seperti apa dunia dimatamu ?
kevin " Bagiku dunia itu indah, karena ia telah mempertemukan aku denganmu"
kaira" Bagiku dunia itu gelap karena dia telah memisahkan aku darimu"
#Kevin
Dia adalah seseorang yang membenci cinta, sedangkan aku adalah seseorang yang menyukai cinta..
Baginya cinta hanyalah sebuah ilusi yang dilahirkan oleh pikiran,
Baginya cinta seperti kabut hitam yang menenggelamkan,
Baginya cinta seperti bisa ular yang mematikan...
Baginya cinta seperti ribuan pisau yang dilempar kepadanya...
Wajahnya seperti salju
Tatapannya hampa tak berwarna,
Ia seperti kapas yang jika kulepaskan ia akan terbang entah kemana...
Aku ingin berada disampingnya, memberi warna dalam hidupnya,
Aku ingin ada aku didalam matanya yang hampa itu,
Aku ingin memegang tangannya agar ia tak terbang tinggi dan menghilang...
Aku ingin memeluknya erat tapi ku takut dia kan remuk dan hancur...
Aku adalah orang yang menyukai cinta,
Cinta yang membuat mataku tak bisa lepas darinya,
Cinta yang membuat setiap malamku selalu ada bayangnya,
Cinta yang membuat hatiku berdetak saat didekatnya,
Tapi dia tidak mencintai cinta, bagaimana caraku mendekat jika dinding tinggi menutupi hatinya,
Sebegitu terlukakah dia dengan cinta ???
Haruskah kupanjat dinding itu agar dia tersentuh oleh ketulusanku ???
Dapatkah hatinya goyah saat melihat keteguhan hatiku untuk memasuki hatinya???
#Kaira
hatiku sudah lama sekali berhenti berdetak untuk seseorang, hingga aku sendiri tidak tau sejak kapan itu berhenti...
Bahkan aku sendiri tidak tau sudah berapa banyak hari, berapa banyak jam, berapa banyak menit, dan berapa banyak detik yang telah ku lewati sendiri...
Yang kutau semua terasa hampa dan kosong, seperti dinding besar yang mengelilingiku...
Semua terasa gelap dan sepi...
Seharusnya aku merasa takut, tapi ketakutankupun telah kau bawa pergi...
Air matapun sudah kering hingga tak bisa mengalir lagi...
Aku ingin pergi bersamamu, tapi langit tak mengizinkanku melakukan itu...
Aku seperti cangkang yang kosong, hampa dan gelap tanpamu...
Yang tersisa hanya penyesalan...
Hidupku kini seperti malam tanpa bintang dan bulan, seperti siang tanpa matahari karena semua telah kau bawa pergi...
Apakah ini hukumanmu untukku ???
Cinta bagiku seperti gambaran asa yang mencekik leherku tapi bukan untuk membunuhku,
Seperti panas magma yang ku injak tapi tidak untuk membakarku,
Seperti ribuan panah yang menggujam tubuhku tetapi tidak melukaiku...
Pagi hari yang cerah, dimana sinar matahari yang tersenyum menyengat kulit, hari yang sama seperti biasanya, aku membuka tokoku dan membiarkan angin membelai wajahku. Ini sudah tiga tahun sejak aku mulai membuka toko ini, aku memulainya dari bawah, dari hasil kerja part timeku selama kuliah. Sebagai yatim piatu toko ini adalah hidupku sebelum aku bertemu dengannya.
Pagi itu dia dan kelurganya baru pindah di depan tokoku....
"Vin, ada yang baru pindah tu didepan" ucap salah satu temanku
" oh ya mereka sudah datang ya, kemaren aku sudah dengar dari ibu-ibu kompleks katanya ada yang pindah ke rumah kosong didepan" jawab ku seadanya lalu akupun kembali membersihkan meja setelah pelanggan pergi
" eh eh eh lihat tu, mereka punya anak cewek loh" ucap temanku lagi
" kamu nih ya, gak ada seharipun gak ngomongin cewek pa, aku aduin ke Rara loh! Cepat sana beresin meja yang lain"
"Iya iya, tapi beneran aku lihat mereka punya anak cewek siapa tau itu jodohmu,hehehehe" ucapan temanku yang bernama adit itu sambil cengengesan
Lalu karena penasaran akupun melihat kearah rumah itu, saat itulah aku melihat wajah itu dibalik jendela, kulit putih dengan wajah sendu. Seketika seperti ada sebuah magnet yang menarikku untuk terus menatapnya, ia terus menatap langit dengan tatapan kosong, entah apa yang dipikirkannya.
Sejak hari itu hari-hariku selalu dibayangi oleh dirinya. Sudah tiga bulan .berlalu, awalnya aku berpikir bahwa aku hanya penasaran dengannya lalu lama-lama bukan hanya penasaran saja tapi aku ingin memilikinya, aku ingin berbicara dan bercanda dengannya, aku juga ingin melihat senyum di wajahnya. Aku ingin tau siapa yang membuatnya seperti itu, dar hari ke hari aku menjadi semakin penasaran dan ingin sekali aku memanjat hingga ke jendela itu lalu berbincang dan tertawa bersama dengannya. Aku ingin memberi warna di dalam mata yang kosong itu. Kau tau, aku adalah orang yang tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama sebelum aku mengenalnya. Setelah mengenalnya aku baru tau apa itu cinta, cinta itu mungkin sesuatu yang ambigu bagi beberapa orang tapi bagiku cinta itu nyata setelah aku melihatnya.
Bagiku apakah cinta itu dinyatakan atau tidak bukankah itu tetap cinta, apakah cinta itu ditunjukkan atau tidak bukankah itu tetap juga cinta, meski dalam diam, meski hanya aku seorang yang mencintainya bukankah itu tetap juga cinta? Bagiku dia seperti permata di bawah laut, begitu indah namun ia jauh, seperti buih yang jika ku pegang ia kan lenyap. Aku mencintainya meskipun itu dalam diam, meskipun tak bisa aku pungkiri bahwa egoku ingin memilikinya, ingin memeluknya, ingin tertawa bersamanya tentu saja aku ingin hidup bersamanya. Tetapi saat ini bagiku melihatnya dari jauhpun sudah cukup.
Seandainya aku datang
Aku datang mendekat padamu
Apa yang akan ada di pikiranmu?
