🎃Creator By : Elvinazh140
🎃Jangan Lupa Ninggalin Jejak Like & Komen
🎃Follow Instagram Saya @elvinazh140
🎃Follow akun Manga toon Saya :)
🎃Happy Halloween Semuanya :3
🎃Sekian Arigato Gozaimashita
🎃Selamat Membaca~~~
Di saat malam Halloween, para anak-anak dan remaja-remaja merayakan malam tersebut dengan sangat meriah. Mereka mengenakan pakaian seram layaknya sesosok yang menakutkan seperti penyihir, setan, hantu, goblin dan sosok menakutkan lainnya. Perayaan malam Halloween ini di rayakan tepat pada setiap tanggal 31 Oktober. Selain mengenakan pakaian seram, mereka juga meminta permen atau coklat ke rumah-rumah tetangga sambil berkata “trick or treat!”.
Dan di suatu malam Halloween, ada seorang remaja berumur 14 tahun sedang menghiasi rumahnya dengan lampu gantung berwarna-warni dan menaruh sejumlah Jack o’-lantern (yang sering kita sebut dengan labu Halloween) di depan pintu rumahnya. Anak itu menaruh lilin di dalam labu-labu yang ia pajang, agar kelihatan lebih terang dan lebih menakutkan di saat malam mulai gelap.
"Hai Karla" sapa sekelompok temannya yang lewat.
"Hai juga teman-teman" sapa ku.
"Karla, apa yang sedang kau lakukan tadi di rumahmu?" tanya seorang temannya.
"Oh, aku hanya menghiasi rumahku dengan pernak-pernik Halloween" jawabku.
"Oh...ternyata begitu" ucap sang temannya.
Malam semakin larut dan aku ikut teman-temanku untuk meminta permen sambil berucap
"trick or treat!"
Aku dan temanku ingin pulang...tetapi Steve mengajak kami untuk pergi ke "Hutan Naver" untuk meminta Permen kepada penduduk yang tinggal di sana.
"Ayo siapa yang mau ikut aku untuk pergi ke Hutan Naver" ucap Steve.
"Ikut" ucap kedua temanku kecuali aku.
"Karla, kenapa gak mau ikut!?" tanya Steve.
"Maaf aku gak bisa ikut kalian teman-teman. Nanti ibuku marah, dengar-dengar di Hutan Naver sangatlah menyeramkan karena ada Penyihir jahat yang tinggal disana. Lebih baik kalian jangan pergi!!, aku punya firasat buruk jika kalian pergi!" ucapku memperingati mereka.
"Kalau kau gak mau pergi, yasudah biar kita bertiga aja yang pergi. Gausah menakut-nakuti kami!!!" ucap Steve dengan nada kecewa dan marah.
"bu...bukan begitu" ucapku pasrah.
Setelah mereka pergi...
"Aku punya firasat buruk, aku harus segera mengikuti mereka!" ucapku dengan gelisah.
Sesampainya di Hutan Naver...
"dimana mereka!" ucapku.
"percuma kau mencari mereka, mereka sekarang pasti sudah jadi santapan penyihir jahat di hutan ini!" ucap seseorang.
"ka...kau siapa!?" ucapku terkejut.
"aku si Kucing Pemberani di hutan ini!, kenalkan namaku Cici" ucap Cici
"o..oh, salken Cici" ucapku.
"Iya!" ucap Cici.
"apakah kau melihat kemana teman-temanku pergi tadi Cici?"
"oh..tidak!, tadi mereka pergi ke arah barat tempat dimana tinggalnya penyihir jahat!" ucap Cici.
"ayo kalau gitu cepat kita cari mereka!" ucapku.
Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang wanita yang bernama Vanya.
"Hai sir, bolehkah saya bertanya?" ucapku.
"oh..tentu boleh, sebelum itu perkenalkan namaku Vanya"
"oh salken Vanya, apakah kamu melihat teman-temanku lewat sini? " tanyaku.
"ooh..tentu, tadi aku melihat mereka pergi ke rumah dimana penyihir jahat tinggal!" ucap Vanya.
"apa!!...bolehkah kamu mengantarkan kami ke sana!?" tanyaku.
"tentu saja, ayo ikut aku!" ucap Vanya.
Kami berjalan sambil berbincang dan terkadang ketawa.
"kenapa kamu berani sekali ke sana Vanya!?" tanyaku.
"Vanya gitu loh, si Pemberani" ucap Vanya.
"hei kamu merebut panggilan ku!" ucap Cici kesal.
"didalam kamus ku, tidak ada yang namanya berebut panggilan. Artinya setiap panggilan yang dipakai itu tidak ada larangan" ucap Vanya ketawa.
"terserahlah, Iyain aja" ucap Cici.
Kami bertiga pun tertawa.
Sesampainya di rumah penyihir jahat, mereka masuk kedalam. Vanya perlahan menutup pintu rumah dan menguncinya.
"kenapa kamu menutup pintu Vanya!?" tanyaku.
"ketahuan deh, akulah penyihir jahat yang kalian bicarakan itu" ucapnya.
"apa!!, dasar.. ternyata kamu menyamar" ucapku.
Penyihir jahat tersebut pun mengikat aku dan Cici. Setelah itu ia pergi untuk mencari sesuatu.
"Karla, kenapa kamu ada disini!?" ucap seorang temannya.
"aku mengikuti kalian tadi, soalnya aku punya firasat buruk. Kalian gak percaya sama aku sih!" ucapku sedikit kesal.
"daripada begini terus, mending mikir kan cara untuk lolos dari penyihir jahat itu" ucapku.
"ayo, siapa yang punya ide!?" ucapku lagi.
"aku punya ide" ucap Cici.
"apa idenya?" tanyaku.
"Aku lepaskan tali yang diikat kepada kalian menggunakan cakar ku setelah itu kita masukkan ramuan yang buat ia kehilangan kekuatan nya ke dalam minuman nya!" ucap Cici.
"boleh juga idenya" ucap teman-temannya.
Kami melaksanakan rencananya. Setelah itu kami pura-pura masih terikat tali. Ketika penyihir jahat pulang ia terlihat kelelahan dan langsung meminum minumannya, padahal ada ramuan di dalam minumannya. Setelah itu ia kelihatan pusing.
"hahahahaha...kena kau penyihir jahat rasakan itu!!!" ucap kami secara bersamaan.
"Sialan kalian bocah busuk!!, akan ku balas kalian" ucap sang penyihir jahat.
"coba aja balas" ucap kami mengejek.
"a..apa kekuatan ku hilang!!!" ucap sang penyihir jahat.
"kan udah dibilang! gak percaya" ucap salah satu temanku.
Kami pun mengambil tali dan mengikat tangan dan kaki sang penyihir. Setelah itu kami pergi meninggalkan rumah penyihir jahat itu dan Cici pulang ke tempat nya.
Di perjalanan...
"maafkan kami Karla karena tidak mendengarkan mu!. Coba saja kami mendengarkan mu pasti kejadiannya tidak begini" ucap mereka dengan rasa bersalah.
"Iya gpp, anggap aja itu sebagai pelajaran yang berharga buat kalian semua" jawabku sambil tersenyum.
"Terima Kasih Karla :)" ucap mereka bertiga.
Mereka semua sudah takut dan tidak mau lagi pergi ke Hutan Naver karena mereka semua sudah tahu bahwa hutan Naver itu sangat berbahaya dan menyeramkan.
The End~~~
🎃Salam dari "Author" buat kalian semua :3
🎃Happy Halloween🎃
🍬Trick or Treat🍬