terbangun saat tengah malam di dalam hutan yang asing membuat perasaan ku merasa aneh, rasa bingung dan rasa takut terus bermunculan hingga membuatku menjadi sangat waspada pada sekitar ku.
saat itu aku membangunkan satu teman ku, karena aku merasa lapar jadi aku menbangunkannya untuk menemani ku mencari makanan untuk sedikitnya membuat perut ku menjadi lebih baik.
saat itu dia terbangun dan membantu menemani ku untuk mencari sebuah makanan agar aku bisa memakannya.
sudah berapa lama kami berdua berjalan, akhirnya kami menemukan sebuah pohon besar yang tidak terlalu tinggi, buah pohon itu sangat besar dan indah. buah itu sangat menggoda ku, aku mencoba meraihnya tapi sangat sulit, hingga akhirnya teman ku dia mencoba membantuku dengan mengangkat ku ke pundaknya, dengan bantuannya aku berhasil mengambil beberapa buah berwarna ungu itu, awalnya aku ragu untuk memakannya, tapi itu terlihat enak dan benar saja itu enak, akhirnya aku menyuruh teman ku mencobanya dan membawa buah itu ke pada teman teman yang lainnya.
.
.
.
.
.
sampai di mana tempat kami berkumpul, dua dari mereka terbangun dan duduk di dekat pohon rindang itu, aku mendekati mereka dan menyuruh mereka untuk memakannya.
"hey hey, aku mendapatkan buah, apa kalian lapar?, jika iyah makanlah ini, ini sangat manis dan enak" ucap ku pada mereka berdua.
mereka hanya menatap ku dengan tatapan bingung, tapi aku meyakini mereka dengan memakannya satu buah lagi dan di waktu itu juga mereka mengambil buah yang tadi aku makan.
saat itu satu dari mereka ikut terbangun karena berisik. "yak Beni makanlah ini, ini sangat enak kau pasti akan menyukainya" ucap ku pada Beni yang baru saja terbangun dari tidurnya. tapi dia hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian duduk di dekat Erik yang tepat berada di sampingnya dan bersandar di bahunya kemudian sedikit memejamkan matanya.
tapi saat itu hal yang tak di duga membuat Beni terkejut, dia melihat sosok pasang mata yang menatap mereka berlima dari kejauhan, awalnya Beni hanya menatapnya dengan biasa, tapi lama kelamaan perasaan takut muncul pada dirinya dan hal itu langsung ia katakan pada Boy yang berhadapan dengan Erik.
"yak liat itu!" Beni menunjuk sepasang mata yang sedang mengawasi mereka, hal itu membuat ke empat temannya menatap mata itu dan mereka menjadi waspada.
saat mata itu bergerak mendekati mereka terlihat seekor kucing hitam muncul dari kegelapan itu, dan mata yang mereka lihat adalah milik kucing tersebut. kucing itu mengeong "Maeouw" dua kali kemudian pergi dari sana.
merasa sudah lega dan biasa saja saat setelah kucing itu pergi, mereka menatap satu sama lain, kemudian memakan buah itu kembali. hanya satu di antara mereka yang merasa aneh, dan bingung, yah dia Beni.
.
.
.
.
.
saat itu terjadi guncangan terjadi di sekitar mereka, pohon pohon bergetar dan sebagian dari mereka tumbang, mereka berlima berlarian entah kemana, tapi hal itu membuat mereka pergi ketempat dimana mereka tidak mengetahuinya.
saat itu terjadi pantulan cahaya besar yang membuat mata mereka sulit melihat sekitarnya, hal itu membuat mereka menjadi sulit melihat dan perlahan tertidur. cahaya tersebut membawa mereka ke alam bawah sadar, hal yang di rasakan Boy adalah melihat kucing hitam yang tadi dengan menatap mata kucing itu yang sedikit demi sedikit berubah menjadi warna merah, rasa sakit saat melihat mata itu membuatnya kehilangan kendali dalam mengontrol diri, darah dari kepalanya berucucuran dan berakhir dengan tubuh Boy yang terjatuh.
.
.
.
.
hal itu juga terjadi pada Steven, dimana dia hanya melihat sesosok wanita berpakaian cerah membelakanginya dan dia langsung mengetahui siapa wanita itu, dia mencoba menggapainya tapi ternyata sulit, saat itu sekitarnya berubah menjadi gelap dan muncullah sepasang mata yang sebelumnya ia lihat tadi. sama halnya dengan Boy rasa sakit dalam dirinya membuatnya sulit untuk bernafas dan terjatuh.
.
.
.
.
tidak hanya pada mereka berdua, itu juga terjadi pada Beni dimana yang ia lihat hanya kekosongan dan ruang hampa disekitarnya, mencari cari sesuatu dan yah dia melihat mata itu lagi, dia mencoba mendekatinya dan mata itu malah semakin jauh dan "cling" dia tiba di sebuah rumah dimana dia kenal dengan rumah itu, yah itu adalah rumah tempat tinggalnya yang tiba-tiba api membakar keseluruhan rumah itu dan "trang" semua kembali menjadi gelap gulita, Beni hanya bisa diam disana dan tidak melakukan apapun.
.
.
.
.
.
selain itu hal lainnya juga terjadi pada Erik, dimana dia melihat masa lalunya dan itu membuatnya merasa benci dan kesal, saat itu kucing hitam itu muncul dan berada di dekat Erik dengan mengeong "Maeouw" beberapa kali dan mencakar mata kiri Erik yang membuatnya kesakitan dan darah terus keluar.
.
.
.
.
sedang, Kaze dimana dia sama halnya dengan yang lainnya, dia merasakan kehangatan dan juga dingin di sekitarnya yang membuatnya merasa takut dan juga was was, berdiri di ruang gelap menatap ke arah depan dimana terdapat sebuah cahaya yang menyorot kearahnya, merasa ragu dengan langkahnya, sosok peri yang belum ini ia lihat bersama yang lainnya datang dan membawanya melangkah dari sana menuju cahaya itu dan.... "Trang".
Mereka berlima kembali ke tempat dimana mereka berada sebelumnya, di sebuah tenda dan keadaan hutan yang sudah terang dan itu adalah hutan tempat berkemah yang mereka kenal. mereka mengelilingi kayu bekas api unggun itu dan saling menatap satu sama lain, kemudian mereka tertawa bersamaan.
.
.
.
.
.
saat akan kembali mengemasi barang barang mereka, sosok mata itu masih berada di sekitar mereka dan terus menatap mereka dengan tatapan mengawasi tanpa mereka sadari, kemudian perlahan mata itu menghilang tanpa jejak, hanya Kaze yang bisa merasakan bahwa masih ada hal lain yang mengganjal. dan cerita berakhir saat mereka sudah siap untuk kembali pulang.
.
.
.
selesai
.
.
.