Tak akan ada yang pernah tau isi hatiku,semuanya hampa, tak ada apapun yang akan mengisi kekosongan ini. Sakit rasanya, sakit!!!!.Hingga dia datang merubah segalanya. Dan......
"Mama... jangan pergi!!!!!! "
Laura terbangun dari tidurnya,dia duduk dan mengusap kedua air matanya yang sudah mengalir di pipinya, kedua matanya menatap sayu kearah jendela, hatinya sangat perih mengingat kembali kenangan dirinya bersama mamanya.
Laura Agatha win adalah anak pertama dari keluarga win, dia memiliki adik perempuan bernama Sela claudia win. 18 tahun yang lalu dia di adobsi oleh keluarga win dan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tua angkatnya.
Saat dia menginjak usia 8 tahun semuanya menjadi berubah. Lahir seorang putri yang amat dinanti dan dibanggakan oleh keluarga win.Lama kelamaan Laura mulai terabaikan semua kasih sayang itu tak pernah lagi ada untuknya.
Tahun demi tahun berlalu kini Laura tumbuh menjadi gadis yang dewasa.Dari dulu Laura bercita cita ingin menjadi desainer yang terkenal, kini cita citanya terwujud dan dia menjadi desainer terkenal di kotanya.
Karena dia merasa dirinya tak dianggap lagi di keluarga win,saat berusia 18 tahun Laura memutuskan untuk meninggalkan rumahnya. Orangtuanya tak pernah menganggap dirinya ada, semuanya diberikan kepada sela. Laura tak pernah berkecil hati dia slalu berfikir semua itu wajar saja.
Laura meminta izin kepada orangtuanya dan merek a menyetujuinya, Laura diberi uang tetapi dia menolak uang tersebut, dia tak ingin lagi bergantung kepada mereka. Laura mencari kontrakan yang murah dan mulai bekerja paruh waktu, hari demi hari bulan ke tahun pun berlalu, dia dapat hidup baik dengan seadanya. Laura slalu berusaha belajar giat agar cita"nya terwujud, dan kini dia dapat sukses menjadi desainer terkenal tanpa mengandalkan orang lain.
pagi ini hari sangat cerah, Laura bangun dan melihat jam,betapa kagetnya dia jam sudh menunjukan pukul 8.00,diapun langsung buru buru bersiap untuk pergi bekerja.Jalanan tampak padat oleh kendaraan, dia ingat pagi ini memiliki janji dengan seseorang. Laura pun menghampiri taksi lalu memberi taukan alamat tujuan kepada pengemuti taksi itu.
Laura sangat terburu buru tetapi jalanan tak mendukung, dia pun memilih untuk turun, membayar dan berlari ke butik nya. Laura berlari dan hendak menyebrang, betapa kagetnya dia sebuah mobil melaju dan mengerem mendadak tepat di depannya.Detak jantungnya sangat tak normal, di termenung beberapa saat dan menyadari seorang pria turun dari mobil itu.
"Apa yang kamu lakukan?!, mau mati!? "
Laura pun tersadar kembali, dia melihat pria itu dan kembali berlari pergi meninggalkan pria yang marah melihat dirinya.Dari dalam mobil seorang pria memperhatikan Laura yang berlari pergi terburu buru
sampai lah dia di butik nya Laura membuka pintu dan masuk dia melihat seorang wanita yang berteriak marah kepada bawahannya.
"mana bos kamu? , dasar ngak becus! kamu ngak tau saya ini siapa?
Laura membungkukkan badan
" Maaf nyonya, saya adalah pemilik butik ini, maafkan saya atas keterlambatan saya.
perempuan itu berjalan kearah Laura dan menampar Laura, "Dasar ngak tau diri! masih untung saya mau memasan baju disini! "
Laura terdiam, tiba" keadaan menjadi hening, terdengar suara pintu terbuka lalu perempuan itu berlari kearah pintu. Laura mengangkat kepalanya dan melihat perempuan tadi menghampiri seseorang ternyata pria, dia berfikir mungkin itu adalah calon suami wanita itu.
