Rintik hujan membasahi tubuhnya, namun gadis itu tak kunjung juga pergi dari tempatnya. Gadis berkacamata dengan rambut basahnya yang tergerai itu tetap setia pada posisinya. Ia sedang menunggu kekasihnya yang tak juga datang sesuai janjinya. Malam kian larut entah apa yang ada dipikiran gadis itu hingga ia tak mau pergi meski tubuhnya telah basah terguyur hujan, namun kini ia menangis. Menangis bersama derasnya air hujan yang turun membasahi dirinya, ia kecewa namun entah ia harus kecewa kepada siapa. Kepada kekasihnya atau kepada dirinya sendiri?
Kenapa kekasihnya lagi dan lagi mengingkari janjinya, kenapa kekasihnya lebih memilih menemani kembarannya. Sebenarnya siapa yang menjadi kekasihnya dirinya atau kembarannya. Ia ingin berteriak namun tak bisa semua suaranya telah habis ditelan kekecewaan.
Hingga tanpa ia sadari hujan tak lagi menyentuh tubuhnya. ia pikir hujan telah berhenti, namun ia salah karena sebenarnya ada seseorang yang datang untuk membawakannya payung. Ia tersenyum karena ia mengira orang itu kekasihnya yang telah datang, namun sayang seribu sayang senyumnya harus luntur karena yang ia lihat bukanlah kekasihnya melainkan sahabat kekasihnya.
“Mau sampai kapan kau akan berdiri hujan-hujanan begini Leona, dia tidak akan datang kemari. Sudahlah ayo pulang bersamaku jika kau disini terus kau akan kedinginan dan sakit” ucap pria itu kepada Leona.
“Kenapa dia tak datang alex, kenapa ia mengingkari janjinya kembali. Apa aku tak sepenting itu untuknya? Atau aku harus lebih lama lagi menunggunya?” Leona tak menggubris ucapan pria yang bernama alex itu dan justru mengajukan sebuah pertanyaan untuk pria tersebut.
Alex hanya bisa menghela napasnya, ia tau sahabatnya salah tapi ia juga kasihan dengan gadis di depannya ini, alex hanya mempu menjawabnya dengan gelengan. Ia tak tahu harus bagaimana membuat gadis di depannya ini mengerti bahwa sahabatnya tidak akan datang menjemputnya.
Dengan terpaksa alex menarik lengan Leona dan menuntunnya menuju mobil. Selama diperjalanan tak ada satu pun yang membuka pembicaraan, alex yang sedang fokus menyetir dan Leona yang terdiam memandang luar mobil dengan berfikir kenapa kekasihnya mengingkari janjinya kembali dan lebih mementingkan kembarannya.
Sesampainya diapartemen Leona langsung menuju kekamarnya, ia ingin menangis sepuasnya ia kecewa dengan kekasihnya yang tidak satu dua kali berbohong dan ingkar janji kepada dirinya tapi sudah puluhan kali dan Leona hanya bisa mengangguk mencoba mempercayai kekasihnya hingga hari ini dia benar-benar begitu kecewa dengan kekasihnya yang lebih mementingkan orang lain ketimbang dirinya. Ia menangis tersedu-sedu hingga alam mimpi datang menghampirinya.
Dering telepon berbunyi, namun tak dihiraukan oleh gadis yang sedang tertidur pulas itu, hingga pada dering kedua ia merasa terusik dan mulai mengangkat teleponnya. “halo, leona” suara khas seorang pria terdengar di sebrang sana. Mendengar hal itu sontak Leona pun langsung bangkit dari tidurnya.
“iya arthan ada apa? Kenapa kau semalam tidak datang?” tanya Leona kepada orang disebrang sana, sebenarnya ia malas menanyakan hal itu karena ia tahu jawabanya hanya kata maaf, alasan, dan kebohongan.
“maaf Leona kemarin aku ada urusan mendadak dan tak sempat mengabarimu, bagaimana keadaanmu apa kau baik-baik saja aku mendengar dari alex kau menungguku hingga hujan-hujanan kemarin” tanya arthan yang tak lain kekasih Leona sendiri.
