Obrolan seru ala-ala para cewek-cewek di jam istirahat sekolah.
"Yuhuuu"
"Akhirnya kamu datang juga lika"
"Sorry...Sorry tadi ada masalah sedikit"
"Masalah atau lagi sibuk pacaran nie lika" ejek milka
"Sok tau nie milka, seriusan aku lagi sibuk tadi"
"Iya...iya deh, cuma bercanda lika jangan marah dong, hehehehe"
"Sudah-sudah jangan diperpanjang lagi, bukan itu yang harus kita bahas sekarang" jawab Daline
"Memangnya hari ini apa yang harus kita bahas Daline?"
"Tanya saja sama yang punya acara"
"Mau bahas tentang apa Berli?"
"Aku sudah punya ide untuk tema perayaan ulang tahun ku yang ke 17 besok malam" jawab Berli
"Tema tentang apa?"
"Horor gitu, pasti seru tuh"
"Seriusan harus temanya horor Berli, nggak ada tema yang lain apa" tanya lika
"Hari spesial itu harus ada acara yang spesial juga untuk merayakannya lika"
"Iya aku tau itu, tapi kenapa temanya harus horor kamu tau kan aku ini penakut orangnya"
"Itulah sensasinya lika" jawab Daline
"Kamu ngomongnya gampang Daline, kan kamu belum pernah bertemu yang begituan"
"Begituan apa maksud kamu lika"
"Hantu lah masa kecoak sih"
"Kenapa harus takut sih lika, kalau hantunya tampan bakalan aku pacarin deh hahaha"
"Jangan bercanda Daline kalau beneran bertemu gimana"
"Ajak gabung saja kan lebih seru, hahaha"
"Daline...Daline awas saja kalau beneran bertemu sama tuh hantu pasti kamu kabur juga"
"Nggak mungkin, hantu takut semua sama Daline, hahaha"
"Terserah kamu deh Daline"
"Marah nie"
"Nggak kok"
"Yakin nie"
"Iya"
"Daline dikasih tau nggak percaya lagi" jawab milka
"Sudah-sudah Berli belum selesai nie"
"Temanya apa Berli?"
"Halloween"
"Seruuuuuu" jawab Daline
"Seru dari mana" jawab lika
"Kostum nya gimana?" Tanya milka
"Soal kostum gampang, semuanya sudah aku siapkan. Pokoknya besok malam kalian semua harus datang kerumah ku"
"Ok, siap" jawab Daline penuh semangat
"Acaranya dimana?" Tanya milka
"Halaman belakang rumah ku"jawab Berli
"Bukanya itu hutan semuanya ya Berli" jawab lika
"Iya, itu lah sensasinya lika, namanya juga tema halloween harus serem dong lika"
"Lika takut tuh Berli, hahaha" ejek Daline
"Awas saja nanti kamu kena karmanya juga Daline"
"Hahahah, nggak mungkin"
"Gimana kalian setuju?" Tanya Berli
"Setuju" jawab milka
"Kalau kamu lika gimana"
"Ikut saja deh"
"Kalau kamu Daline"
"Setujuuuu dong, nggak sabar untuk besok malam"
Malam yang sudah dinanti tiba saatnya semuanya sudah berkumpul dirumah Berli.
"Ini kostumnya"
"Beneran ini kostumnya Berli"
"Iya Daline"
"Katanya temanya halloween kenapa kostumnya harus princess seperti ini nggak salah"
"Ini permintaan lika, lika nggak mau gabung kalau kostumnya serem-serem"
"Nggak seru dong kalau begini"
"Ikut saja deh Daline, nggak semua hantu itu harus serem kan" jawab lika
"Tapi kenapa harus kostum princess sih, nggak ada kostum lain apa"
"Ikut saja Daline, soalnya aku punya kejutan lain lagi"
"Kejutan apa lagi Berli"
"Kamu tunggu saja Daline, sebentar lagi juga tiba sebaikanya pakai kostum mu dulu"
"Iya...iya"
Semuanya sudah berkumpul dihalaman belakang rumah Berli.
"Ini adalah malam yang sudah aku tunggu-tunggu. Terimakasih buat teman-teman tersayang ku yang sudah hadir pada malam hari ini. Perayaan ulang tahun ku pada tahun ini sedikit berbeda karena di sini kita akan sedkiti berpetualangan menjelajahi setiap hutan yang berada disini tapi kita menjelajahi tidak sendiri tetapi bersama pasangan"
"Pasangan???"
