" apa kau bodoh ? " ucap jenny sambil membereskan barang barang yang keluar dari tasnya.
Jenny hanya orang biasa dan keluarganya juga tidak serukun dari yang terlihat dari wajahnya.
itu yang membuat jenny berpikir,jika tidak ada orang sama sekali yang memperhatikan dan hanya melihat bagaimana keluarganya hancur karena penceraian dari kedua orang tuanya.
Karena keadaannya juga yang membuat Jenny berubah menjadi dingin dan tidak membiarkan jika dirinya di ganggu apalagi di risak oleh beberapa murid dari sekolahnya.
Perjalanan menuju sekolah bersama jesslyn salah satu murid yang terbilang mapan dengan keluarganya yang lengkap.Sayangnya,karena kemapanannya itu yang membuat sejumlah siswa merasa terganggu dan tidak terlihat senang apalagi jika barang barang yang di kenakannya terlihat cukup mahal,dan itu yang membuat dia selalu di ganggu dan kadang di risak oleh beberapa murid yang membencinya.Hanya Jenny yang terus terang melindungi Jesslyn dan melawan para pengganggu itu.
" kenapa kamu tidak melawan ?..apa kamu hanya akan diam saja jika mereka mengganggumu !! " ucapnya kesal.
Jesslyn hanya terdiam dan menahan tangisannya, melihat hal itu jenny merasa bersalah karena sudah menegurnya.
" jesslyn,..kamu tahu aku tidak suka jika mereka mengganggumu,hanya karena perbedaan itu membuat mereka seakan hidup mereka sangat menderita " ujar Jenny sambil memasukan barang barang ke dalam tasnya.
" jenny,apa..aku benar benar hanyalah pengganggu ?.." ucapnya sambil menangis.
" apa maksudmu ? " ucap Jenny sambil mengusap wajahnya yang kecewa.
" hanya...hanya saja mereka selalu berkata jika aku hanyalah pengganggu dengan memperlihatkan hal hal yang mereka tidak sukai.." sambil menangis jesslyn membungkukkan dirinya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" jesslyn,..lihat aku " ujar Jenny sambil menatap wajahnya.
" kamu hidup untuk dirimu sendiri,bukan untuk mereka yang hanya bisa mengomentari kehidupanmu untuk berbuat hal yang mereka sukai atau tidak,kamu memiliki tujuan hidup dan itu hanya kamu yang memilih dan bukannya mereka,hanya lihat aku. Teman dan juga sahabatmu, kita tidaklah berbeda hanya takdir yang sudah membuat kita membuat pilihan kemana tujuan kita.Bukan untuk mendengar kata kata yang hanya akan membuat kamu hancur ." ucap kembali Jenny sambil memeluknya.
Jesslyn terdiam dan berpikir jika seharusnya dia tidak berpikir jika pilihan yang harus dia pilih bukan dari komentar pedas atau kata kata yang orang orang lempar padanya.
" terima kasih karena sudah menjadi temanku,..kalau kamu gaada,kemungkinan aku bakalan terus berpikir jika hidup yang aku jalani ini sama sekali tidak ada artinya " ucapnya sambil tersenyum kecil.
" ada atau tidak nya aku pilihan yang harus kamu pilih cuma satu,..jangan putus asa kamu harus tahu meskipun mereka membencimu atau 1 sekolah membencimu atau siapapun itu,akan ada seseorang yang bahkan sangat mencintaimu dan itu bukan hanya satu tapi ada banyak.Jadi,..jangan berpikir seperti itu." ungkap Jenny sambil menarik tangan Jesslyn untuk berjalan menuju ke sekolahnya.
dan karena ke akwardran itu membuat keduanya sulit untuk berbicara apalagi memikirkan topik yang harus di bicarakan.
( apa aku terlalu alay ?..tapi,..dari pada dia berpikir seperti itu membuat dirinya berpikir jika kedatangannya itu adalah pengganggu lebih baik aku mengatakan dengan jelas,..dan itu membuat perasaanku lega ...) dalam hati Jenny sambil berjalan.
" jenny,.."
" hmm..."
" makasih ya,..aku janji gak bakalan mikirin apa yang mereka katakan lagi apalagi mengomentari semua yang mereka tidak sukai " ucap Jesslyn sambil terus berjalan.
" Nah,... gitu dong, dari pada mikirin mereka lebih baik kamu mikirin dirimu sendiri " ujarnya sambil tersenyum.