Pria itu mengabaikan wanita yang merengek kepadanya dan berjalan kearah Laura, pria itu menatap pipi Laura yang membengkak lalu mengusapnya Laura tertegun, semua yang ada disitu kaget. Pria itu meninggalkan Laura dan berjalan keluar sambil berkata "Kety kita tidak jadi menikah" lalu pergi meninggalkan kety yang amat sangat kaget.
"itu dia " ucap exel berjalan menuju mobilnya.
perempuan itu pergi meninggalkan butik dengan perasaan marah.Laura terdiam dan pergi untuk mengobati pipinya.
Tak terasa malampun tiba, Laura pulang ke apartemen dengan perasaan berkecamuk, tak menyangka bahwa keterlambatannya hari ini dapat membuat sebuah pernikahan dibatalkan.Dia merasa sangat bersalah.Laurapun terlelap.
pagi ini Laura bangun dengan sangat malas, Laura pun bersiap siap dan menuju butik. sesampainya di butik Laura terkejut melihat bawahannya yang gemetar ketakutan, dia melihat keyla perempuan yg kemaren pernikahannya batal karna dirinya itu berteriak kepada bawahannya.
"Maaf atas apa yang terjadi kemaren nyonya, " sambil membungkuk
keyla menatap sinis kearah kearah laura.
" Saya ingin butik ini ditutup!jika tidak saya akan membunuh bawahan" kamu ini!" bentaknya.
Laura tak ingin mengambil resiko yang berbahaya dia hanya bisa pasrah.
"Baik nyonya saya akan menutup butik ini"
perempuan itu pergi dengan angkuhnya.
para karyawan sangat sedih melihat butik ini tutup dan mereka menghampiri Laura.
"Tak apa" ucap Laura sambil tersenyum.
mereka membereskan semua yang ada didalam butik dan mobil pengangkut barang datang membawa semua barang itu ke apartemennya.
Laura menutup pintu butik itu, dia sangat sedih butik yang menjadi bagian dari hidupnya kini tutup hanya sebuah keterlambatan. Laura terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi
exel termenung melihat jalanan yang macet, matanya tertuju kepada seoarang perempuan yang duduk di sebuah cafe dengan wajah sedih. Dia teringat bahwa itu perempuan itu.
"Rapat hari ini ditunda", dia pun keluar dari mobil dan menuju ke cafe itu.
exel memesan kopi dan menghampiri perempuan itu.
" Bolehkah saya duduk? ", sambil menatap laura yang murung melihat jalanan.
" Maaf tuan saya saat ini ingin sendiri", Laura mendongak dan menatap peria yang berdiri disamping mejanya.
Laura teringat pria itu adalah pria yang kemaren membatalkan pernikahannya. Laura spontan berdiri.
"Maafkan saya tuan, karna saya pernikahan anda dibatalkan", sambil membungkuk.
Exel diam dan duduk di depan perempuan itu.
hening
" duduklah", ucap exel
laurapun duduk
"tak perlu meminta maaf, saya ingin mengucapkan terimakasih karna berkat kamu saya dapat membatalkan pernikahan saya"
Laura terdiam, tidak menyangka bahwa pria ini malah berterima kasih karna pernikahannya batal.
hening
Laura berfikir keras, exel menatap Laura
"Tak perlu merasa bersalah, semuanya bukan salah kamu", menyeruput kopinya.
Laura terdiam. Laura menjulurkan tangannya
" Nama saya Laura Agatha win"
exel menatap Laura dan menggenggam tangan laura
" Saya Exelorn putra zan"
Laura menyadari pria ini bermaga zan, seingatnya orang yang bermarga zan dikota ini hanya Erwin zan yang memiliki kekuasaan yang besar dinegarnya dan berarti pria ini adalah anak tunggal Erwin zan.
hari berlalu begitu cepat tak banyak yang mereka bicarakan, exel pergi dan pamit kepada Laura. Laura termenung dia berjalan dengan sedih ke apartemennya.