Aku tidak berani
Seandainya kau pergi
Kau pergi meninggalkanku
Entah bagaimana aku melepasmu
Aku selalu khawatir
Aku seperti orang bodoh
Hanya bisa memandangmu
Dan mungkin hatimu akan berpaling dariku
Dan karenanya jarak antara kita semakin melebar
Sungguh aku seperti orang bodoh
Tak mampu mengucapkan kata cinta
Dan mungkin takut pada rasa sedih dan pedih
Yang akan muncul atas pertemuan kita
Seandainya kau datang
Kau datang mendekat padaku
Entah apa yang harus kulakukan
Sungguh aku tak tahu
Aku seperti orang bodoh
Hanya bisa memandangmu
Dan mungkin hatimu akan berpaling dariku
Dan karenanya jarak antara kita semakin melebar
Sungguh aku seperti orang bodoh
Tak mampu mengucapkan kata cinta
Dan mungkin takut pada rasa sedih dan pedih
Yang akan muncul atas pertemuan kita
Aku seperti orang bodoh
Tak mampu mengucapkan kata cinta
Dan mungkin takut pada rasa sedih dan pedih
Yang akan muncul atas pertemuan kita
Taeyeon "If"
****
5 tahun yang lalu....
Tok tok tok
" kaira kamu sudah bangun" terdengar suara wanita separuh baya di balik pintu
" ya, bentar lagi ma"
" ya udah cepat bangun gih, katanya nanti udah ada janji dengan Ryo"
" Astagfirloh, hampir lupa terima kasih ma udah di ingatin" jawab ku sambil duduk dan mengucwk mataku
" mandi gih lagi setelah itu langsung turun kebawah mama dan papa tunggu buat sarapan" ucap mama sambil berjalan kebawah
"Ok sip" jawab ku sambil beranjak dari tempat tidurku.
Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-24, aku sangat menantikan datangnya hari ini. Kau tau kenapa? Karena hari ini aku akan merayakannya bersama seseorang tercinta kekasihku serta tunanganku Ryo, karena Ryo berjanji akan resmi melamarku pada Ulang Tahunku yang ke 24 ini. Aku sudah sangat lama mengenalnya, dia adalah teman masa kecilku, meskipun umurnya tiga tahun diatasku. Dulu bagiku dia hanyalah sesosok kakak yang selalu melindungiku, namun lama kelamaan rasa itupun tumbuh, rasa yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Kau tau, seperti kau memiliki ribuan bunga didalam hatimu, atau seperti dunia hanya ada wajahnya. Ah, saat aku mengingatnya itu membuat ku tertawa sendiri, hari itu pas 8 tahun yang lalu saat ulang tahunku, seperti biasa kami merayakannya berdua, dia menyiapkan semuanya dengan sempurna, atau mungkin dimataku dia telah sempurna maka apapun yang dia lakukan semua sempurna dimataku. Aku masih ingat dengan jelas ditaman itu dia memintaku menunggunya, saat itu aku sangat gugup, apa yang akan dia katakan, apakah dia akan memperkenalkan kekasihnya kepadaku, karena saat itu aku pikir hanya aku saja yang jatuh cinta kepadanya, dalam kegugupan aku menunggunya, saat itu juga aku mendengar suara nyanyian di balik pohon, nyanyian yang merdu
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Du... Du... Du... Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamuu. Ooooooo
Terimalah lagu ini. Hmm...
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cinta ku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu
Cinta Luar Biasa - Andmesh
Sesaat aku terdiam mendengar lagu itu dan lebih mengejutkannya lagi orang yang menyanyikannya adalah orang yang aku cintai, dengan alunan melodi gitar menambah indahnya lagu itu.
" Kaira, Lagu ini aku persembahkan untukmu, semoga kamu menyukainya dan bunga ini adalah bukti ketulusanku" ucapnya sambil membungkuk dan memberiku bunga.
Aku tidak bisa berkata-kata suaraku tertahan oleh keharuan dan rasa terkejut juga, akupun menerima bunga itu sambil tersenyum
" terima kasih kakak" jawab ku sambil mengambil bunga itu
Lalu Ryopun berdiri, dan tiba-tiba dia mendekat dan berbisik
"Kaira, I Love You, jadilah pacarku"ucapnya dengan suara yang lembut
Kali ini aku tidak bisa menahannya lagi, sambil memeluknya akupun menjawab pernyataan itu
"Ya, I love you too so much"
"Kaira, aku tau saat ini aku bukan siapa-siapa, aku tidak bisa menjanjikanmu banyak hal, tapi aku serius denganmu, saat ini yang bisa ku janjikan hanya satu hal yaitu membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia didunia ini, aku akan menyakinkanmu bahwa kamu tidak akan menyesal berada disisiku" ucapnya dengan serius "Mungkin ucapan ini terdengar hanya sekedar bualan dimatamu, tapi aku sungguh mengatakan yang sebenarnya"
"Kakak, aku percaya padamu. Aku tidak tau tentang nanti, tapi yang ku tau pasti sejak dulu hingga saat ini aku sudah menjadi wanita yang paling bahagia karena berada disisimu" jawabku dengan lembut sambil tersenyum
"Kaira, maukah kamu menungguku 8 tahun lagi untuk melamarmu ?" Ucapnya kemudian sambil memegang kedua tanganku " kita mungkin memang sudah lama saling mengenal, tapi masih banyak hal yang kita tidak tau satu sama lain, mulai hari ini aku berharap kita bisa saling terbuka satu sama lain, dan 8 tahun yang akan datang, aku akan menjadi lelaki yang bisa menghidupimu dengan baik dan berdiri lagi didepanmu dengan gagah dan melamarmu, bisakah kamu berjanji untuk bersamaku hingga saat itu ?" Ucapnya kali ini dengan penuh harap
Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum haru
" sampai kapanpun itu aku pasti akan menunggumu"jawabku kemudian.
Ah, waktu cepat sekali berlalu, tak terasa sudah 8 tahun setelah hari itu, aku semakin tidak sabar jika mengingatnya.
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
.......
Suara dering dari handphone membuyarkan lamunanku, tertulis tulisan My Prince Ryo.
" Halo,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
" Kai, sudah siap?" Ucap suara lembut dari seberang sana
"Sudah tinggal nunggu jemputan lagi, tapi sarapannya disini dulu ya soalnya mama sudah masak dari tadi"
"Ok, sebentar lagi sampai"
"Ok, ditunggu" ucapkan sambil tersenyum dan mengakhiri panggilan.
