SEPOTONG CINTA YANG TAK DITAKDIRKAN
Cinta itu memang terkadang membuat seseorang merasakan kebahagiaan yang tiada tara, bahkah bisa dibilang cinta itu bisa membuat perasaan seseorang seperti melayang keangkasawan, tapi cinta juga dapat membuat seseorang merasakan kesedihan yang amat luar biasa mendalam, bahkan ada dari mereka yang bisa gila dan mati karena cinta. Maka dari itu cintailah orang yang kau cinta biasa-biasa saja agar kelak kau tak akan mengalami luka yang menyiksa ketika berpisah dengannya.
Cerita ini dimulai ketika aku sudah naik kelas 3 di MA Mambaul Ulum Bata-Bata, saat itu aku mengenal cinta untuk pertama kalinya, sebelumnya aku tak pernah merasakan yang namanya cinta atau jatuh cinta pada seorang wanita karena aku hanya sibuk belajar dan menghafal di pondok tercinta, aku juga orangnya pemalu dan gak percaya dirian serta takut ditolak ketika mengungkapkan perasaan, makanya tidak berani mengungkapkan perasaan terhadap seorang wanita akibatnya ya..selalu jomlo hingga sekarang.
Pada saat pulangan pondok , biasanya yang dicari oleh santri saat dirumahnya yaitu hp nya, aku juga sama seperti santri biasanya pasti hp yang dicari duluan mungkin karena sudah lama gak pegang hp jadi yang dicari duluan ya hp nya, saat itu aku membuka fecebook ku karena sudah lama tidak dibuka , eeehh pas dibuka ternyata ada yang meminta pertemanan sama aku , kulihat profilnya seorang wanita yang cantik dan manis pula ,terpaksa deh aku konfir ya minimal buat nambah nambah teman lah lagian cantik juga sih, tapi tetap saja walaupun sudah di konfir, aku tetap malu untuk memulai komunikasi dengannya, tapi tidak disangka sangka malah dia yang yang memuai duluan.
"Hay kk , Boleh kenalan gak ? Tanyanya padaku sangat datar
"Boleh lah dengan senang hati. Jawabku padanya
"Nama kakak siapa ya dan kakak orang mana? Tanyanya lagi padaku
"Kenalkan dek Nama kakak Ahmad, kakak orang Kramat dek. Balesku padanya.
"Oh iya kak boleh gak kalau aku minta no whatsaap nya kakak ? Tanyanya malu malu padaku .
"Boleh saja ,tapi kalau boleh tahu buat apa ya dek ? Tanyaku padanya.
"Cuma buat nambah teman saja kak, emangnya gak boleh ya . Jawabnya jelas
"Boleh dek, oh iya nama adek siapa dan orang mana, kan kakak belom tahu. Tanyaku padanya
"Oh iya kenalkan kak nama aku shinta orang larangan tokol kak. Jawabnya santai padaku
"Oh iya kak udah dulu ya aku mau sholat, tanti kita lanjut di whatsap aja.balesnya lagi padaku
"Oh iya dek kakak juga mau solat, jangan lupa chat nanti ya.
"Siap kk . Jawabnya tegas padaku.
Sejak sat itu, aku dengan dia mulai dekat dan sering kali chatan bahkan video callan. Hingga akhirnya aku mulai jatuh cinta padanya yang belum lama aku kenal tapi sudah meluluhkan hatiku, tapi tetap saja aku tak mampu mengutarakan perasaanku padanya, karena sifat maluku belum hilang dan selalu takut akan penolakan dari seorang wanita.
