Naura yang sedang hamil tua berkunjung ke rumah profesor Dahlan. Karena ia ingin melihat suaminya yang bernama Rakha, untuk melihat proses penelitian di ruangannya profesor Dahlan.
" Naura kamu itu yah, ngidamnya kok kepingin lihat aku sedang melakukan ini sih " ucap Rakha yang sedang bekerja meneliti di ruangan profesor Dahlan gurunya.
" Namanya juga orang ngidam yah beginilah sayang " jawab Naura sambil memanyunkan bibirnya. Karena suaminya sudah beberapa kali melarangnya, untuk tidak ikut ke ruangan profesor Dahlan.
" Iya deh, kamu cukup duduk dan diam saja di sana ya sayang " Rakha menyuruh Naura untuk duduk melihatnya, yang sedang melakukan penelitian di ruangan profesor Dahlan.
" Iya Mas, kok profesor Dahlan belum datang sih " tanya Naura yang tidak melihat keberadaan profesor Dahlan.
" Mungkin lagi di jalan " sahutnya.
Naura yang sedang melihat suaminya sedang melakukan penelitian, melihat sebuah minuman berwarna merah yang berada di ruangan ini.
" Iiikh minuman ini seger banget, aku minum dikit ah " Naura pun meminum tanpa sepengetahuan dari suaminya.
Tidak lama kemudian.
Profesor Dahlan datang ke dalam ruangan penelitiannya.
" Rakha kamu mengajak istri kamu ke sini " tanya profesor Dahlan yang sudah berada di dekat Rakha yang sedang melakukan penelitian.
" Iya profesor " sahutnya sambil menundukkan kepalanya. Karena takut profesor Dahlan akan marah kepadanya.
" Maaf profesor, aku ngidam ingin melihat suamiku yang sedang melakukan penelitian di sini " ucap Naura yang melihat wajah ke khawatiran suaminya. Karena takut profesor Dahlan tidak mengijinkannya masuk ke dalam ruangan ini.
" Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa " profesor Dahlan yang mengerti akan ngidamnya Naura, mengijinkan Naura melihat suaminya sedang melakukan penelitian di ruangannya.
" Terima kasih profesor " Naura yang senang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan penelitian profesor Dahlan. Tiba-tiba saja merasakan perutnya kontraksi.
" Aduh duh Mas kok perut aku sakit sekali ini " Naura meringis kesakitan. Karena ia mengalami kontraksi.
" Rakha sebaiknya kamu antarkan istrimu pergi ke rumah sakit " profesor Dahlan menyuruh Rakha untuk membawa Naura ke rumah sakit.
" Baik profesor, kalau begitu saya pamit pergi ke rumah sakit " Rakha berpamitan kepada profesor Dahlan terlebih dahulu. Sebelum mengajak istrinya pergi ke rumah sakit.
Setelah kepergian Rakha dan Naura ke rumah sakit. Profesor Dahlan segera meracik minuman berwarna merah, dan mengambilnya yang berada tidak jauh dari tempat duduknya Naura.
" Astaghfirullah, jangan-jangan Naura kontraksi karena meminum ini " profesor Dahlan kaget melihat minuman yang berwarna merah tinggal setengahnya lagi.
" Aku harus segera menyusul mereka ke rumah sakit " profesor Dahlan pun bergegas pergi meninggalkan ruangan penelitiannya. Untuk pergi ke rumah sakit tempat Naura melahirkan.
******
Sesampainya di rumah sakit.
Naura langsung di tangani oleh dokter kandungan. Karena ia akan segera melahirkan.
Tidak lama kemudian.
" Owek-owek " suara tangisan bayi Naura dan Rakha.
" Selamat ya pak, Bu bayinya laki-laki " Dokter kandungan memperlihatkan bayi laki-laki yang berada di gendongannya, kepada Rakha dan juga Naura.
" Bayinya kita taruh dulu ya " suster membawa bayinya Rakha dan Naura keruangan perawatan bayi.
