Sesuatu fenomena bertukarnya jiwa terjadi padaku saat Festival Halloween. Anehnya, fenomena ini hanya berlangsung selama satu hari satu malam.
Hari ini adalah perayaan Halloween. Namanya Aland, umurnya 16 tahun, kini ia tengah memakai sebuah kostum Dracula.
"ARGHH" Teriak Aland menakut-nakuti seorang anak perempuan.
Setelah di berikan beberapa permen dan coklat, Aland langsung pergi dari rumah anak perempuan itu.
"Dadah, kakak Dracula." Anak perempuan itu melambai-lambaikan tanganya pada Aland dan Aland juga melambai-lambaikan tanganya pada anak perempuan itu.
Saat di perjalanan, Aland tanpa sengaja melihat sebuah pohon yang letaknya agak jauh dari keramaian di kota.
Di salah satu rantingnya terdapat sebuah Labu kuning yang sudah di ukir mata dan mulut yang menyeramkan (Jack-O-Latern). Begitu penasaran tanpa berpikir kenapa hanya Aland yang bisa melihat labu dan pohon itu? Jawab Aland hanya mengambil positifnya saja.
Secepatnya Aland menuju pohon yang letaknya misterius itu kemudian mulai memananjatnya perlahan. Segera satu persatu ranting di lewati olehnya dan kini Aland sudah berada hampir menggapai si labu kuning itu.
"Sedikit lagi." Kata Aland yang hendak meraihnya dengan tangan kirinya memegang batang pohon dan satunya lagi mencoba meraihnya. Di saat yang sama lupa, labu yang belum di berikan lilin itu mendadak mengeluarkan cahaya dari dalamnya.
GREK… satu batang pohon yang Aland pijak tiba-tiba patah karena tidak kuat menanggung beban tubuh Aland. Sebelum bisa meraihnya, Aland sudah jatuh duluan di susul oleh rating kayu lainya.
"HUAHH…" Teriak Aland terjatuh sambil menutup matanya dengan kedua tanganya.
Sesaat Aland merasa tidak jatuh dan entah kenapa dia sekarang berada di bawah laut. Aland memberontak mencoba untuk bernapas tapi hasilnya sia-sia. Seekor hiu yang datang entah dari mana melahap habis tubuh Aland dengan satu gigitanya.
"ArGHHH…" Teriak Aland kaget kemudian membuka matanya kembali.
Betapa terkejutnya saat ia membuka kembali matanya itu. Aland mendadak berada di sebuah rumah yang begitu asing baginya.
"Kamu sudah sadar Aliya sayang." Tanya seorang wanita pada Aland yang masuk ke raga putrinya bernama Aliya
"Maaf, tante siapa ya? Dan siapa Aliya itu?" Tanya Aland/Aliya bingung
"Ini ibumu sayang, masa gara-gara pingsan doang kamu jadi Anmesia sih?" Balasnya kemudian bertanya lagi dengan bingungnya
Aland sangat di buat bingung, apa lagi ketika ia tahu rambutnya itu mendadak panjang dan wajahnya berubah menjadi begitu manis. Sesekali ia berlari dan melihat dirinya sendiri di depan cermin.
"Apa ini? PLAK! Ini bohong 'kan, pasti cuma mimpi PLAK!" Kata Aland/Aliya bertanya-tanya sambil menampar pipinya berkali-kali
"Kakak kenapa? Jangan di pukul pipinya dong." Kata Adik perempuan Aliya dengan wajah gemasnya sambil menarik-narik kostum Aland/Aliya
Kejadianya, Aliya yang jiwanya masih berada di tubuhnya sendiri mendadak jatuh pingsan di tengah pesta Halloween. Ketika sadar, Aliya bukan lagi jadi Aliya tapi malah menjadi Aland dengan tubuh Aliya sekarang.