Beberapa lama kemudian.....
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam, nak Ryo ayo masuk"
"Ya pa, apa kabar pa?"
"Alhamdulillah baik, nak Ryo apa kabar?"
" Alhamdulilah baek juga"
"Papa dengar dari kaira katanya nak ryo dinas keluar?"
" iya, kemaren baru sampai"
"Sudah-sudah ngobrolnya, ayo semua makan" ucap mama dari dapur yang mengakhiri pembicaan papa dan ryo.
"Ayo semuanya duduk dan makan, Ryo makan yang banyak, calon pengantin harus makan yang banyak dan sehat"
"Iya ma, terima kasih"
"Jadi, setelah ini kalian langsung ke toko untuk nyoba baju pengantinnya?"
"Iya ma, rencananya juga langsung ngecek semua persiapan yang lainnya juga"
"Hati-hati aja mengendaranya, soalnya sekarang musim hujan jalanan licin" ucapan mama memperingati
" iya ma, jawab ryo sambil tersenyum
.....
" ma,pa, kami pergi dulu ya"
"Iya, hati-hati"
"Sayang, nanti pas kita nyoba baju pengantin kita langsung minta tolong langsung orang itu fotonya" ucapku sambil manja
"Kenapa gak nunggu satu minggu lagi, kita juga akan foto pakai bajunya"
" gak mau, pokoknya nanti aku pengen kita foto pakai baju pengantinnya titik, anggap aja itu hadiah ulang tahunnya ya"
"Ya udah,oke nanti kita minta tolong pada penjaga tokonya" jawabnya sambil akhirnya mengalah
Beberapa lama kemudian akhirnya semua persiapan pernikahanpun selesai, dan diapun mengajakku kembali ketaman ditempat pertama kali dia mengutarakan perasaannya kepadaku.
"Kai, apa kamu masih ingat taman ini?" Ucapnya sambil meemelukku
"Tentu saja, aku tidak pernah lupa akan tempat ini, tempat ini adalah bukti cerita kita"
"Ya, ini adalah saksi cinta kita" ucapnya sambil membelai rambutku dengan lembut
"Kai, terima kasih sudah bersedia menemaniku hingga saat ini, terima kasih untuk selalu berada disisiku selama 8 tahun ini, dan terima kasih karena telah bertahan mencintaiku hingga saat ini" ucapnya dengan lembut lalu mencium keningku " Kaira aku mencintaimu selamanya" bisiknya dengan lembut ditelingaku
"Aku juga" balasku sambil tersenyum
Lalu suara kembang apipun ikut memeriahkan suasana itu.
Lalu Ryo sesuatu dalam sakunya dan memasangnya dileherku
"Ini hadiah ulang tahun untuk princesku yang manis dan imut" jawabnya sambil menggodaku
"Terima kasih my prince ryo yang gagah" ucapku sambil tersenyum.
Lalu kami kembali duduk sambil memandang langit
"Kai, lihat deh langit malam ini indah sekali ya, bulannya juga terang, mungkin langit tau hari ini adalah hari bahagiamu, jadi langit juga ikut bahagia untukmu" ucapnya sambil melihat langit "kai, Aku mencintaimu" ucapnya dengan suara pelan, aku hanya tersenyum bahagia mendengar pernyataan itu.
"Kita pulang yuk sudah mulai gerimis ni" ajaknya sambil memegang tanganku
"Ayo"
Tidak beberapa lama kemudian hujannya tiba-tiba deras
"Untung sudah masuk kedalam mobil, kalau gak kita bisa basah semua ni, alu nyalain panasnya ya"
"Iya, terima kasih" ucapku sambil mengatur tempat dudukku
"Kai foto kita pkai baju pengantin tadi sudah dikirim?"
"Ini lagi dikirim, sekalian aku jadiin walpaper ya"
"Ok"
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Du... Du... Du... Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamuu.
"Wah, kebetulan banget diradio diputar lagu ini,mungkin dia tau hari ini ulang tahunmu kai"
"Iya, semenjak hari itu, ini udah jadi lagu favoritku loh, lagu yang kakak nyanyiin sendiri buat aku, kak nyanyiin lagi donk" pintaku dengan manja
"Boleh, tapi cium dulu donk, baru di nyanyiin" ucapnya sambil bergurau
Lalu dengan wajah malu-malu akupun menciumnya,
"Udah, nyanyiin dong kak"
"Yang tadi kakak belum siap, cium lagi dong" ucapnya masih sambil bercanda
"Udah ah, jalan tu lampunya udah hijau lagi" ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan
"Gak apa-apa biarin aja"
"Ya udah janjinya"
"Ya janji"
Lalu kedua bibir kamipun bertemu dan bersentuhan satu sama lain, hangat nafasnya, dan hangat dekapannya membuat dingin hujan tidak terasa lagi
"Aku mencintaimu kai, selamanya"
Dan sebelum aku sempat menjawabnya, dari arah Ryo melaju sebuah mobil dengan kencang
"Ryo Awas" teriakku tapi sebelum kami sempat menghindar mobil itu sudah melaju kearah kami berdua, mobil kami berduapun terjungkir jatuh, sambil memelukku dengan erat Ryo berkata
"Kai, kamu gak apa-apakan, semuanya akan baik-baik saja, aku akan selalu melindungimu" ucapnya sambil tersenyum dengan darah yang mengalir dikepalanya " kai, terima kasih karena telah mencintaiku dan bersamaku hingga saat ini" aku hanya bisa menangis didekapannya. Lalu semuanyapun gelap.
......
"Kai, kamu sudah bangun?" Ucap mama sambil khawatir
"Ini dimana ma?"
"Ini dirumah sakit sayang" ucap mama sambil menahan airmatanya
"Rumah sakit, oh ya ma Ryo dimana?" Tanyaku dengan suara pelan
Seketika air mata mamapun tidak bisa ditahannya lagi
"Ryo tidak bisa diselamatkan sayang, dia meninggal setelah ambulan sampai disana"
"Gak mungkin, mama bohongkan" jawabku sambil menangis.