" hehe,..lega rasanya kalau udah gini,aku pikir gak bakalan ada teman setelah aku masuk ke sekolah ini " ucap Jesslyn balik sambil tertawa kecil
" well,.. kalau mereka ganggu lagi cukup katakan.."
beberapa saat kemudian...
Tibaanya di Sekolah
Sesampainya Jesslyn dan Jenny hanya saling mengobrol dan seperti tidak terjadi apapun dengan keadaan senang sambil tertawa dengan candaan yang mereka berdua lakukan.
Tak lama, terlihat para perisak datang menghampiri Jesslyn dan memintanya untuk ikut bersama mereka.
" hei,..ikut kita " sambil menarik tangannya Jesslyn.
terlihat Jesslyn enggan dan mencoba untuk menolak ajakan dari mereka.
" kenapa malah diem ! " dengan kesal sambil menarik kencang tangannya.
Jenny menepis tangannya dan segera mendorong pelan kearahnya.
" bukannya dia gak mau ? kenapa masih di paksa ?.." ujarnya sambil menghalangi Jesslyn.
" kita tidak punya urusan denganmu !..jadi menyingkirlah !!! " sambil menatap tajamnya.
" kenapa ?..mau ngerisak dia ! " tatap Jenny tajam ke arahnya.
" ini bukan urusanmu !!!! " ucapnya sambil mendorong kencang Jenny ke arah depan agar menyingkir dari hadapannya.
" ada urusan apa kalian denganku ?! " ujar Jesslyn sambil menatap mereka.
" apa ?! " ( kenapa dia..)
" nama kamu Selly kan ?..aku gak ada urusan denganmu! kalau ini karena soal tadi pagi aku udah gak perduli ! " tegas Jesslyn sambil menatap mereka berdua..
Selly dan Tiara bisa di bilang mereka adalah pengganggu, meskipun mereka mainnya di belakang tapi sandiwara yang mereka lakukan cukup bagus untuk menutupi kesalahan yang mereka lakukan.
Karena bel sekolah berbunyi yang menandakan jam pelajaran di mulai kembali.
" aku belum selesai denganmu !!! " ujar Selly kesal sambil meninggalkan kelasnya.
beberapa waktu kemudian jam pulang sekolah.
" itu adalah ucapan yang patut ku acungin jempol " ucap Jenny puas
" jujur saja itu membuat aku jadi lega,setelah apa yang mereka lakukan akhirnya aku bisa melawan " ucap Jesslyn sambil tersenyum kecil
" mereka itu seharusnya sadar kalau sikap yang mereka lakukan itu salah " kesalnya Jenny .
" hmm,. sebelumnya aku gak bisa ngebalas apa yang mereka katakan dan aku pikir mereka itu ada benarnya juga " ungkapnya sambil berpikir sejenak
" mereka itu hanya iri " ujar Jenny dengan dingin.
" iri ?.. aku gak tahu sebenarnya apa yang mereka iri dariku " ( mungkin saja karena kekayaan dari keluargaku,tapi..kalau tidak disukai dan di jauhi itu percuma kan punya segalanya tapi terasa kurang karena tidak ada teman )
" mikirin apa ? " tanya Jenny sambil menolehnya.
" well,..aku rasa satu sudah cukup " sambil tersenyum
" satu ?.." dengan bingung.
( satu teman sekaligus sahabat aku gak butuh lebih,tetap seperti ini bersama sama menghadapi apapun yang akan terjadi nanti untuk kedepannya ) dalam hati Jesslyn sambil meneruskan jalannya untuk kembali pulang.
Tak lama dari perjalanan mereka dan berpisah akhirnya sampailah di rumah.
Jenny masuk kedalam rumahnya dengan keadaan lelah dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.
( aku tahu Jesslyn orangnya baik dan tidak tegaan,jadi dia memilih diam dari pada melawan jika mereka mengganggunya,tapi aku senang karena akhirnya ada perlawanan darinya. ) dalam hati Jenny sambil merebahkan dirinya ke atas kasur.
" kedepannya Jesslyn harus bisa melindungi dirinya sendiri,..ini adalah langkah yang terbaik untuk menghindari pengganggu ".
Tak lama kemudian,..terdengar suara tangisan dari kamar ibunya yang terkunci dan itu tentu saja membuat Jenny sedih apalagi dia paham akan situasi keluarganya,setelah penceraian yang di usianya yang ke 6 tahun membuat kehidupan keluarga Jenny berubah di tambah biaya untuk kehidupan sehari haripun terbilang kurang apalagi ibunya yang kadang sakit membuat kesulitan bekerja untuk mencari nafkah, dan itu membuat ibu harus bekerja sangat keras untuk bisa mencukupi kehidupan keluarganya.
sudah 10 tahun berlalu penceraian itu terjadi dan masih teringat di dalam pikiran Jenny,kalau saja sifat ayahnya sama seperti ayah yang lainnya yang mencintai putrinya dengan sepenuh hatinya dan menyayangi istrinya.Itu sudah cukup bagi Jenny untuk bisa memiliki keluarga yang sempurna baginya.
