Berawal dari anak pindahan kelas 2 SMA. Namanya Daffin dan Erika (mereka kakak beradik tiri), awal masuk sekolah mereka perkenalan di depan kelas. Dalam kelas itu ada salah satu murid yg kutu buku namanya Caca, saat mereka memperkenalkan diri Caca tidak begitu tertarik dan memilih untuk tetap membaca buku.
Caca pribadi yang pendiam dan tidak punya banyak teman, jadi kursi di sebelahnya kosong. Banyak yang bilang duduk disebelahnya itu membosankan dan seperti sebelahan sama patung. Tiba-tiba Erika memilih untuk duduk disebelah Caca
Erika "Hallo, kenalin nama gue Erika. Btw lo ga kereberatan kan gue duduk disini?" sambil tersenyum
Caca "Hai, gue Caca. Gak kok" sambil membalas senyum Erika
Beberapa murid dikelas langsung berbisik "Paling gak lama Erika duduk disitu haha"
Bel istirahat berbunyi ...
Erika langsung mengajak Caca untuk makan bareng. Ternyata Daffin juga ikut bersama mereka. Waktu dikantin tiba-tiba ada beberapa siswa yang menghampiri Daffin untuk berkenalan (karena Daffin punya paras yang tampan, putih dan bola matanya yang kecoklatan tentu banyak yang mau kenalan). Tapi sikap Daffin dingin ke semua orang dan cuek.
Erika "Ca, kenalin ini kakak gue"
Daffin "Gue Daffin"
Caca "Salam kenal"
Setelah bel masuk bunyi mereka langsung kembali ke kelas. Dan saat bel pulang berbunyi, semua bergegas untuk meninggalkan kelas kecuali Caca. Erika yang masih ada didalam kelas bingung kenapa Caca belum pulang.
Erika "Lo kok blm pulang Ca?"
Caca "Gue ada les, jadi harus nunggu jam 3 dulu"
Erika "Yakin sendirian disini?"
Daffin "Rikk ayo balik" sambil menarik tangan Erika
Erika "Ya udah gue balik duluan yaa Ca"
Caca "Oke kalian hati-hati"
Ternyata Caca belum pulang karena kakinya yg berdarah tergores serpihan kaca di dekat mejanya (Caca suka lemes kalo lihat darah). Akhirnya dia mencoba untuk berdiri dan bergegas pulang, ketika kondisi disekolah sudah sepi. Jarak dari sekolah kerumah Caca lumayan jauh dan dia harus naik busway. Sampainya dirumah dia langsung disambut oleh kakak cowoknya, nama kakaknya Hamadha. Dia seorang kakak yang peduli dan sayang banget sama adiknya
Hamadha "Dek, lo kenapa?" sambil menuntun Caca
Caca "Kak, gue lemes"
Hamadha "Ya udah duduk dulu. Biar gue bersihin dulu lukanya"
Caca "Thanks kak"
Hamadha "Sekarang ceritain kenapa bisa kaya gini dan kenapa lo gak minta dijemput aja?"
Caca "Gue capek, gue kekamar yaa"
Hamadha "Lo makan dulu gih, tadi udah gue masakin"
Caca "Nanti gue makan"
Malam hari, di rumah Daffin dan Erika
Daffin "Rikkk" sambil mengetuk pintu kamar Erika
Erika "Kenapa?tumben lo malem-malem ke kamar gue" sambil membuka pintu
Daffin "Suntuk aja dikamar, gimana menurut lo sekolah hari pertama ini?
Erika "No bad lah, lo baru pertama masuk udah banyak fans ajaa hahaa"
Daffin "Apaan sih lo. Sebenernya gue risih banget pas ada yg ngajak kenalan sksd gitu"
Erika "Oh yaa lo inget Caca temen sebangku gue gak?"
Daffin "Iyaa,kenapa?" jawabnya bingung
Erika "Ada yg aneh gitu gak sih sama dia?"
Daffin "Aneh gimana maksud lo?"
