Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi seorang wanita yang bernama Kaira, karena seharusnya hari ini dia bisa istirahat dan menghabiskan waktunya dengan sang suami tercinta, tapi dia malah harus bekerja karena ada urusan yang sangat penting di butiknya pagi tadi.
Sepulangnya bekerja, bukannya istirahat dia malah harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena dirumahnya yang tidak memiliki seorang pembantu. Bukannya tidak sanggup menggaji seorang pembantu hanya saja Kaira sendiri yang tidak mau memiliki seorang pembantu, karena sedari kecil dia selalu dikelilingi banyak pembantu, jadi dia hanya ingin menjadi seorang istri yang bisa diandalkan.
Kaira yang sudah selesai berganti pakaian rumah pun langsung menuju dapur dan memasak makanan kesukaan suaminya yang bernama Aldo. Kaira sangat lihai dalam hal memasak, walaupun terlahir dari keluarga kaya tujuh turunan hal itu tidaklah membuat seorang Kaira menjadi anak yang manja. Ia sering sekali diajari memasak oleh sang bibi yang bekerja dirumahnya, bahkan ia sangat ramah dengan seluruh pelayan yang ada dirumahnya dulu.
Rumah yang sangat besar namun hanya hidup sendiri, itulah gambaran hidup masa lalu seorang Kaira. Lantas, dimana orangtuanya?
Ibu Kaira sangat hancur saat mengetahui pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya, karena tidak sanggup akan sakit hati yang ia rasakan, lalu ibunya berakhir mengenaskan dengan bunuh diri. Kaira yang masih berusia 7 tahun waktu itupun seperti kehilangan arah dan tujuan hidupnya, di satu sisi Ibunya tiada dan disisi lain Ayahnya pergi bersama kekasih gelapnya. Beruntung, saat itu masih ada sahabatnya yang menguatkan dirinya. Jika tidak, pasti saat ini dia sudah menyusul sang Ibu.
Saat lulus SMA, Kaira harus merelakan berpisah dengan sahabatnya yang ingin melanjutkan studi di luar negeri dan karena kesibukan masing-masing membuat keduanya tidak lagi terhubung secara offline maupun online sampai sekarang, bahkan sahabatnya pun tidak datang di acara pernikahannya.
Trauma akan masalah kedua orangtuanya membuat Kaira sangat takut mengenal yang namanya CINTA. Namun, traumanya pudar seiring pertemuannya dengan Aldo. Aldo yang sangat perhatian dan penyayang kala itupun berhasil meluluhkan hatinya dan membuat Kaira yakin ingin menikahi pria tampan itu.
____________
Makanan sudah tertata dengan rapi diatas meja makan, ia langsung kembali ke kamar untuk membersihkan tubuhnya yang sudah dipenuhi dengan keringat. Selesai mandi terlihatlah wajah segar Kaira, ia langsung memakai piyamanya dan menggunakan serangkaian perawatan untuk kulit wajah dan tubuhnya.
Sekarang Kaira sudah berada diruang tv untuk menunggu kepulangan sang suami. Kaira mengirim pesan pada Aldo agar cepat pulang. Namun, sudah 30 menit berlalu pesan singkatnya belum juga dibaca oleh Aldo. Hal itupun membuatnya khawatir, karena tidak biasanya Aldo tidak membalas pesannya selama ini. Tidak berselang lama dari kekhawatirannya bel pintu berbunyi.