Karena itu Jenny dengan giat belajar agar dirinya bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dan bisa membuat ibunya senang, meskipun hanya dengan nilai agar dia tidak menyia nyiakan hasil kerja keras ibunya bekerja untuk menyekolahkannya.
Jenny dan Jesslyn berada di satu kelas yang sama dan mereka sudah kelas 1 SMA untuk sekarang.
keesokan paginya.
Jenny berangkat sekolah dan memberi salam kepada ibunya,..namun dengan wajahnya yang sedih ibunya ...
" Jenny,..ibu gaada uang,jadi..." ibunya Jenny hanya melihat dan memeriksa isi dompetnya.
" ibu, Jenny berangkat sekolah dulu ya " sambil mencium tangannya dan tersenyum manis Jenny pergi berangkat ke sekolah.
Meskipun begitu ibunya Jenny merasa sedih,.. meskipun dalam kehidupan yang seperti ini Jenny masih bisa menerima dan paham akan kondisi keluarganya,ibu mana yang tega melihat anaknya kesusahan ?.. walaupun begitu ibu Jenny tidak pernah putus asa karena dia sangat mencintai putrinya itu dan bekerja apapun untuk mencari uang yang penting uang yang di hasilkannya adalah uang halal.
sedangkan Jesslyn...
Karena tugas di luar kota kedua orang tuanya Jesslyn harus pergi meninggalkannya sendiri dan hanya tinggal bersama neneknya di rumah yang cukup lumayan besar, jika di bandingkan rumah rumah lainnya rumah Jesslyn terlihat cukup mewah dan keamanannya pun terjamin karena pekerja yang sudah di siapkan oleh kedua orangtuanya Jesslyn,karena rasa cinta mereka kepada putrinya membuat mereka sibuk untuk mencari uang agar kehidupan putrinya tercukupi dan tidak serba kekurangan.Karena hal itu mereka kurang tahu apa yang sebenarnya yang di rasakan oleh Jesslyn berbeda dengan kelihatannya.
Maka dari itu meskipun kehidupan mewah bukan berarti dia senang seperti yang di lihat hanya sepintas, karena setiap orang itu berbeda dan kadang orang itu pandai menyembunyikan kesedihannya dari wajah cerianya.
Tak lama kemudian...
Di sekolah
Jesslyn yang menunggu kedatangan Jenny dengan menunggu di tempat duduknya sambil membaca buku pelajaran yang akan di pelajari jam pelajaran yang pertama.
Terlihat Jenny datang dan menyapa Jesslyn
" pagi " sapanya sambil menaruh tas dan mengeluarkan buku pelajarannya.
" pagi juga.." balasnya sambil menaruh coklat yang di bawa dari rumah .
" buatku ?.." sambil melihat lihat coklatnya
" haha,..iya " ucap Jesslyn sambil tertawa.
Tak lama datang guru sambil membawa setumpuk kertas dan membagikan ke semua murid yang ada di kelas,terlihat itu adalah surat untuk panggilan kepada semua wali murid karena akan adanya rapat orang tua murid yang akan di lakukan lusa.
Mimik wajah Jesslyn terlihat sedih setelah membaca isi surat itu,bagaimana tidak dia bingung karena kedua orang tuanya berada di luar kota karena perjalanan bisnisnya yang sangat sibuk dan pastinya tidak akan ada waktu untuk bisa datang ke sekolah karena undangan rapat ini.
Jenny sebenarnya tahu dan paham akan situasinya.meskipun begitu, itu tidak ada halangan untuk membuat Jenny berhenti berpikir bagaimana caranya agar orangtua Jesslyn atau salah satunya bisa hadir karena undangan rapat orangtua murid di sekolahnya..
Jenny memberi saran agar Jesslyn menghubungi ibunya atau ayahnya tentang rapat sekolah ini,antara mereka mau datang kalau belum di coba kan belum ada yang tahu.
Setelah pulang dari sekolah Jesslyn memberanikan dirinya untuk menghubungi ibunya lewat telpon, meskipun sudah lama juga jika Jesslyn tidak menghubungi orang tuanya karena berpikir jika itu hanya akan mengganggu pekerjaan mereka.Tak lama Jesslyn menghubungi ibunya dan mereka saling berbicara membahas bagaimana hari harinya apakah baik baik saja ?.