Sudah ku duga kau hanya akan berkata maaf dan beralasan arthan batin Leona. “hemm yah aku baik-baik saja kau tak perlu khawatir” jawab Leona
“bagaimana mungkin aku tidak khawatir disaat kekasihku sedang tidak baik-baik saja. Aku akan segera ke rumahmu dan membuatkanmu bubur kesukaanmu” sahut arthan di sebrang sana.
“oh tidak perlu arthan aku sudah lebih mendingan dan aku rasa lebih baik kau urus saja kembaranku itu” sahut leo dengan sarkas.
“apa maksudmu Leona, kau tidak boleh berbicara seperti itu dia itu kembaranmu sendiri kenapa kau tega berkata seperti itu kepadanya” mendengar hal tersebut Leona hanya bisa mengehala nafas dan berkata “sudahlah arthan kau tak perlu berbohong dan beralasan lagi aku sudah tahu semuanya, dia memang kembaranku tapi dia telah merebutmu dariku. Ku rasa sudah cukup kita berbicara” belum mendapat balasan Leona segera menutup ponselnya. Dan lagi-lagi ia hanya bisa menangis.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan tak ada kemajuan pada hubungan mereka. Justru Leona merasa arthan lebih peduli kepada saudari kembarnya dari pada dirinya. Ia sudah tak tahan dengan semua ini, ia ingin mengakhirinya namun ia tak tahu bagaimana caranya.
Hingga pada suatu hari arthan berjanji ingin bertemu dengannya,arthan berjanji untuk tidak mempedulikan liora kembaranya dan janji bahwa ia akan memulai semuanya dari awal. Namun kepercayaan Leona kepada arthan sudah sangat menipis. Ia ingin percaya kepada arthan, ia juga ingin memperbaiki semuanya namun ia takut kecewa untuk kedua kalinya, ia takut kekasihnya akan mengingkari janjinya kembali.
Dengan penuh pertimbangan akhirnya leo menekan egonya ia memutuskan untuk memberi kesempatan kedua untuk arthan dan berharap bahwa ia tidak akan menemui kekecewaan kembali. Kini semuanya berjalan dengan baik arthan sudah mulai melupakan liora ia sudah mulai tidak mempedulikan liora lagi dan ia kini benar benar menepati janjinya bersama Leona.
Leona yang melihat perubahan arthan pun menjadi senang ia pikir arthan benar-benar melakukan sesuai ucapannya. Namun suatu hari kekecewaan yang ada pada Leona pun muncul kembali saat ia menetahui bahwa arthan memiliki hubungan lain dengan saudari kembarnya.
Ia ingin melabrak mereka namun ia sadar jika ia mendatangi mereka sekarang maka mereka hanya akan mengelak dan ternyata selama ini mereka hanya berpura-pura menjauh jika ada dirinya. Dengan meminta bantuan alex Leona selalu membuntuti mereka dan memotret aktivitas yang mereka lakukan secara diam-diam untuk menjadikanya bukti agar mereka tak dapat mengelak meski dengan hati yang begitu sakit. Namun disaat ia Bersama dengan arthan ia akan berpura-pura untuk tidak mengetahui semuanya.
Bukti-bukti perselingkuhan arthan dengan saudari kembarnya telah banyak. Kini Leona hanya menunggu waktu yang tepat untuk membongkar dan mengakhiri semuanya. Hingga hari itu pun tiba Leona yang tak dapat memendam kekecewaannya lebih lama lagi datang menghampiri mereka dengansemua bukti yang terkumpul di tangannya.
“arthan, liora kalian sedang apa disini? Dan arthan bukankah tadi kau bilang bahwa kau sedang pergi bersama teman-temanmu? tapi kenapa kau justru ada disini bersama liora?" tanya leona tiba-tiba dihadapan mereka hingga membuat mereka terkejut dan melepaskan genggaman tangan mereka. Sedangkan Leona yang melihatnya pun hanya tersenyum.
