"mau kemana alisya?"
"main ke taman bunda"
"pulang sebelum magrib ya?"
"iya, dadah bunda..."
pagi ini aku terbangun oleh suasana kamar yg bising, Tante yg kemarin ku temui di taman tba² saja datang menemui ku di kamar dan mengajakku bermain ke tempatnya lagi.
Karena ini hari Minggu dan akupun tidak ada kegiatan lain akupun menyetujuinya, aku mengiyakan ajakannya dan bergegas merapihkan diriku.
Setelah perpamitan kepada bunda, aku pun di sepanjang jalan bercerita banyak kepada Tante cantik yg sekarang sedang metapku dari samping.
"kenapa melihatku seperti itu Tante?"
"Cantik"
"trimakasih, Tante juga cantik. ngomong² namanya Tante itu siapa?"
"cahaya"
"Tante sendirian di taman? kalau Tante bosan sendirian datang ke rmh Lisa saja biar nanti tidur sama Lisa"
"trimakasih"
Aku banyak menceritakan banyak hal kepada Tante cahaya, sampai² aku lupa waktu. terdengar azan berkumandang dan aku masi saja setia duduk di taman tersebut sembari berceloteh ria kepada Tante cahaya.
sampai sebuah tepukan keras menyadarkan ku dan membuatku menoleh ke belakang.
"bunda bilang apa alisya?, pulanglah sebelum magrib. ini sampai azan magrib kamu blm pulang juga?"
"memangnya sudah azan? Lisa gak dengar bunda"
"jangan bohong, jelas² suara azan terdengar di mana². ayok pulang ngapain sendirian di sini?"
"aku gak sendirian bunda, aku sama Tante cahaya"
"Siapa?"
"itu" tunjuku kepada bunda, aku menunjuk tepat ke arah di mana Tante cahaya berdiri menatap aku dan bunda dari jarak yg tdk terlalu jauh.
"jangan aneh² alisya, ayok pulang ini sudah mulai gelap"
"aneh gimana?, itu beneran ada Tante cahaya bunda"
"astagfirullah, pulang lis ayok pulang"
aku tdk tau kenapa bunda begitu terburu-buru bahkan ia menarik paksa tanganku agar mengikuti langkahnya. aku mengekor di belakang bunda dan Tante cahaya pun sama ia mengikuti kami di belakang ia berjalan seolah olah mengejar aku dan bunda.
Aku melihat suatu perubahan aneh di wajah Tante cahaya, wajahnya terlihat menyeramkan ketika berjalan mengejar kami, hampir berbeda dgn yg tadi di taman. wajahnya seperti sedang marah dan ia trus saja mengikuti kami sampai rumah.
"Lisa kamu mandi sekarang, bersih bersih badanmu dan jangan lupa berdoa"
"memangnya kenapa bunda?"
"jangan banyak bertanya cepat masuk kamar mandi Lisa"
aku menuruti semua perintah bunda, tapi samar samar saat aku di kamar mandi aku mendengar bunda menelpon seseorang tapi aku tdk tau ia berbicara dgn siapa?
setelah aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Tante cahaya berdiri tepat di belakang bundaku sembari tangannya memegang pundak bunda. aku yg bingung dgn apa yg di lakukan Tante cahaya sontak menanyakannya.
"Tante kenapa berdiri di belakang bundaku?"
"hah?, Lisa kamu ngomong apa?"
"itu bunda, Tante cahaya ikut ke rmh. dia di belakang bunda sekarang"
"astagfirullahhalzimm yallah"
bunda segera mengambil handphonenya dan segera menghubungi seseorang lagi, bunda terlihat ketakutan sekarang. dan aku melihat Tante cahaya semakin menempel ketubuh bundaku dan itu membuatku takut dan aku segera memarahinya.
"Tante jangan coba-coba sakiti bunda Lisa!!"
"keluar dari rumahku Tante!!! keluar!!!, jauhi bundaku"
panik, tentu saja itu yg di rasakan Adela ia berusaha tdk terpancing oleh setan yg berada di belakangnya. ia tau sangat tau bahwa anaknya itu bisa melihat hal ghaib.
dari kemarin ia sudah memergoki anaknya berbicara sendiri, mungkin ini insting seorang ibu. tdk tau kenapa Adela merasa khawatir kepada anaknya dan ia segera menghubungi ustadz kenalannya dan bertanya kepadanya apakah hantu yg sedang dekat pada anaknnya hantu yg baik atau jahat.
