Di sebuah desa terpencil hidup lah dua gadis kecil bernama aleyah dan malika. dua gadis itu memiliki hobi yang sama iya itu membangun dunia baru untuk orang tua mereka.
suatu hari sebuah bencana besar datang melanda desa mereka, aleyah dan Malika tak mengerti situasi apa yang terjadi pada desa mereka itu.
di saat semua orang panik menyelamatkan diri justru dua gadis itu tetap tenang dan berusaha mengerti situasi tersebut.
lalu ibu mereka datang menghampiri dia berlari mengendong kedua anaknya tersebut, namun na'as di sekeliling nya terdapat lumpur penghisap bila di lewati akan menghisap seluruh tubuh mereka ke dalam lumpur itu, lalu ibunya berbalik ke tempat rumah mereka yang terendam banjir.
aleyah dan Malika tak menangis atau pun merasa ketakutan, dia seakan-akan mengerti bahwa saat ini mereka bertiga sedang dalam bahaya. sang ibu yang melihat anaknya yang tak ada rasa takut meskipun di situasi genting pun merasa lega.
sang ibu berharap pertolongan Dateng pada mereka, karena sang ibu berfikir atap rumah tak akan bisa menahan banjir yang akan menerjang.
di saat air mulai naik sang ibu ketakutan memeluk kedua anaknya itu, dua gadis itu membalas pelukan itu dengan erat.
selang beberapa jam saat air mulai meninggi sang anak berusaha menenangkan sang ibu.
Dan benar saja tim sar datang menyelamatkan mereka dengan pelampung serta perahu karet. sang ibu sangat lega pada saat itu.
.
saat mereka melewati beberapa perkampungan mereka melihat banyak mayat yang bergelimpangan, ada yang tersangkut di pohon dan ada juga yang berteriak ketakutan di atas atap rumah.
dua gadis kecil itu tak sedikit pun merasa takut malah sebaliknya dia merasa kasihan melihat orang-orang yang kesusahan.
mereka berdua berharap semua baik-baik saja dan kembali normal seperti biasa nya.
selang beberapa bulan kemudian setelah insiden itu desa yang di porandakan oleh banjir itu pun kembali membaik.
.aleyah dan Malika kini bisa bermain bercanda dengan teman sebayanya setelah 1 bulan berada di tenda pengungsian.
anak berusia 10 tahun berinisiatif membuat bendungan agar bendungan itu bisa menampung air yang akan menenggelamkan desa mereka setiap tahun, Malika dan aleyah tak bisa mengerjakan bendungan tersebut karena dia tidak bisa membangun bendungan sendiri.
karena tangan dan tubuh mereka terlalu kecil untuk membangun hal yang besar itu
sampai dia menganjurkan saran itu ke pada kantor desa, di sana para orang tua mentertawakan anak-anak tersebut.
sampai ada yang mengatakan bahwa seusia mereka hanya bisa bermain bukan berfikir membangun bendungan atau mengurus desa.
dua gadis itu tak gentar meskipun di tolak banyak orang, mereka berdua akhirnya berinisiatif untuk melakukan perjalanan menuju ke kota besar, mencari seorang arsitek yang handal untuk membangun bendungan itu.
berbekal dengan uang saku 100 ribu dengan buah-buahan yang mereka petik dari ladang yang mereka miliki.
sementara ibunya yang melihat itu ikut mendukung anaknya dia pun ikut andil dalam perjalanan tersebut!
di tengah perjalanan mereka bertiga melalui semua perjalanan yang sangat ekstrem, mulai melewati sungai yang deras, tebing yang curam, bahkan hutang yang di penuhi para serigala yang lapar.
dua gadis itu tak gentar atau pun merasa takut, dia berusaha membuktikan bahwa mereka berdua berbakat dan punya wawasan luas tentang membangun desa yang baik.
