Nick, Mar, Steven, Jenny, Lisa, dan Grace sangat bersemangat menyambut Halloween tahun ini. Sudah dari jauh hari mereka menyiapkan atribut yang akan mereka gunakan untuk malam ini, malam Halloween yang sangat mereka tunggu-tunggu.
Dengan penuh canda dan tawa, mereka berganti-gantian untuk melukis wajah dan tubuh mereka, Nick melukis wajah Mar hingga mirip dengan Joker, sedangkanSteven tampak santai dan melempar candaan ke sahabat-sahabatnya, Steven hanya memakai kain putih yang nantinya akan menjulang panjang dari kepala hingga kakinya, tentunya ia tak lupa untuk memberi dua lubang di daerah atasnya untuk mata. Setelah Nick selesai melukis wajah Mar, ia memakai kostum tengkorak yang sangat pas dengan postur tubuhnya yang kurus. Sementara itu Jenny memakai dress hijau dan memasang sayap di punggungnya sehingga kini ia terlihat seperti thinkerbell, sedangkan Lisa memakai kostum bercorak macan sambil memegang atribut tulang yang begitu besar, nampak juga jepitan yang berbentuk tulang mengelilingi kepalanya, sedangkan Grace mengenakan hoodie berwarna merah, dengan sepatu boot hitam yang tinggi dengan topeng anonymous di wajahnya, di tangan Grace terdapat pistol hitam yang tentunya hanyalah mainan namun jika dilihat sangat mirip dengan pistol asli.
Setelah semuanya siap, mereka berenam mulai jalan, mereka mengetuk dari rumah ke rumah dan apabila si pemilik rumah telah membuka pintunya mereka kompak mengatakan "Trick Or Treat" yang bermakna beri kami jahil atau beri kami cokelat.
Mereka berenam tersenyum senang ketika mendapat banyak cokelat dan permen dari 5 rumah yang telah mereka datangi.
"Wah aku bisa puas makan cokelat" Ucap Grace dengan wajah yang berbinar, kelima sahabatnya tertawa mendengar perkataan Grace.
Kemudian mereka berenam menuju kerumah ke enam, Nick mengetok pintu rumah tersebut.
Tok tok tok... Tok tok tok... Tok tok tok
Ketukan yang sekian kali barulah mereka dibukakan pintu oleh si pemilik rumah, mereka berenam bergidik ngeri melihat perawakan si empunya rumah yang berbadan besar dengan tato iblis di lengannya, kepalanya botak, dan kumisnya yang begitu tebal menambah kesan seram pria tua itu.
Mereka berenam diam dan terpaku di posisi masing-masing, pria tua itu nampak tersenyum kepada mereka.
"Ada apa anak-anak muda? Oh malam ini adalah malam Halloween, aku hampir lupa" Ucap pria itu.
Dengan suara yang begitu lirih Nick mengatakan "Trick Or Treat" mendengar hal itu pria tua itu tertawa terbahak-bahak.
"Silakan masuk, akan ku ambilkan cokelat dan permen untuk kalian" Ucapnya sambil membuka lebar pintu rumah, kemudian berjalan masuk ke rumahnya.
Keenam sahabat itu pun masuk ke rumah itu dan menunggu si empunya di ruang tamu. Selang 5 menit nampak si empunya rumah itu keluar dari balik tirai dan membawakan 6 kantong bungkusan. Pria itu meletakkan semua bungkusan tersebut di atas meja.
"Kalian masing-masing pilihlah kantongan itu, di luar nampaknya sama besar namun isinya tidak sama, itu tergantung keberuntungan kalian" Ucap pria itu sambil tersenyum dengan alis yang sedikit terangkat.
Dengan perasaan cemas mereka berenam masing-masing mengambil satu dari kantongan tersebut, kemudian mengucapkan terima kasih dan pamit kepada sang empunya rumah.
Mereka berenam pun melangkahkan kaki keluar dari rumah tersebut akan tetapi mereka berteriak ketakutan sebab tiba-tiba saja mereka seakan jatuh ke dalam lobang yang sangat dalam. mereka berenam heran ketika sampai di dasar lobang itu, mereka melihat ke kanan dan ke kiri, semuanya persis dengan dunia yang mereka tinggali akan tetapi semua warnanya ungu, mulai dari tanah, rumah, tumbuh-tumbuhan, sampai langitnya pun berwarna ungu.
"Teman-teman jangan jauh-jauh dariku" Ucap Jenny.