Setelah beberapa menit saling bertukar bincang dengan sang ibu, Jesslyn menerima jawaban tentang apakah ibunya bisa hadir atau tidak dan itu masih akan di usahakan oleh ibunya Jesslyn untuk bisa datang menghadiri rapat sekolah.
Tak terasa esok harinya dimana rapat sekolah di mulai.
Jenny dan Jesslyn hanya menunggu di depan sekolah menunggu kedatangan ibunya Jesslyn,entah apa yang terjadi sudah mau di mulai acaranya Ibunya Jesslyn tidak datang juga ke sekolah untuk menghadiri rapat orang tua.
" kayaknya,mamah gak bisa dateng. " ucap Jesslyn sambil berjalan masuk ke sekolah.
" tapi kan.." ujarnya sambil mengejar Jesslyn.
" perjalanannya cukup jauh,itu membuatnya kelelahan karena perjalanan bisnis sampai sini sekitaran 4 jam di perjalanan " sambil tersenyum kecil Jesslyn memasuki ruang rapat dan duduk tak jauh dari ibunya Jenny, untuk mendengar apa yang akan di katakan oleh para guru kepada orang tua muridnya.
Tak lama kemudian 5 menit acara di mulai seseorang datang memasuki ruangan dan ternyata itu adalah ibunya Jesslyn yang terlambat masuk ke dalam kelas untuk menghadiri rapat orang tuanya.
Beberapa saat kemudian rapat selesai, Jesslyn menghampiri ibunya dan memeluknya bersamaan dengan ibunya Jenny mereka berbincang bincang di kantin sekolah.
" aku udah bilang,ibu kamu pasti dateng " ucap Jenny tersenyum mengarahnya.
" iya,..aku kira mamah gak bakal dateng " ujarnya sambil berjalan ke arah pintu keluar.
Terlihat dari jauh Selly dan Tiara menghampiri mereka berdua dan berkata jika..
" kami berdua minta maaf " ucap mereka berdua sambil membungkukan kepalanya .
Jesslyn tampak bingung dengan sikap mereka yang tiba tiba seperti itu.
" apa kalian sedang bercanda ? " bingungnya sambil melihat ke arah mereka berdua.
Tampaknya Selly dan Tiara melihat ke arah Jenny dan merasa jika selama ini perbuatan yang mereka lakukan adalah salah,dan itu benar benar hanya akan merugikan mereka saja jika terus terusan berperilaku seperti itu.
Jesslyn melihat kearah Jenny.
" apa kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi ? " tanyanya sambil menatap Jenny.
" gak baik juga kan kalau mereka seperti ini terus,lagipula gak ada yang namanya perbedaan antara kita " sambil tersenyum mengarah Jesslyn.
" Jenny,...." sambil menghela nafasnya.
Sebenarnya Jenny sudah mengatakan sesuatu hal yang membuat Selly dan Tiara merubah sikapnya yang buruk terhadap Jesslyn,karena jika di biarkan itu tidak akan berakhir sampai keduanya ada yang jatuh dan itu akan sangat merugikan jika mereka seperti itu.Hal yang selalu Jenny lakukan adalah membuat dirinya berpikir jika apapun yang terjadi atau bagaimana tentang orang orang menilai kita itu tidak ada hubungannya dengan fakta atau yang sebenarnya terjadi,jadi Jenny hanya meluruskan kesalah pahaman antara mereka.
Dengan begitu semuanya akan baik baik saja jika di pikirkan dengan kepala dingin.
ibaratkan api di lawan api yang ada malah membesar.
maka salah satunya harus jadi air untuk bisa memadamkannya.
cerita yang di ambil dari kisah di atas adalah..
" Jangan dengarkan orang orang berkomentar buruk tentangmu,atau hidup mengikuti apa yang mereka katakan itu adalah baik tanpa tahu fakta yang sebenarnya.Jadi, jalani saja hidupmu karena ini adalah hidupmu dan kamu yang memilih hidupmu dengan melakukan apa yang kamu mau,bukan dari mereka yang hanya melontarkan kata kata yang membuat kamu jadi tidak menghargai hidupmu sendiri "
Persahabatan Antara Jesslyn dan Jenny meskipun berbeda nasib mereka tetap memberikan kesan,sahabat itu akan selalu menunjukan jalan yang benar bukan jalan yang salah.
Sekian ~~ TERIMA KASIH