Cinta Pertama
Iklim cuaca di Indonesia memang tidak bisa ditebak. Saat ramalan cuaca mengatakan cerah namun terjadi hujan, tolong jangan kesal. Kesal boleh, tapi ya jangan sampai mengutuk langsung anugerah Tuhan ini.
"Terkutuk kau hujan sialan!" Teriak gadis itu dengan rasa kesal!
Mungkin gadis itu sudah teramat kesal hingga mengeluarkan suara kekesalannya tanpa berpikir panjang, dimana dia berada sekarang.
Plak!
"Aduhhh." Gadis itu mengeluh merasakan sakit di kepalanya usai dipukul dari belakang secara tiba-tiba.
"Sudah sehat kembalinya otaknya?" Tanya si pelaku, yang sontak langsung Anin tatap secara tajam.
Gadis itu kerap dipanggil Anin, namanya Anindya.
Sedangkan si pelaku itu namanya Tino, mereka berdua adalah teman sekelas dari SD hingga sekarang SMA. Diantara banyaknya teman yang mereka miliki, mengapa Tuhan mentakdirkan mereka berdua untuk selalu sekelas. Hingga keduanya merasa muak, karena selalu melihat wajah satu sama lain dalam jangka waktu yang lama. 12 tahun adalah waktunya, walupun tidak sepenuhnya 24 jam.
"Edan!" Jawab Anin kesal
"Oh tambah gila to, oke sini tak benerin lagi." Usai berucap Tino mendekati Anin untuk menyentuh kepalanya, Anin yang menyadarinya langsung menghindar.
Dan ya akhirnya terjadi pertikaian kecil diantara keduanya. Dari awalnya ingin menyentuh kepala Anin, Tino jadi menjambak nya, hingga Anin pun balik membalas. Orang-orang yang ada disekitar halte bus itu hanya memandangi mereka saja, beberapa dari mereka tersenyum melihat tingkah konyol Anin dan Tino.
Sekarang Tino dan Anin sudah saling menjaga jarak, seusai salah satu penonton pertikaian melerai mereka. Jika tidak ada yang memisahkan mereka, tidak akan ada hentinya. Jika saja mereka tidak berantem, mungkin sekarang sudah sampai di rumah masing-masing.
"Lu bawa payung gak?" Tino memulai percakapan diantara mereka, dan Anin yang mendengarnya masih enggan untuk menjawabnya.
"Gw bawa payung, tapi pink payung Nye. Isin woy pakenye." Ucap Tino lagi, dia sekarang sedang mencoba menyenangkan hati gadis disampingnya yang sedang merasa dongkol akibat ulahnya.
"Bawahahahahaha" Anin langsung tergelak mendengar ucapan Tino, lagi-lagi dia lupa tempat hingga mengeluarkan ekspresi nya secara terang-terangan.
Ada senyum yang terbit di wajah Tino saat melihat tawa Anin, hingga Anin selesai ketawa dia masih saja tersenyum. "Lu sekarang jadi kelihatan kaya orang gila beneran, ngeri gue ada di samping lu." Ujar Tino sembari tersenyum.
"CK!" Anin hanya bereaksi seadaanya melihat wajah Tino yang sedang meledeknya, baginya wajah itu seperti tengah meledeknya.
"Sini gue yang pegang, gue sebagai teman yang baik suka menolong temen gue yang kesusahan." Ucap Anin sembari mengulurkan tangannya, meminta payung yang dibawa oleh Tino.
"Sebenarnya gue bohong, gue gk bawa payung nya." Ucap Tino dengan jujur, dia mengakui kebohongannya usai tangan Anin yang terulur lama tak kunjung menerima sambutannya.
Belum sempat Anin menyuarakan kekesalannya, Tino sudah bertindak lebih dahulu. Ia menarik bahu Anin hingga jarak mereka terkikis, lalu menatap wajah Anin. "Yok coba adegan yang biasanya lu lihat di Drakor. Kita suit dulu, yang kalah harus lepas jaketnya buat dipake jadi payung kita! Gimana?"
Bagi orang lain ini terasa aneh, tapi bagi mereka hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh. "Ayok, batu kertas gunting ya!"
