Hari ini bertepatan dengan 'Malam Halloween', jam telah menunjukan pukul 23.59, dan sebentar lagi Viona dan teman temanya akan mencari permen menggunakan pakaian khas Halloween.
Setiap orang telah mendekorasi rumah mereka dengan berbagai macam atribut untuk meriahkan suasana Hallowen yang terjadi pada hari ini. Semua orang berlomba untuk membuat dekorasi rumah mereka menjadi lebih menyeramkan dan tidak sedikit dari mereka melakukannya dengan bersungguh sungguh.
Terlihat Viona sedang menyusuri setiap rumah untuk mendapatkan permen, namun kali ini hanya dirinya saja yang pergi dan itu membuat dirinya menjadi sedih. Pada awalnya, mereka telah berjanji untuk berkeliling komplek secara bersama sama, namun Viona tertidur pulas saat teman temanya datang.
Malam Halloween kali ini sangat berbeda dari biasanya, karena hari ini terlalu sepi dari pada tahun kemarin saat dirinya berkeliling bersama teman temanya.
Viona akhirnya bertemu dengan seseorang yang menggunakan baju Bangsawan Kuno dan dia berusaha bertanya kepada orang asing tersebut.
"Permisi, Tuan? Apakah Tuan melihat teman temanku?" Ucap Viona dengan mata yang mulai berkaca kaca
"Tidak, aku tidak bertemu dengan siapapun di sini sejak tadi. Pulanglah ke rumah, malam ini terlalu dingin untuk anak seusiamu."
Viona terdiam dan mengabaikan perkataan orang asing tersebut. Dirinya merasakan kesedihan yang teramat sangat, karena dia belum mendapatkan satupun permen dari rumah yang dirinya datangi dan terlebih lagi mereka tidak membukakan pintunya saat Viona mengetuknya dengan keras.
Setelah berjalan cukup lama, Viona akhirnya sampai di sebuah portal untuk keluar dari daerah perumahanya dan dirinya melihat banyak sekali anak anak seusianya sedang tertawa.
Viona menghampiri mereka dan mereka menerimanya begitu saja tanpa berkata lebih lanjut. Viona datang kepada setiap rumah dan mendapatkan banyak permen dari perburuan mereka malam ini, namun dia agak sedih, karena dirinya tidak melihat temanya sama sekali semenjak dia berkeliling.
"Apakah kamu sudah cukup puas dengan hasil sekarang?" Ucap seorang anak kecil yang menggunakan pakaian Vampir
"Tidak, aku belum puas hanya dengan sedikit permen saja. Mari kita pergi kedalam rumah paman Jack." Ucap seorang anak yang menggunakan pakaian bangsawan kuno.
Mereka semua pergi bersama sama untuk mendapatkan lebih banyak permen, namun Viona merasa jika dirinya sudah terlalu lelah untuk mencari permen ke rumah selanjutnya. Seorang anak berpakaian Bangsawan Kuno menghampirinya.
"Jika kamu lelah dan mengantuk, tidurlah. Aku akan menemanimu di sini."
"Benarkah?" Ucap Viona dengan polos
"Tentu saja, sebagai Bangsawan aku harus menepati perkataanku."
"Benar, Albert adalah anak yang jujur jadi dia tidak akan berbohong. Kamu tidurlah, nanti kami akan membagikan hasil yang aku dapatkan kepada kalian berdua."
Ucap anak yang mengenakan pakaian Vampir.
Viona tertidur disebuah bangku panjang dan anak bernama Albert menemaninya dengan berdiri di dekat sebuah lampion berbentuk Jack O'Lantern.
Viona terbangun dan melihat Albert sedang menghitung permen yang dirinya dapatkan, namun kali ini dia melihat beberapa temanya juga ikut bersama dirinya.
"Anna, Gabriel, Lucas? Kamu kesini juga?"
"Oh, kalian sudah saling mengenal? Baguslah, aku bertemu dengan mereka saat kamu tertidur, karena aku melihat mereka dengan wajah yang murung maka aku mengajaknya kesini."
