Begitulah di awalnya tidak terasa tenggelam, namun ketika waktu mulai berlalu itu akan terasa sangat menyakitkan. Itu akan segera berakhir seperti angin lalu dengan seiring berjalannya waktu.
Dorrr ( Suara Tembakan )
Terlihat seorang anak laki-laki yang terlihat begitu menyedihkan,dengan luka di bagian tulang kaki dan bekas tembakan di bagian tangan akibat ulah seseorang yang sedang mengejarnya. Anak itu berusaha kabur dari kejaran si penembak itu, hingga berhasil kabur dengan bersembunyi di balik rerimbunan pohon di hutan. Dari kejauhan anak itu berusaha berlari ke arah jalan raya dan berusaha menghentikan mobil-mobil yang melintas di jalanan untuk meminta pertolongan. Namun belum ada satupun dari mobil-mobil yang melintas untuk berhenti menolongnya. Hingga 20 menit kemudian terlihat mobil dengan warna silver berhenti menghampiri, dan turun seorang anak perempuan yang memberinya beberapa makanan dan minuman.
Akankah aku bisa menjalani kehidupanku kedepannya, siapa yang akan membantuku siapa yang akan mendukungku. Sedangkan orang yang paling aku sayang telah terbunuh dengan sadisnya oleh orang orang yang sama sekali aku tidak kenal. Karena keajaiban lah aku bisa hidup saat ini di jam ini karena gadis itu. Bisakah suatu saat nanti dia menjadi bayangan ku, mendukungku, membantuku dan menjadi orang terpenting di kehidupan ku.
25 tahun kemudian...
Setelah kehidupan yang begitu pahit dengan kejadian yang pernah aku alami, perlahan aku mulai berusaha melupakan nya. Tetapi setiap melihat pertumbuhan ku menjadi dewasa, bekasnya lukanya tak akan pernah bisa hilang dan itu yang selalu terus mengingatkan ku.
Namaku adalah Dura Aditama, iya akulah anak yang menyediakan itu, aku telah tumbuh dewasa dengan kehidupan ku yang sekarang aku telah banyak berubah. Aku memiliki beberapa perusahaan besar yang ku beri nama Blue Aditama dan itu yang membuat orang orang banyak mengenalku. Karena setiap apapun aku selalu memenang kan berbagai acara dan tender apapun.
" Kau melihat media tadi ?" tanya nano.
" Sampaikanlah yang memang menurutmu itu penting bagiku." jawab dura.
" Baiklah aku akan kirimkan padamu beritanya." sahut nano setelah mengirim beberapa Vidio.
15 menit kemudian setelah sampai kantor, oh iya nano adalah asisten pribadi dura dan dura menganggap nano seperti saudaranya sendiri. Banyak para pegawai kantor yang sudah menunggu kedatangan dura dan mereka rela berdesak-desakan hanya untuk menyambutnya khusus nya para pegawai wanita. Karena mendengar kabar bahwa saat ini dura tidak memiliki pasangan, dan itu adalah kesempatan bagi para wanita untuk mendapatkan nya.
" Lihat lah Presdir kita, hari ini dia datang dan dia terlihat begitu sangat tampan dan mengagumkan."
" Kau tahu kejadian besar apa yang paling mengejutkan ?"
" Apa?"
" Saat ini di media sedang beredar kabar bahwa Presdir dura sedang dekat dengan seorang model terkenal."
" Apa? benarkah ?
" Syutttt ... bisakah kalian diam presdir telah sampai."
( Gosip para wanita di lobi penyambutan ).
Aku benar benar tidak mengerti mengapa kejadian seperti ini selalu saja terulang terutama di bagian percintaan ku. Wanita wanita itu benar benar sulit ku pahami dan mereka hanya mau mengincar uang dan ketenaran ku saja, dan sama sekali tidak pernah ada yang mencintai ku dengan sangat tulus.
Sebenarnya bukan berarti orang terlihat diam tidak mendengar, tetapi memilih untuk diam adalah hal yang lebih baik. Begitu juga dura yang memilih untuk diam mendengar gosip gosip yang telah beredar luas.
" Ada apa dengan ekspresi mu?" tanya pada nano.
" Sepertinya media sedang mendapatkan berita besar tentang mu." jawab nano meledek.
" Bersihkan semua beritanya, sebelum aku melakukan hal yang sangat merugikan bagi mereka." suruh dura pada nano.