••••••••
Sekarang Laura hanya bisa menjual hasil desainnya ke sebuah butik" ternama dikotanya. Karna dia memiliki sebuah nama terkenal maka tak susah menjual hasil karyanya.
haripun berlalu dengan cepatnya. Laura sering bertemu dengan exel tanpa sengaja. Exel adalah seorang yang dingin namun ramah.
Lama kelamaan mereka semakin dekat, awalnya mereka bertemu dengan tidak sengaja kini mereka membuat janji untuk bertemu.
tak terasa kini tahun pun sudah berganti, Exel menyatakan cinta skali lagi kepada Laura tapi Laura kini menolaknya lagi.
Exel sudah banyak berkorban untuk Laura tapi kenapa Laura tak mau menerima cintanya. Pernah saat itu Exel tertembak karna menyelamatkan Laura dari keyla yang mencoba membunuh Laura.
Laura tak suka kepada sikap Exel yang sering mengingkari janji yang mereka buat, entah apa alasannya tapi Laura sangat tak suka.
Exel adalah seorang penerus bisnis keluarga zan, hal itu membuatnya memiliki waktu yang sedikit untuk laura, dia membatalkan rapat hanya untuk menemani Laura.
Didunia bisnis banyak sekali orang yang tidak suka terhadap dirinya, karna bisnis yang dikelola Exel sangat baik dan cepat berkembang hal itu banyak membuat para pesaing bisnis menjadi iri dan ingin menyingkirkannya.
Gery salah satunya dia sangat tak senang melihat kesuksesan bisnis yang dimiliki Exel.
Gery mengetahui bahwa akhir" ini Exel dekat dengan seorang perempuan, gery pun menyelidiki perempuan itu dan mendekatinya.
Gery berusaha mendekati Laura, entah kenapa setiap Laura dalam kesulitan gery selalu ada untuk menolongnya. Gery sering memprovokasi Laura dia mengatakan bahwa Exel memiliki banyak perempuan.
Laura tak percaya apa yang dibilng gery tapi saat itu.Laura mebuat janji kepada Exel untuk bertemu dia sebuat cafe Laura datang terlambat dia mencari Exel, di melihat Exel yang sedang berpelukan kepada perempuan, dilihatnya perempuan itu menangis kedalam pelukan Exel, Exel mengusap lembut kepala perempuan itu.
Laura amat sangat sakit hati, Exel melihat kehadiran Laura ,dilihatnya mata Laura yang berkaca kaca dan lari meninggalkannya. Exel melepas pelukan itu dan berlari menyusul Laura, perempuan tadi ikut berlari mengejar exel
Bumi berasa berputar, Exel merasa kepalanya amat sangat sakit dia tak sanggup untuk lari mengejar Laura lagi, Laura masuk ke sebuah mobil dia tau mobil itu milik gery saingan bisnis yang amat benci kepadanya.
perempuan itu menghampiri Exel dan memegang badan Exel, perempuan itu membawa Exel yang sudah setengah sadar itu kedalam mobilnya. Laura melihat Exel dengan perasaan yang amat kecewa, dia menjadi yakin bahwa apa yang dikatakan gery kepadanya itu benar.
•••••
Hari ini hari ulang tahun Laura,gery mengajak Laura ketempat taman hiburan mereka bersenang senang hingga lupa bahwa malampun datang.
dokter berkata bahwa Exel masih butuh istirahat tapi karna Exel ingat hari ini hari ulang tahun Laura dia pun berencana memberikan kejutan kepada Laura. Exel memerintahkan bawahannya untuk mencari lokasi keberadaan Laura saat ini.
Malam ini tiba tiba hujan Exel bergegas menuju taman bermain tempat Laura berada.
"pak tunggu saya disini", kata Exel kepada supirnya dia pun keluar memakai payung mencari Laura.
hujan malam ini menjadikan udara semakin dingin dengan kondisi badan Exel yang belum sembuh membuat badannya gemetar. Exel berjalan dan tiba tiba berhenti melihat Laura berciuman dengan seseorang dilihatnya lagi ternyata itu gery.
