" Ma...ini foto sahabat-sahabat mama ya?" tanya Aya pada mamanya. "Coba mama liat.." ujar Dita pada anaknya. "Ini foto mama bareng sahabat-sahabat mama waktu SMA.Ini tante Mytha,yang ini tante Sita,yang ini om raffa dan yang ini om Ben...almarhum om Ben." jelas Dita. "Om Ben sudah meninggal,ma?" tanya Aya. "Iya,om Ben meninggal seminggu setelah foto ini diambil." jawab Dita. "Kasian ya om Ben..." ujar Aya. "Tuhan sayang sekali sama om Ben jadi om Ben dipanggil dulian sayang..." kata Dita pada anak perempuannya. "Yaudah sekarang tidur ya,nak.."pinta Dita. "Okay,ma...."jawab Aya. Dita menyelimuti anaknya dengan selimut dan mematikan lampu kamar lalu berjalan keluar kamar Aya.
Dita masuk ke dalam kamarnya. Malam ini ia tidur sendiri karena suami Dita sedang keluar kota. Setelah menutup pintu,Dita duduk dimeja kerjanya kemudian membuka album foto SMA yang tadi ia bahas dengan anaknnya. Ia tersenyum dengan kenangan yang terlintas dibenaknya ketika ia melihat tiap-tiap foto yang ada di album itu. Dita berhenti pada lembar album dimana ia dan sahabatnya berfoto didepan gerbang sekolahnya. Begitu banyak hal yang mereka alami bersama.Begitu banyak memori yang terjadi ketika SMA.Tetapi yang paling berkesan adalah ceritanya dengan Ben.
( Flashback)
" Dit...!!." panggil Sita. "Dita yang berjalan menuju gerbang sekolah seketika menoleh. "Sit,lu baru nyampe ?".tanya Dita. "Iya,tuu bokap gue baru balik."tunjuk Sita. "Yaudah ayo,cepetan bentar lagi bel bunyi."ujar Dita. Mereka berdua berlari kecil memasuki gerbang sekolah. Sesampainya mereka dikelas mereka disambut dua orang sahabat mereka, Raffa dan Ben. " Lu berdua dateng barengan ?" tanya Ben. "Tadi ketemu di gerbang."jawab Sita. " Ayo semua duduk,kita ulangan harian hari ini."kata Ibu guru yang tiba-tiba muncul didepan pintu. Semua murid yang kaget bergegas duduk dikursi masing-masing. Dita duduk disebelah Ben dan Sita duduk disebelah Raffa. "Dit,lu udah belajar?" tanya Ben. "Udah dong,emangnya elu haha" jawab Dita sembari tertawa. " Yee...siapa bilang? Gue udah belajar juga...dikit " ujar Ben.
"Ahhh...gue gak tau gimana hasilnya ulangan gue..." kata Ben. "Apalagi gue,belajar aja gak gimana mau jawab" sahut Raffa. "Lu berdua nyantai banget ya,heran..." ujar Sita. "Kalau gue gatau kenapa udah feeling kalo bakal ulangan hari ini,jadi semalem belajar dikit". kata Dita. "Sit,ke locker dulu yuk,mau ambil buku " ujar Dita. "Yaudah yuk jawab Sita. "Lu berdua duluan aja ke kantin ntar kita nyusul"kata Sita. "Hmm..." sahut Raffa dan Ben.
