Namaku Fanny aku murid kelas 3 SMK negeri, Aku mempunyai pengalaman di sekolahku yang takkan pernah kulupakan, aku bisa melihat
makhluk-makhluk gaib dan aku bertemu arwah seorang lelaki hingga ia kembali menjadi manusia lagi dan inilah kisahku...
2 Tahun lalu...
Pagi hari adalah pagi yang cerah hari itu pertama kali aku masuk SMK kelas 1, MPLS dimulai. Setelah MPLS aku pergi ke kelas tak sengaja aku melewati bangku taman yang ada di dekat sekolah terlihat ada sesosok laki-laki tinggi, berambut hitam, dan kulitnya pucat yang sedang duduk sendirian di bangku taman.
Kulihat sih dia tembus pandang gitu, aku gak peduli kupikir mungkin hanya halu ku saja. Berbulan-bulan aku belajar di sekolah ini, aku dapet temen baru sekaligus temen gaib juga yang ada di sekolah ini yaa tapi kalo ngobrol sama yang gaib mah pas lagi sendirian aja karna kalo lagi rame nanti aku dikira gila karna ngobrol sendiri.
Kecuali lelaki gaib itu dia bener-bener gak bisa diliat orang selain aku. Banyak orang yang gosipin kakak kelas yang terkenal karna ketampanan nya namanya Fawwaz katanya dia kecelakaan terus koma di rumah sakit. Aku curiga sama lelaki gaib itu jangan-jangan dia yang namanya Fawwaz.
Di sore hari semuanya udah pada pulang sekolah Lagi-lagi aku melihat nya sedang duduk di bangku taman, dengan rasa penasaran tanpa rasa takut aku mencoba menghampiri nya, aku duduk di sampingnya dan bertanya "kamu lagi apa disini? " lalu dijawab "sedang memandang langit sore", " kau bisa melihatku? " ia bertanya. Kujawab "iya, aku bisa melihat makhluk-makhluk gaib dari yang seram sampai seperti wujud manusia sepertimu".
" oh ya namamu Fawwaz ya? " tanya ku
"Iya emangnya kenapa? " jawab Fawwaz
"Kamu di gosipin satu sekolah katanya kamu terkenal disekolah ini karna ketampanan mu dan katanya sekarang kamu lagi koma" ucapku. "Ya aku lagi koma, udah berbulan-bulan aku gak bangun dan inilah aku arwahnya" ucap Fawwaz.
Aku dan Fawwaz mengobrol sampai matahari tenggelam Fawwaz menceritakan semua tentangnya kepada ku, setiap disekolah aku selalu bertemu dia dan ngobrol bareng dibangku taman dekat sekolah.
Beberapa hari kemudian...
Aku diajak Fawwaz ke rumah sakit untuk menjenguk nya, sesampainya di rumah sakit aku melihat dirinya terbaring lemah dan tak sadarkan diri, tubuhnya dipenuhi alat-alat medis. Seketika sekujur tubuhku merinding "baru pertama kali aku bertemu arwah belum meninggal tapi hanya koma" gumamku, lalu aku pulang setelah menjenguk Fawwaz.
seminggu kemudian...
Aku mendengar gosip lagi kata nya dia udah sadar dari koma nya, setelah pulang sekolah aku langsung ke rumah sakit untuk menemuinya.
Sesampainya di rumah sakit, kami saling menatap dan aku berkata "kamu udah sadar"
Lalu ku berkata lagi "aku Fanny kamu tau aku kan?", Fawwaz hanya terdiam dan terus menatapku. Lalu kuberikan dia buah-buahan dan mulai meninggalkan nya, tapi dia berkata " tunggu", langkah kaki ku seketika terhenti karna mendengar ucapan itu.
Aku langsung menghampiri Fawwaz dan bertanya "ada apa? "
Fawwaz menjawab "sepertinya aku pernah melihatmu tapi entah dimana". Aku hanya tersenyum lalu meninggalkan nya.
Beberapa minggu kemudian...
