Seorang anak bernama Wilson 23, merupakan anak dari seorang ilmuwan hebat bernama Wiliam 22, seorang penemu mesin waktu pertama yang menghilang secara misterius setelah kelahiran Wilson.
Wilson hidup bersama ibunya yang bernama Julie, saat ia kecil, Wilson selalu bertanya kenapa nama belakangnya adalah angka 23?.
selain itu, Wilson memiliki wajah yang sangat mirip dengan sang ayah, tak heran jika sang ibu selalu teringat dengan sosok suaminya itu.
mengagumi sosok almarhum sang ayah, Wilson berambisi untuk menjadi seorang ilmuwan waktu sama seperti ayahnya, berkat ambisinya untuk menjadi ilmuwan seperti ayahnya.
Dan Karena tekad untuk mengungkap rahasia kematian sang ayah, Wilson akhirnya berhasil membuat replika mesin waktu yang dibuat ayahnya dulu,
sayangnya karena mesin waktu yang tak sempurna, Wilson terjebak di masa lalu, membuatnya terpaksa mengubah dan menggunakan identitas ayahnya.
sambil terus mencari keberadaan ayahnya, Wiliam (Wilson) membuat mesin waktu baru yang dibuat berdasarkan mesin waktu ayahnya, lalu ia dinyatakan sebagai penemu mesin waktu pertama kala itu, sayangnya setelah 3 tahun mencari keberadaan sang ayah di masa itu, Wiliam (Wilson) akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di masa itu, lalu menikahi seorang gadis bernama "Julie".
setelah pernikahan itu mereka akhirnya memiliki seorang anak bernama Wilson
23, tetapi Wiliam (Wilson) akhirnya menyadari sesuatu dan memutuskan untuk kembali ke masa depan.
namun Wilson terjebak dalam dimensi waktu mesin tersebut, yang isinya adalah puluhan Wilson lain yang juga sama terjebak seperti Wilson yang saat ini, masing masing dari mereka ternyata memiliki usia sama, yang ternyata mereka semua berada dalam dimensi tanpa waktu akibat kerusakan mesin.
Wilson yang terjebak di sana pada akhirnya tidak punya pilihan lain selain menunggu Wilson yang lain untuk menolongnya, tanpa menyadari bahwa itu adalah hal yang sia sia karena setiap Wilson yang akan datang hanya akan berakhir menunggu sama sepertinya.
Pesan moral: "Memperbaiki kesalahan bisa dilakukan dengan memperbaiki diri, tidak harus dengan mengulang waktu""
~No Ending, It Was Endless Looping~