"Kita harus selalu bersama" Ucap Mar.
"Jangan ada yang berpisah" Ucap Steven sambil memerhatikan semua temannya. sedangkan Grace, Lisa dan Nick hanya mendekatkan tubuh mereka agar tidak saling berjauhan.
Hihihihihi
Terdengar suara tawa yang begitu memekikan telinga, mereka berenam sontak menengok ke arah sumber suara tersebut. Tampak wanita tua keluar dibalik pohon besar, wanita tua itu memakai topi kerucut panjang yang berwarna hitam senada dengan baju panjangnya, wajahnya sudah sangat keriput, hidungnya sangat mancung dan rambutnya yang panjang hampir menyentuh kakinya. Ada sapu di tangan kirinya. Persis seperti karakter nenek sihir yang biasa muncul di film-film ataupun kartun.
"Halo anak-anak muda, selamat datang di dunia ku hihihihi" Ucapnya yang di akhiri tawa khasnya.
"Kemarilah anak manis" Ucap wanita tua itu sambil menjulurkan tangannya kearah Jenny, akan tetapi walaupun tangannya masih jauh dari Jenny, jenny sudah tertarik dengan cepat.
"Jenny" Teriak lima sahabatnya.
"Aku punya pertanyaan untukmu gadis manis, kalau kau berhasil menjawab pertanyaanku kau bisa keluar dari duniaku dengan selamat hihihi" Ucap wanita itu yang lagi-lagi diakhiri tawa khasnya. Jenny hanya menangis mendengar ucapannya.
"Ini juga berlaku bagi kalian! hihihi" Bentaknya yang diakhiri tawa khas wanita tua itu.
"Apa simbol dari Halloween?" Tanyanya dengan nada yang menyeramkan.
"La-la-la..." Ucapan Jenny terputus.
"Jawab yang benar!!!!!" Teriak wanita tua itu. Namun Jenny tak lagi menjawab pertanyaannya dan malah menangis.
Terlihat raut wajah yang sangat marah dari wanita tua itu, matanya memerah, mulutnya terbuka sangat lebar dan menghisap Jenny.
Lima sahabat yang tersisa itu sangat takut dan menangis sejadi-jadinya. Kemudian
wanita tua itu mengulurkan tangannya ke arah Nick. Sama seperti Jenny, Nick pun tertarik ke arahnya.
"Untukmu anak muda, apa simbol Halloween?"
"Labu" Ucap Nick berusaha tenang.
"hihihihi disebut apa simbol labu itu?" Tanya wanita tua itu lagi.
Nick hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun, keringat dinginnya telah bercucuran. Wanita tua itu menghisap Nick masuk kedalam mulutnya yang lebar itu.
Target selanjutnya adalah Grace.
"Jawab pertanyaan yang tadi ku berikan pada temanmu yang bodoh itu!" Teriak wanita tua itu.
"Jack o Lantern" Jawab Grace, wanita tua itu tersenyum mendengar pertanyaan sulitnya telah berhasil dijawab oleh Grace, kemudian Grace tiba-tiba menghilang.
Sekarang tersisa Mar, Lisa dan Steven. "Kita harus bisa menjawab pertanyaannya kalau kita mau selamat dari sini" Bisik Steven.
Target wanita tua itu selanjutnya adalah Lisa.
"Kenapa labu merupakan simbol halloween?"
"Karena budaya Halloween berasal dari Amerika Utara yang merupakan negara penghasil labu" Ucap Lisa sambil menutup matanya.
Melihat Lisa telah menghilang, Mar dan Steven menghembuskan napasnya dengan pasrah.
Sekarang giliran Mar.
"Malam ini perayaan Halloween yang ke berapa?"
"Sa-saaya tidak taa.." Belum selesai kalimat di ucapkan Mar, ia telah terhisap ke dalam mulut wanita tua itu.
Steven yang kini tinggal seorang diri merasa sangat ketakutan. Ia berteriak histeris sambil menutup matanya bahkan sebelum wanita tua itu mengulurkan tangan kearahnya.
"Aaaaaaaaaa"
"Aaaaaaaaaa"
"Aaaaaaaaaa"
Steven mengernyitkan alisnya sebab merasa mendengar suara sahabat-sahabatnya.
"Woyyyyyy bangun!" Teriak lima sahabatnya yang kini tengah mengelilingi Steven.
Steven pun membuka matanya. "Hufffttt ternyata hanya mimpi"
TAMAT