Si pendiam aneh itulah julukan yang mereka berikan padaku, aku adalah seorang anak sekolah SMA yang normal seperti pada umumnya hanya saja aku tak pernah bisa berteman dengan siapapun, Namaku adalah Kyusei Setidaknya itulah yang di berikan oleh kedua orang tuaku.
Kehidupanku di masa masa sekolah adalah kehidupan yang terburuk dalam masa hidupku.
Perundungan adalah hal biasa ku dapatkan setiap harinya.
Kehidupanku terasa hampa setiap aku mencoba memikirkan apa yang membuatku terus hidup, tujuan hidup adalah sebuah hal yang membuat seseorang dapat bertahan hidup dan menjalani hidupnya dengan hasrat untuk memenuhi tujuan nya , tetapi yang ku pikirkan hanyalah apa yang aku harus lakukan setiap hari nya, hidup sendiri dengan penuh rasa frustasi ,tak punya seorang pun teman untuk berbagi, hidup dengan orang tua yang acuh tak acuh padaku, Aku sudah muak dengan semua ini .
"Hidup ini sudah tidak berarti lagi"
Aku yang telah putus ada dengan kehidupan pun mencoba untuk bunuh diri berharap hal yang ku lakukan ini adalah untuk mengakhiri penderitaan hidup.
Sore itu sehabis pulang sekolah aku pergi menuju sebuah bangunan tua yang memiliki lantai 3 , aku menuju lantai tertinggi untuk mencoba melompat dari atas berharap bisa mati dengan mudah.
Berdiri di atas pembatas lantai 3, merentangkan kedua tangan , bersiap untuk mengarahkan kepada ke arah bawah untuk mati.
"Akhirnya aku akan bebas"
Seketika aku melompat dengan sangat cepat
,Aku tidak merasakan apapun ,aku tidak bisa melihat apapun, pengelihatan tampak gelap gulita.
"Apa ini sudah berakhir"
Di tengah tengah kegelapan yang begitu amat pekat aku melihat sebuah sebuah cahaya yang begitu cerah dan hangat.
"Cahaya apa itu"
Sosok perempuan cantik bersayap yang tampak sangatlah indah bagaikan cahaya mentari pagi di awal tahun begitu juga dengan kehangatan yang di hadirkan nya.
"Ini belum saatnya kau mati,Masih ada yang perlu kau selesaikan dalam hidupmu"
Seketika aku kembali tersadar dan aku tiba tiba saja sedang berdiri di lantai bawah bangun tua.
"Apa yang terjadi"
Aku bingung dengan kejadian yang tadi sehingga aku mengurungkan niatan untuk bunuh diri dan kembali pulang dan terus memikirkan apa yang maksud dari kata kata itu pada diriku yang sudah tak punya hal lagi untuk terus hidup.
Sesampainya aku di rumah seperti biasa bahkan sudah malam tidak ada yang memperdulikan ku, Ayahku adalah seorang pemabuk berat setiap dia pulang kerja dia akan mabuk mabukan dan ibuku menjadi sasaran kekerasan yang di lakukan ayahku saat dia mabuk.
Aku mencoba untuk tidak peduli dengan hal itu masuk rumah tampa mengucapkan sepatah kata pun dan masuk ke kamarku dan mengganti bajuku.
"Apa alasan aku untuk terus hidup,kenapa aku tidak mencoba untuk mengulangi lompat dari lantai 3 itu lagi"
Perasaan aneh yang menyelimuti seluruh tubuh membuat rasa tak nyaman pada diriku, di tengah tengah banyaknya rasa tak nyaman itu tiba tiba muncul seorang gadis dengan aura penuh kehangatan yang begitu menenangkan,dia terbaring di atas kasurku.
Aku yang terpaku melihat sosoknya yang begitu cantik terdiam tanpa kata kata, Tapi aku merasa bingung karena aku tidak tau siapa dia dan bagaimana cara dia masuk padahal aku selalu mengunci pintu kamar saat aku berangkat sekolah .
