Setelah dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan akhirnya aku bisa menempuh pendidikan selanjutnya.
Aku melanjutkan sekolah di SMP Nuansa mungkin disana sekolah yang paling di minati banyak orang karena jaraknya tidak begitu jauh. aku di panggil ke tempat sekolah ku yang sekarang, yang akan ku tinggalkan yaitu sekolah SDku, SD Siwangi.
Dengan ada nya panggilan tiba. Guruku meminta surat pelengkap untuk pendaftaran ke sekolah. Ku hanya melangkah semangat mematuhi semua peraturan yang ada.
Saat ku sampai ku melihat teman temanku yang sedang berbincang dengan yang lainnya.
''Heyyy Lintang siniii''
Aku hanya tersenyum melihat mereka menyapa ku, menghampiri, lalu ku duduk di sebelah mereka.
''Gimana guru nya sudah datang''
''Belum mungkin sebentar lagi''
Aku hanya mengangguk mendengar responnya karena aku paling tak suka berlama lama dengan yang lain. Sebuah ketenangan mungkin itu yang bisa membuatku nyaman di area sekitar.
''Dorrr''
''Astagfirllah, mengagetkan saja''ujarku
''Ahahaha''
Pltakkk
Awww
''Kauuuu ini sakitt''ujar Lenda sahabat ku.
''Biarkan sajahh rasakan itu, siapa suruh mengangetkanku''
''Yaelahh bawell amatt kiranya gitu aja lebayy huh''
Aku hanya memanyunkan bibirku karena merasa sebal dengan sahabatku yang satu ini.
Sedangkan sahabatku itu memperhatikan diriku dengan intens. Aku yang tau hanya melirik sebal saja.
''Yaelah marah, maaf napa sih''
Melirik, dia memperlihatkan seperti berwajah menyesali dengan ke kejahilannya. Ku hanya menghela nafass melihatnya.
''Iyahh di maafkan, dengan satu syarat!''
''Siapp akan ku lakukan syarat apapun itu. Tapi apa dulu?''
''Belikan air minum di sana''ujarku
Linda pun berjalan ke arah dimana tukang dagang itu berada. Di sebuah lapangan yang cukup luas.
Beberapa menit
''Nih airnya dan ini kembaliannya, bilang apa dulu?''
''Terimaksihh Linda qyuuuuuu ahahaha leeee''
Dia yang ku ledek hanya bisa tersenyum, aku langsung membuka air minumku dan meneguknya hingga tandass.
''Hahhh legaaaa''
Yang lain melirik, aku hanya mengacuhkan lirikan mereka.
Melihat dari arah lorong sekolah, guruku berjalan ke arah kami semua, lalu kami menyalaminya, lalu masuk kedalam sebuah ruangan yang bisa di bilang itu adalah ruang guru.
Semua masuk dan berbaris rapi untuk menyerahkan persyaratan pendaftaran.
Beberapa menit kemudian.
Siswa lainnya pamit pulang pada Bu Herni lalu menyalami kembali.
Saat di perjalanan menuju pulang ku bersinandung merdu dengan sahabatku yang rumahnya pun setujuan.
''Lin nanti jika ada pangilan di sekolah SMP kita bareng yah''
''Siapp gas aja, tapi nyamper rumah aja ya''
''Okeyy''
Kami terus berbincang sampai dimana ada sorang wanita paruh baya bertanya pada ku dan sahabatku.
''Sudahh pada di mana nakk'' ujar wanita paru baya.
Aku tersenyum mendengar pertanyaan yang telontar dari wanita paruh baya itu.
''Ehh ini Bu, habis dari sekolahh''
Wanita paruh baya pun tersenyum, lalu mengangguk pamit undur diri sedangkan sahabatku, jangan tanyakan lagi, dia si paling cuekk terlihat jelass dari wajahnya yang tak berniat menjawab. Ku hanya bisa menghala nafas panjang.
Menyiku, lalu dia mendelik seolah olah menjawab ada apa?.
''Kalau dia bukan sahabatku sudah ku bejek-bejek bagaikan perkedel'' batinku.
''Dia anak siapa sihh Ya Allah kaku amat''
Lalu ku cubitt lengannya yang terbilang kecill tidak ada daging. Meringis, dan menetapku tajam.
Awww
''Kaauuu''
''Apa piostin DS''
''Obat sendi kali''
Ahahahhahaha
''Pura-pura tak tau yehh''
Mengacuhkan pundaknya, lalu berjalan kembali.
''Apa dia tak bosan berdiam dan acuh tak acuh seperti itu'' batinku.
Sudah sampai rumah, sahabatku itu pamit dengan kekonyolannya. Ku hanya menyabok nya karena terus meledekku.