Dita dan Sita sampai didepan locker mereka.Dita membuka lockernya dan menemukan sesuatu. "Hmm..ini lagi ?" tanya Dita. "Kenapa,Dit ?" tanya Sita. "Nih,ada lagi .." jawab Dita. Sudah setahun ini Dita selalu mendapat sepucuk surat dan marshmallow didalam lockernya.Tapi sampai sekarang Dita tidak tahu siapa yang mengirimnya. Dita juga bingung siapa yang bisa membuka kunci lockernya dengan mudah. "Dit,kayaknya lu harus lapor deh ke kepsek soalnya locker lu udah gak aman" ujar Sita. "Sit,kalo gue lapor ke kepsek yang ada ntar satu sekolah tahu dong soal surat sm marshmallow ini,malu gue..." jawab Dita. "Iya juga sih..." ujar Sita. "Selama ini gak merugikan gue,gue anggap gakpapa deh,Sit"ujar Dita. "Yuk ke kantkn,gue udah laper" kata Sita. Mereka pun bergegas ke kantin.
(Bel pulang sekolah berbunyi)
"Eh sebelum pulang,kita foto bareng yok" kata Dita. "Tumbenana minta foto,biasanya lu yang paling males fotoan,dit?" tanya Sita. "Ya gue pengen aja" ujar Dita. "Yaudah dimana?" tanya Raffa. "Disana aja depan gerbang" kata Ben. Mereka semua berdiri didepan gerbang sekolah yang mulai terlihat sepi. "Terus,siapa yang fotoin?" tanya Ben. "Pak!! Pak!! Bisa minta tolong fotoin gak?" tanya Sita pada penjaga sekolah. "Oh iya bisa,mba..."sahut penjaga sekolah. "Siap ya?" kata penjaga sekolah. Mereka berpose dan tersenyum ke arah kamera. "Satu...dua...klik"
Keesokan harinya mereka masuk sekolaj seperti biasa. "Pagi,Dit.." kata Sita. "Pagi juga"sahut Dita. "Loh,Raff....Ben belum dateng?" tanya Dita. "Belum nih,tumben banget dia telat".jawab Raffa. Tidak lama kemudian pak guru datang dan memberikan pengumuman. " Hari ini Ben tidak masuk sekolah,karena ada kerabat dekatnya yang mengalami kecelakaan" unar oak guru. Dita,Sita dan Raffa terkejut. "Biasanya Ben kalau ada apa-apa telpon gue dah...?"kata Raffa. "Mungkin gak sempet kali,Raff" sahut Sita. "Iya....mungkin" timpal Dita.
Hari ini suasana terasa ada yang kurang tanpa Ben. Terasa ada ruang hampa."Yaudah sampe ketemu besok ya!!" kata Dita.
Dirumah,Dita mencoba menelepon Ben tetapi handphone Ben tidak aktif. Dita pun segera tidur.
Keesokan paginya di sekolah,Ben tidak tampak. Mereka mulai mencemaskan Ben. "Kerabat Ben diluar kota ya? Sampai Ben izin dua hari?"tanya Raffa. "Gatau juga".sahut Dita.
Pada saat jam pulang sekolah,Dita bergegas ke lockernya untuk mengambil barang-barangnya karena besok sekolah libur. Pada saat Dita membuka lockernya,dia mendapati sepucuk surat dan satu buah permen marshmellow berbentuk hati. (Hmm...coba aja aku tahu siapa yang kasi aku surat sama permen ini) ujar Dita dalam hati. Dan Dita pun bergegas pulang.
Keesokan malamnya,Raffa mendapat sms dari Ben.
-Besok,aku masuk sekolah -
Raffa yang terkejut langsung merasa senang sahabatnya memberikan kabar. Lalu Raffa membalas smsnya.
-Okay,sampai ketemu di sekolah-
Raffa berharap mendapat balasan dari Ben namun tidak ada balasan sama sekali. Dan rmRaffa pun segera terlelap.
