Nama Penulis: Aulia Ramadhani
Terbit: Hari Sabtu
Tokoh protagonis:
1. Claudya Sese
berambut coklat panjang, mata oranye kecoklatan, berkulit putih. Dia adalah anak desa yang tersesat di hutan.
2. Venus Lixie
berambut putih, mata abu, berkulit agak kecoklatan. Dia adalah Pangeran yang dikutuk menjadi rubah.
Tokoh Antagonis:
1. Luoyi Chyntia
berambut ungu panjang, mata biru muda, berkulit putih. Dia adalah ibu tiri Sese.
2. Ayah kandung Sese
berambut hitam, mata hitam, kulit coklat.
3. RaoRao
berambut pink panjang, mata kuning kecoklatan, berkulit putih. Dia adalah adik tiri Sese.
Tokoh tritagonis:
1. Elang
berbulu hitam, berbadan besar. Dia adalah pengikut Lixie bertugas menyampaikan obat menyembuhkan kutukan.
Di suatu desa yang bernama desa Pare-Pare, yang berada di Kota Isekai hiduplah sebuah keluarga. Keluarga ini selalu tidak harmonis. Di keluarga itu ada seorang putri yang kulitnya seperti salju, ia bernama Claudya Sese. Dia dibesarkan tanpa peran seorang Ibu, karena Ibu Sese meninggal saat sedang melahirkannya. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menikah dengan wanita lain. Wanita itu bernama Luoyi Chyntia.
Tahun ini, Sese beranjak dewasa. Umurnya tepat 17 tahun. Sejak kecil ia terus dipukul oleh ayah kandungnya dan ibu tirinya, tetapi dia tetap menerimanya dengan lapang dada.
Jam 6 subuh dirumah Sese, terdengar suara langkah kaki keras, DUG DUG DUGG! "Siapa itu?" ujar Sese sambil mengusap mata. "KAKAK!! BELIKAN AKU ES KRIM!!, kan hari ini kamu ulang tahun" ujar adik tiri Sese berumur 9 tahun yang bernama RaoRao. "Eh RaoRao, yah baiklah kakak akan belikan kamu es krim" ujar Sese dengan sabar. "CEPETAN YA KAK!" ujar RaoRao memaksa. Sese pun langsung bergegas keluar rumah. "Hehehe, selamat tinggal kakak" *dalam hati RaoRao.
Sementara di hari sebelumnya, "Sayang, besok kita buat anak itu hilang selamanya dari keluarga kita ya" ujar Luoyi kepada ayah Sese. "Baiklah, aku juga sudah muak dengan dia.. dia tidak berguna, dia dilahirkan oleh wanita jelek hanya akan menjadi beban kita!" ujar ayah Sese dengan wajah benci. "RaoRao, besok kamu merengek meminta es krim kepada Sese ya, agar dia keluar membeli es krim.. kan tempat es krimnya ada di kampung sebelah" ujar Luoyi. "Baik Ibu!" ujar RaoRao dengan semangat.
Sese pun tiba di kampung sebelah. "Akhirnya, sebentar lagi aku sampai di toko es krimnya" ujar Sese. Tiba-tiba.. GUK GUK GUK!!
"ASTAGA KOK ADA ANJING, aku takut anjing.." ujar Sese dengan wajah cemas. Sese pun lari sekencang-kencangnya, tanpa sadar dia malah berada di hutan?! "WAA!! Bagaimana ini??!!, aku dimana.." badan Sese gemetar. "Wah wah wah, ada orang asing disini" sosok yang misterius datang. "HAH?!, SIAPA?!" ujar Sese kaget. "Tenang, aku tidak akan memakanmu. Perkenalkan aku Venus Lixie, bisa dipanggil Lixie". Sese kaget setengah mati, KOK??! ada seekor rubah dapat berbicara?! Rubah itu berbulu emas, ternyata rubah itu termasuk hewan yang langka! "Aku tidak percaya, kamu seekor rubah.. kenapa bisa bicara?" ujar Sese. "Huft.. ceritanya sangat panjang, aku dikutuk". ujar Lixie murung.
