Hai, perkenalkan namaku Marsya. Hari ini adalah hari pertamaku pindah ke kostan baruku, karena tuntutan perkerjaanku yang mengharuskan aku untuk pindah-pindah kostan setiap saatnya.
Kali ini aku memilih kostan yang sangat dekat dengan tempat kubekerja jaraknya mungkin hanya sekitar 200m dari tempat kerjaku, aku sengaja memilih kostan yang deket dengan tempat kubekerja agar aku bisa cepat pulang dan beristirahat.
Bukan hanya dekat dengan tempatku bekerja saja, tetapi harganya juga sangat murah dan fasilitasnya pun cukup lengkap.
Waktu sudah menunjukkan Pukul 19.20 malam.
Karena hari ini adalah hari pertamaku pindah, jadi aku putuskan untuk berkeliling sebentar di sekitar kostan baruku, aku mulai menelusuri lorong-lorong kecil yang ada di samping kostanku suasanya pun mulai terasa sangat sunyi.
Aku terus berjalan sembari melihat ke sana kemari, tetapi tiba-tiba saja aku melihat pondok kecil yang tepat berada di belakang kostanku, dengan perlahan aku mulai melangkahkan kakiku ke sana, entah kenapa aku sangat ingin duduk di pondok kecil itu.
Akhirnya aku putuskan untuk duduk sebentar, sesaat setelah aku duduk tiba-tiba di sana terdengar menjadi sangat ramai seperti banyak orang yang sedang berbicara. Tetapi aku tidak memusingkan hal itu, karena aku pikir mungkin di sana memang sedang banyak orang, walaupun aku sendiri tidak melihat satu pun orang yang ada di sekita sana.
Dengan santainya aku duduk di sana sembari menikmati suasana malam hari dan angin yang bertiup, karena sudah cukup lama akhirnya aku pun pulang ke kostanku.
Aku mulai menaiki tangga kostanku satu persatu dan berjalan menuju ke kamarku, entah kenapa aku merasa kali ini seperti ada yang sedang mengawasiku dari ujung kamar kost yang tepat berada di dekat dapur.
Seperti biasanya aku pun tidak memusingkan hal itu, aku terus berjalan menuju ke kamarku.
Dan akhirnya aku pun berdiri tepat di depan pintu kamarku, tetapi tiba-tiba saja dengan tidak sengaja aku melihat ada seorang wanita yang sedang berdiri tegak di ujung kostan, orang itu terlihat sedang menghadap ke arah belakang kostan tempat di mana aku duduk tadi.
Karena malam ini juga adalah malam Halloween, jadi aku pikir wajar jika suasananya sedikit berbeda, apa lagi ini adalah kostan baruku.
Aku pun masuk ke dalam kamarku, tiba-tiba saja aku mulai mendengar suasana yang sangat ramai di sebelah kamarku seperti ada orang yang sedang berbicara.
Ya, aku tetap berfikir positif mungkin memang di sebelah kamarku penghuninya sangat banyak, mungkin lebih dari 2 atau 3 orang walaupun suara yang terdengar lebih dari itu.
Suasana mulai semakin larut waktu sudah menunjukan Pukul 21.02 malam.
Karena aku merasa sangat lapar akhirnya aku putuskan untuk keluar kamarku dan memasak mie, di saat aku sedang asik memasak mie tiba-tiba aku melihat ada sosok wanita yang berpakai putih di atas tangga lantai 3, ia terlihat sedang duduk mengarah ke belakang Kostan, aku pun tetap berfikir positif mungkin dia sedang merayakan malam Halloween dengan memakai kostun Halloweennya yang seperti itu.
Tanpa menghiraukannya aku terus memasak mieku dan menyiapkan bumbu mienya, tetapi di saat aku menghadap kebelang kembali wanita itu sudah menghilang entah ke mana, aku pun berpikir mungkin dia sudah pergi ke kamarnya.
Karena aku sudah selesai dengan masakanku akhirnya aku masuk ke dalam kamarku, entah kenapa suasannya sangat berbeda bulu kuduk ku mulai berdiri, suasana yang awalnya sangat ramai menjadi sangat sepi dan sunyi aku pun mulai merasa takut.
Dengan cepat aku mulai memakan mie yang sudah kumasak tadi, tetapi bulu kudukku semakin berdiri dan aku merasa sangat takut, lalu aku langsung pergi meninggalkan mieku yang masih tersisa sedikit.
Aku langsung berbaring di kasurku dengan menutupi seluru tubuhku mengunakan selimut, jantungku mulai berdetak kencang suasana semakin terasa aneh.
Aku mulai meraih handphoneku lalu menelpon sahabatku agar segera datang ke kostanku.
Tidak berselang lama akhirnya sahabatku datang ke kostanku.
Tok.. Tok.. Tok..
"Siapa?" tanyaku yang sedang merasa sangat ketakutan.
"Aku Berlin" jawabnya.
Lalu, aku langsung bangun dari tempat tidurku untuk membuka pintu kamar kostku.
"Ada apa, kenapa kamu terlihat sangat ketakutan" tanya Berlin.
"Iya, aku merasa sangat takut saat ini" ujarku.
"Boleh aku menginap di kostanmu malam ini" tanyaku kepada Berlin.
"Iya tentu" lanjut jawab Berlin.
Aku pun langsung bergegas pergi meninggalkan kostanku tanpa menghiraukan koperku.
Di sepanjang jalan aku pun bertambah menjadi sangat takut, saat melihat orang-orang yang sedang merayakan malam Halloween, mereka semua berdiri di pinggir jalan dengan kostum-kostum mereka yang terlihat sangat menyeramkan.
"Tidak apa-apa mereka hanya memakai kostum" ujar sahabatku Berlin.
Tapi entah kenapa rasa takutku belum juga menghilang padahal aku sudah jauh dari kostanku.
Akhirnya pagi hari pun tiba dan aku memutuskan untuk kembali ke kostanku dengan di temani oleh sahabatku, aku yang masih merasa penasaran akhirnya melihat ke arah belakang kostan, sotak seketika aku merasa sangat kaget ternyata kostanku tepat berada di belakang kuburan.
Aku langsung bergemetar mengetahui bawah di sana terdapat banyak kuburan, bahkan aku pun semalam sempat duduk di sana sendirian.
Jantungku semakin berdetak kencang, rasa takut semakin menyelimutiku. Tiba-tiba saja teman satu kostanku keluar dari kamarnya lalu mulai menghampiriku.
"Apa kau penghuni baru di kamar itu" tanyannya kepadaku.
"Iya" jawabku.
"Apa kau tinggal berdua dengan temanmu ini" lanjut tanyanya.
"Ah, tidak aku hanya menemaninya saja" jawab Berlin.
"Jadi kau sendirian saja menepati kamar itu" tanyanya kepadaku.
"Iya" jawabku.
"Waa, apa kau tidak tahu jika di kamar itu ada penghuni yang tidak terlihat" ucapnya sembari melihatku.
Sontak aku pun merasa takut mendengar ucapannya, wajahku menjadi pucat jantungku semakin berdetak kencang, tubuhku merasa bergemetar.
"Apa maksudmu" tanya Berlin.
"Di kamar sana pernah ada seorang gadis yang bunuh diri, lalu ia di kuburkan di belakang kostan ini" ujarnya.
Aku yang mengetahui itu sontak langsung berlarian mengambil koperku, lalu pergi begitu saja tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.
Dan aku pun langsung pindah dari kostan itu.
End.