Mama hanya bisa menangis sambil memelukku dengan erat
"Mama, lepasin kaira mau ketempat ryo, ryo pasti belum tau kalau kaira sudah sadar"
"Sayang tabahin hatimu ya nak" ucap mama masih memelukku
"Mama, lepasin kaira, kaira mau jenguk ryo, ryo terluka karena lindungin kaira ma, kaira harus ketempat ryo dan bilang kalau kaira baik-baik aja agar ryo gak khawatir lagi" jawabku sambil berusaha untuk melepas pelukan mama tap mama malah memelukku dengan erat.
"Sayang kamu gak boleh kayak gini, kamu harus bisa nerima kenyataan ini sayang, ryo juga pasti gak suka lihat kamu kayak gini"
"Mama, ini udah gak lucu tau, kaira udah bilang lepasin kaira, kaira mau ketemu ryo ma" jawabku sambil menangis dan lalu akupun pingsan.
Seminggu kemudian, Dokter mengizinkanku untuk pulang kerumah, aku meminta mama dan papa untuk menemaniku ke kuburan ryo, aku masih tidak percaya bahwa kuburan yang didepanku adalah kuburan orang yang kucintai, seketika air matakupun jatuh, kakiku lemas seakan semua tenagaku telah habis dan dadaku terasa sesak dan semua kenangan bersama ryo menghantamku seketika.
"Kenapa? Kenapa kamu ninggalin aku sendiri, kenapa? Kamu bilang kamu mencintaikukan, kamu bilang kamu akan menjaga dan melindungiku tapi kenapa kamu pergi sendiri"
"Sayang sudah sayang ayo kita pulang, biarkan ryo beristirahat dengan tenang" ucap mama dengan suara yang lirih
"Gak ma, kaira gak mau pulang, kaira mau tetap disini nemenin ryo"
"Udah ma, biarin aja kaira disini dulu, nanti kita jemput lagi dia disini" ucap papa kemudian.
Akhirnya mama dan papapun pergi...
"Kakak, kenapa kamu pergi sendiri, kenapa meninggalkan aku sendiri, siapa yang akan menjagaku,siapa yang akan melindungiku, siapa yang akan menegurku, siapa yang akan bercanda denganku lagi, siapa yang akan berbisik kata cinta ditelingaku lagi. Kakak bawa aku bersamamu"
Duar...duar...duar...
Hujanpun turun seakan langitpun ikut menangis hari itu, bersama darah yang mengalir dipergelangan tanganku.
Merindukanmu, ku menangis
Merindukanmu, ku menangis
Meski ku coba menenangkan diri, air mataku bercucuran
Bila menangis tersedu-sedu hingga letih dan terlelap
Dalam mimpi, dalam mimpi pun aku tak dapat berjumpa denganmu
Menangis, tiada henti aku menangis
Aku keluar saja dari rumah
Menaiki bus yang biasanya
Dan langkahku yang sedang merindu membawaku ke satu tempat
Tapi kamu yang pernah mencintaiku tak terlihat di mana pun
Merindukanmu, ku menangis
Merindukanmu, ku menangis
Meski ku coba menenangkan diri, air mataku bercucuran
Bila menangis tersedu-sedu hingga letih dan terlelap
Dalam mimpi, dalam mimpi pun aku tak dapat berjumpa denganmu
Banyak hal yang belum ku lakukan padamu
Aku belum berbuat baik padamu sekali pun
Air mata terus menetes menyesali kebodohanku
Menangis, tiada henti aku menangis
Meski berusaha melupakannya namun tetap saja
Merindukanmu, ku menangis
Merindukanmu, ku menangis
Meski ku coba menenangkan diri, air mataku bercucuran
Bila menangis tersedu-sedu hingga letih dan terlelap
Dalam mimpi, dalam mimpi pun aku tak dapat berjumpa denganmu
Menangis, tiada henti aku menangis
Menangis
Lyn "miss you.... crying"
.......
"Dok, bagaimana keadaan kaira"ucapan mama dengan nada cemas
"Dia baik-baik saja, untung cepat dibawa kerumah sakit, kalau terlambat sedikit saja"
"Terima kasih dok" ucap papa kemudian
"Papa, kaira baik-baik sajakan?"
"Kaira akan baik-baik saja,diakan anak kita" ucap papa mencoba menenangkan.
"Dok, kenapa kaira belum bangun-bangun juga" tanya mama dengan khawatir
"Semuanya normal, hanya saja karena pukulan berat yang ia alami yang membuatnya belum bangun saat ini, kami akan selalu memantaunya" ucap dokter itu lalu pergi.
Semenjak itu setelah siuman kaira selalu mencoba untuk bunuh diri namun selalu gagal, akhirnya setelah berkonsultasi dengan psikiater merekapun pindah ke tempat yang baru sambil berharap kaira bisa tersenyum kembali seperti dulu.
****
Pagi hari yang cerah, dengan sinar matahari yang hangat menyengat kulit, di sebuah kafe terlihat seorang lelaki muda sedang merenung sendiri sambil menatap keluar jendela.
"Hoi vin, ngapain melamun terus, masih lihatin cewek didepan? Kalau suka kesana donk kejar"ucap adit
"Kamu dit, gimana caranya? Kamu sendiri juga lihatkan dia gak pernah keluar, kamu mau nyuruh aku nyulit anak orang apa"
"Ya gak gitu-gitu juga kali"
" terus kayak gimana, kamu kan ahlinya, ajarin aku donk!"
"Pertama-tama kamu harus ngajak dia ngobrol dulu, cewek itu akan luluh kalau lihat cowok terus berusaha untuknya, kamu gak akan tau kayak mana akhirnya jika kamu tidak berusaha sampai akhir juga"
"Ok, aku mengerti harus ngapain sekarang, terima kasih ya"
Sejak saat itu kevin mulai memikirkan rencana untuk bisa mendekati kaira dengan cara membuat pesan melalui bangau kertas.
Hari pertama: " Hai, salam kenal aku kevin dari toko di depan, boleh aku mengenalmu?"
Hari kedua: " apa kabarmu hari ini?"