"Kenapa?" Sese penasaran. "Dulu aku seorang pangeran, aku telah berbohong.. aku mengambil barang keramat milik ayahku, karena aku ingin mempelajarinya". Lixie menjelaskan. "Terus?" Sese semakin penasaran. "Alhasil, aku malah merusaknya. Lalu ayahku marah besar dan aku dikutuk menjadi rubah serta dibuang ke hutan ini. Hmm, mungkin sekarang ayahku sudah meninggal. Sudah 5 tahun aku berada disini, sekarang aku berusia 20 tahun". ujar Lixie sedih. Sese merasa kasihan kepada rubah tersebut. "Hmm, karena aku tidak tahu jalan pulang, bagaimana kalau aku tinggal disini dan berpetualang denganmu? Aku bosan hidup di keluarga yang tidak harmonis.. Aku sangat rindu ibuku. Ibuku meninggal saat melahirkanku" Sese juga curhat. "Sepertinya kamu juga punya kisah yang memilukan ya" ujar Lixie sambil menghela napas.
Sese dan Lixie pun berpetualang, MENGELILINGI DUNIA! Sese sangat bahagia karena bertemu dengan Lixie adalah suatu keberuntungan yang ajaib! Dia dapat dengan bebas berkeliaran diluar dan tidak ada tekanan dari keluarganya. Hewan-hewan di hutan tersebut juga dapat berbicara dan baik. Ada landak, gajah, elang, jerapah, dan lainnya.
Di suatu hari, datang elang menghampiri ke rumah kayu Sese dan Lixie. "Tuan Venus dan Nona Sese, saya menemukan cara agar Tuan Venus dapat kembali ke wujud asli dan kembali ke kerajaan Mathilda" ujar Elang. "Benarkah?!" ujar Sese dan Lixie serentak. "Iya Tuan dan Nona.. mari ikut dengan saya ke Sungai Amazon. Dengan meminum air sungai Amazon Tuan Venus dapat kembali ke wujud asli. Dulu, saya pernah kedatangan sekelompok manusia. Lalu saya mengikuti mereka, mereka percaya bahwa air sungai Amazon dapat memutihkan kulit dan menghilangkan kutukan" Elang pun menjelaskan. Sese dan Lixie mengangguk setuju.
Kemudian, mereka bertiga akhirnya tiba di Sungai Amazon itu. Air sungai berkilau diterpa sinar matahari. Tanpa basa-basi, Lixie langsung meminum air sungai tersebut. JRENG! Dalam sekejap Lixie berubah menjadi pangeran yang sangat tampan! Sese tersepona, tidak percaya kalau itu adalah Lixie. "LI..LI..LIXIE! Kamu beneran Lixie?" suara haru Sese. "Tentu saja manis" Lixie menggoda Sese. "Terima kasih ya Elang, pengikut setiaku" ujar Lixie. "Bukan masalah besar Tuan, suatu kehormatan bisa bertemu denganmu. Sampai jumpa Tuan dan Nona, senang bertemu kalian" Elang pun langsung terbang menuju hutan tadi.
Di saat bersamaan, Sese dan Lixie jatuh cinta. "Aku akan menikahimu. Ayo! Ke Kerajaan Mathilda bersama. Sekarang kerajaan Mathilda sedang menanti seorang Raja baru dan seorang Ratu" ujar Lixie memohon. "Baiklah Lixie, aku akan menikah denganmu" ujar Sese malu-malu. Sese tersepona melihat ketampanan Lixie, sepanjang jalan ia terus mencuri pandang. Rakyat-rakyat kerajaan Mathilda bersorak bahagia atas kedatangan pangeran yang telah hilang selama 5 tahun. Lixie dan Sese pun menjadi seorang Raja dan seorang Ratu. Keluarga Sese yang menjadi rakyat kerajaan Mathilda, setelah mengetahui bahwa Sese menjadi ratu, mereka sangat menyesal karena membenci Sese. Akhirnya Lixie dan Sese hidup bahagia dan mempunyai seorang anak kembar laki-laki dan perempuan yang dinamai, Lise dan Xiese. Tamat.