"Iya Daline"
"Tapi tadi kamu nggak ada bahas tentang pasangan"
"Ini adalah kejutan selanjutnya Daline"
"Kalau ada pasangannya lika nggak takut"
"Itu sih mau kamu lika"
"Siapa juga yang berani jalan sendirian dihutan yang gelap seperti ini Daline"
"Dasar penakut nie lika"
"Aku kan memang orangnya penakut Daline"
"Iya juga, aku lupa"
"Sebentar lagi mereka sampai"
"Ok"
"Sabar ya Daline"
"Iya"
Tak berapa lama orang yang ditunggu tiba.
"Itu mereka"
"Mana" tanya lika
Para cowok-cowok tampan menghampiri mereka berempat.
"Serius ini pasangannya"
"Iya lika"
"Kalau gini aku pasti nggak bakalan takut"
"Itu sih kesukaan kamu lika" jawab milka"
"Setuju itu" jawab Daline
"Maaf kalau kami membuat para cewek-cewek cantik menunggu"
"Nggak apa-apa kok sayang, acaranya juga belum dimulai"
"Sayang???"
"Kenapa Daline?"
"Kalian berdua pacaran sekarang?"
"Iya Daline"
"Oh"
"Kenapa Daline iri ya" ejek lika
"Iri, nggak kok. Cuma kaget saja"
"Kaget kenapa" tanya milka
"Bahasnya nanti saja, aku nggak mau acara hari ini rusak"
"Ok deh" jawab milka"
"Karena semuanya sudah berkumpul kita mulai saja acara malam ini. Berhubung tema acara ini adalah halloween jadi semua orang yang ikut dalam acara ini harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya permen yang sudah aku sebunyikan di setiap hutan ini. Siapa pasangan yang paling banyak mengumpulkan permen mereka berhak mendapatkan hadiah menarik yang sudah aku siapkan"
"Kamu ikutan juga Berli"
"Tentu"
"Pasangannya????" Tanya lika
"Sudah aku tentukan, jadi untuk yang sudah memilih pasangan silahkan berdiri disamping pasangnya masing-masing dan acara ini akan segera aku mulai"
Malam ini hanya Daline yang tidak memiliki pasangan karena pasanganya hari ini akan terlambat untuk hadir karena mobil miliknya mogok ditengah jalan.
"Semuanya sudah punya pasangan" tanya Berli
"Daline belum punya pasangan" jawab lika
"Pasangan Daline masih dalam perjalanan jadi untuk sekarang Daline harus sendirian mencari permen itu"
"Tanpa pasangan juga nggak apa-apa, aku bukan cewek penakut kok seperti lika"
"Iya deh, yang pemberani" jawab lika
"Dari pada lama menunggu lagi lebih baik kita mulai saja acara ini Berli. Pasti hari ini Daline yang jadi pemenangnya dan mendapat kan hadiah itu"
"Jangan sok yakin deh Daline, kamu yakin sendirian berani menjelajahi hutan ini kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana"
"Soal itu gampang, kalau terjadi sesuatu tinggal minta tolong sama penghuni hutan ini"
"Jangan bercanda deh Daline"
"Aku serius lika, sudah deh aku mulai duluan saja menjelajahi hutan ini"
"Kamu yakin Daline sendirian saja, apa tidak tunggu saja pasangan kamu dulu baru pergi"
"Buang-buang waktu, bisa-bisa aku kalah lagi"
"Terlalu obsesi banget nie si Daline sama hadiahnya"
"Namanya juga Daline, apa pun yang dia mau harus dia dapatkan"
"Iya juga"
"Kalau itu yang kamu mau, kita mulai saja"
"Gitu dong dari tadi, aku pergi duluan ya"
"Hati-hati Daline"
"Iya lika"
Daline menjadi peserta pertama untuk menjelajahi hutan ini. Walaupun tanpa pasangan Daline tidak merasakan ketakutan sedikitpun karena menurutnya ini adalah hal yang biasa dia lakukan.
"Dasar penakut tuh si lika, gini doang harus ada pasanganya segala, lihat saja nanti pasti aku yang jadi pemenangnya. Tapi dimana Berli menyembunyikan permen itu"
Terdengar seseorang merintih kesakitan disemak-semak.