Hari ketiga : "aku ingin menjadi temanmu dan aku akan terus mengirim bangau kertas ini sampai kamu membalas pesanku"
Hari keempat :" mulai hari ini aku akan menemani hari-harimu dengan bangau-bangau kertas ini, terserah apakah kamu akan membuangnya atau membacanya"
Hari kelima: "apa kabar kamu hari ini?" Ini adalah kue baru yang ku buat semoga kamu suka"
Hari keenam :" maaf, tadi pelanggan sedang banyak jadi aku baru bisa menyapamu sekarang, semoga mimpimu indah"
Hari ketujuh : " pagi cantik, ini bukan gombal loh"
Hari kedelapan : " Hai, aku berharap bisa melihat senyummu walau hanya sekali"
Hari kesembilan : " aku harap kamu tidak bosan dengan surat kecilku"
Hari kesepuluh :" Hari ini adalah hari valentine, ini kue coklat yang ku bikin sendiri, semoga kamu menyukainya selamat hari valentine 🙂"
Hari kesebelas : " kamu tau, katanya jika kita bisa melipat seribu bangau kertas maka keinginan kita akan terpenuhi loh!"
Setelah kaira membaca kalimat itu dia baru mulai merespon kearah kevin, kevin hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.
" Hai, apa kamu punya keinginan yang ingin kamu penuhi? Apa kamu mau aku mengajarimu melipat bangaunya"
Kaira tidak meresponnya tapi dia malah melihat bangau kertas,lalu diapun menangis.
" maaf jika aku menyinggungmu, apakah aku boleh kesana" ucap kevin kemudian sambil menunjuk kebawah jendela kamar kaira, tapi tidak ada tanggapan, meskipun begitu kevin tetap melakukannya. Ia memanjat pagar dan berdiri di atas pohon dekat jendela kamar kaira.
"Nih" ucap kevin sambil mengulurkan sapu tangannya
"Hai, maaf kalau aku lancang, dan tetap kesini. Sebenarnya sudah lama sekali aku ingin kesini, ngobrol denganmu seperti ini". Masih tidak ada respon dari kaira, tapi kevin masih tetap berbicara juga.
"Aku tidak tau hal apa yang telah kamu lalui, jika kamu tidak punya teman untuk curhat, aku bersedia menjadi teman curhatmu, dan kamu juga bisa jadi teman curhatku" ucap kevin lagi sambil melihat ke arah kaira.
"Jika kamu tidak ingin juga tidak apa-apa, tapi aku harap kamu mau dengar curhatku, dan aku juga kamu tidak bosan mendengarnya".
"Bintang malam ini indah ya"
Kairapun melihat kelangit malam dengan tatapan rindu yang tak bisa dilukiskan, air matanyapun jatuh lagi.
Kevin hanya melihat lalu dia berbicara lagi
"Aku tidak tau seberapa besar rasa sakit yang kamu alami, aku mungkin memang belum pernah mengalaminya, tapi aku harap kamu tidak menahan rasa sakitmu sendiri, kamu juga berhak untuk bahagia. Aku berharap kau bisa memberi rasa sakitmu padaku, ah sebenar aku lagi ngomongin apasih" sesekali kevin melirik kearah kaira dan menghempaskan napasnya yang terasa berat itu
"Hufh, maaf jika aku jadi orang yang sok tau dan sok akrab, selamt malam" ucap kevin kemudian lalu turun dan pergi meninggalkan kaira yang terus menatap kearah langit malam
Apabila waktu diulang kembali, apakah ingatan ini juga akan sirna
Aku mengerti aku melanturkan hal yang tak mungkin
Karena telah membuatmu hidupmu susah dan berderai air mata,
demikianlah hatiku merasa bersalah
Tetapi maksudku
Aku tak dapat hidup tanpamu
Bagiku, aku hanya menjalani waktu yang diwarnai olehmu seorang
Aku cinta kau. Terima kasih telah memelukku hangat-hangat
Karena cinta ini aku mampu hidup
Tampaknya cinta memang seperti itu, meski bagaimana pun diucapkannya
Perasaan ini nampaknya tak kan hilang
Meski dipikir lagi bahwa ini keegoisanku semata
Perasaan ini tak juga sirna
Mengerti kan maksudku
Aku tak dapat hidup tanpamu
Bagiku, aku hanya menjalani waktu yang diwarnai olehmu seorang
Aku cinta kau. Terima kasih telah memelukku hangat-hangat
Karena cinta ini aku mampu hidup
Sekalipun kembali apakah aku bisa bertahan lagi
Waktu-waktu yang begitu susah
Ketika melihat kamu yang tak gentar
bibirku yang bergetar
Dururu… dururu…
Mengerti kan maksudku
Aku tak dapat hidup tanpamu
Bagiku, aku hanya menjalani waktu yang diwarnai olehmu seorang
Aku cinta kau. Terima kasih telah memelukku hangat-hangat
Karena cinta ini aku mampu hidup
Karena cinta aku mampu hidup
Davichi "This Love"
Kaira menangis tersedu-sedu, sambil mengingat kenangan manisnya dengan ryo. " bagaimana bisa aku menyingkirkan rasa sakit ini, bagaimana bisa aku berhak untuk bahagia, bagaimana bisa aku menyingkirkan rasa ini, kau taukan bahkan rasa sakitpun tak bisa kurasakan lagi, bagaimana bisa aku menyingkirkannya. Semua salahku, jika bukan karena aku ryo tidak akan pergi, jika bukan karena aku, kau masih disini bersamaku, jika bukan karena aku kita masih bisa tertawa dan bercanda bersama saat ini, jika bukan karena aku.... ryo aku sudah menunggu cukup lama, menunggu kau menjemputku, tapi kenapa kau tak datang juga, sampai kapan aku harus menunggumu datang padaku, aku lelah, sungguh aku lelah dengan semua ini. Jemput aku ryo, duniaku gelap tanpamu, kau cahayaku, aku takut ryo, takut cahayaku mulai redup dan menghilang". Lalu setelah menangis sepanjang malam kairapun jatuh pingsan.
Keesokan harinya di tempat kevin, seperti biasa kevin memulai harinya dengan memandang kearah jendela, tapi tidak seperti hari-hari biasanya tidak ada kaira disana hari itu, hanya ada seorang wanita dan laki-laki paruh baya yang mondar mandir di kamar itu. Meski penasaran dan khawatir, kevin tau bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Sementara itu didalam rumah kaira...
"Dok, kayak mana keadaan kaira sekarang" ucap mamanya khawatir
"Dia hanya pingsan karna tekanan dalam hatinya yang menyebabkannya shock dan pingsan, besok dia akan segera siuman" ucap dokter itu menjelaskan.