Tak lama dura terlihat keluar kantor tanpa ditemani nano asistennya. Dari raut wajahnya dura terlihat sangat kesal dan arah mobilnya menuju ke tempat syuting model terkenal yaitu Lanisa Lasa ( model majalah ).
" Aku ingin bertemu dengan lani !" ucap dura, menyuruh asisten lani untuk segera memanggil nya.
" Baiklah... "
" ( Tersenyum senang ) Dura aku benar-benar tidak percaya ini, kau datang ke tempat kerjaku untuk menemui ku!" ucap lani sembari menggandeng tangan dura.
" Jaga sikapmu jika kau ingin karirmu tetap utuh, dan jangan sampai skandal seperti itu muncul lagi." ucap dura memperingatkan lani.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan lani, dura segera pergi dari tempat itu. ( Brakkk ... )Suara kecelakaan dan tanpa sengaja dura menabrak seorang gadis yang sedang menyeberang jalan. Karena banyak orang yang sudah berkerumun dura segera membawa gadis itu ke RS terdekat, yang itu adalah RS paman nya sendiri. Sembari menuju RS dura menghubungi pamannya agar segera menyiapkan segala tindakannya. Setibanya di RS dura segera menjelaskan semua kejadian pada pamannya dan itu berguna untuk segeranya dilakukan tindakan pada pasien itu. Beberapa waktu berlalu, gadis itu telah sadar, tetapi pamanya bilang gadis itu mengalami benturan di bagian kepalanya, sehingga itu mengakibatkan hilangnya sebagian ingatannya. Maka dari itu pamanya menjelaskan segalanya untuk melakukan perawatan yang intensif. Karena kesalahan itu, dura memutuskan untuk membawanya pulang kerumah untuk proses penyembuhan dan untuk menebus semua kesalahan yang telah dia buat.
Setelah membawa gadis itu pulang kerumah, dura menjelaskan pada Bobo ( kepala pelayan ) untuk segalanya tentang obat dan perawatan yang harus di lakukan nya. Gadis itu di tempatkan di kamar yang begitu luas dan sangat mewah.
" Dimana aku?,kenapa aku ? dan siapa kamu?" tanya gadis itu pada pelayan.
( Teringat pesan dura padanya )
"Dan ketika gadis itu sadar dan bertanya beritahu dia bahwa dia adalah nyonya rumah ini dan namanya adalah Fania Aditama."
jawab pelayan itu dengan sama seperti apa yang dikatakan oleh dura padanya.
Lalu setalah itu gadis itu menjadi nyonya di rumah itu, di sisi lain dura juga tidak sepenuhnya diam. Diam diam dia mencari identitas sebenarnya tentang gadis itu dan siapa saja yang bisa di hubungi.
Pagi yang sangat cerah tepat pukul 06.00 fania sudah bangun dan turun dari tangga dia menuju ke arah dapur. Dia langsung memasak masakan tanpa ragu dan bertanya, bahkan dia terlihat seperti sudah terbiasa melakukan pekerjaan itu di setiap harinya. Masakannya terlihat begitu mewah dan baunya sangatlah harum, tepat setelah menghidangkan nya di atas meja, dura melihatnya dari atas. Dia segera turun untuk melihat apa yang telah dilakukan fania di bawah.
" Kau pasti sangat kesepian, ketika aku tidak ada. Maafkan aku yang selalu menyusahkan mu." ucap fania dengan beberapa alat masak di tangan nya.
" Emm ( mengalihkan pandangannya ) lanjutkan apa yang sedang kau kerjakan, aku harus ke kantor.
"( membuka kaca mobil ) Ada apa ?" tanya Dura.
" Aku buatkan sarapan untukmu."( menyerahkan, dengan nafas ter engah engah) ucap fania.
Setelah menerimanya Dura meninggalkan rumah untuk segera menuju kantor.
( kelotakkk ) Dura melempar kotak makanan yang di buat fania, dan memberikan nya pada nano.
" Yo yo yo... apa ini tumben sekali kau membawa bekal ?" ejek nano.
" Diam dan habis kan makanan itu, jika tidak buang saja." jawab dura dengan kesal.
Malam yang sangat dingin, dengan diiringi hujan yang mengguyur menambah kesan yang mendalam. Dura yang sudah kembali dari kantor dengan baju yang basah dengan rambut yang berantakan. Terlihat fania yang sedang tertidur pulas di sofa tamu yang sedang menunggu kepulangannya,dan itu hanya semakin membuat dura merasa semakin bersalah.