Saat itu ustadz tdk bisa berbicara apa² dan ia meminta Adela untuk memotret alisya yg sedang tertidur. betapa terkejutnya sang ustadz saat di kirimkan gambar alisya yg tertidur.
di sana terlihat sesosok wanita bergaun Hitam tidur di samping alisnya sembari menatap Adela dgn tajam, dari situ ia memperingatkan Adela supaya hati² agar alisya tdk masuk perangkap setan itu.
"pak ustadz, cepatlah Dela tdk bisa menahannya sampai besok. energi setan ini begitu kuat, tolong kami pak ustadz"
"tapi keberadaan saya sangat jauh dari rumah kamua Adela, bagaimana mungkin saya bisa ke situ tepat waktu?, bagaimana kalau kamu berdoa kepada Allah dan minta perlindungannya. usahakan kamu jangan takut"
"tdk bisa pak ustadz, saya sangat takut. saya takut ia akan mencelakakan saya dan anak saya, saya mohon pak ustadz"
"tenang Adela, tenang kamu gak boleh takut. semakin kamu takut semakin mudah ia merasukimu, serahkan dirimu kepada Allah Adela dan minta lah pertolongannya"
"Tapi-"
"Bunda jangan takut, Lisa bisa buat Tante itu pergi dari sini"
"hah?"
"TANTE JELEK!!, PERGI DARI TUBUH BUNDAKU!!"
Adela tdk bergeming, ia sontak mematikan tlpn secara sepihak. ia menatap mata anaknya di sana ia melihat kilatan cahaya yg menenangkan yg mana membuatnya melupakan rasa takutnya.
Setelah merasa bundanya tenang, alisnya berpinda posisi dan menarik paksa tubuh Tante cahaya agar terpisah dgn tubuh ibunya.
"Aku gamau punya temen jahat kaya Tante!!"
"Lepas!!! arghh sakit!!!..."
"pergi Tante pergi, tubuhnya bunda bukan tempat tinggal buat Tante!!"
"arghhhh sakitttt....."
"Lisa izinin Tante tinggal di rmh Lisa bukan di tubuh bunda Lisa, Tante jahat Lisa gamau temenan sama Tante!!!"
"Sakittttt.... lepasss... aku tidak tahannn....."
"PERGI..."
Setelah penarikan paksa yg di lakukan alisya, tba² sosok hantu cahaya menghilang begitu saja. Adela mengedipkan matanya berulang ulang kali, ia tdk sadar apa yg baru saja terjadi.
"bunda......are you okey"
"Alisya..."
Adela memeluk erat putri semata wayangnya itu, tdk tau harus berkata kata apa. ia merasa aman sekarang perasaan takutnya seketika hilang, alisya adalah putri penyelamatnya setelah suaminya.
Alisya bisa melihat seperti itu adalah turunan dari ayahnya, ayahnya meninggal karena kejadian yg sama di mana dulu ayahnya berhadapan dgn sosok hantu yg energinya sangat kuat. sosok hantu itu mengganggu keluarganya dan saat pengusiran tdk sengaja ayahnya alisnya terbunuh oleh sosok itu.
itu yg membuat Adela takut, dan memanggil ustadz. sebenarnya ia bisa saja menyuruh alisya mengusir hantu itu tapi ia takut kejadian di masa lalu terulang lagi, ia takut anaknya terbunuh oleh iblis lagi.
tapi nyatanya alisya sanggup mengusir hantu itu, ia bahkan lebih hebat dari mendiang ayahnya. ini bukan kekurangan alisya melainkan kelebihan alisya. Adela bangga kpd putrinya ia berharap putrinya tumbuh menjadi pribadi yg kuat dan selalu taat pada agamanya.
"syukurlah kamu tdk apa²"
"bunda tau gak, tadi ayah Dateng bantu Lisa narik Tante jahat"
"ayah?"
"iya, ayah Dimas. suaminya bunda"
Terharu tentu saja, tenyata suaminya selalu menjaganya walaupun sudah beda dunia. suaminya selalu menepati janjinya untuk selalu menjaganya beserta anaknya...