sedangkan ibunya hanya bisa berdoa agar jalan yang di tuju dua gadis itu bisa mengantarkan dia pada kesuksesan.
setelah melewati banyak rintangan di perjalanan, akhirnya mereka berdua telah sampai di tempat tujuan mereka, yakni di kota besar.
ternyata di kota yang sangat luas itu sulit menemukan arsitek yang berbakat, justru banyak hiruk pikuk kehidupan di kota melebihi kehidupan di desa.
saat sang ibu ingin membeli makanan, tiba-tiba tas sang ibu di rampas oleh dua preman yang datang di arah barat.
aleyah dan Malika terkejut melihat ibunya sedang berlari mengejar sang pencopet tanpa tahu anaknya tertinggal.
mereka bertiga terpisah dari ibu mereka, rasa lapar dan haus mulai menghantui mereka, namun dua gadis tersebut tak takut atau pun menangis.
.
iya melihat beberapa anak seusianya sedang mengamen di jalan, lalu ide terpikir dari Malika mereka berdua lalu mengamen di jalan besar di dekat lampu merah
dan mendapatkan uang receh, bagi dua gadis itu, itu sudah cukup untuk nya.
sementara itu di kantor polisi sang ibu melaporkan pada polisi tersebut untuk mencari anaknya yang sedang hilang serta melaporkan atas pencurian yang terjadi pada dirinya.
sang polisi itu engan membantu karena sang ibu terlihat miskin dan lusuh
sang polisi tersebut mengatakan pada ibu itu dia harus mengeluarkan uang untuk melaporkan kasus kejahatan tersebut.
sang ibu melihat dirinya saat itu tidak punya apapun, dia menangis di kantor polisi tersebut berharap dua anaknya baik-baik saja.
malam mulai menjelang dua gadis itu tak tahu harus kemana, sampai dia bertemu dengan seorang wanita baik hati.
wanita itu terlihat kaya dan sopan, dia menawarkan tumpangan pada dua gadis itu, tapi aleyah mempunyai sisi waspadaan dia memberi beberapa pertanyaan pada wanita asing itu.
wanita asing itu menjawab bahwa dia orang baik, dia mengatakan bahwa iya akan membantu aleyah dan Malika.
setelah itu aleyah menerima tumpangan, mereka berdua lalu menceritakan semua kejadian yang terjadi,
mulai dari dia yang berkeinginan membangun bendungan untuk desanya, melewati perjalanan panjang sampai mengakibatkan Setok bekal mereka habis, dan tersesat saat ibu mereka sedang mengejar para pencopet tersebut.
mendengar cerita tersebut wanita asing itu lalu bersimpati pada dua gadis itu, wanita tersebut bergumam dalam hati.
"jika bukan aku yang menemukan anak ini, maka dia sudah di jual oleh beberapa pedagang manusia.
wanita asing itu lalu mengenalkan namanya pada dua gadis tersebut. dan begitu pun sebaliknya
" nama ku Alia. kalian berdua siapa nama kalian?
.
tanya Alia pada dua gadis itu. Dengan serentak mereka berdua lalu menjawab nya.
"aleyah
" Malika
mendengar kekompakan tersebut Alia merasa bahagia dan takjub pada dua gadis itu, di saat seusianya memikirkan bermain justru aleya dan Malika memikirkan membangun desa sejak usia dini!
Alia lalu membawanya ke rumahnya, dia lalu mempersiapkan kamar tidur yang nyaman untuk dua gadis tersebut.
"Apa kalian sudah makan?
tanyanya pada dua gadis tersebut.
lalu aleyah dan Malika menjawab hal yang sama, bahwa mereka berdua hanya makan tadi siang dan belum merasa kan nasi hari ini.
lalu Alia bergegas menuju kedapur meminta para pelayan untuk menyiapkan Makana pada dua gadis itu.
dua gadis tersebut makan dengan lahap meskipun Malika agak malu-malu menerima pemberian dari orang asing .
