"Star Born, Star Born" teriak para penonton yang ada di bawah panggung.
saat itu ada beberapa orang yang masuk atau naik di atas panggung, langsung memegang alat musik yang ada disana.
"Haloo semuanya!!, bagaimana kabar kalian!!" ucap seseorang yang di atas panggung itu dengan posisi memegang mic yang sedari tadi ada disana.
"aku rasa kalian sudah menunggu lama, kami mendengarnya tadi Star Born, Star Born, benarkan?!" ucapnya pada semua para penonton.
mendengar itu mereka semua teriak dengan girang, dan ada yang menangis tidak terkontrol sambil teriak teriak dari kejauhan.
setelah itu yang memimpin langsung memulai sebuah lagu dengan ketukan stik drum sebagai intro awal untuk mereka memulai.
saat musik di mulai mereka semua sudah mulai teriak histeris, saking senangnya melihat artis yang mereka suka berada di hadapan mereka, membuat mereka merasa akan terbang dan tidak bisa mengontrolnya.
setelah acara itu berakhir, mereka semua segera pulang karena jam juga sudah menunjukkan pukul 9:30 malam, di tempat minum seorang gadis tengah membeli sebuah minuman strawberry yang harganya terbilang sedanglah untuk seorang mahasiswi yang mencoba menghemat pengeluaran. tapi karena lamanya minuman yang dia beli tidak keluar keluar dia mulai kesal, memukul mukul tempat minuman itu tapi tetap tidak berhasil.
sedikit pasrah, dia membuat wajah pasrah yang hanya dia rasakan dan hanya bisa dilihat oleh tuhannya😫, saat itu ada seseorang yang datang dari samping arah tubuhnya, datang ke arah wanita itu. Dia (si wanita) melihat pria yang tinggi baginya itu merasa takut dan khawatir, jadi dia mencoba menundukkan wajahnya dan melebarkan matanya saat langkah kaki pria itu berhenti di hadapannya.
"kenapa kau disini malam malam begini?" ucap pria itu dengan nada suara yang lembut.
Wanita itu yang mendengar suara itu, merasa berdebar, karena dia mengenali suaranya. kemudian dia melihat ke arah pria itu dan benar sosok pria yang ada di hadapnnya ini adalah orang yang dia kenal.
"Ho!😯" terkejut wanita itu saat melihat pria yang di depannya itu.
"kau! bukannya kamu itu gitaris dari Star Born?" ucapnya sedikit bertanya tanya, sebab dia merasa ini hanya halusinasinya saja, disitu wanita itu hanya diam memandangi pria itu.
"oh maaf, mungkin aku salah" ucapnya kembali sambil menyadarkan dirinya dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
"tidak!, ini aku, Ben, gitaris dari Star Born" ucap Pria itu sambil menundukkan kepalanya melihat wanita itu.
wanita itu yang mendengar pria itu mengatakan namanya, membuatnya terjungkal terbalik dalam pikirannya, tapi tubuhnya hanya diam dan melamun melihat pria itu. Sedang Pria itu yang melihat wanita itu diam saja dan malah hanya tertawa kecil karena ekspresinya (wanita) yang lucu itu.
"kau sedang apa disini?" ucap pria itu, pada wanita itu sambil terus menatapnya.
dengan tiba tiba sadar wanita itu langsung menjawab bahwa dia berada disana sedang menunggu minumannya keluar. "ah! aku, aku, oh! itu eeuu aku sedang menunggu minuman ku yang lama ngga keluar" katanya sambil menunjuk pada mesin minuman itu dengan wajah yang terlihat lucu.
"oh, mesin ini memang sudah rusak, kalo mau mengambil minuman harus menendang mesinnya, agar mudah keluar" katanya lalu menunjukkan perkataannya itu benar atau tidak. dan 'duak' dia mendendang mesin itu dan keluar minuman yang wanita itu beli.
"ini milik mu" memberi minuman yang tadi baru saja keluar. wanita itu kemudian mengambilnya sambil menatap Ben (pria itu) dengan ekspresi tidak percaya dengan kejadian di depannya barusan.
"thanks" kata si wanita, tapi masih dengan lamunan di wajahnya itu, sedang Ben mencoba membeli minuman yang ia mau yaitu sebuah cola dingin yang ada di dalam mesin itu, dan hal yang sama pun terjadi.
"kau ingin mencobanya?" katanya pada wanita itu, yang masih terdiam memandang Ben yang sedang asik melakukan ini itu.
"aku akan mencobanya" kata wanita itu, lalu mendekat ke mesin itu dan 'duak' minuman keluar.
Ben terkejut dengan kuatnya tendangan wanita itu.
"siapa nama mu" tanya nya pada si wanita.
"nama ku, Wounha" kata si wanita itu.
"salam kenal yah, wounha, aku berharap bisa bertemu dengan mu lagi" kata Ben yang saat itu akan segera pergi dari sana, hanya saja tertahan dengan ucapan wounha.