( Didalam kelas )
"Dit,gue semalem di sms Ben,katanya dia bakal masuk hari ini" kata Raffa. " Beneran lu?"tanya Dita. "Iya beneran" sahut Raffa. "Sita hari ini gak sekolah,katanya gaenak badan" kata Dita. "Yah,mudahan gak ada ulangan hari ini,abis gue gada Sita" ujar Raffa. "Yee...elu kerjaan nyontek Sita mulu" celetuk Dita. " Pagi...." terdengar suara yang mengagetkan mereka. "Eh,Ben lu udah masuk?" kata Dita. "Ben my man!! " kata Raffa menyambut Ben. Ben cuma tersenyum tipis. Tidak lama guru datang dan pelajaran dimulai. Sepanjang pelajaran Dita memperhatikan Ben. Ben terlihat serius memperhatikan pelajaran. Tetapi entah kenapa Dita merasa ada yang aneh dari Ben.
Bel jam istirahat berbunyi. Ben berdiri dari kursinya dan berjalan keluar kelas tanpa sepatah kata pun. "Lho...Ben!" panggil Raffa. Tapi Ben tidak menghiraukannya. " Astaga gue dicuekin...Ben kenapa sih?" kata Raffa. "Mungkin dia masih sedih saudaranya meninggal,Raff..." sahut Dita. "Dit,gue mau tanya,surat-surat yang lu dapet dari locker lu baca?" tanya Raffa. "Gak semuanya,cuma yang pertama aja,gue pikir ga penting juga,cuma puisi" kata Dita. "Owh..."sahit Raffa. "Kenapa, elu ya yang ngirim?" tanya Dita. "Heh,sembarangan...gue bukan type cowo gitu" sahut Raffa. "Apa Ben?" tanya Raffa. "Kayaknya gak mungkin deh,soalnya waktu Ben gak masuk sekolah,gue tetap dapet tuh surat sama permen" sahut Dita. "Apa jangan-jangan paman penjaga sekolah lagi hahaha" celoteh Raffa. "Hush,sembarangan kamu" sahut Dita kesal.
Raffa dan Dita berjalan ke arah kantin dan disepanjang jalan mereka tidak melihat keberadaan Ben. Mereka bertanya-tanya kemana Ben. Sebelum Dita kembali ke kelas,ia ingin buang air kecil dan ia berpisah dengan Raffa ditengah jalan menuju kelas. Setelah selesai buang air kecil,Dita dikejutkan oleh Ben yang tiba-tiba muncul didepannya. "Astaga!! Ben lu ngagetin gue tau gak?" kata Dita sambil menepuk dadanya."Sorry..." sahut Ben. "Dit,gue mau ngomong sama lu,kita ke taman sebentar yuk" kata Ben. "Oh yaudah ayok,masih ada 10 menit sebelum masuk kelas" sahut Dita.
Sesampainya ditaman mereka duduk dibangku dibawah pohon. "Hari ini dingin banget ya,anginnya kenceng" kata Dita. "Dit,lu inget gak,dulu lu pernah nangis waktu smp gara-gara ditolak sama cowo?" tanya Ben. "Ih.. gausah diinget lagi,sebel" kata Dita. " Kita udah sahabatan dari SMP kelas 1 sampe sekarang dan kita selalu barengan.Lu tau gak kenapa?" tanya Ben. "Kenapa apanya?" tanya Dita. "Kenapa gue selalu satu sekolah sama lu?" jawab Ben. "Ya kan kita udah janjian bakal barengan terus" jawab Dita. "Sebenernya ada satu hal yang bikin gue selalu harus ada dideket lu"kata Ben. "Hmm??" Dita melihat Ben dengan bingung. "Karena gue khawatirin lu,Dit..." lanjut Ben. "Lu cengeng,lu moody,lu terlalu gampang percaya sama orang" kata Ben. "Iih...gue ga separah itu kali,tapi makasih ya ~ " sahut Dita. " Kalau gak ada gue kira-kira lu bakal kangen gak,Dit?"tanya Ben. "Lu ngomong apa sih,Ben?" tanya Dita. "Ya kalo gada gue lu pasti kangen terus bakal gampang banget ditipu cowo hahaha" ujar Ben. " Siapa bilang? Gue udah besar huft" sahit Dita. "Beneran?" tanya Ben. "Apaan sih males gue ya lu gini,udah ahh ayo ke kelas bentar lagi bel"kata Dita sambil menarik tangan Ben.
