Nama Gue Sasa, Gue anak kelas 11 di SMA HARAPAN, jakarta. Dulu , untuk masuk di Sekolah ini , itu sangat sulit, karena Sekolah ini termasuk Sekolah Favorite. Persyaratan daftarnya lumayan sulit juga, dari nilai ujian harus "A", tinggi badan setiap Siswa bagi laki laki dan perempuan juga ditentukan. Untunglah Gue termasuk anak yang beruntung bisa masuk di Sekolah favorite.Jadi Gue gak mau nyia- nyiain kesempatan bagus ini.
Cita - cita Gue di sekolah ini yaitu, satu, Gue harus lulus dengan hasil nilai ujian yang bagus, walau tidak bagus - bagus amat sih, yang penting bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri. Yang kedua Gue ingin belajar dengan sungguh - sungguh, dan yang ketika , Gue mau tidak di ganggu oleh Setan.
Kalian pasti bertanya tanya, emang di Sekolah ini apa benar ada Setannya?..
Hehehe...
Begini Gue jelasin, sebetulnya Sekolah ini tidak horor atau angker, Sebetulnya, setan yang Gue maksud adalah anak yang nakalnya minta ampun.., suka bolos jam pelajaran.., suka malakin adik adik kelas, suka ngutang di kantin, dan satu lagi suka buat onar.
Makanya sebisa mungkin Gue mau jauh - jauh sama tuh Setan,..
Emang benar namanya Setan?
Jika kalian bertanya seperti itu, Gue jelasin lagi ya,..sebetulnya namanya Tristan, anaknya ya begitulah, Gue juga gak paham, karena Gue jarang kluyuran, apalagi bertemu dia.., Gue cuma tahu doang dari anak anak yang suka bercerita.,
Denger - denger sih.., Dia itu katanya nilai prestasi bidang study_nya parah, tapi...katanya juga dia unggul dalam bidang olahraga, bahkan dia sering memenangkan kejuaraan, jika di pilih mewakili Sekolah di bidang Olah raga.
Yah...kalo di pikir - pikir, setidaknya dia ada positifnya juga sih ....tapi....,Gue tetap ogah kalo di suruh kenalan sama dia.
" Eh..Sa...ngapa Lo, ngelamun gitu...?" tanya temen Gue , Ani namanya.
" Ih...siapa yang ngelamun, ..lihat nich.. tangan Gue...sedang nulis..tau, ngerjain tugas Bahasa Indonesia yang seabrek ..." jawab Gue ,gak terima kalo di katain ngelamun.
" Eh..kirain Lo ngelamun...,hehehe...maaf ya..." lanjut Ani, meminta maaf.
" Ngomong - ngomong, Lo jadi ndak ikutan pesta Helloweennya nanti malam? " tanya Ani lagi.
" Tau..ah,..Gue gak punya pasangan buat acara dansanya." Jawab Gue ,agak rada - rada kesal.
"Kelihatannya Pestanya menarik, tapi...masak Gue dansa sama kursi..." , Gue ngedumel sendiri dalam hati...
" Yah...apes dech..gak dapat permen lolipop, gak dapat ice cream gratis, padahal sayang khan, jarang jarang Gue bisa beli ice cream, uang jajan Gue aja pas- pasan" Bathin Gue.
" Eh..Sa..ada kabar bagus buat Lo." kata Ani yang baru saja masuk, setelah tadi pergi ke kantin membeli minuman.
Gue ngangkat alis Gue sebelah.
" Barusan Gue udah sewa kostum Helloweennya dua,...." oceh Ani lagi.
" Banyak amat Lo sewanya, ..apa nyokap Lo gak teriak- teriak?" balas Gue ,sedikit sewot sama sikap boros Ani.
Ani masih saudara Gue, Ibu Gue dan Ibunya Ani kakak beradik, jadi Gue sudah hafal betul, "Bulek" Gue yang orangnya perhitungan kalo soal uang.
" Gak lah...Gue pake uang sendiri bayar kostum sewanya, habisnya Gue bingung mau pake yang mana nanti malam, hehehe.."
" Serah Lo dech..." Gue masa bodo sama dia.
kemudian Gue ngelanjutin ngerjain tugas lagi.
Gue sengaja lirik Ani, dia masih saja sibuk pegang hape dari tadi.
" Eh...Lo udah jadi tugas Bahasa Indo_ nya?" tanya Gue, sedikit kesal sama dia. Terus terang, pikiran Gue jadi terganggu gara gara dia pegang hape, pasti sedang chat sama panitianya, bahas Pesta lagi, nanti malam.
" Belum.." jawab Ani terus terang.
" Lo gak takut apa dimarahi pak Qomar?" Tanya Gue, ngingetin dia.
Maklum aja, yang namanya pak Qomar itu terkenal sebagai Guru yang tergalak di Sekolah kami.
" Bodoamat.." jawab Dia tanpa memandnag Gue.
Gue hanya bisa gelengin kepala sendiri, dengan sikap sepupu Gue yang malas ngerjain tugas.
" Sa..sa....nanti kalo Lo mau datang, katanya Rafi gak apa apa kok, kalo Lo gak punya pasangan buat dansa, ternyata acara dansanya itu gak di wajibkan kok.." Kata Ani memberitahu Gue.
" Lo katanya Rafi?" tanya Gue, masih belum yakin atas kata kata Sasa.
" He em." jawab Sasa.
