Seperti biasa, kala malam hari, aku melakukan rutinitasku. Ya wajar saja, sebagai seorang perempuan yang masih gadis, remaja, dalam masa puber beranjak dewasa, memakai skincare bukanlah hal tabu. Itu pula yang sering aku lakukan malam hari.
Aku bukanlah gadis berusia tujuh belas tahun yang masih sekolah, namun aku sudah delapan belas tahun beranjak dewasa. Bekerja, membuatku terkadang malas melakukan rutinitasku. Namun, entah angin dari mana, aku rutin melakukan rutinitasku tiga hari ini.
Dimulai malam pertama, aku tidur pukul sembilan malam. Hari itu aku tidak terlalu lelah bekerja. Malahan aku bahagia. Senang dalam rasa lelah itu.
“Tidur dulu ah.” Itu yang aku ucapkan sebelum membaca doa. Aku hanya sekedar membaca doa tanpa meminta hal aneh kepada sang kuasa.
Namun, dalam mimpi, aneh, aku bertemu dengan seorang laki-laki yang betul aku ingat wajahnya dalam mimpi itu. Namun, samar terlihat. Ciri-ciri lelaki itu, dia tinggi, matanya indah sekali, hidungnya mancung, dia berkata lembut padaku dalam mimpi.
Dan ketika pagi harinya, mimpi itu hilang bersama dengan bangunnya diriku memulai hari baru. Anehnya, aku tak bisa lagi mengingat wajah lelaki itu. Padahal dalam mimpi, sudah jelas terekam dalam ingatanku. Namun pada saat bangun, hilang begitu saja.
Bahkan saat bekerja hari itu, aku terus memikirkan hal yang sama. Siapa laki-laki itu. Bukan apa-apa, aku memang sering bermimpi laki-laki, itu teman-temanku, aku mengenalnya. Bahkan dalam mimpi-pun aku bermain, berkumpul, bersama teman laki-laki ku semasa sekolah bersama pula dengan teman perempuan ku lainnya.
Namun yang malam itu, laki-laki itu sama sekali tak aku kenali wajahnya. Tetapi, aku merasa sangat dekat dengan lelaki itu. Yang jelas saja, aku tak mengenalnya, tapi aku merasa dekat?
Coba pikirkan, bagaimana itu?
Dan yang kedua, dua hari setelah mimpi itu terjadi, aku sudah tak lagi memikirkan laki-laki dalam mimpi. Yang aku pikir, hanyalah bunga tidur saja. Toh, aku tidak dekat dengan siapapun laki-laki di dunia nyataku saat aku sadar. Sekedar berkirim pesan pada laki-laki juga jarang.
Hari kedua aku bermimpi, bertemu lagi dengan laki-laki yang tak aku lihat jelas dalam mimpi. Anehnya, lagi-lagi aku seperti merasa nyata. Bagai nyata bertemu dengan laki-laki itu. Terasa dekat, hangat dan bagaikan mempunyai sebuah hubungan jelas yang rekat.
Aku hanya bingung, kenapa laki-laki itu muncul lagi dalam mimpiku? Tetapi, kenapa dia tak ingin memunculkan wajahnya untukku lihat? Kan aku penasaran.
Aku terbangun lagi. Seperti seorang muslimah lainnya, melakukan kewajiban subuh sudah harus. Tak seperti biasa, aku memanjatkan doa dalam kebingunganku.
Aku berdoa, “Ya Allah, apa pertanda mimpi ini? Apa mimpi ini darimu? atau hanya bunga tidur atau hadiah dari syaitan yang mengganggu tidurku?” Namun kala berdoa, aku menangis. Padahal aku tidak merasa sedih.
Pertanda apalagi ini?
Aku tak lagi berpikir berat, melakukan kegiatan bekerja seperti biasa. Karena bagiku, memikirkan seorang laki-laki tidaklah penting. Terlebih, belum jelas. Aku terlalu malas untuk memikirkan hal itu.
Tapi, lagi dan lagi, sempat aku kepikiran secara tiba-tiba. Siapa laki-laki itu? Mengapa dia ada dalam mimpiku? Bahkan sudah dua kali. Mimpi ini terasa nyata, aku bagaikan hidup didalam mimpi bila bertemu dia.
Tak mungkin bukan bila dia jodohku? Bahkan aku belum memikirkan itu. Karena usiaku masih dini, ku anggap begitu. Aku belum pernah melakukan sholat istikharah yang membuat aku bingung tentang pilihan, jodoh atau hal lainnya. Lantas, mengapa laki-laki itu ada dalam mimpiku?
Dan anehnya, hari-hari selanjutnya tak lagi aku bermimpi lelaki itu. Namun, suatu malam, aku tertidur sangat awal, tak seperti jam biasanya. Selain capek, aku juga sedang kedatangan tamu, jadi aku langsung bisa tertidur.