"hanya itu, kau kesini hanya untuk membeli minuman ternyata, haha ternyata aku yang berpikir berlebihan" katanya sambil menundukkan kepalanya dengan terlihat sangat menyedihkan.
mendengar wounha berbicara seperti itu, Ben berhenti dan berbalik, lalu berdiri di hadapan wounha.
"aku ingin bersama dengan mu disini" katanya, membuat jantung wounha berdebar kencang.
"aku tau, itu pasti ucapan untuk fans mu kan?, aku tau itu, aku hanya tidak tau kenapa aku selalu seperti ini" katanya, bahkan dia tidak tau apa yang dia katakan, dia hanya merasa bahwa Ben adalah pria yang ia sangat cintai dari awal dan itu hanya sebuah angan angan untuk memilikinya.
"aku sudah sering melihat mu, menatap ku dengan mata cantik mu itu, aku sedikit merasakan getaran di hati ku saat menatap mu kembali, awalnya aku pikir itu biasa saja, tapi saat aku mencari mu dari keramaian penonton dan tidak melihat mu rasanya sangat sedih, tapi sekarang saat kau kembali terlihat oleh mata ku rasa bahagia di hati ku, rasanya itu sangat senang, bahkan sepertinya aku tidak bisa menghilangkan senyum di wajahku" kata Ben.
wounha yang mendengar itu hanya bisa diam dengan ucapan mulut Ben.
"saat tadi aku akan langsung pergi, sebenarnya langkah ku terasa berat, tapi aku harus bagaimana lagi" ucapnya sambil memegangi kepala wounha.
"aku rasa aku juga menyukai mu, aku selalu merasa di antara penonton hanya kau yang bersinar, aku senang kau menyukai ku" katanya sambil mengusap usap kepala wounha.
wounha yang hanya diam dengan mencoba mencerna ucapan Ben dia mulai mengerti ucapannya.
"aku menyukai mu bukan semata karena kau adalah Ben, tapi karena kau adalah orang yang sudah mengisi hati ku dengan candaan mu, yang sering aku lihat di layar kaca, aku rasa definisi jatuh cinta mu itu tidak tepat jika hanya untuk ku seorang saja" katanya, lalu melepas tangan Ben dari kepalanya.
"aku tau perbedaannya, rasa suka ku pada mu bukan rasa suka untuk fans ku, tapi kau adalah yang istimewa dalam hati ku" katanya, memegangi pundak wounha.
"aku senang mendengarnya, ternyata cinta pertama ku juga mencintai ku, tapi aku rasa kita tidak akan terhubung dengan baik, ada benang hitam yang melilit kita jika kita bersama" kata Wounha sambil tersenyum.
Ben hanya terdiam dengan ungkapan dari wounha, dimana itu memang ada benarnya, karena selagi dia adalah seorang artis yang terkenal, banyak ribuan wanita yang menyukainya dan jika dia berpacaran dengan seseorang, itu akan menjadi rumor besar dan membuat Ben akan menjadi sulit nanti untuk karirnya dan wounha juga akan kena imbasnya.
"aku minta maaf, aku tidak bisa" kata Ben dan wounha menjawab.
"ini bukan salah mu, aku juga minta maaf, sekarang aku sudah merasakan cinta seperti apa, meski rasanya sakit karena tidak akan bisa bersama dengan orang yang kita cintai, tapi ini lebih baik, aku sudah lega karena sudah mengungkapkannya langsung di hadapan mu" ucapnya sedikit mengeluarkan air matanya.
saat itu Ben langsung mencium bibir wounha dan kemudian menghapus air mata wounha, memeluknya hingga wounha bisa tenang, setelah itu mereka mengakhiri pertemuan itu dengan saling berterimakasih dengan rasa berat untuk berpisah.
.
.
.
.
.
.
.
jatuh cinta itu mudah, yang sulit itu meninggalkan dia yang tidak bisa di miliki, apalagi sangat sakit jika orang yang kita cintai malah mencintai orang lain.
adakalanya cinta itu indah, tapi adakalanya juga cinta itu buruk. semua hal yang terjadi itu karena diri kita sendiri, dimana kita untuk memilih jalan yang bahagia tapi ada banyak masalah, atau jalan bahagia tapi tidak banyak masalah. tergantung pada kita bagaimana kita akan melewatinya.
cinta di bilang abadi jika kita saling mencintai karena tuhan kita, dimana kita akan di satukan dengan rasa saling bersyukur, bukan karena rasa syukur terhadap mencintainya.
cinta bisa saja muncul pada mereka yang tidak pernah bertemu tapi disatukan oleh ikatan yang namanya pernikahan.
sungguh rumit menjelaskan arti cinta yang sebenarnya, tapi kebanyakan dari kita menanggapi bahwa cinta itu indah, tapi bagi ku sendiri cinta itu hanya bahagia sesaat apa lagi jika kita tidak saling bersyukur karena saling memiliki.
.
.
.
.
selesai
.
.
.
.