"Aduh"
"Siapa disana?, apa ada orang disana"
Daline menghampiri ke arah suara itu berasal. Perlahan namun pasti Daline mendekati semak-semak itu untuk mencari dimana asal suara rintihan kesakitan itu berasal.
"Siapa disana?, ayo keluar sekarang jangan bersembunyi disitu. Kalau kamu bersembunyi Sepeti itu nanti aku nggak bisa nolongin kamu, ayo keluar sekarang"
"Aku disini"
"Dimana?, aku nggak lihat kamu"
"Aku disini, tolong aku"
"Tapi kamu dimana, tolong angkat tanganmu supaya aku tau kamu dimana"
"Aku disini"
"Ternyata kamu disitu rupanya"
"Tolong aku"
"Kenapa kamu bisa terjebak disitu?"
"Tadi aku terpeleset dan jatuh kesini"
"Sini aku bantu"
"Terima kasih sudah mau menolong ku"
"Jangan pikirkan itu dulu yang jelas kita obati dulu luka mu"
"Baik"
"Kenapa malam-malam sendirian disini?"
"Aku mencari barangku yang terjatuh disekitar sini, kalau kamu apa yang kamu lakukan disini dengan pakaian seperti ini"
"Hari ini adalah perayaan ulang tahun temanku yang ke 17 temanya hari ini adalah halloween jadi misinya sekarang adalah mengumpulkan sebanyak mungkin permen yang dia sembunyi dihutan ini"
"Dengan kostum seperti ini dari mana seram nya coba"
"Aku juga berpikiran begitu, tapi ini idenya teman aku yang penakut jadi harus pakai kostum seperti ini"
"Bukanya kalian harus punya pasangan"
"Darimana kamu tau tentang hal itu"
"Hanya menebak saja"
"Sebenarnya harus ada pasangannya, berhubung pasang aku belum datang jadi aku pergi sendirian dulu"
"Oh begitu, tapi apakah kamu tidak takut berjalan sendirian dihutan ini malam-malam begini"
"Takut kenapa?"
"Kalau bertemu hantu bagaimana"
"Kalau hantunya tampan seperti kamu aku nggak takut lah, hahaha"
"Mau aku bantu, aku tau dimana temanmu menyembunyikan permen-permen itu"
"Boleh juga, kalau nanti aku yang jadi pemenangannya kita bagi dua hadiahnya bagaimana"
"Terserah kamu saja"
"Ok, ini sudah selesai. Tapi apakah kamu yakin bisa berjalan sekarang. Sepertinya kamu masih merasakan kesakitan. Apa kita istirahat saja dulu sebentar. Supaya kondisi kamu bisa sedkiti membaik"
"Aku masih kuat untuk berjalan, kamu jangan khawatir"
"Kalau nggak bisa sini aku bantu kamu"
"Aku bisa"
"Baiklah"
"Kita pergi sekarang"
"Tapi bagaimana dengan barang mu yang hilang itu"
"Nanti aku akan mencarinya lagi"
"Setelah ini aku akan membantumu untuk mencarinya bagaimana?. Sebagai balas budi"
"Yang harus balas budi itu aku bukanya kamu, yang menolongku tadi itu kamu"
"Soalnya itu nggak perlu kamu bahas, aku dengan senang hati menolongmu"
"Ternyata masih ada orang baik didunia ini"
"Maksud kamu"
"Tidak jadi, kita lanjutkan saja perjalanannya"
"Tentu"
Daline tidak tau bahwa orang yang bersamanya sekarang bukan manusia biasa seperti dirinya.
