Di awal cerita diperkenalkan tokoh utama yang bernama Fajar yang masih berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku SD. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga yang sederhana. Fajar sendiri bersekolah dengan jajan pas-pasan yang diberi oleh orang tua-nya.
Ayah Fajar bernama pak Adi dia bekerja sebagai tukang kebun di rumah pak Mirza salah satu tetangga kampung yang lumayan kaya.
Sedangkan ibu dari Fajar yang bernama Ibu Mirna, Ibu Mirna sendiri menderita penyakit jantung. dia membuat kue yang di titip di warung untuk membantu ekonomi keluarga.
Kembali ke tokoh utama yaitu Fajar. Fajar adalah sosok anak yang pintar dan bijak, tapi disekolah dia selalu jadi bahan bullyan karena status ekonomi keluarga.
Disekolah Fajar mempunyai seorang sahabat yang bernama david. David adalah seorang anak dari keluarga yang kaya tapi dia memiliki sifat yang baik dan tidak mempentingi status ekonomi.
Disekolah Fajar menyukai seorang gadis yang bernama Ayu, Ayu adalah anak dari majikan ayah nya. Tapi ayu sendiri kerap membully Fajar, dan kawan-kawan dari Ayu pun ikut serta membully.
Suatu Hari di rumah pak Mirza tempat pak adi bekerja. Kejadian tak terduga terjadi, sebuah koper hilang yang berisi surat penting perusahaan. Saat itu di rumah pak Mirza ada Istri pak Mirza, pak Herman (adik pak Mirza), pembantu, supir, dan pak Adi.
Singkat cerita setelah di interogasi oleh pak Mirza, pak Adi menjadi tersangka karena tuduhan dari pak Herman. Setelah itu pak Mirza segera menggeledah rumah pak Adi dan Benar saja ada sebuah koper di rumah pak Adi.
Pak Adi dengan tenang berkata, saya tidak mengambil nya pak, demi Allah saya tidak melakukan hal tersebut.
Pak Mirza, alah kalau kamu tidak ambil koper nya lantas mengapa koper nya ada di rumah kamu?
Lalu pak Herman pun berkata, mana ada maling yang mau mengaku bang....apalagi orang miskin kayak bapak butuh duit buat keluarga, dasar pencuri...udah telepon polisi aja bang!!!
Fajar pun yang sudah sampai dirumah mendengarkan pembicaraan tersebut. Karna keadaan yang terpojok, Fajar hanya bisa diam terbenung.
Lalu pak Mirza menelepon polisi.
Karena barang bukti ada di rumah pak Adi. Pak Adi pun di tahan atas tuduhan pencurian.
Disaat koper dibuka tenyata hanya tersisa uang yang jumlahnya sudah mengurang. Surat perusahaan yang dimaksud pun sudah tiada.
Pak Mirja, dengan nada yang keras bilang, dimana surat-surat saya? Kamu simpan dimana? Atau kamu jual ? Ah? Dasar orang miskin
Dengan raut wajahnya yang polos pak Adi berkata, saya tidak tahu menahu soal surat nya pak dan saya tidak mengambil nya mungkin ini ada kesalahpahaman pak!!
Singkat cerita pak Adi dibawa ke kantor polisi dan setelah beberapa hari pak Adi dijatuhkan hukuman 10 tahun penjara.
Di waktu yang sama penyakit jantung ibu Mirna pun kambuh.
Fajar yang masih kecil menangis dan berlari mencari bantuan untuk membawa ibunya ke rumah sakit.
Di pinggir jalan 150 meter dari rumah. Fajar mendapat sebuah becak yang lagi narik.
Fajar, pak minta tolong pak ibu saya lagi sakit, tolong antarin ke rumah sakit bisa pak?
Bg becak berkata, iya bisa, dimana rumah kamu?
Fajar, disana pak...
Sesampai nya di rumah sakit ibu Mirna pun dirawat tetapih ajal berkata lain. Ibu dari Fajar meninggal.
Fajar yang duduk di sebelah ibu nya menangis. Dia teringat perkataan ibu nya,
"Percayalah pada ayah mu nak dan yakinlah Allah selalu bersama orang yang jujur".
Tukang becak yang bernama pak Amat pun menghampiri Fajar berkata, sudah nak semua adalah takdir tuhan.
Setelah pemakaman ibu nya. Pak Adi yang diberi izin mendatangi pemakaman istri nya mendatangi Fajar.
beliau berkata, maafkan ayah nak ini semua salah ayah. Untuk sementara ini kamu tinggal di panti asuhan, ayah sudah bilang sama pihak panti asuhan.
Dengan wajah sedih Fajar, iya ayah, jaga kesehatan dalam penjara, Fajar cuma bisa berdoa pada ibu dan ayah. Berharap ayah segera keluar..
Dengan mata berkaca-kaca pak Adi memeluk anak nya penuh kasih sayang.
Pak amat menghampiri Fajar berkata, nak ayo kita berkemas biar bapak yang antar kamu ke panti. Dan mereka pun berangkat.
Sekarang Fajar tinggal di panti asuhan yang di pimpin oleh pak mustafa dan dia pun sudah pindah sekolah.
Di panti asuhan Fajar mempunyai banyak teman salah satu teman yang dekat sekaligus teman sekamar adalah Pandi dia adalah anak yatim piatu di panti tersebut
Setahun kemudian Fajar membesuk ayah nya di penjara yang tentunya didampingi oleh pak mustafa.
Pak Adi, apa kabar kamu nak? Ayah rindu sama kamu..pak Adi dengan wajah penuh air mata.
Fajar pun menangis melihat kondisi ayah nya yang sangat tidak baik. Badan yang kurus, muka yang pucat.
Pak Adi bercerita pada Fajar, sebelum semuanya menimpa ayah. Ayah ingat pak Herman pernah mengantar ayah pulang sebelum koper itu hilang dan pak Herman pun pernah masuk ke rumah kita layaknya seorang tamu. Tapi ayah tidak tahu harus mulai ini dari mana ayah memang tidak melakukan ini semua.
Fajar masih menangis sambil mendengarkan ayah nya bercerita.
Sesampai di panti asuhan. Fajar kepikiran perkataan ayah nya tadi. Dan di mulai menyelidiki kasus tersebut.
Beberapa hari kemudian kabar duka datang lagi pak Adi meninggal dunia karena sering kali sakit.
Fajar sangat bersedih setelah kehilangan kedua orang tua nya.
9 tahun kemudian, usia Fajar sudah meranjak 20 tahun. Tanpa henti dia masih menyelidiki kasus ayah nya yang membuat kedua orang tua nya meninggal.
Kini Fajar menjadi sosok remaja yang tampan dan memiliki ilmu bela diri setelah lama tinggal di panti.
Mampukah Fajar mengungkap dalang di balik permasalan yang menimpa dirinya ?
Tunggu kelanjutan di bab selanjutnya.