***
Akhirnya datang juga nih malam, Gue merasa kesepian di rumah, PR udah Gue kerjain, film favorit Gue udah tayang, mau ngapain lagi, Gue bingung sendiri.
"Sa..kamu gak ikut pesta bareng Ani?" tanya kakak Gue.
Kakak Gue orangnya gaul, dia bekerja di salah satu stasiun Radio di kota sebelah. Jadi kakak Gue paham dengan acara acara anak muda.
" Males kak..., bingung .., mau datang apa tidak" jawab Gue. Sambil rebahan di atas kursi sofa yang ada di ruang tamu.
" Bingung kenapa?" lanjut kakak Gue, kak Ve namanya, lengkapnya kak Veny.
" Gak punya temen buat jadi pasangan." jawab Gue dengan sedikit malu.
Kak Ve tertawa ringan.
" Ih..kakak..ngetawain saya ya..karena jomblo.." Ucap Gue agak kesal.
" Gak apa apa kalo Sa...lawong gak harus ikut acara dansanya khan, daripada kamu bengong sendirian."
" Emangnya kakak mau kemana ?"
" Kakak juga mau ada acara di studio siaran.., nich kakak baru akan berangkat..."
Tidak lama kemudian, Kak Ve ninggalin Gue di rumah sendiri.
Bosen, suntuk, dan jenuh, membuat Gue gak betah di rumah, akhirnya Gue mutusin buat datang ke Pesta itu.
Sebelumnya Gue pergi ke rumah Ani buat ambil kostum.
" Yah...tinggal ini kostum nya.." guman Gue.
Gue pergi ke Pesta dengan kostum penyihir. Rambut Gue sengaja Gue gerai, menyesuaikam kostumnya.
Gue pake eyeshadow gelap di kelopak mata gue, dan Gue tambahin eyeliner melebihi kelopak mata Gue, agar kesannya agak- agak seram gitu. Tidak lupa Gue pake lipstik yang warnanya merah kehitam- hitaman, biar terkesan glamor.
Gue terlambat sampai di sana, acara sudah di mulai, untunglah permen lolipop dan ice cream nya masih ada, gak sia-sia gue datang .
" Mana sih...si Ani.." guman gue
Gue mengamati ruangan yang penuh dengan anak muda berpakaian menyeramkan, gue sumpah gaj bakalan bisa ngenalin anak anak disini, walaupun sebenarnya gue kenal. Sebagian besar yang datang ke pesta ini adalah teman- teman gue.
Tiba tiba lampu di ruangan itu padam, semua pada teriak,..gue agak merinding juga sih..tidak berapa lama, lampu menyala kembali dengan lampu dansa.
Otomatis, mereka yang memiliki pasangan langsung menarik pasangannya untuk berdansa. Gue mengulum jari gue, sebab gue sendiri yang gak punya pasangan untuk berdansa.
"Mau dansa denganku.." kata kata itu membuat gue terkejut dan menoleh kebelakang.
.sesorang dengan kostum pangeran kegelapan, meminta Gue untuk jadi pasangannya berdansa.
Seperti sihir, Gue begitu saja menyetujui ajakan pangeran kegelapan tersebut.
Kami berdansa mengikuti irama, tapi sayang gerakan Gue masih kaku ,ini adalah dansa pertama Gue, dan , gue belum latihan sama sekali.
Gue sering menginjak kaki pasangan dansa gue, dan gue yakin, besoknya kakinya pasti bengkak.
Walaupun gue yakin, dia kesakitan, tapi sepertinya dia mencoba menahan rasa sakitnya.
Pangeran itu menatap mata gue, sorot matanya tajam, tapi juga cantik. Gue yakin, yang jadi pangeran ini pasti orangnya cakep.
Iringan musik terakhir untuk dansa, dan dia menciumku...
"Oh ..tidak...ini adalah ciuman pertamaku.
***
Pagi tiba, dan mata Gue masih ngantuk berat gara gara pesta tadi malam.
Gue betah- betahin mata gue untuk tidak tertidur disaat pelajaran pertama berlangsung, hingga istirahat tiba. Gue sandarin kepala gue di atas meja, gue mau nyambung tidur gue tadi malam sebentar, siapa tahu ngantuknya hilang.
Baru saja gue masuk ke alam mimpi, tersengar ribut- ribut di depan kelas gue, gue sengaja hiraukan.
" Sa...sa...itu ada yang nyari kamu.."pekik Ani sedikit ketakutan saat membangunkan Gue.
" Siapa..?" tanya Gue..
" Si Tristan.." jawab Ani sambil berbisik ke telinag Gue.
Gue bingung, ada apa Tristan nyari gue.
Gue bangun dan berdiri, lalu berjalan kemana Si Setan itu berdiri.
Gue berani - beraniin mental gue, yang sebetulnya takut.
" Ada ala Lo nyari gue?"tanya gue dengan kacak pinggang.
"Lo ya yang namanya Sasa?" tanya Tristan.
" Emang kenapa dengan nama Gue..?" tanya Gue..
" Lo harus tanggung jawab sudah buat kaki Gue bengkak" jawab Tristan dengan senyum mengejek.
" Kaki Lo bengkak karena Gue...emang gue ngapain Lo...,"
Gue jadi ingat pesta dansa semalam...
" Oh..tidaaaakkk...berarti semalam Gue dansa sama Si Seeetaaann."
***