"Kamu tinggal disekitar sini"
"Iya"
"Kamu sering keliling hutan ini, apa kamu nggak takut berjalan sendirian ditengah malam seperti ini"
"Untuk apa takut, aku sudah sering berkeling dihutan ini jadi sudah terbiasa"
"Kalau misalnya bertemu penghuni hutan ini bagaimana, apa kamu tidak takut kalau nanti bertemu dengannya"
"Untuk apa takut kalau misalnya aku sendiri yang hantunya"
"Bercanda nie"
"Kamu takut"
"Nggak, untuk apa harus takut. Semakin kita takut semakin mereka yang nggak terlihat terus menganggu kita. Jadi dibawa santai saja sih menurut aku"
"Bagus deh, kalau kamu tidak takut"
"Iya"
"Sudah dapat berapa banyak yang kamu dapat malam ini"
"Baru juga satu, aku sudah berkeliling disekitar hutan ini tapi belum juga ketemu"
"Tunggu disini aku akan mengambilkan permen itu untuk mu, tapi sebelum itu kamu harus tutup mata dulu"
"Kenapa harus tutup mata segala, untuk apa coba"
"Ikutin saja apa yang aku katakan"
"Tapi kaki mu sedang sakit bagaimana kamu bisa mencarinya seorang diri"
"Ini sudah mulai membaik, kamu tutup mata saja dulu dan biarkan aku mencari sisa permen yang disembunyikan oleh temanmu dihutan ini. Kamu tunggu disini saja aku tidak akan lama"
"Tapi aku bisa membantumu mencarinya, kalau tiba-tiba kakimu sakit lagi bagaimana"
"Tunggu disini saja, tidak akan terjadi apa-apa denganku. Kamu jangan khawatirkan itu, tetap tutup saja matamu"
"Tapi"
"Tutup saja matamu, jangan membantah lagi"
"Baiklah"
Daline menurut saja apa yang dikatakan orang asing itu kepadanya dan tak berapa lama keranjang Daline sudah dipenuhi banyak permen"
"Sudah belum"
"Sebentar lagi"
"Kalau sudah kasih tau aku ya"
"Ok, buka matamu sekarang"
Perlahan Daline membuka matanya dan tampak terkejut melihat isi keranjangnya sudah dipenuhi banyak permen.
"Ini kamu yang menemukan semuanya"
"Iya"
"Secepat itu"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Hebat juga ya, kalau begini caranya aku pasti yang akan jadi pemenangnya, ayo ikut aku sekarang"
"Kita mau kemana?"
"Bertemu dengan teman-temanku"
"Untuk apa ?"
"Bergabung ke pesta"
"Tapi aku tidak diundang ke pesta itu"
"Ikut aku saja, jangan banyak membantah lagi, kalau kamu terluka lagi siapa orang yang akan menolongmu dihutan seluas ini. Bisa-bisa luka mu semakin parah nantinya. Kamu ikut saja aku sekarang. Jangan takut aku bukan orang jahat kok"
"Tapi"
"Ayo ikut, jangan membantah lagi" Daline menarik tangan orang asing itu
"Baiklah"
Daline tidak tau bahwa orang yang diajaknya untuk bergabung ke pesta mereka bukanya manusia bisa seperti yang dipirkannya. Teman-teman telah menunggu kehadiran Daline untuk menghitung jumlah permen terbanyak yang sudah mengumpulkan malam ini.
"Berli, kenapa Daline belum datang juga" tanya lika
"Apa mungkin diculik hantu penghuni hutan ini?" Jawab milka
"Jangan bicara yang sembarangan disini bisa saja Daline masih mencari permen"
"Tapi ini sudah mau tengah malam Berli"
"Iya juga"
"Apa kami mencarinya saja?"
"Itu Daline"
"Teman-teman"
"Daline dengan siapa itu"
"Paling itu teman kamu yang terlambat tadi"
"Nggak mungkin, teman aku yang satunya lagi itu kasih tau ke aku kalau dia masih didalam perjalanan menuju kesini"
"Kalau begitu, siapa dong yang bersama Daline sekarang"
"Aku juga nggak tau lika"
"Oh iya aku baru ingat, kalau menjelajahi hutan ini jumlah kita nggak boleh ganjil,
aku lupa ternyata jumlah kita malam ini
ganjil karena teman satunya belum hadir"
"Jadi maksud kamu yang bersama Daline sekarang itu hantu"
"Bisa jadi Lika"
"Kita harus kasih tau dia sekarang, kalau Daline sampai disakiti hantu itu bagaimana"
"Memangnya kamu berani lika"
"Nggak berani milka"
"Jadi bagaimana dong dengan teman kita"
"Berdoa saja"
Daline menghampiri mereka. Tapi yang didapatinya adalah temanya berhamburan pergi meninggalkannya.
"Aaaaaaaa"
"Kaburrrrrr"
"Hantuuuuuu"
"Kalian mau kemana?, permennya belum dihitung nie"
"Kabur Daline, yang disamping kamu itu hantu"
"Jangan bercanda lika, ayo kembali sekarang"
"Apa yang dikatakan mereka itu benar adanya" bisik orang asing itu ketelinga Daline
Daline menjawab dengan santai bahwa dirinya telah mengetahui sebelumnya bahwa orang yang selalu bersamanya itu adalah hantu bukan manusia biasa seperti dirinya.
