mendengar perkataan Namjoon.
"Aku sama sekali tidak pernah mencintai kamu. Semua cinta yang aku berikan padamu palsu. Aku tegaskan sekali lagi aku tidak pernah mencintai kamu" Tegas Namjoon lagi.
"Hahahaha aku memang bodoh percaya pada perkataan manusia seperti kamu. Baiklah jika itu maumu kita akhiri ini semua. Semoga kau bahagia dengan kekasih barumu itu. Malam ini aku Eun Ha-Neul mengakhiri hubunganku dengan Kim Namjoon. Lupakan semua hal yang pernah kita lalui. Anggap kita tidak pernah kenal dan bertemu".
Setelah mengucapkan itu Ha-Neul pergi meninggalkan Namjoon dan wanita tersebut. Kecewa? Tentu saja. Sudah lebih dari dua tahun mereka menjalin hubungan namun mengapa harus berakhir seperti ini. Ha-Neul berfikir jika memang tidak benar benar mencintainya mengapa harus memberikan luka. Jika memang tidak ingin menjalin hubungan dengan dirinya mengapa harus bertanggung jawab.
Sakit rasanya saat cinta pertama Ha-Neu berakhir dengan tragis. Ha-Neul berfikir dirinya sangatlah bodoh. Percaya dengan orang yang tidak benar benar mencintainya. Mulai sekarang Ha-Neul tidak akan menjalin sebuah hubungan. Ha-Neul akan fokus pada kuliahnya. Ha-Neul bertekad akan menjadi gadis yang kuat dan mandiri sehingga tidak memerlukan laki laki dalam hidupnya.
Kini sudah 1 tahun semenjak kejadian tersebut. Sifat Ha-Neul yang dulunya lugu dan polos kini berubah menjadi dingin dan keras kepala. Ha-Neul yang sekarang tidak mengenal cinta. Menjalin hubungan memang manis tapi itu menurut orang lain tidak untuk Ha-Neul. Jika bisa hidup mandiri tanpa harus menjalani sebuah hubungan mengapa tidak?. Banyak pria yang berusaha mendekati Ha-Neul namun dia sudah tak sepolos seperti dulu yang akan meleleh dengan rayuan mereka.
Namjoon sendiri sudah menikah dengan Shin Aera, gadis yang datang bersamaan saat ia memutuskan Ha-Neul. Berita pernikahan mereka cukup tersebar dimana-mana karena Shin Aera adalah model terkenal sedangkan Namjoon adalah CEO yang sukses di usia muda. Kini satu hal lagi yang Ha-Neul ketahui bahwa Namjoon tak benar-benar mencintainya. Namjoon tidak pernah mempublikasikan hubungannya saat di publik.
Siang ini Ha-Neul sedang berada di taman untuk merefresh pikirannya. Banyak sekali tugas kuliah yang didapat dan tentunya membuat otaknya bekerja keras. Lelah tentu saja Ha-Neul rasakan. Sejak kecil tumbuh tanpa kasih sayang orang tua. Orang tuanya yang hanya mementingkan pekerjaan mereka saja. Tumbuh tanpa kasih sayang yang membuat Ha-Neul harus mandiri.
Saat sedang menikmati kesejukan taman, tiba tiba ada duduk yang disebelah Ha-Neul. Awalnya Ha-Neul tidak menghiraukannya namun tiba tiba orang tersebut memegang tangan Ha-Neul. Sontak saja Ha-Neul langsung langsung menarik tangannya dan menatap orang tersebut dengan tajam. Tatapannya berubah semakin tajam ketika mengetahui orang tersebut adalah Namjoon. Ha-Neul ingin langsung pergi namun Namjoon lagi lagi menahan lengannya.
"Maaf" Hanya satu kata yang keluar dari bibir Namjoon. Ha-Neul hanya diam.
"Maaf telah menyakiti mu. Sebenarnya aku tidak ingin ini semua terjadi namun aku tidak bisa berbuat apa apa" Kali ini Namjoon berkata dengan lirih.
"Setelah yang semua yang lakukan padaku kau hanya bisa mengatakan maaf?" Ha-Neul bertanya kembali pada Namjoon dengan tegas.
"Hiduplah dengan mandiri, lupakan aku, lupakan semua yang telah terjadi. Jangan mudah percaya dengan rayuan pria. Maaf telah menyakitimu" Setelah mengatakan itu Namjoon pergi.
Air mata Ha-Neul kembali mengalir. Ha-Neul mengingat semua kenangannya lagi saat bersama Namjoon. Bohong kalau Ha-Neul sudah melupakan Namjoon. Semua kenangan saat mereka bersama masih terekam jelas di memori Ha-Neul. Namun Ha-Neul segera mengontrolnya. Namjoon sudah bahagia bersama istri barunya. Ha-Neul akan melupakan Namjoon. Kalau saja Namjoon bisa melupakan Ha-Neul, mengapa Ha-Neul tidak bisa melupakannya.