“Leona i ini tidak seperti yang kau pikirkan, tadi aku memang sedang bersama dengan teman-temanku lalu aku melihat liora sedang duduk sendirian jadi aku menghampirinya dan berbicara kepadanya untuk tidak menggangguku lagi” sahut arthan dengan nada gugupnya, namun hal itu justru membuat Leona semakin jengah dengan tingkah mereka.
“ohhh benar kah begitu, karena yang ku lihat sangat jauh berbeda dari pernyataanmu arthan” Leona tersenyum smirk melihat kekasihnya yang bingung ingin menjawab apa. Dan tiba-tiba saya liora angkat bicara.
“kenapa kau tak bisa mempercayai ucapan kekasihmu Leona, apa yang dikatakan kekasihmu itu benar adanya” Leona yang mendengar pembelaan dari liora pun hanya dapat tertawa sinis. Ia mulai mengeluarkan semua bukti perselingkuhan yang telah ia kumpulkan. Sedangkan liora dan arthan yang melihat itu pun terkejut dan saling memandang satu sama lain.
"Lalu bagaimana dengan bukti perselingkuhan yang kalian lalukan di belakangku selama ini? Apa ada yang ingin menjelaskannya atau ada yang ingin mengelaknya kembali hemm" tanya leoda dengan menatap wajah mereka satu persatu.
"Bukti itu salah sayang, itu hanya kebetulan saja aku dan liora bertemu. Kami benar-benar tidak ada hubungan apa pun, percayalab kepadaku" alex mencoba mengelak semua bukti yang ada ditangan liona. Sedangkan liona yang muakendengar elakan mereka ditambah dengan kata sayamg yang terucap dari mulut arthan sungguh leona merasa jijik mendengarnya.
"Cukup arthan jangan pernah mengelak lagi dan jangan pernah kau memanggilku dengan sebutan sayang, aku muak mendengarnya kau mengerti dan sekali lagi aku bertanya kepada kalian apa kalian selingkuh dibelakangku" terbongkar sudah perselingkuhan mereka dan pada akhirnya liora pun mengiyakan bahwa mereka memang telah selingkuh.
"Kalau iya kenapa leona, apa kau akan marah-marah tak jelas di depan umum hemm dan yaa kami memang telah berpacaran bahkan apa kau tau leona kami sudah menjalin hubungan jauh lebih lama dari yang kau kira, benar kan sayang?" alex yang mendapat pertanyaan liora pun hanya bisa mengangguk tanpa bisa menatap wajah leona yang terlihat menahan tangisnya.
"Kenapa, kenapa kau lakukan ini liora kau kembaranku kenapa kau tega merebut orang yang aku sayang liora KENAPA" bentak liona, sedangkan liora yang dibentak pun menjadi marah.
"Karena kau selalu mendapat apa yang aku mau leona, kau yang selalu jadi pemenangnya, semua yang aku mau selalu ada padamu. Aku iri denganmu karena kau telah berhasil mendapatkan arthan orang yang selama ini aku suka, kau perebut leona KAU PEREBUT " liora berteriak di depan Leona hingga semua orang menoleh ke arah mereka. Leona yang mendengar jawaban kembarannya pun hanya dapat mengeluarkan air mata dan menggelengkan kepalanya.
"Aku bahkan tidak pernah merebut apapun darimu liora arthan sendiri yang datang kepadaku dan menjalin asmara denganku, jika kau bilang sedari awal bahwa kau menyukai arthan aku tak akan menjalin hubungan dengannya, tapi saat aku bilang apa kau suka dengan arthan kau selalu mengelak dan berkata tidak, lalu dimana letak salahku dimana liora aku sudah menanyakannya padamu bukan" Leona hanya dapat berkata lirih ia tak menyangka bahwa saudari kembarnya yang ia sayangi iri kepadanya hanya karena seseorang yang telah mengecewakannya.
"Ya kau benar leona, aku memang berkata tidak tapi apakah kau tidak bisa melihat bahwa aku sangat-sangat kecewa ketika kau pergi bersama arthan sedangkan aku hanya bisa melihat kalian yang tertawa bahagia dari kejauhan, dan kau dengan semangat menceritakan hubungan kalian didepanku, aku muak leona aku muak mendengarnya" mendengar jawaban itu leona hanya tersenyum kemudian ia melihat kearah arthan yang sedari tadi hanya diam mematung menyaksikan perdebatannya dengan liora dan berkata.