Aku bermimpi laki-laki itu lagi. Dan kala itu, laki-laki itu sedang datang. Kami seperti ada di sebuah hamparan, dimana ada banyak keluarga berkumpul. Bahkan raut wajahnya terlihat sangat bahagia. Akupun juga begitu. Entah apa yang terjadi. Ketika aku bangun, tak lagi aku mengingat.
Selama tiga kali, aku bermimpi laki-laki itu. Yang wajahnya samar, tak jelas. Namun, ketika aku bangun, tak lagi aku mengingat jelas tentang apa yang terjadi dalam mimpiku itu.
Apa itu bisa ku sebut bunga tidur? Atau nyata dari sang kuasa? Atau hanya gangguan dari syaitan karena bisa saja aku lupa berdoa?
Namun, yang aku pertanyakan adalah, Kenapa? Kenapa saat bangun dari tidur, meninggalkan mimpi itu, aku selalu lupa. Lupa apa yang terjadi dalam mimpi itu. Lupa dengan apa yang diucapkan laki-laki itu padaku.
Lantas, bila mimpi itu nyata, yang ada dibenakku hanya bertanya, Siapa dia? Mengapa dia ada di mimpiku bahkan secara misterius?
Aku ingin bertanya pada orang tuaku, “Bu pak, kenapa ya aku bermimpi laki-laki?” Namun aku rasa, bukanlah hal wajar bertanya seperti itu.
Pernah ada rasa, aku ingin sekali bermimpi tentang lelaki itu. Dan kemudian di alam mimpi, aku akan bertanya pada lelaki itu, “Kamu siapa? Kenapa aku selalu melupakan tentang kamu saat aku bangun?” Tetapi nyatanya, tak lagi datang dia di mimpiku.
Lalu, aku pernah mencoba mencari di pencarian. Bodohnya.
Aku mengetik “Tanda mengapa kita bermimpi seorang laki-laki”
Dan yang muncul adalah...
“7 tanda mimpi lelaki yang disukai”
Pencarian pertama tak sesuai. Karena laki-laki itu bukanlah laki-laki yang aku sukai. Jelas, karena aku belum ada rasa sama sekali untuk laki-laki manapun lagi.
“3 tanda jodoh semakin dekat.”
Pencarian kedua, jodoh? Bahkan hal itu hanya sang kuasa yang tahu. Hanya Dia-Lah yang mengatur segalanya. Termasuk perasaan dan jodoh.
Lalu,
“Mengapa bermimpi orang yang disukai?”
Stop, aku berhenti mencari tahu. Karena tak ada yang menjawab kebingungan ku.
Sudah ku bilang, aku tak ada rasa untuk siapapun. Aku sedang fokus menata diri untuk masa depanku sendiri.
Aku tidak tahu, siapa dia. Yang pasti, aku pernah berpikiran untuk mengetahui siapa laki-laki itu. Sungguh pusing rasanya.
Mantan? Tidak mungkin bukan? Ciri-ciri laki-laki itu sangat berbeda dengan mantanku yang lalu haha.
Pacar? Aku tak lagi punya pacar.
Gebetan atau mantan gebetan?Aku tak punya. Karena aku tak mau disibukkan untuk hal cemburu, overthinking dan sebagainya.
Teman cowok? Sudah lama tak pernah bertemu, dan diantara teman cowokku, tak ada yang ciri-cirinya sama dengan laki-laki dalam mimpiku itu.
Lalu siapa?Tetanggaku? Bahkan mereka juga tak ada yang sama dengan laki-laki mimpiku.
Tinggi? Mereka yang aku sebutkan diatas juga tinggi. Bahkan diantaranya, aku hanya sebatas dada, telinga, tapi, ciri-ciri nya jauh berbeda dengan laki-laki dalam mimpiku.
Pusing? Sudah jelas. Aku sangat kesal. Mengapa tak bisa aku mengingat dia.
Sekalipun aku memaksa ingatanku, tetap dengan keras tak bisa.
Huft, lelah sekali.
Sampai sekarang, ketika aku tiba-tiba mengingat mimpi itu, tetap saja tak bisa menebak siapa laki-laki itu.
Dan jalan tengahku, ku biarkan saja mengalir apa adanya. Dan, aku meminta pada Allah, untuk mendatangkan dia lagi di mimpiku. Xixixi
Thank you buat kalian yang sudah mau membaca dan meluangkan waktu membaca cerpen singkat ini.❤️
Aku memilih kalian untuk aku bagikan pengalaman yang menurutku seru itu. Mengapa seru padahal pusing? Aku senang bisa berpikir keras. Terlebih sampai sekarang, lelaki itu masih misterius dalam pikiran dan ingatanku.