Bel pulang sekolah berbunyi. Mereka berempat berjalan keluar kelas. Raffa bilang dia harus pulang cepat jadi ia bergegas pulang. Ben dan Dita berjalan pelan menyusuri lorong sekolah dan sampai ke parkiran mobil. Ben bilang dia mau mengantar Dita pulang hari ini. Mereka masuk ke dalam mobil Ben dan menuju rumah Dita. Didalam mobil suasana terasa canggung. "Oh iya Ben...gue masih terus dapet surat sama permen dari orang misterius itu" kata Dita. "Bagus dong,lu punya penggemar rahasia plus permen gratis" sahut Ben. "Ih kamu mah diajak serius malah becanda" sahut Dita. Ben hanya tersenyum. "Rencananya malam ini gue mau bacain surat-surat yang gue dapet" kata Dita. Ben terlihat sedikit kaget. "Jadi lu belum pernah baca surat-suratnya?" tanya Ben. " Iya...abisnya gue kesel,masa beraninya cuma ngirim puisi doang,kalau dia cowo kan langsung bilang suka didepan gue" sahut Dita. "Ya mungkin dia ada alasan kali,Dit"kata Ben. Dita melihat Ben dengan tatapan penuh tanya. "Ben,lu kok agak pucet sih?"tanya Dita. " O..oh gue laper,tadi kan gue gak makan" jawab Ben. "Ya lagian lu kemana sih jam istirahat tadi?"tanya Dita. "Gue ke perpustakaan". jawab Ben. Tidak terasa mereka telah sampai didepan rumah Dita. "Makasih ya,Ben?" kata Dita. "Iya,gak masalah...kapan lagi bisa anterin kamu" jawab Ben. "Oh lu bisa antar gue tiap hari,gue menerima antaran gratis hahaha"ujar Dita dengan nada bercanda. "Gue balik ya..."kata Ben. "Iya,hati-hati..." sahut Dita. "Oh iya,Dit..."kata Ben sembari mendekat ke arah Dita. Tiba-tiba Ben memeluk Dita. Dita yang terkejut hanya terdiam. Ben melepas pelukannya. "See you..." kata Ben. Dita yang masih syok hanya bisa menjawab dengan anggulan dan melihat Ben memasuki mobil dan pergi. Entah kenapa pelukan Ben terasa menggetarkan hati Dita. Ben...
Malam hari setelah Dita selesai belajar,ia melamun memikirkan kejadian tadi sore. Baru kali ini ia merasakan perasaan ini kepada Ben. Ia dan Ben sudah kenal sejak SMP. Tapi baru kali ini Dita merasakan sesuatu yang berbeda.Apa karena mereka sudah sama-sama dewasa. "Apa gue suka sama Ben ya...?"tanya Dita. Muka Dita memerah. Ia lalu melomoat ke tempat tidurnya dan membenamkan wajahnya dibantal. Hatinya berbunga-bunga. Jantungnya berdegup dengan cepat. Mata Dita terasa berat,ia mulai mengantuk.Dita lupa kalau ia ingin membaca surat-surat yang ia terima dari orang misterius itu.Dan Dita pun terlelap.
Dita masuk sekolah dengan perasaan senang. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Ben.Dan bercerita pada Raffa dan Sita. Sesampainya dikelas,Dita terkejut dengan suasana kelas yang berbeda. Raffa terlihat tertunduk dan sedang menangis dan seisi kelas terlihat sangat sedih.
