Senyum manis dengan kedua lesung pipi itu adalah semangat bagiku.
Awalnya aku termasuk orang yang malas untuk urusan perkuliahan karena jadwal yang menuntut harus bangun pagi, ya entah bagaimana selama aku kuliah selalu mendapat jadwal kelas pagi dan itu adalah alasanku menjadi orang yang malas kuliah.
Tapi semenjak kehadirannya aku jadi mahasiswa paling awal datang ke kampus.
Entah mengapa aku sekarang merasa semangat untuk ke kampus, apakah ini namanya "Kasmaran"
kurasa aku akan gila karena imajinasiku.
awal pertemuanku di depan gerbang kampus, saat itu aku sedang berjalan ingin masuk kelas.
Dan bu Anna juga hendak masuk, dia menabrakku saat aku berhenti berhenti berjalan, ternyata dia yang tidak fokus karena bermain handphone.
"Eh maaf ya… ga sengaja." ujarnya sembari tersenyum.
"Ohh iya gpp kok bu," jawabku sambil membalas senyumnya.
Singkat namun sangatlah berarti bagiku, karena semenjak itu aku mulai mengagumi sosok yang cantik dengan perawakan dengan kedua lesung pipi dan indah balutan hijab yang yang menjadi sesuatu kewajiban baginya.
*
Tanpa sadar seiring berjalannya waktu mulai tumbuh rasa suka kepadanya.
*
Dikelasnya aku hanya menghabiskan waktuku hanya dengan memandanginya, bentuk rasa kagum yang sangat besar bukan, ya walaupun aku tak jika ia tak pernah melihatku apa lagi merasakan aura keberadaanku yang menjadi penggemar beratnya, tapi tak apa aku sangat menikmati sensasi rasa yang sangat menyenangkan bagiku.
hingga suatu ketika aku dalam perjalanan pulangku ke rumah, aku melihat mobil bu Anna yang sedang terparkir dipinggir jalan, saat itu tampaknya mobil yang di kendarai bu Anna mogok, aku hanya melihatnya dan secara tidak sadar aku memutar kendaraanku dan langsung menghampirinya.
"Mobil ibu kenapa ? tanyaku basa basi.
"Ini bannya kempes." jawabnya sambil tak melihat kearahku.
"Ohh tapi ibu bawa ban cadangan kan ? tanyaku.
"Iya bawak kok ada di belakang."jawabnya.
"Yaudah ibu tunggu disini sebentar." ujarku.
"Kamu mau bantu ? tanyanya dengan raut wajah yang berharap.
"Iya akan kubantu bu tapi, aku harus kebengkel dulu untuk meminjam alatnya."jawabku.
"Oh yaudah ibu tungguin nih ya."cetusnya yang membuatku sangat senang.
Aku yang sedang berbunga bunga langsung tancap gas meminjam alat ke bengkel temanku yang tak jauh dari tempat tersebut, lalu setelah itu aku langsung menganti ban mobil bu Anna, yang memakan waktu agak cukup lama karena sudah lama sekali aku tidak melakukan pekerjaan seperti ini.
*
Setengah jam berlalu, aku selesai mengganti ban mobilnya dengan wajah yang berkeringat serta noda hitam di wajah dan tanganku karena oli.
Aku tak menyangka bu Anna yang saat itu melihatku cemong pun langsung tertawa.
"Hahaha…kotor deh." ucap bu Anna.
"Gpp kok bu kost ku dekat sini."jawabku sambil tersenyum lega karena berhasil membantu wanita idamanku ini.
"Kamu haus ngga ? ini diminum dulu."cetusnya yang membuatku kaget karena ia menawarkan air mineral yang baru saja ia minum.
Tanpa rasa malu aku langsung menerima tawaranya dan langsung meminumnya, yang lebih mengagetkan lagi saat itu bu Anna malah meminum lagi minuman yang barusan ku minum.
"Makasih atas bantuanya ya." ucap bu Anna sambil tersenyum semanis buah.
"Ohh iya sama-sama buk." jawabku.
Bagaikan ditiup angin surga rasanya saat melihat ia tersenyum, seketika panasnya terik matahari menjadi sejuk, itulah yang saat itu aku rasakan.
"Nama kamu siapa ibu lupa." tanya bu Anna yang seketika membuatku terkejut ditengah lamunanku.
"Oh saya Riko bu."
"Oh iya Riko, maaf ya ibu kadang suka lupa nama mahasiswa yang ibu temui di kampus.
"Gpp kok bu udah biasa."jawabku.
"Yaudah Ko makasih ya udah bantuin ibu, jadi ibu bisa pulang sekarang karena ada urusan keluarga." ucapanya.
"Ohh sama-sama buk silahkan." jawabku.
Dengan hati yang masih berbunga bunga aku melihat mobil bu Anna yang pergi dan hilang dari tempat itu.
