Cerita penuh kesedihan, secara nyata kota sukabumi kota yang sangat indah namun berbeda dengan batin, setiap perjalanan yang di lalui mempunyai kisah indah dan itu menjadi sebuah dongeng dimasa mendatang, dengan tulisan singkat dan berantakan penuh sampah ini saya mendoakan untuk kalian yang membaca semoga hidup kalian aman,damai sentosa bahagia dunia dan akherat amin.
sebut lelaki itu dengan nama Iman, lelaki asal bandung yang mempunya segudang kisah dengan wanita asal sukabumi yang bernama Sinta.
kisah berawal dari liburan panjang iedul fitri selama dua minggu, imam memutuskan untuk holiday ke sukabumi untuk merefres otak, karena kesibukan dan kepenatan di tempat kerja membuat otak stres.
dua hari sesudah hari raya iman berangkat ke sukabumi sendiri dan membawa uang cukup banyak, uang gaji dan THR cukup untuk seminggu tidur, makan di hotel, dengan rute cimahi, padalarang,cimareme,cianjur,sukabumi dan dari kota sukabumi dia melanjukatkan ke arah pantai geopark ciletuh.
perjalanan yang mulai padat karna banyak arus mudik yang menyebabkan macet total, untuk rute perjalanan dari bandung sampai ke pantai geopark normalnya cukup dengan 9 jam, tapi karena hari ini hari ied jadi 19jam, cukup melelahkan.
perjalanan padat merayap di jalan padalarang samapi ciranyang cianjur, dari cianjur pemandangan sawah dan dua sungai besar seolah berkata "iman masihkah kau ingat dengan aku? imanpun sedih ta kuasa melihat kenangan dia dengan sinta, dulu sewaktu iman mengantarkan sinta ke sukabumi di sawah itu iman sejenak beristirahat dan menemukan bunga berwarna ungu imanpun menyelipkan bunga itu di telinga sinta dan berbisik dengan lembut, "i love you jangan jauh dari aa selamanya ia neng" ketika ingat itu seketika matanya berkaca-kaca. dan dua sungai besar di jalan rajamandala iman pun berhenti sejenak, terlihat air mengalir lambat dengan arus yang tenang, mengingatkan dulu dia sama sinta saling melempar batu di sungai itu, siapa yang lempar paling jauh dia berhak telaktir makan bubur, ta kuasa iman membayangkan dulu, hati dia pun berkata "6 tahun dulu kita pernah ada disini berdua, namun sekarang kamu tiada, kamu bersenang-senang dengan suami dan anak, tapi berbeda dengan aku, aku yang masih sendiri belum dapat pengganti dirimu, dan siapa orang bujang yang sanggup di masa muda ini menghabiskan waktu 6 taun dalam kesendirian".
Tibalah dia berhenti di terminal lembursitu sukabumi, dia melihat masjid al kausar yang berwarna hijau percis di samping nye melihat tukang bubur ayam yg dulu dia sempat beli di situ dengan sinta, karena sewaktu iman lempar batu di sungai rajamandala dia kalah jauh melempar batu dengan sinta, jadi dia telaktir sinta beli bubur. bubur ayam yang hangat dan gurih dan di beri sate ati ampla yang lezat, dulu sewaktu sinta makan sate itu dia mendadak mual dan ingin muntah, karna sinta ga suka dengan makanan itu, lalu iman bilang ke sinta "
iman: aa kasih 100.000 asal neng habiskan rokok aa satu batang.
sinta: istigfar aa!!! kamu ngajari yang ga bener, awas sepulang ke rumah neng bilangan bapak loh iya
sambil ketawa iman mencubit pipi sinta yang ngambek, iman pun berkata.
Iman: katanya kamu mual makan sate itu? coba ini bakar dulu roko aa, kurang gimana baik nya aa ke neng, aa bisa hilangkan mual kamu dan datangkan uang ke dompet kamu, bener ni iya 100.000 kamu ga mau?? ok kalo ga mau mending buat jajan aa, sambil ketawa dikit si iman
sinta: berteriak manja dan mencubit perut iman AA............AA. ......ih awas iya.!!!
Buburpun dia tak sanggup habiskan melihat hati semakin tergoncang sedih lalu dia lanjutkan perjalanan ke geopark dengan jalur arah jampang kab. sukabumi.
jalan yang bagus dan mulus berbeda dengan 6 tahun lalu jelek dan berlubang dalam, jalan yang naik turun tikungan yang sangat curam ciri khas jalan itu, full hutan sesekali dia berada didataran tinggi dan melihat ke bawah menikmati keindahan hijaunya sukabumi sejuk dan banyak sumber mata air pegunungan, dia berkata masya alloh tabarokallah subhanallah indah tiada menandingi ciptaannu yaa robb..
hujan pun turun di jalan gentong, persis dengan kejadian 6 tahun lalu bahwa di jalan ini turun hujan, iman berboncengan dengan sinta di bawah langit yang gelap dengan hujan membasahi mereka, teringat dengan perkataan sinta dulu.
a apakah kita terus bersama? semoga alloh ijinkan kita hidup bersama iya a, neng selalu berdoa agar aa di kuatkan hati di tabahkan dari pengorbanan, semoga kita bisa menikah dan mempunyai anak kelak, jika kita punya anak laki kita beri bama dia torik dan jika cw kita beri nama siffa, neng ingin anak kita semangat mengaji sama seperti aa yang sering ninggalin neng demi pengajian, dan ingin anak neng mempunyai jari-jari tangan yang lembut, indah sama seperti aa, begitu bahagian nya neng bisa memeluk aa yang nyetirin motor dari dingin nya air hujan semoga neng kedepanya bisa hangatkan keluarga kita dari dinginnya kehidupan, aa janji sama neng jangan beri neng luka dan beri kehidupan neng dengan cinta.
sejenak iman tersadar dari ingatan nya dulu dan iman berkata, kamu pergi dan menikah dengan orang lain imanpun menangis.
Tidak sanggup ku mengetik tulisan ini, tulisan sampah yang ga berguna, teruntuk sinta.
Waktu semakin berlalu usia semakin menua tapi rindu dalam jiwaku belum juga hilang di telan waktu, enggkau yang meminum anggur dan aku yang mabuk kerinduan tentangmu, apa yang harus ku lakuan habiskan waktu dalam kesendirian dalam kenyataan, bisikanmu merdu terdengar dengan telingaku tertanam di kolbu lalu tumbuh mekar tanpa tiada seorang wanita yang memetiknya. hanya keheningan doa sebagai surat cinta untukmu semoga engkau ada dalam kebahagiaan keharmonisan dalam rumah tangga, sedangkan aku antara mati dan melanjutkan hidup terserah alloh mau bagaimana, setamina dan hasrat hidupku sudah hilang hanyut terbawa ombak pantai geoprak dan kubelah laut birupun kita ta bertemu, sampai sekarang kesunyian yang setia menemani..
ig: sopian_rangga
BANDUNG
Sopian Ramdan