"Kenapa bisa tiba-tiba dia drop lagi dok"
"Ini dikarenakan dia mengingat kembali masa-masa lalunya, dengan semua kenangan yang tiba-tiba muncul yang tidak bisa ditahan oleh tubuh dan otaknya. Besok saya akan datang kesini lagi untuk mengeceknya".
.....
" ini sudah dua hari dia tidak muncul dijendela, apakah sesuatu terjadi padanya? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah kepadanya malam itu" ucap adik pada dirinya sendiri"
"Hoi, bicara sendiri ada apa?" Ucap adit sambil mengagetkan ryo
"Aku sudah dua hari gak lihat dia, apa sesuatu terjadi padanya?"
"Kalau kamu penasaran dan khawatir pergi aja kesana tanya" lalu aditpun pergi
" aaaaaaah, apa yang harus aku lakukan, apa yang aku bawa kesana dan apa yang harus aku katakan" kevin terus mondar mandir setelah beberapa saat akhirnya radit memutuskan untuk pergi.
Tok... tok....tok....
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" terdengar suara laki-laki paruh bayam dari dalam dan membuka pintu.
" Halo om, saya kevin dari toko depan mau ngasih ini, karena baru sempat nyapa om dan keluarga sekarang mumpung toko lagi sepi" sapa kevin dengan senyum ramah
"Terima kasih nak kevin silakan masuk dulu"
"Gak usah om, ngerepotin."
"Gak apa-apa cuman minum aja, mumpung udah disini, kalau langsung pergi om yang gak enak sama nak kevin kalau kita ketemu lagi nanti" ucap ayah kaira dengan senyum yang ramah juga
"Kalau begitu terima kasih om" lalu kevin masuk kerumah sambil melihat kiri kanan.
"Maaf nak kevin,cuman minum yang ada"
"Gak apa-apa om, maaf kalau lancang cuman om sendiri yang dirumah sekarang?"
"Bukan, mama kaira ada didalam kamar kaira"
"Ooo jadi anak om itu namanya kaira?"
"Iya, oh nak kevin tau anak om?"
"Gak bisa dibilang tau juga, tapi saya sering lihat anak om dijendela, tapi beberapq hari ini saya sudah gak lihat dia"
"Oooh gitu toh, iya dia memang sering duduk disana tapi sekarang dia lagi sakit"
"Kalau boleh saya tau sakit apa om?"
Lalu seketika wajah ayah kairapun berubah sedih
"Maaf om kalau saya lancang nanya" ucap kevin kemudian dengan rasa bersalah.
"Gak apa-apa, sebenarnya om senang kalau ada orang yang mau mendengarkan. Anak om kaira sudah melalui hari-hari yang menyakitkan..." lalu ayah kairapun menceritakan semuanya kepada kevin tentang kejadian lima tahun lalu hingga sampai saat ini" begitulah nak kevin, sebagai anak semata wayang kami sedih tidak bisa berbuat apa- apa untuknya. Dia seperti raga tanpa roh, dia tetus saja menyiksa dirinya hingga sampai saat ini, om dan mamanya sangat berharap suatu hari nanti kaira bisa kembali menjadi kaira yang ceria lagi. Dua hari yang lalu dia tiba-tiba drop lagi mungkin karena itu nak kevin tidak melihatnya. Wah gak terasa udah malam, nak kevin makan disini aja y"
"Iya om gk terasa ya, gak usah om saya juga masih ada yang mau di urusin dulu"
"Ya udah kalau gitu, kalau ada waktu senggang datanglah main kesini".
"Ok om, saya permisi dulu om. Asslamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Lalu kevinpun pergi didalam hatinya dia merasa khawatir dan merasa bersalah kepada kaira.
Sementara itu laira yang sedang pingsan bermimpi dalam mimpinya dia berada didalam sebuah ruangan yang gelap, sepi, dan dingin disana." Dimana ini?sepi, dingin, gelap, aku takut" ucap kaira sambil memeluk dirinya sendiri" ryo aku takut" ucap kaira sambil menangis tiba-tiba adalah sebuah cahaya yang datang ditempat yang tidak jauh darinya, sesosok lelaki yang tidak asing muncul disana" kaira, jangan takut aku disini bersamamu" ucap lelaki itu dengan suara yang lembut sambil memeluk kaira. Kairapun menengadahkan kepalanya keatas, lalu dia melihat sosok yang sudah lama dia rindukan." Ryo,itu kamu?" Ucapnya sambil meraba wajah itu, sosok itu hanya tersenyum dan mengangguk" iya ini aku". " benarkah ini kamu?". Sosok itu mengangguk lagi." Apa kabarmu kai? Kenapa wajahmu sangat pucat dan tuhuhmu sangat kurus sekarang? Jangan bilang kamu sedang diet ya sekarang?" Ucap sosok itu sambil bercanda. Kaira tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil memeluk sosok itu." Kai, coba lihat langit yang indah diatas sana, walaupun tanpa bulan bintang-bintang akan tetap bersinar, dan sinarnya bahkan lebih indah dibandingkan hanya sinar bulan. Kau tau sinar bulan itu adalah aku dan kamu adalqh sekumpulan bintang itu, meskipun aku tak ada tapi aku percaya bahwa kamu akan terus bersinar terang seperti bintang itu, kamu tidak sendiri kai, masih banyak orang-orang yang mencintaimu disekitarmu. Seperti bintang itu, dia tidak sendiri menerangi malam, dia menerangi malam bersama orang-orang yang mencintainya. Kai aku mencintaimu". "Aku juga mencintaimu ryo. Bawa aku bersamamu, mungkin bagimu aku seperti bintang tapi aku bukan bintang yang bisa menerangi malam tanpa bulan, malamku telah sirna semenjak hari itu. Aku mohon ryo, bawa aku bersamamu". Sosok itu hanya tersenyum lalu berkata lagi " kaira aku tidak bisa membawamu bersamaku". " kenapa? Aku mohon bawa aku. Hidupku sudah tidak ada artinya lagi tanpamu, semuanya sudah kau bawa pergi bersama hari itu". Sosok itu masih tersenyum sambil membelai rambut kaira" kai, apa yang terjadi hari itu bukanlah salahmu" tidak ryo semua itu salahku, jika bukan karena langsung merayakan