" Dasar wanita ini, kenapa sikapnya selalu membuatku semakin merasa bersalah."( gumam dura).
( Tringgggggg...suara telepon berbunyi )
" Aku kira aku sudah memberimu peringatan untuk menyingkir dari pertemuan itu, kalau tidak kau akan mati! "( ucapan suara orang misterius).
" Yakkk... lakukan lah jika kau berani. Aku tidak akan pernah mengalah pada siapapun."
( Telepon tertutup )
Tanpa sengaja fania mendengar semua itu, setelah mendengar semua itu fania kebingungan mau bersikap seperti apa.
" Pergilah ke kamar, dan iya jangan lagi menunggu ku pulang kerja." ucap dura dan naik ke kamar atas.
" Ada apa dengan nya? apa itu akan baik baik saja?" ( gumam fania ).
( Prankk , suara lemparan gelas), fania yang mendengar suara itu langsung berlari menuju kamar atas. Namun tak terasa banyak orang yang lebih perhatian darinya yaitu paman pelayan yang selalu menemani nya seperti ayah dan anak.
" Tenangkan dirimu, jika kau terus minum sakitmu akan bertambah parah." ucap pelayan bobo.
" Jika aku menunggu sedikit lebih lama, maka apa yang akan terjadi? apa aku juga harus kehilangan orang orang yang dekat dengan ku juga?" jawaban dura tanpa sadar dengan apa yang telah dia katakan.
" Tunggulah sebentar lagi, itu akan lebih baik. Sadarkan dirimu." ucap pelayan bobo, sembari membaringkan dura ke tempat tidur.
Setelah memberi beberapa obat, kepala pelayan bobo meninggalkan kamar dura. Tanpa sengaja berpapasan dengan fania di depan pintu kamar, pelayan bobo memilih diam tanpa menjelaskan apa pun yang terjadi. Dan hanya menyuruh fania masuk dan merawat sementara dura, selagi dia pergi meninggalkan rumah untuk sementara.
" Apa sakit? bagaimana perasaan mu ?" tanya fania dengan sentuhan hangat.
" Mengapa kau seperti ini padaku? jadi mengapa kau berpura pura baik padaku?" Tanya dura dengan keadaan tidak sadar.
" Apa maksudmu, aku adalah istri mu apa yang salah dengan sikap ku? dan apa yang sedang kau pertanyakan." jawab fania dengan perasaan penuh tanya.
" Pergi dan pergilah sejauh mungkin dari kehidupan ku." ucap dura.
Setelah mendengar perkataan itu fania segera memberikan sedikit perhatian padanya lalu pergi meninggalkan dura.
" Dengarkan aku baik baik jika aku menyatakan cinta waktu itu maka dimana letak hubungan kita! aku bahkan sama sekali tidak bisa mengingat apa pun tentang mu ataupun kenangan masa lalu ku." ucap fania dengan mata yang penuh air mata.
Pagi harinya dura berusaha mengingat apa yang telah terjadi semalam, hingga ruangan nya bau alkohol.
" Ahhh sial... semalam aku. Hishhhh." Dura langsung bangun dari tidur nya dan bergegas ke bawah.
Dura mencari kesana kesini, entah apa yang sedang ia cari. Dari kamar ke kamar ia masuki untuk mencari seseorang dan hanya ada satu tempat yang belum ia cari yaitu adalah taman. tanpa memakai alas kaki dura berjalan kaki menuju taman.
" Akhirnya aku menemukan mu!"kata dura ( memeluk fania dari belakang ).
" Jangan seperti ini, apa kau baik-baik saja?" tanya fania.
" Ahhh...( melepaskan pelukan ). Aku hanya tidak sengaja tadi, maafkan sikapku semalam aku benar-benar tidak sadar." ucap dura, merasa canggung.
" Ada apa dengan ekspresi wajah mu ? sepertinya kau merasa malu!" tanya fania dengan wajah yang menggemaskan.
" Aissss, mengapa wajahnya begitu menggemaskan." ( gumam dura ).
" Yaa kau masih diam?" tanya fania lagi.
" ya ya ya... kau bertanya lagi kau tidak tau betapa imutnya wajah mu." jawab dura tanpa sengaja.
Lalu dura pergi dan bergegas masuk rumahnya.
" Dasar aneh ( gumam fania ) darah apa ini, kenapa darahnya menuju arah rumah . Apa jangan jangan."