" Sayang Mas pamit keluar sebentar ya " pamit Rakha pada istrinya.
Rakha yang baru saja keluar dari ruangan bersalin istrinya, melihat profesor Dahlan datang menghampirinya.
" Rakha apakah istri kamu sudah melahirkan " tanya profesor Dahlan yang berlari menghampiri Rakha.
" Iya Alhamdulillah profesor, istriku sudah melahirkan dengan normal. Anak aku laki-laki profesor " jawab Rakha tersenyum senang.
" Rakha aku harus memberitahu kepadamu, istri kamu tadi meminum ramuan di ruangan penelitian ku " ucap profesor Dahlan memberitahukan tentang Naura yang meminum ramuannya.
" Tapi kamu tidak perlu cemas. Karena ramuan itu tidak bahaya, kita hanya harus melihat perkembangan ramuan itu didalam tubuh anakmu " lanjut profesor Dahlan.
" Apakah ada pantangan yang tidak boleh ia pegang atau makan profesor " tanya Rakha mencemaskan anak lelakinya yang baru saja lahir.
" Aku juga tidak tahu " jawab profesor Dahlan.
" Semoga saja anakku tidak kenapa-kenapa " gumam Rakha di dalam hatinya. Karena istrinya yang tidak sengaja meminum ramuan di ruangan profesor Dahlan. Membuat ia bisa melahirkan dengan cepat, meski perkiraan melahirkannya masih lama.
________
Lima tahun kemudian.
Rakha dan Naura selalu memperhatikan tumbuh kembang putranya yang bernama Boy Fahrezi.
Boy Fahrezi yang sudah berumur lima tahun itu, sudah terlihat ke pintarnya dalam belajar tentang ilmu sains.
Ketika Naura yang sedang pusing kepalanya, diberikan minuman berwarna hijau oleh Boy putranya.
" Mama lagi pusing ya " tanya Boy yang melihat Naura memijit pelipisnya.
" Iya sayang " sahut Naura.
" Tunggu sebentar ya mah " Boy pergi ke dalam kamarnya. Dan kemudian menghampiri Naura sambil membawa minuman untuknya.
" Nih mah, diminum nanti rasa pusing Mamah akan sembuh " Boy memberikan ramuan itu kepada Naura.
"Ini apa sayang " tanya Naura lagi.
" Udah minum aja mah " Boy menyuruh Mamahnya untuk meminum ramuan yang sudah ia buat.
" Baiklah. Mamah coba sedikit saja ya sayang " Naura pun meminum ramuan yang di buat oleh Boy.
" Gimana mah. Mama masih pusing tidak " tanya Boy memastikan Mamanya meminum ramuan itu.
" Alhamdulillah sayang. Mama sudah tidak pusing lagi, ini emangnya minuman apa sih " Naura ingin mengetahui minuman yang dibawa oleh anaknya.
" Ini dedaunan yang aku temukan di hutan mah, tapi aku sudah meraciknya menjadi minuman. Kalau Mamah sudah sembuh, berarti aku berhasil menemukan ramuan buat orang yang sedang sakit kepala " sahut Boy menjelaskan dan bangga. Karena ia berhasil menemukan ramuan untuk menyembuhkan sakit kepala.
***
Bahkan Boy di sekolahannya bisa cepat menangkap semua pembelajaran yang diberikan oleh gurunya di sekolah.
Kemampuan ilmu bela dirinya juga cukup hebat, untuk anak yang berusia lima tahun itu. Karena ia bisa mengalahkan orang dewasa, saat ia melihat seorang penjambret yang mengambil tas seorang ibu-ibu.
Karena menurut profesor Dahlan. Anak Rakha dan Naura memiliki kejeniusan, saat Naura meminum ramuan penumbuh energi. Sehingga Boy menjadi anak yang memiliki kemampuan yang jenius dan juga kehebatan dalam segala hal.
Bersambung