" setelah itu kalian boleh istirahat dan mencari ibu kalian.
keesokan hari, dua gadis itu bergegas mendatangi Alia, dan memohon bantuan Alia untuk mencari ibunya yang telah ilang
Alia pun menelpon kantor polisi dan membuat laporan bahwa dua anak terpisah dari orang tuanya.
laporan itu langsung di terima oleh petugas kepolisian.
sementara itu sang ibu masih di kantor polisi berharap anak-anak nya baik-baik saja, dia terlihat khawatir pada kedua putrinya itu.
sang ibu terlihat sangat lapar, saat dia keluar dia melewati warung nasi, terlihat sang ibu sangat lapar, dia melihat bekas sisa makanan yang ada di tong sampah
dia lalu bergegas mengambil nya dan memakannya saat itu juga
sementara itu seorang pria muda yang tengah duduk memegang pad itu.
bersimpati pada ibu tersebut, lalu pria tersebut menawarkan makanan untuk sang ibu. pria tersebut meminta makanan yang di pungut itu di buang.
sang ibu mengiyakan, pria tersebut membawa sang ibu itu masuk ke dalam restoran mewah.
sang ibu terlihat tidak enak karena masuk kedalam restoran mewah itu.
iya lalu meminta pria tersebut membawa nya ke warung terdekat saja
pria itu tersenyum lalu mengatakan.
.
"tidak apa-apa. tersenyum pada ibu tersebut.
lalu pria tersebut bertanya tentang keluarganya, lalu sang ibu menjelaskan bahwa dia terpisah pada anak-anak nya saat mengejar pencopet.
dia juga bercerita bahwa polisi tak menerima laporan nya karena dia tak punya uang untuk membayar.
.
pria tersebut merasa kasihan pasalnya melaporkan tindakan kejahatan tak mengeluarkan sepersen pun.
pria itu menjelaskan pada si ibu bahwa tindakan polisi itu salah karena telah mencari uang pada korban.
sang ibu terkejut lalu menangis, meminta bantuan pada pria tersebut untuk membuat laporan untuk anaknya yang hilang.
saat si pria itu membuat laporan ternyata ada yang mencari si ibu itu.
lalu pria tersebut membawa si ibu itu untuk bertemu dengan orang tersebut.
dan benar saja aleyah dan Malika bertemu dengan ibu nya. lalu dua gadis itu memperkenalkan wanita asing yang menolong mereka.
begitu pun pria tersebut iya lalu mengenai kan diri nya pada semua orang.
" nama ku David.
ucap pria itu dengan wajah tersenyum.
"Alia!
balesnya.
" oh ya David apa pekerjaan MU?
tanya Alia pada David, lalu Uya menjawab dengan tersenyum.
"seorang arsitektur.
dua gadis itu lalu mengatakan.
" apa kakak bisa membuat bendungan?
Dengan wajah polos mereka, lalu David tersenyum melihat dua gadis tersebut.
"tentu saja, siapa yang membutuhkan bendungan?
tanya David dengan rasa penasaran.
"" desa kami.
jawaban serentak, Alia dan David terkejut.
lalu sang ibu menjelaskan pada dua orang itu bahwa desanya membutuhkan bendungan besar untuk menampung air sungai yang deras akibat hujan lebat.
David yang mendengar itu tergerak hatinya untuk membantu desa mereka, Alia pun ikut serta ingin membantu, karena kegigihan dua gadis itu iya berhasil menemukan sang arsitek serta orang yang baik lainnya.
mereka kemudian kembali ke desa mereka, di sana banyak para tetangga dan RT menanyakan kabar keluarga dua gadis itu.
sudah berhari-hari mereka tak pulang. ternyata banyak orang yang mengkhawatirkan keluarga sang ibu.
sang ibu lalu menceritakan semuanya, mereka pun takjub melihat dua gadis itu. lalu para dewan desa pun meminta untuk kumpul.
dan membahas pembangunan untuk bendungan itu, para desa sebelah tak ingin terlibat dan mengatakan bahwa membangun bendungan adalah hal yang sia-sia dan bilang air deras tak bisa di tampung.
kata mereka dengan tawa yang mengejek, lalu salah seorang warga desa sebelah mengejek dua gadis itu, mengatakan bahwa dia terlalu ikut campur dalam urusan desa.
sampai kapanpun wanita tak akan bisa jadi pemimpin kata para warga tersebut.