Erika "Iya sikapnya dingin aja, ngomong seadanya. Terus banyak yg ngomongin dia juga"
Daffin "Terus kenapa lo mau duduk sebangku sama dia?padahal tadi masih ada satu lagi bangku kosong"
Erika "Gue tertarik aja buat temenan sama dia, kayanya dia bukan orang yg fake. Tau sendiri kan disekolah yg lama temen-temen gue kaya gimana"
Daffin "Hahaha iyaa temen lo disekolah yg lama cuma mau temenan karena lo adek gue. Buat jadi mak comblang mereka" sambil tertawa terbahak-bahak
Erika "Jahat lo, keluar dari kamar gue" sambil menarik tangan Daffin untuk keluar kamarnya
Daffin "Sorry,gue bercanda kok. Kayanya Caca orang yg baik" sambil mencubit pipi Erika
Keesokan harinya, Daffin dan Erika sampai dikelas lebih awal (alias kepagian). Waktu Erika berjalan ke kursinya dia kaget karena melihat darah di lantai.
Erika "Astaga"
Daffin "Lo kenapa?" menghampiri Erika
Erika "Ada darah Fin"
Daffin "Kok bisa?darah siapa lagi?"
Tiba-tiba ada orang yg suka bersih-bersih sekolah didepan pintu kelas
CS "Permisi, saya mau bersihin ruangan ini. Mas sama mba datangnya kepagian yaa?"
Erika "Iya Bu, saya mau tanya. Apa ibu tau bekas darah ini?Apa sekolah ini horor?soalnya saya baru pindah kemarin" tanya nya sambil ketakutan
Daffin "Lo ada-ada aja sih, mana ada horor"
CS "Ohh ini, kemarin waktu sekolah udah sepi saya melihat ada gadis yg keluar dengan luka dikakinya. Mungkin dia kena serpihan kaca ini" sambil menunjuk ke arah serpihan kaca
Erika "Kok bisa?ini kan bangku Caca, apa kemarin dia terluka?"
CS "Gadis yg duduk disitu memang suka seperti itu mba, mungkin ada orang yg gak suka sama dia"
Erika "Berarti kemarin dia bohong sama kita Fin, dia bilang ada les" sambil terkejut
Daffin "Peduli apa gue sama dia, baru juga kenal. Tapi kasihan juga" (bicara dalam hati)
Erika "Fin, lo kok diem aja sih?"
Daffin "Ya udah mungkin dia emang punya musuh, lo hati-hati deh Rik apalagi kita anak baru"
Erika " Gue khawatir sama Caca"
CS "Permisi mas mba, saya sudah selesai membersihkan ruangan kelas ini" sambil berjalan keluar
Beberapa menit kemudian Caca datang
Erika "Ca, kaki lo kenapa?" sambil terkejut melihat kaki Caca yg dibalut perban
Caca "Gapapa kok, kemarin habis kepleset"
Tiba-tiba waktu Caca mau duduk, kakinya kesenggol meja dan perbannya kebuka. Caca yg gak bisa lihat darah langsung lemes dan pusing
Erika "Ca, lo kenapa?" sambil memegang tangan Caca
Caca "Lemes, perban gue kebuka"
Daffin langsung bergegas menggendong Caca dan membawanya ke UKS. Karena masih pagi jadi belum ada orang jaga di UKS, Erika yg mengkhawatirkan Caca langsung mengambil kotak obat. Sedangkan Daffin langsung kembali ke kelas dan meninggalkan mereka berdua. Setelah luka Caca membaik, Erika dan Caca kembali ke kelas sebelum pelajaran dimulai
Waktu istirahat Daffin ke ruang security untuk cek CCTV tanpa sepengetahuan Erika dan Caca. Ternyata disana ada bukti kalau ada orang yg sengaja menaruh serpihan kaca di bangku Caca. Buktinya diserahkan ke guru BK untuk diproses
Setelah beberapa hari diproses, Daffin, Caca dan Erika dipanggil ke ruang BK. Diruang tersebut ada pelakunya, ternyata dia anak kelas 3.
Caca "Kak Rafqi" terkejut ke arah Rafqi
Rafqi "Haha" sambil tertawa ke arah Caca
Caca "Maaf Bapak kenapa memanggil saya ke ruang BK?" tanya nya bingung pada guru BK
Pak Iwan "Jadi......" guru BK menjelaskan kejadian dari awal Daffin mencari bukti dan sampai Rafqi menjadi pelakunya
Caca "Kak,kenapa?" sambil memukul lengan Rafqi
Pak Iwan "Rafqi mungkin kamu bisa jelaskan kenapa ini bisa terjadi?"