*
Sejak saat itu ibu Anna tak pernah lupa dengan namaku dan bahkan sekarang bu Anna lebih berani meminta bantuanku saat ia merasa butuh bantuan, tentu saja aku sangat senang karena dengan begitu aku dapat melihat senyum manisnya sepuasnya.
*
Setiap dikelasnya aku selalu saja memandangnya, seperti tau kalau ada mata yang mengintainya ia pun melirik lirik dan akhirnya mata kami pun bertemu, aku yang spontan langsung tersenyum karena ia melihatku yang membuatnya ikut tersenyum, entah mengapa aku rasa senyuman itu sedikitpun tak pernah berubah, masih sama seperti senyuman yang selalu bisa membuatku jantungku berdebar.
*
Yang membuatku lebih kaget dan menggila adalah saat jam pelajaran selesai, ia berjalan keluar lalu menoleh ke arah kau dan tersenyum sembari melambaikan tanganya padaku, itu rasanya seperti melayang layang saking gembiranya aku malah malah membalasnya dengan kiss yang sontak membuatku malu sendiri dengan apa yang kulakukan.
*
Kuliah hari ini selesai, yang dimana teman"ku yang lain merasa lelah tapi terbanding terbalik denganku yang malah segar bugar dan semangat karena masih menghayal.
"Andai saja ia menjadi kekasihku." ucapku dalam hati sambil menaikan sebelah alis ku lalu tersenyum.
Perlu kalian ketahui bahwa usia ku tak terlalu jauh berbeda dengan bu Anna, usia kami hanya selisih empat tahun, bu Anna adalah dosen wanita termuda di kampus ku ia juga belum menikah karena alasan karier, dan di usiaku yang sudah 23 tahun kurasa wajar jika aku menyukainya.
*
Hari hari terus berlalu tak terasa hubungan kami berdua semakin dekat layaknya teman dekat, karena untuk diluar kampus aku tak perlu memanggilnya Buk. hanya cukup dengan kata Kak Anna, suatu kemajuan yang fantastis bukan.
*
Aku tak menyia nyiakan waktu yang kupunya, disetiap kesempatan aku selalu mengganggunya dengan berbagai alasan, sampai"aku pernah mengikutinya yang sedang pergi makan di salah satu tempat tongkrongan anak muda, ia yang sendirian menikmati waktunya belum mengetahui keberadaanku, aku yang memang sengaja mengikutinya langsung mencari tempat dan memesan makanan, tujuanku sangat sederhana, aku hanya ingin menikmati senyum itu tanpa batasan waktu.
*
Tak lama ia menyadari keberadaanku dan aku juga tau ia tersenyum geli saat mendapati aku sengaja mengikutinya.
aku yang masih pura"tidak mengetahui itu tiba"kaget karena ia memanggilku, aku yang merasa malu karena kurasa ia sudah mengetahui kalau aku sengaja mengikutinya, aku langsung saja menerima ajakannya untuk makan bersama.
*
Saat itu kami bercerita panjang lebar, tertawa dan bercanda satu sama lain, aku merasa ada sesuatu yang aneh dari sikapnya ini, apa dia juga menyukaiku atau hanya sebatas teman dikala hatinya sepi begitulah pikirku dalam hati.
*
"Apa kak Anna sudah mempunyai kekasih." tanyaku tanpa rasa malu lagi.
ia tersenyum menatapku dalam sekali…
"Hhm kalau sudah kenapa dan kalau belum kenapa hayo ??? ujarnya balik bertanya.
"Hhaa gpp aku cuma bertanya saja."jawabku
Kami yang selalu melihat mata satu sama lain menciptakan suasana aneh, antara malu senang dan mendebarkan yang menjadi satu dalam satu rasa.
ya benar kurasa dia juga menyukaiku pikirku positif.
*
Selepas hari yang sangat membahagiakan itu aku tak pernah lagi berkeinginan untuk menanyakan tentang ia mempunyai kekasih atau tidak, karena aku sudah mengetahui jawabanya.
*
Anna dosen yang menjadi wanita idaman hatiku.
entah apa yang akan terjadi kedepannya tak ada yang mengetahui jika itu berurusan dengan masa depan.
*
Biarlah waktu yang menjawab semuanya, antara bersatu atau kembali kepada pilihan masing-masing.
karena bagiku dengan hanya melihatnya senyumnya saja aku sudah merasa sangat bahagia. dan aku juga tau dia juga merasakan hal yang sama, aneh jika kau dihubungi seorang wanita yang beralasan meminta bantuan sesuatu hal yang bahkan anak kecilpun bisa menyelesaikannya, itulah yang akan terjadi saat kita menyukai seseorang tapi enggan dan malu untuk mengakuinya dengan harapan semua bisa dijalani tanpa harus menyatakan.
Dear Anna, aku mencintaimu.
Tamat.
Cerpen karangan : iitarnt
Kategori : Romance