Malam hari kemudian tiba…
"Aliya mau tidur dulu yah om, udah ngantuk nih." Kata Aliya/Aland pada ayah Aland
"Ya udah, besok kamu ke rumah sakit! Otakmu itu harus segera di restart ulang." Perkataan ayah Aland tak bisa di tolak oleh Aliya/Aland
"Aland beruntung, ayahnya sangat peduli padanya. Sangat berbeda dengan ayahku." Ucap Aliya/Aland dalam batinya
Tiba di kamarnya, Aliya/Aland segera berbaring di kasurnya kemudian langsung tertidur dengan lelapnya.
<---¤--->
Di sisi lain, Aland/Aliya tengah sibuk mengobrol banyak hal dengan ibu Aliya.
"Menurut legenda Irlandia, Jack-O-Latern adalah seorang petani malas yang cerdas. Dia berhasil menipu iblis agar tidak dimasukkan ke dalam neraka tapi juga tidak diizinkan masuk surga karena dosanya. Alhasil, arwah Jack-O-Latern berkeliaran sambil membawa sebuah lentera. Legenda ini kemudian di intepretasikan menjadi labu seram yang di letakkan di depan rumah." Cerita ibu Aliya pada Aland/Aliya di simak baik olehnya
"Jadi begini rasanya punya ibu, seandainya ibuku masih hidup-" Kata Aland/Aliya dalam batinya
BRUK… Sesaat Aland/Aliya kembali jatuh pingsan secara tiba-tiba membuat yang lainya kembali panik.
Besok paginya, Aland mendadak bangun dari tidurnya dengan keringat di kepalanya yang menetes cukup deras (seperti habis bermimpi buruk)
"Hah… Hah… Hah" Atur ulang nafas Aland perlahan kemudian meneteskan setetes air matanya tanpa keinginanya.
"Apa ini? Aku nangis?" Katanya bingung sambil menghapus air matanya itu
Aland bingung kenapa dia tiba-tiba menangis, setelah terbangun Aland juga tidak bisa mengingat apa 'pun yang di alaminya kemarin malam.
"Aland ayo bangun." Teriak Ayah Aland dari luar kamarnya
"Iya" balas Aland kemudian
Sesaat setelah Aland bangun dari kasurnya, waktu secara otomatis kembali terulang dari awal. Hari ini adalah perayaan Hallowen. Seperti saat di awal, Aland pergi menggunakan kostum Draculanya.
"Aku kenapa ya? Apa yang aku pikirkan sekarang?" Tanya Aland yang penuh dengan perasaan yang begitu bimbang sambil berjalan lurus
Tidak ingin memikirkanya, Aland tiba di sebuah rumah. TOK! TOK! TOK! Ketuk pintu Aland yang tengah siap mengejutkan sang pemilik rumah.
Seorang gadis cantik kemudian keluar menggunakan costum Dracula versi wanitanya.
"HUAA" Teriak Aland hendak membuatnya kaget
"Umnn?" Ucapnya yang tidak kaget dan malah bingung dengan Aland
"Oh, gak kaget ya." Kata Aland tersipung malu dengan gadis itu
"Iya, gak apa-apa, maaf aku ada urusan. Minta permenya sama adik atau ibuku aja ya." Balas Aliya terburu-buru ingin pergi ke suatu tempat sambil menahan wajahnya yang sebenarnya ingin menanyakan sesuatu pada Aland
"Tunggu..."Kata Aland memberanikan dirinya membuat langkah Aliya terhenti sesaat
"Maaf kalau lancang, tapi aku merasa seperti pernah bertemu denganmu." Kata Aland membuat Aliya menoleh ke arahnya sesaat
Senyum Aliya kemudian membalasnya "Iya, aku juga merasa pernah bertemu denganmu." Ucapnya menangis sambil tersenyum manis sesaat
Sebenarnya, rumah yang Aland kunjungi di awal itu adalah rumah Aliya. Anak perempuan itu adalah adik kandung Aliya yang masih berusia 8 tahun.
TAMAT
Ibu Aland meninggal saat melahirkanya, dia sekarang hanya tinggal bersama dengan ayahnya seorang. Sedangkan Aliya, ayahnya terlalu sibuk dengan pekerjaanya sampai-sampai melupakan keluarganya sendiri. Karena itulah Aliya agak kesal dengan ayahnya sekarang.