"Siapa kau" tanya ku pada nya dengan tangan menunjuk
"Aku adalah malaikat dan aku kesini untuk memberitahumu bahwa sebenarnya kau itu sudah mati"
"Apa, bagaimana aku masih bisa hidup"
"Ada sebuah alasan yang membuatmu tetap bisa hidup karena aku tidak bisa membawamu ke alam roh , jiwa yang telah meninggal akan di bawah ke alam roh tetapi memiliki pengecualian yaitu jiwa yang terikat oleh kehidupan dunia yang berarti itu adalah sebuah tujuan , entah itu tujuan hidup atau apapun sehingga membuat jiwanya tidak bisa beristirahat dengan tenang, bisa di katakan kau sekarang ini hanyalah arwah penasaran"
"Bagaimana caraku supaya bisa lepas dari ini"
"Selesaikan urusanmu"
"Tapi aku tidak punya urusan apa apa lagi"
"Baiklah akan ku beritahu kan urusanmu, Kau memiliki sebuah janji dengan seseorang yang tanpa kau sadari telah mengikat jiwamu, jadi cobalah untuk menyelesaikan janji itu dan kau akan terbebas dari belenggu ini"
Aku memang memiliki masa masa kelam tapi dalam masa masa kelam itu aku punya sebuah kenangan yang mungkin itu alasan aku hidup sampai saat ini sebelum aku menyerah.
Saat aku ber usia 4 tahun aku bertemu dengan seorang anak perempuan yang tinggal bersebelahan dengan ku, aku sering menghabiskan waktu dengannya bermain bersama canda ria penuh tawa tanpa memikirkan beban sedikitpun tetapi saat usiaku menginjak 6 tahun dia dan keluarganya pindah karena pekerjaan ayahnya, sebelum ia pindah aku sempat berpamitan dengan nya dan membuat janji untuk bertemu lagi ketika kita dewasa.
Tapi aku selalu berfikir itu hanyalah omong kosong dan janji tak berarti dari sebuah kata yang keluar dari mulut seorang anak kecil, tapi entah mengapa aku selalu memikirkan tentangnya , mungkin karna dia adalah satu satunya teman yang ku miliki.
"Tapi itu hanyalah omong kosong , bagaimana itu bisa di sebut janji"
"Kau tau bahwa sebuah janji bisa menjadi janji jika kedua belah pihak memegang janji itu, entah itu omong kosong maupun bukan"
"Apa berarti dia masih mengingat janji itu"
"Selayaknya kau mengingat janji itu begitu pula dengan nya"
Aku yang sudah lelah berbaring di tempat tidur dan malaikat itu menghilang.
Selama ini kupikir janji itu hanyalah omong kosong yang tak berguna tetapi mengetahui bahwa dia masih memikirkannya membuat ku ingin kembali bertemu dengannya , tapi bagaimana caraku untuk bertemu dengannya,aku saja tidak tau keberadaannya.
Aku yang terbaring lama kelamaan merasa ngantuk dan akhirnya tertidur lelap hingga keesokan harinya aku memulai hidupku dengan biasa.
3 hari telah berlalu aku selalu mencari tau keberadaannya tapi tidak membuahkan hasil.
"Sial bagaimana caraku bisa mencari keberadaannya"
Tiba tiba sebuah cahaya kecil muncul di hadapan ku dan berbicara padaku
"Sepertinya kau kesulitan untuk menemukan seseorang yang membuat janji itu padamu, aku akan memberikan sebuah petunjuk kecil padamu , dia selalu ke tempat yang sama setiap bulannya dan tempat itu adalah tempat yang berharga baginya karena memiliki kenangan yang tak terlupakan, mungkin kau bisa mengingat sesuatu tentang tampat itu"
Aku berpikir keras dimana tempat yang di maksud itu karena aku tidak begitu ingat tempat yang berkesan kuat, aku hanya mengingat dengan samar samar kejadian dimana saat aku dan dia pergi jauh dari kota , tepatnya di pinggiran kota ada sebuah taman bunga yang indah, aku dan dia suatu hari menyelinap pergi tanpa sepengetahuan orang tua untuk pergi ke tempat itu dan itu membutuhkan waktu setengah hari untuk sampai ke sana.
Sesampainya di sana dia tampak bahagia melihat bunga bunga itu, apakah itu sifat alami seorang perempuan akan bahagia bila melihat sesuatu yang indah.
Aku sedikit tersenyum bahagia melihat seseorang bahagia bahkan jika aku tidak bahagia, tapi apa senyum ini hanya untuk nya?
"Kyusei, ini adalah kenangan terindah yang pernah ku dapat, aku tak akan pernah melupakan tampat dan kenangan ini.
Aku berharap kita bisa terus bersama selama selamnya."
Ah begitu indahnya wajahnya saat di tersenyum mengatakan itu dan mengarahkan pandangannya padaku, hati ini rasanya berdebar kencang.
"Aku harap juga begitu "
Dan begitulah cerita dimana aku dan dia mendapatkan sebuah kenangan tak terlupakan,secara sepihak aku berpikir itu adalah hal bodoh setelah mencoba menjadi dewasa namun menjadi anak anak jauh lebih baik.