ulang tahunku hal itu tak akan terjadi, jika bukan karena melindungiku kamu gak akan pergi, semuanya karena salahku sehingga kamu meninggalkan aku sendiri" ucap kaira sambil menangis" kai, lihatlah aku! Apakah aku menyalahkanmu atas semuanya, jika itu kamu, aku akan semakin merasa bersalah. Kai, yang kamu miliki sekarang bukanlah cinta, tapi rasa bersalah. Aku telah memaafkanmu, aku harap kamu mau melepaskanku. Aku mencintaimu, dan aku juga percaya bahwa kamu juga mencintaiku, tapi cintamu cukup sampai disini dan mulailah cerita yang baru yang hanya milikmu, bukan lagi milikku ataupun milik kita. Hingga sampai saatnya tiba nanti aku berjanji akan membawamu bersamaku, tapi saat ini kamu harus bangkit terlebih dahulu dan memulai ceritamu dari awal lagi. Kai, berjanjilah padaku satu hal bahwa kamu akan bangkit lagi dan menjadi kaira yang ceria seperti dulu lagi, menjadi kaira yang penuh semangat dan menjadi kaira yang kuat. Kai, pulanglah! Mama dan papa sudah menunggumu disana dan kai, mulailah kisah cinta yang baru milikmu. Kamu harus bahagia, karena itu yang aku inginkan selama ini, jangan siksa dirimu lagi,jangan bodohi hatimu lagi, lepaskanlah semua dan sambutlah hari yang baru milikmu. Kai, kekasihku yang ku cintai. Selamat tinggal kai,semoga kamu selalu bahagia" setelah mengucapkan kata-kata itu sosok itu mulai perlahan-lahan menghilang seperti buih. " ryo, jangan pergi ryo jangan!!!!" ucap kaira sambil menangis" disini sangat gelap dan sepi aku takut, jangan pergi ryo, jangan pergi, siapapun tolong aku, dadaku terasa sesak sekarang, seharusnya aku tidak merasa seperti ini lagi, kenapa sekarang aku merasakannya, bukankah aku ingin pergi bersama ryo, kenapa sekarang aku mulai takut" ucap kaira sambil meringkuk dan memeluk dirinya sendiri. "Kai, bangun kai, kamu gak apa-apakan?" Terdengar sebuah suara dengan lembut membangunkannya" siapa itu? Tolong aku aku takut" tidak lama kemudian muncullah sebuah cahaya yang lebih terang yang menghangatkannya didalam kegelapan yang dingin, seperti sepasang sayap malaikat yang merangkulnya dengan hangat yang membebaskannya dari jurang asa yang terjal." Kai, kamu gak apa-apakan, jangan menangis lagi kai, aku sakit melihatmu tersiksa seperti ini, biarkan aku yang menjadi pengganti deritamu. Aku berharap bisa menggantikan posisi dia dihatimj, meskipun aku tau itu tidak mungkin. Tak apa jika aku tak bisa menggantikannya dihatimu, hanya izinkan aku menjadi orang yang berada disisimu, yang akan merangkul semua sakitmu. Kai, aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu, jadi aku tidak bisa berhenti disini, karena itu aku mohon bangunlah dan izinkan aku untuk berada disampingmu meskipun kau tak akan pernah mencintaiku, tak apa hanya aku saja yang mencintaimu".
Bibirku yang hangat menginginkan sentuhan bibirmu yang lembut
Agar cintaku dapat turun ke hatimu
Bila masih belum juga mengerti perasaanku
Aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini
Aku ‘kan mencintaimu sampai kapanpun
Aku ‘kan mencintaimu kini seperti saat ini
Aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini
Dengan perkataan yang sulit aku bisa saja memancing rasa penasaranmu
Dengan permainan yang biasa aku bisa saja melalui malam ini
Namun aku ingin kau mengerti perasaanku saat ini
Aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini
Aku ‘kan mencintaimu sampai kapanpun
Aku ‘kan mencintaimu kini seperti saat ini
Aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini
Aku ‘kan mencintaimu
Aku ‘kan mencintaimu sampai kapanpun
Aku ‘kan mencintaimu kini seperti saat ini
Aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini X3
Hyorin/Hyolin "i choose to love you"
Lalu perlahan-lahan kaira mulai membuka matanya dan melihat seorang pria tertidur disampingnya.
"Kamukah itu? Yang berbicara kepadaku, yang memberi cahaya yang terang itu dan sosok yang menghangatkan hatiku kembali?" Ucap kaira dengan suara berbisik. Tidak lama kemudian kevinpun terbangun.
"Kai, akhirnya kamu bangun juga, aku akan bilang pada om dan tante dulu" lalu kevinpun bergegas kebawah dan membero tahu mama dan papa kaira.
"Kenapa dia bisa cepat akrab dengan keluargaku" ucap kaira sambil berbisik dan tersenyum. Tidak lama kemudian papa dan
Mama kairapun datang lalu langsung memeluk kaira sambil menangis.
" sayang akhirnya kamu sadar juga, mama dan papa sangat khawatir.
"Ma, pa maafin kaira ya karena udah nyusahin kalian berdua selama ini, khususnya lima tahun belakangan ini"
"Iya sayang, kamu gak pernah nyusahin kami kok.
Semenjak hari itu kaira mulai membaik dan mulai membuka hatinya kembali, bersama kevin, kaira kembali menemukan jati dirinya lagi dan mulai berbaur dengan orang-disekitarnya. Hari- hari mereka lewati dengan canda dan tawa bersama, hingga tak terasa beberapa tahunpun berlalu dengan cepat.
"Kai, malam ini kamu ada acara gak?"
"Kenapa?"
"Kalau gak ada kamu mau datang ke tokoku? Aku juga ngajak om dan tante".
"Emang ada acara ap?"
"Gak ada cuman makan-makan aja, kamu taukan kalau aku gak pernah sempat ngajak om dan tante makan disini".
"Ok, nanti aku bicarakan ke papa dan mama" ucap kaira sambil tersenyum
"Ok sip, ditunggu y".
Malamnya sesuai janji kaira datang ke toko kevin bersama papa dan mamanya.