Fawwaz kembali masuk sekolah, para gadis terkagum-kagum olehnya karna ketampanan nya dan juga ia kembali masuk sekolah setelah lama di rumah sakit, emang sih dia ganteng tapi aku gak tertarik sama dia kenapa para gadis-gadis tertarik sama dia?
Yaa seperti yang diceritakan oleh Fawwaz dia itu gak suka cewek genit Fawwaz langsung menjauhi kumpulan cewek-cewek itu, dan tiba-tiba dia mendekati ku dan berkata " makasih udah nemenin aku saat aku koma" lalu ku jawab "hah? Maksudnya arwah mu? "
Fawwaz menjawab "ya selama aku koma, aku selalu bertemu kamu". Aku hanya tersenyum
Hari ke hari aku selalu bertemu dia, ngobrol bareng dia, tertawa bareng dia di bangku taman yang biasa dia dan aku dudukin.
Dan pada suatu hari Fawwaz nyatain cinta ke aku, aku diajak pacaran tapi aku nolak karna takut gadis-gadis lain iri denganku, aku menolaknya dengan lembut Fawwaz pun menerima penolakan ku tapi kulihat sih dari wajahnya dia sedih, karna cintanya ditolak oleh ku.
Sore hari semua murid sudah pulang termasuk aku, saat berjalan aku melihat Fawwaz ingin menyebrang tapi dia melamun, berjalan tanpa melihat kanan dan kirinya tiba-tiba truk besar melaju dengan cepat.
Semua orang berteriak memanggil Fawwaz tapi Fawwaz tidak mendengar nya, truk besar itu menabrak Fawwaz tepat di depan mataku aku melihat Fawwaz terluka mengeluarkan banyak darah.
Aku berlari menghampiri Fawwaz dan berteriak " Fawwaz!!! ", aku memangku kepalanya dan menangis sejadi-jadinya sambil memanggil namanya " Fawwaz! Fawwaz meninggal ditempat, aku sangat sedih sampai-sampai air mataku tak terbendung lagi.
Beberapa hari setelah kematian Fawwaz...
Pada saat jam istirahat disekolah aku duduk di bangku taman yang biasa, kepala ku menengadah ke atas sambil melihat langit tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan ku "dorr! " ucap seseorang itu
"Eh! Ian! Kamu bikin aku kaget aja! " ucapku dengan kesal.
"Hehe maaf lah btw kamu ngapain duduk disini sendirian? " tanya Ian. "Kamu kepo ihh" jawab ku masih kesal, "udah-udah jangan marah nih aku bawain kamu permen" kata Ian sambil menyerahkan permen. Kujawab "makasih"
"Iya Fan" jawab Ian
Saat itu tiba-tiba ada sesosok lelaki yang berdiri tepat didepanku, aku menatap wajahnya dan ternyata dia adalah Fawwaz, penampilan Fawwaz yang sekarang berbeda yaitu tembus pandang dan di bajunya ada bercak darah yang mengering.
Fawwaz berkata "hehe kangen aku ya? Maaf ya aku ninggalin kamu, aku gak bisa selamanya sama kamu jadi jangan marah ya".
Seketika air mataku tak tertahankan lagi aku menangis sejadi-jadinya dan langsung memeluk erat Fawwaz, Ian yang melihat aku seperti itu hanya diam kebingungan.
Aku tak bisa berkata-kata saat menatap matanya hanya air mata yang terus menerus mengalir yang menandakan bahwa aku sangat menyayanginya.
Fawwaz hanya bisa tersenyum dan dengan perlahan Fawwaz menghilang dari penglihatan ku, aku masih saja nangis gak mau kehilangan Fawwaz.
Ian yang melihatku menangis langsung memelukku dan menenangkan ku Meskipun dia gak tau apa yang membuatku menangis. bagi orang lain itu hanyalah bangku taman biasa tapi bagiku bangku taman itu banyak menyimpan kenangan
Aku gak akan ngelupain kenangan di bangku taman itu berawal dari aku bertemu dia hingga aku ditinggalkan dia.