Rafqi "Haha, semua gara gara lo kutu buku" sambil menunjuk ke arah Caca
Sebenarnya Rafqi mengagumi Caca dari dia kelas 2, dia tertarik dari awal mos. Dia mencoba untuk mengagumi Caca dalam diam, dengan mengirim coklat, es krim, makanan, dibuatkan bekal, dan beberapa hadiah kecil lainnya. Hingga suatu saat, Rafqi berniat untuk menyatakan perasaannya pada Caca dan saat itu juga Rafqi tau bahwa Caca udah punya cowok. Dia melihat Caca dijemput dan digandeng (cowok itu bernama Arta, sekarang udah jadi mantan Caca). Setelah kejadian yg Rafqi lihat, dia mulai membenci Caca dengan mengirim ancaman dan menyebarkan hoax yg membuat satu sekolahan membenci Caca. Guru BK membujuk Rafqi untuk meminta maaf pada Caca, tetapi dia menolak karena merasa bahwa Caca yg salah bukan dia. Pada akhirnya, Caca minta maaf pada Rafqi karena menurut dia mungkin dengan cara ini mereka bisa akur dan Rafqi tidak punya dendam lagi terhadapnya. Cara itu pun ternyata membuat Rafqi merasa bersalah dan minta maaf pada Caca.
Setelah kejadian itu, semua orang yang awalnya tak acuh saat memandang Caca sekarang menjadi memandangnya dengan baik. Kehidupan Caca disekolah sudah membaik
Setelah beberapa bulan berjalan, waktunya untuk melaksanakan pekan ujian akhir semester. Hubungan Daffin, Erika dan Caca semakin akrab karena mereka sering satu kelompok dan hangout bareng. Mereka menyelesaikan ujian dengan baik. Pekan akhir semester selesai, mereka bertiga berencana untuk merayakannya.
Erika "Fin, Ca, kalian gak pengen BBQan gitu?Sekalian ngerayain selesai ujian"
Caca "Gue gak pernah ngerayain bareng temen gitu, biasanya sama kakak gue aja dirumah makan bareng"
Daffin "Boleh juga ide lo Rik"
Erika "Btw lo dirumah cuma berdua sama kakak lo kan Ca?gimana kalo kita ngerayainnya dirumah lo aja?"
*Caca memang hanya tinggal berdua dengan kakaknya, karena orang tuanya sibuk mengurusi bisnis diluar kota. Jadi keseharian Caca hanya berdua dengan Hamadha
Caca "Gue izin dulu sama kakak gue yaa"
Erika "Ya udah tlpn sekarang ajaa, cepet...cepet...cepet"
Setelah Caca menutup tlpnnya ekspresi tersenyum sambil melihat Daffin dan Erika
Erika "Gimana?gimana?boleh kan?"
Caca "Hem....Boleh" sambil tersenyum
Daffin "Oke, bagus"
Setelah pulang sekolah mereka berniat untuk membeli bahan-bahan BBQan.
Daffin "Ntar jadi mau beli bahan?"
Erika "Jadi dong, lo ikut kan Ca?" sambil memegang tangan Caca
Caca "Boleh, tapi kayanya gue balik dulu buat ganti baju"
Daffin "Iya, gue sama Erika juga balik dulu. Nanti gue jemput jam 5 sore deh"
Caca "Okee"
Akhirnya mereka pergi ke Hypooomart. Tanpa disangka Caca bertemu Arta. Daffin dan Erika berpencar untuk mencari bahannya
Caca "Gimana yaa ada Artha lagi, sapa enggak sapa enggak?" berbicara dalam hati dan terkejut melihat Artha
Artha "Kamu ngapain disini?" sambil menghampiri Caca
Caca "Hem, ini aku lagi cari beberapa bahan buat BBQan" sambil memeluk erat makanan yang ada dipelukannya
Artha "Ohh sini biar aku bantu"
Caca "Gak usah,aku duluan yaa" berjalan kearah belakang
Artha "Ca....tunggu"
Caca berjalan cepat untuk menghindari Artha. Akhirnya dia bertemu Daffin yg lagi sibuk mendorong troli
Daffin "Lo kenapa Ca?kok kaya ketakutan gitu?"