"Raff....lu kenapa?" tanya Dita. Dita meletakan tas sekolahnya diatas meja lalu menghampiri Raffa. "Raff...jawab gue tanya lu kenapa?" tanya Dita lagi. Raffa yang terlihat syok ingin mengatakan sesuatu tetapi dia tidak sanggup. Lalu salah satu teman sekelas mereka mendekati Dita dan berkata pada Dita...." Dit,lu belum denger kabar?" tanya temannya."Kabar apa?" tanya Dita. "Ben....ben kecelakaan,Dit". kata teman Dita. "Hah,maksudnya? Kecelakaan?? Trus Ben gakpapa kan?!" tanya Dita panik. "Ben dan keluarganya kecelakan mobil dan gak ada yang selamat,Dit..." ujar teman Dita. Seketika dunia Dita menjadi gelap dan ia kehilangan kesadaraan. "Dit !! Dita!!!" panggil Raffa.
Dita perlahan tersadar dan membuka mata. "Dit,lu dah sadar?" kata Raffa. "Gue kenapa?" tanya Dita. "Lu pingsan di kelas sekarang lu di uks,Dit" jawab Raffa. "Ben?? Ben gapapa kan? Gue cuma mimpi kan?"tanya Dita panik. "Sayangnya lu gak mimpi,Dit" jawab Raffa. "Sahabat kita udah gada,Dit..." kata Ben dengan sedih. "Gak mungkin,kemaren Ben anter gue pulang,Raff!!" bentak Dita. Suara handphone menyela pembicaraan mereka."Hallo,Sita?udah sehat? Udah denger kabar?" tanya Raffa. "Okay..okay gue loudspeaker" kata Raffa. "Hallo...Dit,lu bisa denger gue?"tanya Sita. "Iya,Sit..."sahut Dita sambil menangis. " Gue sebenernya gak sakit....gue syok" kata Sita. "Iya,Sit gue tau lu juga syok soal Ben yang meninggal tiba-tiba"kata Raffa. "Ya memang gue syok denger kabar Ben meninggal tapi ada yang lebih buat gue syok setelah gue ditelpon Raffa tadi pagi" kata Sita. "Hah,gue?" tanya Raffa. "Tadi pagi lu kasi kabar ke gue kalo Ben meninggal terus lu bilang kemaren Ben masuk sekolah kan?" tanya Sita. "Iya,memang Ben kemarin masuk sekolah" sahit Dita. "Raff....Dit....Ben memang kecelakaan dan meninggal tapi bukan kemarin atau hari ini...." ujar Sita. "Hah,maksud lu apa sih,Sit? Jangan bercanda ya lu?! " sahut Raffa. "Ben...dan keluarganya kecelakaan dihari mereka pergi ke tempat saudaranya yang meninggal di Bandung dan mereka meninggal ditempat...jadi gak mungkin Ben masuk sekolah di hari Ben kecelakaan kan?" jelas Sita." Haha bercanda lu,Sit" kata Dita. "Gue sama Raffa ngobrol sama dia bahkan kemaren dia anter gue pulang,Sit! " kata Dita. Seketika bulu kuduk mereka berdiri. Sekujur badan mereka merinding. "Wah gak benernih....ayo Dit..kita tanya temen-temen disekolah soal Ben kemaren!!"ajak Raffa. Raffa mematikan telepon dari Sita dan menggandeng Dita menuju kelas. Sesampainya dikelas Raffa segera bertanya kepada seisi kelas." Temen-temen,kemaren kalian liat kan Ben masuk sekolah belajar sama kita ?" tanya Raffa. Salah satu teman mereka menjawab. "Raff,lu ngelindur? Gue tau lu sedih tapi gak sampe gini dong?" Teman yang lain berkata,"Ben udah ga masuk sekolah dari hari Sabtu sampai sekarang". Mendengar perkataan mereka Raffa dan Dita terdiam dan terlihat sangat syok. Kaki mereka terasa lemas dan wajah mereka pucat. "Gak mungkin....kemaren Ben masih antar gue pulang" kata Dita tidak percaya. Dita yang masih tidak percaya berlari ke arah kantor guru dan dengan panik masuk dan meminta