"Baiklah kalau begitu, jika kau memang mencintai arthan ambil saja dia dariku, karena aku pun sudah muak dengannya dan kau arthan mungkin kau bisa melukai hatiku tapi aku harap kau tidak akan melukai hati saudariku. Aku rasa cukup sampai disini aja hubungan kita semoga kalian bahagia" tak kuasa menahan air mata yang sedari tadi ingin turun leona segera pergi dari hadapan mereka dengan hati yang begitu terluka.
Sedangkan disisi lain terlihat alex yang sedari tadi memantau pertikaian mereka pun segera menyusul leona ketika ia melihatnya pergi.
"Leona are you okey, aku tau ini berat untukmu tapi aku yakin kau bisa melewati semuanya" kata alex menenangkan leona.
"Yes, im okey sekarang aku sudah lega hatiku sudah merasa lebih mendingan. Yah walaupun aku tidak menyangka bahwa bisa-bisanya kembaranku iri denganku. Alex apakah kau bisa membantuku lagi ku mohon" ucap leona lirih dengan tangannya yang mengusap air matanya.
"Kau ingin aku membantumu apa leona?aku akan membantumu jika aku bisa" Tanya alex, leona yang mendengar jawaban alex pun menjadi tersenyum.
"Aku ingin pergi alex, aku tidak bisa disini terus atau hatiku akan sakit mengingat perbuatan mereka." Sebelum leona menyelesaikan perkataannya alex pun memotongnya.
"Pergi? Kau akan pergi kemana leo?" Leo hanya tersenyum menanggapinya.
"Aku ingin ke australia alex, aku ingin melanjutkan pendidikanku disana dan bisakah kau menyembunyikan keberadaanku alex ku mohon hanya kau yang dapat membantuku" leona memohon kepada alex dengan puppy eyesnya yang membuat alex tak bisa menolak permintaan leona karena ia pun tak ingin leona tersakiti. Ia telah menganggap leona seperti adik kandungnya sendiri.
"Huftt baiklah jika itu yang kau minta aku akan menyembunyikan keberadaanmu dari mereka " kata alex yang langsung diterjang pelukan oleh leona.
"Aa alexx baikk deh maacihh alex" alex yang melihat senyuman palsu Leona pun hanya dapat tersenyum. Kau pantas untuk bahagia Leona, kau sudah terlalu banyak luka. – batin alex.
Hingga hari dimana keberangkatan leona pun tiba, leona dan alex sudah berada dibandara tak lupa leona mengucapkan salam perpisahan dengan alex dan mengucapkan kata terima kasih sekali lagi.
"Terima kasih alex kau sudah mau membantuku menyelesaikan semuanya, dan aku harap arthan tidak akan melukai liora sama seperti dia melukaiku, selamat tinggal alex" leona tersenyum kearah alex.
"Sama-sama Leona aku pun juga berharap seperti itu. Jaga dirimu baik-baik disana jika ada yang menyakitimu lagi langsung saja kau menghubungiku, aku akan segera terbang menuju ketempatmu untuk menghajar orang-orang yang telah berani melukaimu" ucap alex dengan tangan yang mengepal siap meninju seseorang, sedangkan leona yang melihatnya pun menjadi tertawa dan mengangguk. Setelahnya ia benar-benar pergi menjauh dan entah kapan ia akan datang kembali.
28 Juli 2022
Kini aku pergi meninggalkan kalian, meninggalkan semua rasa sakit yang ada di hatiku. Kisah cinta pertamaku yang tak seindah aku kira, kisah dimana aku harus bersiteru dengan saudari kembarku hanya karena keirian dan seseorang yang telah mengecewakanku. Mungkin rasa sakitku telah berkurang, hatiku telah sembuh namun rasa trauma itu masih membekas dan tak kunjung hilang. Aku harap semua akan baik-baik saja kedepannya. Terima kasih atas luka dan kenangan yang kalian berikan. AKU PAMIT .
-leona