Caca "Maaf Fin" sambil memeluk Daffin dengan erat
Di waktu yg sama Artha melihat Caca dan Daffin, dia tetap menghampiri Caca
Artha "Ca, tadi gantungan kamu jatoh" sambil memberi gantungan kunci yg ada ditangannya
Caca "Ohh iyaa makasih, kenalin ini Daffin. Fin, kenalin ini Artha"
Artha "Gue Artha"
Daffin "Gue Daffin"
Caca yg bingung harus bersikap gimana ke Artha (mantannya) dan Daffin (yg habis dipeluk olehnya) sampai lupa untuk mengenalkan mereka siapanya Caca. Sepertinya hari itu keberuntungan Caca, tiba-tiba Erika datang dan mencairkan suasana. Zeezy adiknya Artha juga menghampirinya. Mereka saling memperkenalkan diri dan Caca mencoba untuk mengajak Daffin dan Erika ke kasir karena sudah terkumpul semua bahannya.
Malam hari, saatnya pesta BBQ dirumah Caca. Sebelumnya beberapa kali Daffin dan Erika sudah sering main ke rumah Caca, jadi Hamadha akrab dengan mereka.
Hamadha "Sini biar gue aja yg potong-potong dagingnya sama buat bumbu"
Erika "Aku bantu yaa kak"
Hamadha "Dengan senang hati. Dek mending lo siapin alat-alat buat bakarnya" tertuju pada Caca
Caca "Oke, ohh iyaa kita masih punya arang gak kak?"
Hamadha "Digudang kayanya ada, mending lo coba cari dulu deh"
Caca "Okee"
Daffin "Biar gue bantu cari Ca"
Saat digudang Daffin dan Caca mencoba mencari arang yang dibilang Hamadha, tetapi sebelum mendapatkan arangnya kaki Caca tiba-tiba keram dan jatoh. Caca sering merasakan keram kaki kalau dia kecapekan. Daffin pun terkejut melihat Caca yg tiba-tiba jatoh.
Daffin "Ca...kenapa?"
Caca "Kaki gue keram hiks hiks hiks" sambil menangis karena kakinya yg sakit
Daffin "Jangan nangis Ca, gue bantu yaa" sambil memegang kaki Caca dan memijitnya
Caca "Fin, maaf tadi gue tiba-tiba meluk lo. Artha itu mantan gue"
Daffin "Gue kaget aja,tapi it's ok" sambil tersenyum ke arah Caca
Caca "Thanks yaa Fin"
Daffin "Andai lo tau Ca" berbicara dalam hati
Caca "Kayanya kaki gue udah enakan, kita balik aja yuk" sambil berusaha bangun
Daffin "Tunggu bentar gue cari arangnya dulu, lo duduk dulu ajaa"
Beberapa menit kemudian arangnya ketemu, mereka berdua kembali ke rooftop. Daffin yg menuntun Caca berjalan terlihat oleh Hamadha.
Hamadha "Dek lo kenapa?" tanyanya dengan nada khawatir
Daffin "Tadi kakinya keram kak"
Erika "Sayang piringnya ditaruh mana?" teriak dari dapur dan tidak sadar ternyata Daffin sudah kembali ke rooftop
Caca dan Daffin hanya melihat kak Hamadha. Saat Erika kembali ke rooftop, dia di interogasi.
Caca "Rik maksud lo tadi apa?manggil kakak gue sayang?" tanyanya penasaran
Erika "Hahahaa" menyembunyikan wajah malunya
Daffin "Lo ditanya malah ketawa gimana sih"
Hamadha "Biar gue jelasin yaa. Gue sama Erika udah jadian dari sebulan yg lalu, karena beberapa kali dia main kerumah ternyata buat gue tertarik dan akhirnya punya perasaan ke dia. Waktu gue nyatain perasaan ke Erika ternyata dia juga mengagumi gue dari awal ketemu, kebayang dong kalian gue ketemu dia aja 9 bulan lalu. Selama itu dia mengagumi gue, terus akhirnya kita jadian dan niatnya nunggu waktu yg tepat bilang ke kalian hehee" sambil tertawa
Caca "Wah gue seneng banget dengernya, congratsss yaa kalian" sambil memeluk Erika
Daffin "Rik masa lo punya pacar duluan, kakak lo masih jomblo gini" memasang wajah jengkel
Erika "Hahaha makanya cepet cari sana. Ehh gak usah dicari, udah deket kan?" jawabnya dengan menggoda Daffin
Daffin "Apaan sih lo"
Terima kasih yang sudah membaca part 1. Semoga kalian suka.