Exel sangat sakit hati,kepalanya tiba tiba terasa pusing, dia tak ingin pingsan di sini dia pun bergegas kembali ke mobilnya.
"pak jalan pak", Exel pun memejamkan matanya.
•••••
Sudah sebulan Exel tidak memberikan kabar, sedangkan Laura dan gery semakin dekat. Laura berfikir mungkin Exel sudah menyerah terhadap dirinya. Laura tak bisa berbuat apa apa lagi.
gery melamar Laura , Laura ingin menolak gery tetapi tidak bisa, karna dia banyak berhutang budi kepada gery, laurapun memutuskan untuk menerima lamaran itu.
•••••
Hari ini mereka fitting baju pengantin.Sudah lama Laura tidak melihat baju pengantin semenjak butik nya tutup.
Laura mencoba baju yang sudah dipesan khusus untuk dirinya. Laura merasa kebelet dan dia pergi ke toilet, saat menuju toilet dia tidak sengaja mendengar pembicaarn gery dengan seseorang melalui telepon.
"rencana kita berhasil, kita berhasil memisahkan mereka dan kamu membantu aku menjatuhkan bisnis milik exel"
Laura terkejut dia pergi menghampiri gery lalu menampar gery dengan sangat kuat. Laura berlari meninggalkan gery sambil menangis dia menyesal sangat amat menyesal.
tiba tiba HP Laura berbunyi bawahan Exel menelfon memberikan kabar bahwa Exel saat ini kritis, dengan tergesa gesa dia menuju ketempat Exel dirawat.
sampailah Laura ke tempat exel dirawat .sambil nangis Laura kaget melihat dibadan exel banyak alat".Laura masuk dan menghampiri exel, dilihatnya exel yang terbaring lemah.luar a menatap wajah exel yg dulu slalu enggan dia liat dan mengusapnya dengan lembut, hatinya sangat sakit kenapa dia bisa sebodoh ini.
Laura meneteskan air mata dan air matanya jatuh mengenai pipi exel,ba tiba jari exel bergerak Laura melihat dan langsung berteriak memanggil dokter. dokter datang dan melihat exel yng tiba" mulai sadar dari komanya.
3 hari berlalu Laura merawat exel dengan penuh kehangatan. Saat itu Laura pergi meninggalkan exel untuk membeli sarapan ,di jalanan Laura tersenggol oleh sebuah mobil yang melaju kencang, dia terjatuh dan melihat beberapa luka di tangannya, firasatnya tidak enak dia pun kembali ke tempat exel dirawat dengan jalan pincang.Saat masuk dia melihat exel yang tertidur dengan tenang.
Laura memakan sarapannya. 10 menit berlalu exel masih tak bangun juga dari tidurnya tiba tiba alat EKG mengeluarkan bunyi nyaring
tit..................
Laura melihat grafis alat itu dia terkejut dan langsung memanggil dokter. dokter datang dan membawa Laura keluar
"iklas kan dia Laura"
Laura menangis, menjerit memanggil nama exel, semua alat yg dipasang dibadan exel di lepas dia melihat exel dibawa pergi.dokter menahan Laura laura menangis sejadi jadinya.
•••••••
penjelasan
Exel memiliki penyakit yang serius dia tak ingin memberi tau Laura,dia sering mengingkari janjinya karena penyakitnya kambuh. perempuan itu adalah sepupu Exel( Laura salah paham). mereka tidak berciuman, saat itu mata Laura kelilipan dan gery meniupnya( Exel salah paham) . gery bersekongkol berasa keyla untuk memisahkan mereka.
••••••
hari pemakaman
laura masih tak menyangka . dia terduduk lesu di samping kuburan exel .Hujan turun begitu derasnya dia menyesal sangat menyesal, andai saja dulu.......
penyesalan tak penting lagi semua sudah terlambat.
"Jangan Pernah Menyia-nyiakan Orang Yang
Benar-benar Tulus Kepadamu Karena Kita tidak Bakal Tau Kapan Ketulusan Itu Berakhir Dan Malah Menjadi Sebuah Penyesalan Untuk Dirimu"