"Selamat datang om dan tante, selamat datqng juga kaira" ucap kevin dengan lembut sambil tersenyum
" ya" jawab kaira singkat dan membalas senyum kevin
"Silakan duduk, semoga kalian semua menyukai makanannya"
"Ya terima kasih" jawab ibunya kaira sambil tersenyum
"Om,tante perkenalkan ini teman saya nama nya adit, toko ini milik kami berdua dan disebelahnya pacarnya sisil, mereka akan melaksanakan pernikahan setelah tahun baru ini"
"Selamat nak adit, semoga lancar dan Samawa" ucap papa kaira
"Terima kasih atas doanya om" balas adit sambil tersenyum.
Lalu merekapun berbincang-bincang sambil makan, malam itu suasananya sangat menyenangkan. Tidak berapa lama kemudian kevin mengajak kaira pergi.
"Kai, ikut aku sebentar yuk"
"Kemana?"
"Ke atas aku punya surprise untukmu"
"O ya, baiklah"
Lalu merekapun menaiki tangga dan sampai di depan sebuah pintu.
"Tutup matamu sebentar ya" kairapun mengikuti perkataan kevin dan menutup matanya. Lalu kevinpun membuka pintu
"Sekarang bukalah" bisik kevin lembut
Lalu kairapun membuka matanya dan takjub melihat banyak bangau kertas yang tergantung diluar itu bersama dengan lampu warna-warni yang menghiasinya.
"Ini kamu membuatnya sendiri"
"Iya, apa kamu suka"
"Hmmm" kaira hanya mengangguk
"Ayo kita kesana," ucap kevin sambil menunjuk ke tengah ruangan itu. Disana ada sebuah kursi yang dikelilingi oleh bangau-bangau kertas. Lalu merekapun duduk disana, kevin dan kaira diam sambil memandang langit bersama dengan bangau-bangau kertas itu.
"Sejak kapan kamu membuatnya?" Ucap kaira mencoba mencairkan suasana
"Setiap ada waktu selama tiga tahun ini, kamu ingat aku pernah bilang kalau kita bisa membuat seribu bangau kertas maka keinginan kita akan terkabul?"
Kaira hanya mengangguk mengiyakan
"Karena itulah aku membuat ini, aku membuatnya untukmu" ucap kevin sambil melirik kearah kaira
"Untukku" ucap kaira sambil menunjuk dirinya, lalu kevin hanya mengangguk mengiyakan
"Kenapa untukku, kenapa kamu tidak memakainya untuk keinginanmu sendiri"
"Aku tak membutuhkannya lagi, karena keinginanku sudah terkabul semua"
"Kalau boleh aku tau apa keinginanmu?"
Kevin melirik kearah kaira dan menarik nafas panjang, lalu kembali melihat ke atas langit.
"Keinginanku itu kamu, sejak pertama kali bertemu aku langsung menyukaimu, aku ingin tau semua tentangmu dan aku ingin selalu berada disisimu. Meskipun sebenarnya dalam egoku aku ingin memilikimu seutuhnya, tapi aku tau itu tidak mungkin bagiku, jadi aku cukup bahagia hanya berada disampingmu seperti saat ini, jadi sekarang ucapkan keinginanmu" ucap kevin mencoba mengalihkan pembicaraan
Lalu kairapun mulai membuat permohonannya didalam hati "Ryo, kamu lihat sekarang aku sudah bahagia dan aku sudah menemukan orang yang akan membuatku bahagia dan orang yang ingin kubuat bahagia, semoga kini kau bisa tenang dan semoga kau merestui hatiku. Ryo dia tidak pernah memaksaku untuk melupakanmu, dia membuatku tentang dunia baru yang sudah lama aku tinggalkan. Sekarang aku tau bahwa aku mulai jatuh cinta padanya. Harapanku semoga kau tidak menyalahkanku dan selalu memberkatiku". Lalu kairapun melihat kearah kevin dan kevinpun juga melihat kearah kaira dan mereka berduapun tersenyum.
"Kevin, sekarang aku sudah siap untuk melepaskan masa lalu dan memulai kehidupan yang benar-benar baru, apakah kamu bersedia melewatinya bersamaku"ucap kaira sambil tersipu malu.
Kevin tidak bisa berkata apa-apa dia hanya tersenyum bahagia dan langsung kening kaira" ya aku bersedia" ucapnya lalu memeluk kaira dan mereka berdua kembali menatap langit dengan pikiran masing-masing.
Cinta yang berawal dari mata, akan berakhir menjadi air mata. Cinta yang berawal dari hati, tidak akan pernah berakhir.
Datang dan pergi seperti angin tak beraturan dan arah merasakan cinta dalam kehidupan kadang kita bahagia kadang kita bersedih.
Cinta memberikan alasan untuk tersenyum & waktu indah untuk tertawa, tapi kadang cinta juga memberikan kenangan yang tak pernah terlupa.
Jika kamu benar-benar sedang jatuh cinta, apa yang nampak di luar tidak akan penting. Karena rumah terbaik adalah tempat yang kamu bangun di hati masing-masing.
Cinta bukan tentang berapa lama kamu telah mengenal seseorang, tapi tentang seseorang yang buatmu tersenyum sejak kamu mengenalnya.
Jika harus memilih, antara nafas dan cinta. Maka aku memilih nafas terakhir untuk mengatakan, “Aku cinta padamu.
Air mata adalah cara hati berbicara saat bibir tak sanggup mengungkapkan apa yang sedang terjadi .
Cinta memberi argumen untuk tersenyum serta memberi saat yang indah untuk tertawa. Namun kadang-kadang cinta juga memberi masa lalu yang tidak bakal pernah dilupakan.
Hanya cinta yang dapat membuat kamu bahagia, walau kadang-kadang memberi rasa luka. Namun cinta bakal merasa demikian istimewa saat kamu memberinya pada seorang yang setia.
Perasaan seperti fatamorgana, disaat kau ingin meraihnya dia akan membawamu menuju sebuah ilusi yang memabukkan. Membuatmu menari sendiri ditengah gurun pasir yang membuatmu bahagia sesaat lalu menghilang sekejap tertelan bumi, seperti kau yang bahagia melihat wajahmu diatas laut lalu tiba-tiba diterjang ombak dan menghilang didasar lautan. Seperti kayu kering yang di bakar habis oleh api. Perasaan memang seperti itu, hanya cinta sejatilah yang bisa menariknya dari tanah, yang bisa menyelamatkannya dari laut dan yang bisa memadamkannya dari api. Semoga bagi para pengelana cinta bisa menemukan cinta sejati dan selalu menjaga hati.
*** END ***