Aku masuk kedalam rumah di sertai salam, Melihat di arah kursi mama sedang duduk menonton TV dengan di temani sebuah cemilan biskuit. Mama suka sekali dengan kue biskuit sampai di mana aku di suruh membeli nya pun harus di dapat, jika pun tidak ada harus tetap mencarinya ala makk kehidupan.
Aku duduk di sampingnya dengan membuka sepatuku.
''Tumben pulang jam segini Lin''
''Yah kan gak belajar Ma, cuman ngasih persyaratan untuk pendaftaran saja''ujarku.
''Hah sekarang kamu sudah menuju SMP, belajarlah dengan lebih baik lagi dari sebelumnya''Nasehat Mama.
''Baik Ma''
Mama pun hanya mengelus kepalaku dan menyuruhku untuk memberesihkan diri.
Setengah jam kemudian
''Linn ayo makan, kamu belum makan loh dari siang''Teriak mamaku dari ruang dapur.
''Iyah Ma sebentar''Jawab ku dengan teriak pula dasar aku.
Menghampiri Mama yang sudah berada di ruang makan.
Di sana terlihat bapak sedang makan dengan tenangnya, ku duduk di sampingnya lalu menyapanya dan bapakku tersenyum lalu menyuruhku segera memakan makanannya.
Mendongkang lauk pauk yang tersedia di meja makan kecil yang terlihat sangat menggungah selera.
Beres makan, ku kembali ke dalam kamarku yang di mana ku harus istirahat menyetabilkan semua tubuhku yang seharian ini sangat melelahkan.
Minggu berlalu yang dimana semuanya harus di mulai dengan sebuah testing di sekolah SMP Nuansa, hari yang di nanti kan ku, yang di mana aku tak sabar ingin bersekolah dan belajar kembali. Dengan semangat 45 ku terus mengembangkan senyum yang sangat mengembang.
''Lin ayoo''
Ku mendegar teriakan sahabatku di depan halaman rumah. Membuka jendela rumah, saat ku buka dia menetapku dengan mengerutu tak jelas di pagi hari ini. Dengan menunjukkan muka nya yang seolah olah sudah menunggu lama, ahaha ku hanya tertawa melihat kelakuan sahabatku yang super cuek and tomboy dangan muka yang di tekuk seperti itu terlihat mengemaskan bagiku.
Tokkk
Tokkkk
Tokkk
''Nakk ayo bersiap dengan cepat, Nak Linda ada di depan menunggu, jangan membuatnya menunggu lama seperti itu kesian''
''Siap Ma sebantar lagi''ujarku.
Dari dalam kamar ku tertawa lepass sedangkan dari luar kamar mama menghentikan langkannya karena mendengar aku yang tertawa lepas di dalam kamar, mama pun hanya mengeleng melihat kelakuan ku yang sangat jahill.
Setelah siap aku mengendap ngendap ingin mengagetkan sahabatku itu karena di ruangan tengah menuju pintu luar aku tak melihat mamah dan itu semua pas sekali.
Aku bisa melihat sahabatku sedang membaca buku di tangannya.
1
2
3
''woyyy''ujarku mengagetkannya.
Linda pun langsung terperanjat kaget lalu menoleh ke arahku dengan tatapan tajamnya.
Aahahahaahahahaa tawaku tak berhenti saat melihat wajah sahabatku yang super lucu di saat di kagetkan tadi. Aku hanya terus tertawa dengan memegangi perutku, tanpa rasa bersalah sedikit pun.
''Sudah tertawanya setelah kau mengagetkanku''ujar Linda.
Tatapan tajamnya itu sama sekali tak membuat ku ciut, malah aku makin suka melihatnya, ~sangat menyebalkan bukan diriku~.
Itu lah aku.
''Ayoo cepat jangan menekuk muka seperti itu, ini masih pagi tau hehe''ujarku terkekeh setelah menghentikan tawaku.
Saat menuju sekolah, dia terlihat santai dalam berjalan bahkan aku tak bisa seperti itu, berjalan lurus dengan arah yang seharusnya di tempuh, bagaikan meleok leok dengan santainya.
Tapi....?
Apa ku tubruk aja dia, enak saja dia meninggalkanku dengan jalan begitu santainya, santai tapi Masya Allah terlihat begitu cepat tapi penuh makna wkwkwk.
Aku mengejar langkahnya lalu aku sedikit singkap kerudungnya.
''Aduh ini kerudung kenapa sihhh'' gerutunya.
Aku yang di belakang berekting pura-pura jalan dengan nyamannya dan seolah tidak terjadi apa-apa.
''Melirikk, Apa dia yang melakukannya kalau iyah menyebalkan sekali tadi udah ngagetin masa iyah sekarang dia juga singkap kerudungku'' ujar Linda.