Dan kalian cobalah tebak, siapa yang kalah hingga harus mengorbankan jaketnya untuk jadi pengganti payung.
Memang tidak sepenuhnya melindungi mereka dari rintik hujan, tapi ini lebih baik daripada basah kuyup wkwkwk.
Keduanya jalan beriringan dipinggir jalan sembari memegang masing-masing dari ujung jaket itu, dan ada saat dimana keduanya saling mencuri pandang untuk menatap wajah satu sama lain di jarak yang sangat dekat ini.
"Ya Tuhan, telinga ku terlalu sakit untuk mendengar suara ribut... dari detak jantung ku." Batin Anin.
Dia terus melangkah untuk mengimbangi langkah temannya itu, dengan diiringi suara detak jantungnya yang berdetak ribut. Tahu tidak alasan kenapa detak jantung itu bisa secepat ini?
Net not!!
Salah!
Gadis itu, menyukai teman sekelasnya ini. Cinta pertamanya dia dapatkan di teman sekelasnya dari SD itu, Tino Prasetya mengambil hatinya dengan segala tingkah mengesalkan nya.
"U like me?" Ujar Tino secara tiba-tiba, Anin yang mendengarnya pun sontak langsung menghentikan langkahnya.
Mereka masih berada satu payung jaket, yang membuat wajah keduanya begitu dekat. Jadi Anin bisa dengan jelas melihat senyuman yang menghiasi wajah tampan teman nya tersebut.
Wuufh!
Anin tersentak merasakan tiupan ditelinga nya, membuat Anin langsung menjaga jaraknya dengan Tino. Kini detak jantung Anin semakin berdetak kencang.
Kini Anin menjadi sibuk dengan isi pikirannya, hingga tak sadar Tino yang kembali merangkul bahunya. "Kalo jatuh, jangan sendirian. Ajak gue lah, kek sama orang asing aje."
"Lu bakal mati kalo ikutan jatuh sama gue."
"Bodoh, punya otak kok dipake buat mikir yang buruk-buruk. Allah nggak bakal mewujudkan hal buruk yang ada dipikiran lu, dan apa yang ditakdirkan untuk kita adalah pilihan terbaiknya. Jadi, jangan takut berusaha."
Berusaha mewujudkan perasaan cinta bersama satu-satunya teman yang bisa membuatnya nyaman saat dia ada di sisi kita, hal ini bisa membuat hubungan pertemanan mereka putus.
Anin tidak menginginkannya, dia rela merasakan sakitnya putus cinta. Karena dia tidak rela pertemanan mereka putus!
"Nin, gue pengen deh mempererat pertemanan kita dengan ngajak lu pacaran sama gue. Jadi, mau gak jadi pacar gue?." Ujar Tino yang sontak membuat Anin terkejut bukan maen.
"Gue tahu apa isi pikiran lu, karena waktu yang tuhan berikan untuk selalu terjerat dengan lu bikin gue tahu buruk-baiknya Lu." Ucapan Tino ini, seakan menjawab pertanyaan tidak bersuara dari Anin.
Takdir tuhan esok hari benar-benar tidak ada yang tahu, jadi semua ini tidak pernah terlintas dalam benak Anin. Hari ini Allah menjawab salah satu doa Anin, dimana Anin meminta kepada Allah untuk menghabiskan waktunya bersama Tino hingga hari tua.
END!
Bisa ikutan merasakan perasaan cinta pertama Anin nggak nih??
Cinta pertamanya, temen sekelas nya dari lama wkwkwk. Kalo kayaknya gini, bisa nikah dulu baru pacaran wkwkwk.
-
-
-
Halo guys, kembali lagi dengan cerpen winter flower. Tulisan cerpen ku kali ini sedikit lebih baik dari yang lainnya, menurut ku gitu wkwkwk:) . Kelamaan baca cerita dan udah lama nggak nulis ini wkwkwk.
Mau minta maaf, kalo aku ada salah ketik dari segi nama maupun kata, dan mau bilang terima kasih juga untuk kalian semua yang udah baca serta kasih like ke aku❤️🙏🏼. Penulis pemula, jadi banyak salahnya gaesss:)