Fania berlari mengejar dura dan tanpa lupa mengambil kotak obat di samping tangga atas.
" Ya... apa kau tidak apa-apa? ( membuka pintu dengan paksa) Kenapa kau ceroboh sekali ha?" ucap fania dengan rasa khawatir.
" Kau kenapa khawatir seperti itu ?" tanya dura seolah olah dia tak mengerti apapun.
" Lihat kakimu terluka, duduk lah dan berikan kakimu. Biarkan aku merawatmu." jawab fania.
Dengan perlahan fania mendudukkan dura di ranjang dan membantu memberikan obat di kaki nya.
" Emm jangan menyentuh kaki ku! aku baik baik saja." terang dura .
" Kau mungkin merasa baik baik saja, tapi lukamu tidak akan baik, diam dan jangan banyak bicara. Oke?" sahut fania.
" Emmm..." jawab dura dengan suara pelan.
Semakin aku berusaha menghindar aku semakin memikirkanmu.
Tapi kau semakin berpegang padaku dengan sangat erat.
Dan aku semakin mendekat seolah olah tertarik kepadamu.
Mesikupun aku mengetahuinya, tetap saja aku tidak akan bisa menjauh darimu.
Sebenarnya apa yang begitu istimewa darimu.
( Dura hanyut dalam perasaan nya )
...
" Nah dengan begini kaki mu akan segera pulih, ( menengok ke arah dura ) ada apa? kenapa kau memandang ku begitu ?"
( Brukkk )...dura menarik fania ke dalam pelukan nya.
" Mengapa jantung ku berdebar hanya karena tatapan matamu?" ucap dura, dengan tangan berjalan ke arah pinggang fania.
" Ya apa kau mabuk lagi? lebih baik akhiri yang kau pikirkan. aku merasa tidak nyaman terhadap sentuhan mu disini dan di sana." jawab fania berusaha melepaskan pelukan dura.
" Tutup matamu? hanya sebentar saja!" perintah dura.
Seakan akan dunia berputar hanya di sekeliling ku, sentuhannya, bau badan nya yang khas dan lembut nya belaian nya membuat ku tidak bisa menolak nya.
" Apa aku terlalu membuatmu tidak nyaman?" tanya dura ( bangun dari tidur ).
" ( menarik dura ) cintai aku seolah ini adalah malam terakhir . Dan seolah olah untuk terakhir kali. terakir kalinya." jawab fania.
Lalu dia berusaha membuatku nyaman dalam pelukannya, aku merasakan semuanya adalah benar sebelum aku pergi meninggalkan nya.
Seminggu kemudian aku memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah, aku anggap mereka semuanya adalah orang asing bagiku. Dengan keputusanku aku yakin dia bisa bahagia tanpa ku dan bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik.
" Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kau bersikap seperti itu? jawablah?" tanya dura.
" Perpisahan. Aku merasa tidak melakukan nya dengan baik, terimakasih untuk semuanya." Kata fania sembari membawa barang-barang dalam tas nya.
" ( Menarik tangan fania )Setelah semuanya yang kulakukan untuk mu satu satunya yang kau katakan hanyalah " terimakasih" ? tanya dura.
" Pergilah ke suatu tempat yang nyaman dan hangat dan hidup lah bahagia." jawab fania dengan tegas.
" Baiklah jika itu maumu, setelah semua rasa sakit hati yang ku alami karena mu, kau hanya bilang " Berbahagialah"? Tegas dura.
" Emm... " jawab fania.
" Pergi. Pergi kataku... jangan sampai aku melihatmu lagi. pergilah sejauh mungkin." suruh dura dan menutup pintu.
" Terimakasih untuk semuanya, aku benar-benar tidak ingin mengganggumu atau menyulitkan mu."
Dari balik pintu dura benar benar merasa hancur mendengar semua itu, seakan-akan kejadian dulu terulang kembali.
" Dia benar benar berbeda. Dia menahan semuanya untuk tidak mengatakan itu." ungkapan hati terdalam dura.
Bagaimana menurutmu?
Bagaimana jadinya jika kita saling mencintai?
Apa aku harus menunggu lebih lama lagi atau aku menyerah dengan keadaan ini ?
Aku berharap kepergian nya hanyalah mimpi yang sangat mengerikan bagiku.
Terimakasih telah berkunjung untuk membaca ceritanya.
Komen ya apa mau di buatkan part 2 nya atau tidak? 😉😍