Seiring berjalannya waktu kitapun semakin dekat satu sama lain ,bahkan sering kali telfonan setiap malamnya setiap malamnya,saling curhatan dan aku sering kali cerita kepadanya mulai dari cerita susah, senang, sedih dan sebagainya begitupula dengannya, dia wanita yang sangat baik dan mengerti aku dia tempat curhat yang asik dan menyenangkan. Pada saat tengah malam aku terbangun oleh bunyi ponselku yang berdering, ternyanya shinta yang menelfonku, aku bergumam di dalam hatiku "ada apa dia menelfonfu tengah malam ya. Aku angkat telfonnya. "Ada apa dek, kok nelfon malam-malam, tanyaku padanya dengan santai, " gak tahu kak, aku gak bisa tidur nih karena memikirkan kakak, bisa gak kalau kakak temenin adek malam ini, " iya boleh dek, emang beneran adek lagi mikirin aku nih. "Iya kak beneran, oh iya kak, kakak mau gak kalau ketemuan sama aku di api alam, itupun kalau kakak mau? "Kakak mau sekali dek, kapan? tanyaku penasana. " Besok, aku tunggu kakak di api alam ya. Jawabnya dengan semangat. "Iya dek besok kakak langsung kesana ya .. hatiku sangat senang dan ingin sekali inging lompat lompat karena tidak disangka sangka dia ngajak aku ketemuan.
Paginya aku berangkat untuk menemuinya di apai alam, setelah 15 menit aku sampai di api alam, ternya shinta sudah menungguku disana tepatnya ditempat parkir, hatiku sangat senang karena bisa bertemu dengannya dan wajahnya sama persis dengan yang difoto cantik dan manis. Akupun berguman didalam hati "sekarang aku sangat yakin kalau aku beneran jatuh cinta padanya. "Ada apa kak, kok ngelihatinnya seperti itu, apa ada yang aneh diwajahku? Tanyanya sangat penasaran. "Gak ada dek, kakak cuman kagum dengan kecantikan adek, jawabku dengan malu." Yang benar kak? "Iya dec kakak serius wajah adek cantik seperti yang di foto." Ahhh kakak bisa aja. Kita pun saling berbicara dan saling bercanda satu sama lain, hingga tak terasa waktu sudah siang lalu aku pamit padanya karena hampir azan zduhur. Akupun pulang dengan hati yang gembira dan tak menyangka kalau dia sangat asik ketika berbicara, ketika aku sampai dirumah aku nelfon shinta kalau sudah sampai dirumah agar dia tdak hawatir.
Setelah sholat isya' aku telfon shinta lagi, dan kali ini aku punya keberanian untuk menyatakan perasaanku padanya.
" Asslamualaikum dek, kakak ada yang mau di omongin dengan adec? Tanyaku sangat serius
"Waalaikumsalam kak, mau ngomong apa kakak, kayaknya penting banget. Jawabnya dengan penasaran.
"Sebenarnya, saat pertama kali aku ketemu adek, kakak jatuh cinta sama adek pada pandangan pertama, maukah adek menjadi pacar kakak? Tanyaku sangat gugup.
"Jujur saja ya kakak, sebenarnya adek juga cinta sama kakak dan adek juga mau jadi pacar kakak. Hatiku sangat senang mendengar jawabannya,saat itu pun kita resmi berpacaran, sering jalan bareng, makan bareng, canda bareng, bahkan mau tidur aja harus ditemenin.
Sudah 1 tahun lebih aku pacaran dengannya, sampai setelah lulus MA, aku pun harus memenuhi kewajiban untuk bertugas mengajar di sampang selama satu tahun, saat itu aku dilarang membawa hp, tapi aku tetap menghubunginya menggunakan hp muridku, karena aku sangat takut kehilanganya, sebelumnya hubungan kita baik baik saja, tapi setelah setengah tahun aku ditugasan aku mendengar kabar yang menyakitkan tentang shinta, bahwa dia sudah bertunangan dengan orang lain, pada saat itu pikiranku menjadi kosong dan tak menentu, akupun langsung menghubungi shinta untuk menanyakan tentang kebenaran kabar itu,
"Dek, kakak mau nanya apa benar adek sudah bertunangan? Tanyaku padanya.
"Benar kak, maafin aqu ya kak, karena telah menghianatin kakak, itu karena ada yang melamar adec dan adec tak bisa menolaknya, karena takut sangkal katanya dan satu minggu lagi adek akan nikah dengan dia, sekali lagi adec minta maaf ya kk.
Hatiku pun menjadi rapuh mendengar jawabannya yang begitu jelas ditelingaku dan tak terasa titisan air mata pun terjatuh membasahi kelopak mataku, ingin sekali aku mengadu kepada sang ilahi robbi, tentang apa yang kurasakan saat ini.