Seorang anak lelaki yang berusia sekitar 5 tahun, keluarga nya menggelami kecelakaan hingga menyebabkan kematian terhadap ibu nya, anak ini yang semula adalah anak yang periang namun berubah menjadi anak yang dingin dan terkesan cuek, namun siapa sangka setelah bertemu dengan Fitri gadis desa yang lugu, ia berubah 350° hingga ia selalu membujuk Fitri untuk menjadi ibu nya, istri dari ayah nya yang lumpuh.
"ibu...!"teriak lelaki itu saat melihat kearah Fitri yang sedang duduk bersama teman-teman nya di taman kota.
"kamu siapa dek ?"tanya Fitri, ia merasa aneh di panggil ibu seperti ini.
"ibu, apa ibu tidak mengenali ku, aku ghenzo anak ibu." ucap anak itu memperkenalkan diri nya.
"ghenzo ? anak ku ?" Fitri sangat bingung ia bahkan belum menikah kenapa bisa memiliki anak.
"ibu...ayo kita pulang, ayah sudah menunggu ibu di rumah, ayah sedang sakit ibu, ayo ibu ?"paksa anak itu, Fitri hanya diam ia tak bergeming hingga seorang wanita yang mengenakan seragam pelayanan berlari kearah ghenzo dan Fitri dan ia juga kaget setelah melihat sekilas wajah Fitri, namun pelayan itu langsung sadar bahwa itu bukan nyonya yang telah meninggal.
"tuan ghenzo, nyonya sudah meninggal, dia bukan nyonya, apa tuan tidak dapat membedakan kakak ini dengan nyonya ?"ucap pelayan itu dan akhirnya ghenzo menatap lekat kearah Fitri dan menunduk kan kepala nya, ia sangat sedih saat mendapati bahwa Fitri bukan mama nya.
"ada apa yah ?"tanya Fitri Kepada pelayan, pelayan itu pun menjelaskan perihal kecelakaan yang menyebabkan kematian terhadap ibu nya ghenzo hingga ghenzo menjadi anak yang pendiam dan sering mengurung diri.
"boleh kah ku panggil ibu ?"ujar anak itu, hingga membuat Fitri dan pelayan itu tersentak kaget atas panutan anak tersebut.
apa lagi Fitri adalah anak perawan yang merantau ke kota, ia tak ingin orang-orang berpikir buruk terhadap nya, atau malah menganggap ia hamil di luar nikah dan ghenzo adalah hasil dari perbuatan zina nya.
"maaf yah dik, kamu boleh panggil kakak dengan sebutan kak Fitri saja yah ?"ujar Fitri,meski ia merasa kasihan terhadap anak ini,apa boleh buat dia juga tak ingin nama nya menjadi buruk dengan mengizinkan anak yang baru di kenal nya ini memanggil nya ibu.
anak lelaki yang bernama ghenzo pun berlari meninggalkan Fitri dan berhari-hari lama nya ghenzo tidak pernah menampakkan diri nya lagi di hadapan Fitri dan Fitri seperti melupakan begitu saja terhadap ghenzo.
hingga suatu hari Fitri di tawar sebagai seorang baby sitter di sebuah rumah mewah di kota itu, dengan gaji yang lumayan besar, karena tergiur Fitri pun menerima pekerjaan itu, hari ini Fitri sudah mulai bekerja di rumah tersebut ia pun masuk kedalam rumah mewah tersebut, ia di sambut baik oleh pelayan-pelayan di sana, bahkan seorang lelaki lumpuh yang merupakan Majikan nya juga berlaku baik terhadap nya, hingga Fitri di antar ke sebuah kamar, yang merupakan kamar seorang anak yang akan Fitri jaga dan mengurus, Fitri pun masuk kedalam kamar anak itu, terlihat seorang anak kecil sedang terlelap dalam tidur nya Fitri pun perlahan berjalan kearah anak itu dan membangun kan anak itu untuk berkenalan dengan bocah 5 tahun itu, hingga seorang anak lelaki bangun dan melirik ke arah Fitri dengan berkali-kali mengucek kedua matanya.
"ibu..."ujar nya tersenyum memeluk tubuh Fitri, Fitri hanya diam terpaku hingga ia mengerutkan keningnya mengingat sesuatu, ternya ghenzo adalah anak kecil yang ia temui tempo hari yang mengaku menjadi anak nya kala itu.
"dek, ayo kita mandi setelah itu sarapan ?"pinta Fitri dan ghenzo pun mengangguk setuju, ghenzo sangat antusias ia tak ingin jauh-jauh dari Fitri bahkan semenjak tadi ia selalu tersenyum kearah Fitri hingga mereka telah duduk di bangku meja makan, ayah ghenzo sangat senang melihat ghenzo yang bersemangat kembali, ghenzo berubah 360° dari sebelumnya, Fitri benar-benar membawa energi positif untuk ghenzo.
setelah ghenzo makan, ghenzo pun menarik tangan Fitri menuju kamar nya dan memperlihatkan sebuah album foto kepada Fitri.
"ibu, apa ibu ingat saat beberapa bulan yang lalu kita liburan di luar kota dan masih banyak tempat liburan lain nya ?"ujar ghenzo namun Fitri hanya menggeleng hingga ghenzo membuka album terbaru dan memperlihatkan foto mereka satu persatu, namun alangkah kagetnya Fitri setelah mengetahui bahwa wanita yang berada di foto tersebut adalah kakak nya yang merantau ke kota beberapa tahun lama nya, hingga ia menikah dan memiliki anak dengan lelaki kota tersebut,namun Fitri beserta keluarga belum pernah di pertemukan dengan keluarga kakak nya tersebut.
tangis Fitri pecah ia tak menyangka kakak nya telah tiada beberapa bulan yang lalu, ia tak menyangka ia akan berpisah dengan kakak nya sebelum di perkenalkan dengan keluarga kakak nya terlebih dahulu.
"ibu kenapa menangis?"tanya ghenzo dan Fitri langsung memeluk ghenzo dan mencium nya terus menerus.
"iya, aku adalah ibu mu..."itu lah kata yang keluar dari mulut Fitri dan ghenzo tersenyum bahagia mendengar apa yang di ucapkan oleh Fitri barusan.
"aku adalah ibu mu ghezo, aku adalah seorang wanita yang akan menjaga mu dan melindungi mu anak ku."ucap Fitri terus-menerus ia terus menciumi wajah ghenzo dengan air mata yang mengalir deras di pelupuk mata.
"ghenzo anak ku, ghenzo putra ku, maaf kan ibu nak..."ujar nya lagi ia tak membayangkan apa yang telah di alami oleh anak kakak nya ini selama kepergian ibu nya, begitu berat hidup yang di derita oleh ghenzo, dalam usia sekecil ini seharusnya ia berbahagia bersama keluarga nya.
"maaf kan ibu nak, maaf kan ibu..."terus menerus Fitri merasa bersalah, seadanya ia menerima permintaan ghenzo untuk menjadi ibu nya, pasti ghenzo tidak akan menderita dalam waktu yang lama.
"iya ibu, ghenzo sayang ibu."
setelah bertahun-tahun tinggal di rumah mewah tersebut dan berperan menjadi seorang ibu yang baik, akhirnya Fitri dan ayah nya ghenzo memutuskan untuk menikah dan menjalani kehidupan baru bersama keluarga kecil mereka dan tentu nya ghenzo yang perlahan mengerti kisah hidup mereka akan paham pada kala nya, ghenzo sangat senang jika ayah nya menikahi adik dari ibu nya tersebut.