Malika dan aleyah tak patah semangat terus membuktikan diri dengan bantuan David, Alia, sang ibu bahkan warga desanya.
David mengusulkan bahwa pembangunan bendungan membutuhkan dana besar agar bisa jadi.
lalu ketua dewan desa mengatakan dia akan mengusulkan para petinggi agar mau mendanai pembangunan tersebut.
selang beberapa hari kemudian usulan tersebut tertolak, para warga tersebut terlihat kecewa pada petinggi yang tidak mau membantu pembangunan tersebut.
hingga Alia mengatakan.
"mari kita sumbangan beberapa agar bisa terkumpul.
.ujarnya pada warga desa, Malika dan aleyah pun sangat bahagia.
karena Islam tersebut di terima dengan penuh sukacita bagi warganya.
mereka lalu mengumpulkan dana hingga ratusan juta dari berbagai kota dan daerah.
hingga para petinggi yang bijaksana pun tergerak datang membantu dengan menerima laporan usulan ulang dari warga desa tersebut.
kini dana itu pun terkumpul dengan baik, bahan pembangunan siap untuk mereka pakai, alat berat datang ke desa tersebut, semua warga bergotong royong membantu pembangunan itu.
warga sebelah yang melihat itu merasa malu pada diri mereka sendiri, mereka lalu ikut membantu pembangunan tersebut.
Malika dan aleyah yang melihat itu merasa lega dan bahagia perjuangan tak sia-sia.
.
beberapa bulan kemudian bendungan itu telah jadi, bendungan itu terlihat indah dan besar.
saat musim hujan tiba semua orang berharap bendungan tersebut bisa menahan air yang akan menenggelamkan desa mereka.
1 Minggu hujan berturut-turut tak ada air pun yang membuat desa mereka kebanjiran.
semua warga desa merasa terharu dan berterima kasih pada aleyah dan Malika, atas kerja keras dan kegigihan nya pada desa tersebut tak ada korban yang bergelimang.
semua warga desa menyebut dua gadis itu pahlawan kecil yang gigih.
dan Alia menemukan cintanya.
iya pun menikah dengan David begitu pun dua gadis itu menemukan mimpinya mereka semua menemukan kebahagiaan masing-masing dari hikmah kehidupan yang mereka lalui.
dua gadis tersebut akhirnya iya berhasil mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi, saat sekolah dasar mereka berdua berhasil mencapai mendali emas dengan kepintaran mereka masing-masing.
aleyah mendapatkan gelar sarjana di dunia politik, sedang kan Malika mendapatkan gelar pemimpin desa yang kompeten dalam mengurus desa yang mengalami bencana.
kehidupan dua gadis itu mulai berubah dalam perjalanan nya mencari arsitektur.
sedangkan David dan Alia mendapatkan seorang putra dari hasil perjalanan cinta mereka dalam menolong dua gadis manis dan tangguh itu, sehingga membuat iya takjub akan kegigihan dua gadis tersebut.
sampai saat ini pun iya membanggakan bagi seluruh desa yang Malika dan aleyah pimpinan, membuat ibunya terharu karena kebijakansanaan putrinya itu. awalnya iya berpikir kedua putrinya tak akan berhasil.
saat itu iya pun sadar kegigihan kedua putrinya adalah berkah dari Tuhan yang saat ini iya sukuri.