untuk melihat cctv diparkiran sekolah. "Pak...tolong pak...saya mau liat rekaman cctv diparkiran kemaren siang waktu jam pulang." mohon Dita. :Kenapa,nak? Ada apa imi,Raffa?" tanya Pak guru pada Raffa yang baru saja sampai diruang guru menyusul Dita. "Pak,ini soal Ben pak...kemaren saya sama Dita liat dan ngobrol sama Ben disekolah pak" kata Raffa. "Kalian ini mimpi atau halusinasi" kata Pak guru. "Ya tapi baiklah biar kalian gak penasaran."jawabnya. Pak Rudi kemudian mencoba mencari rekaman cctv kemaren.Pak Rudi mengurut waktu sampai pada waktu yang Dita maksud. "Ya pak disitu,stop disitu" kata Dita. "Loh Dit katanya diparkiran kok ditaman?"tanya Raffa. "Kemarin gue sama Ben duduk ditaman ngobrol,Raff".kata Dita. Mereka melihat Dita berjalan dari arah sekolah menuju ke taman sekolah seorang diri dan duduk dibangku taman, sendirian....Dita yang melihat itu langsung pingsan ditempat dan membuat panik seisi ruang guru.
Beberapa hari kemudian,didalam kamarnya Dita mengeluarkan kotak yang berisi surat-surat dari orang misterius itu.Entah kenapa ia merasa harus membacanya. Ia perlahan membaca surat demi surat yang ia terima. Tak terasa airmata menetes ke pipinya. Ia begitu terharu dengan isi surat itu karena seolah orang misterius ini begitu mengenalnya. Dan sampailah Dita pada surat terakhir yang ia terima.
" Dear crybaby....sorry kalau semua surat ini membingungkan buat kamu. Tapi ketahuilah bahwa surat-surat ini adalah gambaran hatiku untukmu yang tidak bisa kusampaikan secara langsung padamu. Sayang dan cintaku kepadamu begitu besar sampai aku tidak bisa membedakannya. Aku bingung dengan apa yang aku rasa. Ketakutanku jika kau sampai tau bahwa akulah penggemar rahasiamu adalah kau akan menjauh dan kita akan menjadi canggung. Aku tidak akan sanggup.Akhir-akhir ini aku merasa terasa akan jauh darimu jadi aku tulis surat ini sebagai penjelas. Just in case. Pokoknya gue gamau tau ya,ndut... Ada atau gada gue,lu gak boleh cengeng!! Lu harus kuat.
Dit....gue cinta sama lu. Maaf gue pengecut. "
Fr: Ben
To: Dita,my bestfriend
Dita tiba-tiba berteriak memanggil nama Ben. Ia menangis kencang. Ibu dan adik Dita yang terkejut langsung masuk ke kamar Dita dan memeluknya.
Waktu berjalan dan sampai pada masa kelulusan mereka. Dita,Sita dan Raffa berjalan ditaman sekolah setelah mereka menerima pengumuman kelulusan. Mereka mengingat-ingat masa sekolah mereka selama di SMA. Lalu ketika mereka hendak beranjak dari taman. Dari kejauhan mereka melihat sosok seseorang duduk dibangku taman. Ben....Dita,Raffa dan Sita memanggil nama Ben tetapi sosok itu hanya melambaikan tangan dan kemudian menghilang. Meneteslah airmata ketiganya. Mereka berjanji tidak akan melupakan sosok Ben,sahabat mereka.
Ben....wlaupun aku hanya merasakan jatuh cinta padamu sesaat dan pada saat kau telah tiada pula. Tetapi aku sangat bahagia. Karena kau menyayangiku bahkan diakhir hidupmu. Terima kasih,Ben...I love you....
( Kembali ke Masa sekarang )
Dita menutup album foto tersebut dan tersenyum. Dan meletakan kembali kedalam laci meja. Ia berdoa agar Ben bahagia disana. Sekian.