"Iya aku tau itu"
"Kamu tidak takut denganku"
"Untuk apa aku takut kalau wujud mu seperti ini"
"Kalau aku mengubah dengan wujud asli ku apakah kamu tidak takut"
"Aku biasa-biasa saja"
"Maaf jika tadi aku berbohong kepadamu"
"Tidak apa-apa"
"Oh iya, namaku Eilbino"
"Aku Daline"
"Terimakasih, karena kamu tidak takut denganku. Aku bukanlah hantu yang menakutkan yang sering mereka ceritakan. Aku disini hanya merasa kesepian makanya setiap malam aku selalu menampakkan diri ku. Hal itu aku lakukan hanya untuk mencari teman saja bukan untuk menakuti, tapi sepertinya dengan aku menampakkan diri mereka jadi salah sangka dan menduga kalau aku menakuti mereka yang melintas dihutan ini"
"Kamu tinggal dimana?"
"Kamu ingin tau dimana aku tinggal"
"Tentu, jika kamu mengizinkan nya"
"Baiklah, Ikutin aku sekarang"
Tak berapa lama sampailah keduanya disebuah danau yang tak begitu luas tapi pemandangan dimalam itu cukup indah.
"Ini rumahku"
"Didanau ini"
"Iya"
"Tempat yang sangat indah, aku nggak tau kalau dihutan belakang rumah temanku ada tempat sebagus ini"
"Tidak semua orang bisa menemukan tempat ini Daline"
"Kenapa bisa begitu Eilbino?"
"Banyak orang menyalah gunakan tempat ini untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Untuk itu aku menutupi tempat ini dari orang-orang jahat yang tidak bertanggungjawab.Hanya orang yang berhati baik saja yang bisa menemukan tempat ini"
"Jadi aku berhati baik dong, hehehe"
"Iya Daline"
"Terimakasih sudah mengizinkan aku ketempat indah mu ini"
"Aku juga berterimakasih kepadamu karena kamu orang pertama yang tidak takut padaku bagaimana pun wujud ku, sebagai tanda persahabatan aku akan memberikan ini untukmu"
"Apa ini Eilbino?"
"Gelang persahabatan"
"Ini kamu yang buat sendiri"
"Iya Daline, apa kamu menyukainya?"
"Tentu, gelang yang sangat cantik Eilbino. Terima kasih ya" Daline memeluk Eilbino
"Hari sudah mulai pagi, aku harus kembali Daline"
"Sebelum kamu pergi aku punya sesuatu untuk mu Eilbino"
"Apa itu?"
"Ini" Daline memberikan Eilbino sebungkus permen kesukaannya
"Permen"
"Permen persahabatan. Ini permen kesukaanku Eilbino. Anggap saja permen ini sebagai pengikat persahabatan kita. kalau nanti kita bertemu lagi aku akan memberikan hadiah lain untukmu, aku janji"
"Ini juga sudah cukup Daline, aku sangat menyukainya. Terima kasih untuk hadiahnya Daline"
"Aku berharap kita bisa bertemu lagi Eilbino"
"Kita akan bertemu lagi disaat hari halloween tiba ditahun berikutnya. Disaat itu Aku pasti akan datang"
"Sampai bertemu dihari halloween berikutnya eilbino"
"Tentu Daline, aku pergi dulu"
Eilbino menghilang ditengah danau. Terdengar seseorang berbicara kearahnya.
"Apa yang sedang kamu lambaikan ditengah danau itu"
Daline menoleh kearah suara itu
"Bukan apa-apa"
"Apa acaranya sudah berakhir?, maaf kalau aku datang terlambat"
"Masih belum kok"
"Tapi disana sudah sepi semuanya"
"Kok bisa mirip wajahnya"
"Maksudnya mirip??"
"Nggak apa-apa"
"Apa pestanya sudah berakhir?"
"Belum, kita lanjutkan saja, gampang kan"
"Ok"
"Lelucon atau permen" Daline berlari meninggalkan danau itu
"Tunggu dulu, aku belum tau nama kamu"
"Kejar saja aku, nanti aku kasih tau namaku siapa"
"Tunggu aku, namaku Jacob. Hei tunggu aku
Pesta ulang tahun Berli menjadi sebuah keberuntungan untuk Daline karena hari itu Daline bisa bertemu hantu baik bernama Eilbino.
🍄tamat🍄