"Hey, kenapa kalian diam saja? Apa kalian masih marah sama aku?"
"Tidak, mereka tidak bisa berbicara pada awalnya, jadi biarkan saja mereka." Ucap Albert
Beberapa menit kemudian teman teman Albert yang pergi berkeliling datang untuk membagikan beberapa permen untuk mereka semua. Viona sangat senang kali ini, karena dia menemukan banyak teman baru dan terlebih lagi temanya juga ada bersamanya kali ini, walau mereka tidak berbicara sama sekali, mungkin mereka merasa malu.
"Aku sudah mendapat banyak permen, aku ingin pulang dan ingin melihat kejutan yang ayah berikan kepadaku." Ucap Viona dengan bahagia
"Apa kamu ingin pulang? Bisakah kamu tunggu sebentar di sini?"
Viona mengerutkan keningnya dan mulai bertanya kenapa Albert ingin dirinya tetap berada di sini sebentar.
"Apa ada sesuatu? Kenapa kamu ingin aku tunggu sebentar? Apa kamu ingin memberiku hadiah?"
"Tidak, sebenarnya kami hanya ingin kamu berada di sini lebih lama lagi."
Mereka semua menganggukkan kepalanya dan membuat Viona menjadi bimbang, namun dirinya ingin segera pulang menemui orang tuanya. Setelah beberapa lama, akhirnya mereka mengantar Viona sampai ke portal tempat mereka bertemu tadi dan saling mengucapkan salam perpisahan.
Viona berlari dengan riang gembira dan kali ini dirinya melihat banyak sekali orang yang berada di kompleknya serta beberapa polisi dengan anjingnya yang sedang menyusuri beberapa tempat.
Viona sampai di rumahnya dan masuk ke dalam. Terlihat ayah ibunya sedang menangis dan ada beberapa polisi juga yang sedang bersama mereka.
"Ibu, Ayah? Kenapa kalian menangis? Apa Pak Polisi berbuat jahat kepada kalian?" Ucap Viona dengan polos.
Ibunya tetap menangis bersama ayahnya, namun Viona menghampiri mereka dan mulai ikut menangis, akan tetapi orang tuanya tidak mendengarkannya. Viona semakin menjadi sedih karena orang tuanya mengabaikannya setelah dirinya pergi keluar tanpa pamit terlebih dahulu.
Seorang pria muncul dan dia adalah pria yang dirinya temui saat pertama kali keluar dari rumahnya.
"Tenanglah, anakku memintaku untuk menemuimu. Aku sudah berkata kepadamu untuk segera pulang, namun kamu mengabaikan perkataanku dan akhirnya kamu harus berakhir seperti ini. Sekarang bangunlah dari mimpimu."
Viona terbangun dari tidurnya dan melihat orang tuanya sedang menangisi dirinya di sebuah rumah sakit. Setelah melihat Viona terbangun, mereka terlihat kaget dan segera membawa dokter untuk mengecek kondisi tubuhnya.
"Akhirnya ada keajaiban! Belum lama ini orang tuamu memutuskan untuk mencabut alat penopang hidupmu dan sekarang kamu telah tersadar dari koma selama 5 tahun lamanya."
Ucap sang dokter kepada Viona.
"Apa yang Bapak maksud? Bukankah aku baru saja pulang setelah mencari permen Halloween? Lalu, dimana orang asing tadi? Padahal aku ingin menitipkan salam untuk Albert, Gabriel, Anna, Lucas, dan lain lain."
Ayahnya datang dan memeluknya.
"Apa kamu bertemu mereka?"
"Iya, kami bermain bersama sama. Aku sangat senang sekali!"
"Sabarlah, Nak. Mereka sudah tenang di sana."
"Apa maksud Ayah?"
Tanya Viona dengan merasa heran.
"Ayah tidak mengenal siapa Albert dan orang asing yang kamu maksud, namun untuk Anna, Lucas, dan Gabriel, mereka sudah meninggal 5 tahun yang lalu saat kecelakaan mobil yang menimpa kalian semua dan hanya kamu saja korban selamat saat kecelakaan itu terjadi."