Setelah mengingat Dimana tempat yang di maksud aku dengan segenap tenaga berlari menuju sana dan berharap ada sebuah ke ajaib an sehingga kita dapat di pertemukan,waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore aku terus berlari tapi masih memerlukan 3 jam lagi untuk sampai sehingga membuatku berpikir bahwa seandainya aku sampai di sana tidak mungkin dia berada di sana, itu membuat ku sedikit patah semangat tapi aku terus berlari dan berdoa untuk sebuah ke ajaiban.
3 jam berlalu dan aku sampai di pintu masuk taman dan tak melihat seseorang pun di sana , dengan raut wajah yang muram aku merasakan kekecewaan yang begitu besar,Tapi tiba tiba aku merasa semangat kembali, pantang menyerah aku mencoba mencari nya di dalam dan akhirnya aku masuk ke taman dan terus menerus mencari dan meneriakkan namanya namun apalah daya nasib berkata lain , aku tidak bisa menemukan bahkan setelah aku berteriak.
Melihat sebuah kursi yang aku duduk dan berisitirahat meratapi sebuah penyesalan karena tak bisa menemukannya, menghela nafas dan memejamkan mata.
"Kyusei" seseorang memanggil namaku, akun pun menoleh ke arah belakang dan melihat seorang gadis muda yang begitu cantik, tapi sesaat aku langsung menyadari bahwa dia adalah orang yang ku cari cari selama ini.
Dengan wajah yang sangat amat menunjukkan sebuah ekspresi gembira dan langsung memegang kedua tangannya.
"Akhirnya aku bisa menemukanmu" (sedikit mengeluarkan air mata bahagia)
"Eh apa yang terjadi,kenapa kau menetes air mata"
Dia mengusap air mata di pipiku, ah begitu lembut dan halusnya kulit lengannya seperti sebuah kapas murni.
Setelah aku menenangkan diri aku dan dia duduk
"Aku sangat ingin bertemu denganmu"
Dengan senyuman yang sangat manis dia menjawab "Aku pun, aku sangat sangat rindu padamu"
Dan seketika dia memelukku dengan erat, aku yang terkejut tidak bisa berkata apa apa dan terdiam.
Setelah beberapa lama akhirnya dia melepaskan pelukannya
"Maaf,tapi akun benar benar sangat merindukan mu"
"Tidak apa, aku juga rindu"
"Bagaimana caranya kau tau aku berada di sini"
"Aku hanya mendapatkan firasat kalau kau di sini , sebuah ke ajaiban aku dapat bertemu dengan mu"
"Apa kau masih mengingat janji itu"
"Tentu, tapi maafkan aku telah menganggap bahwa janji saat kita kecil itu hanyalah omong kosong tapi sebenarnya aku selalu mengingat dan tak pernah melupakan"
"Aku berpikir bahwa kau Mungkin saja sudah melupakannya , itulah alasanku sering datang ke tempat ini , karena aku tidak mau melupakan kenangan indah bersamamu"
"Alasanku untuk bertemu denganmu adalah untuk mengatakan sesuatu tentang janji itu, apa kau ingat apa janji kita?"
"Kita pernah berjanji untuk bertemu lagi saat dewasa dan hidup bersama selama lamanya"
"Itu benar tapi ada hal ingin ku sampaikan padamu"
"Apa yang ingin kau sampaikan"
"Aku ingin mengatakan bahwa aku tidak bisa menepati janji itu"
Aku menoleh ke arah nya dan melihat ekspresi wajah yang begitu menggambarkan kesedihan dan dia menangis.
Dalam hati aku berpikir begitu lemahnya aku sampai membuat seorang gadis menangis di hadapan ku,aku benar benar laki laki yang tidak berguna bahkan hanya untuk satu satunya orang yang peduli padaku.
Sambil mengusap air matanya dia berkata
"Haha... Pastinya, mana mungkin kamu mau dengan diriku ini kau juga seorang laki laki kau bebas menentukan pilihanmu untuk mencari orang yang bisa di ajak hidup bersama"
Dengan sigap aku memegang kedua tangannya
"Tidak!!! Aku sangat sangat mencintaimu , sejak aku melihat mu tersenyum bahagia saat melihat bunga bunga itu, tempat ini adalah tempat yang berharga juga bagiku , mana mungkin aku bisa melupakanmu....
Aku memiliki alasan yang membuat ku tidak dapat bersamamu"
"Alasan apa yang membuatmu tidak bisa bersamaku"
"Aku harus pergi ke tempat yang jauh , tempat yang sangat amat jauh"
"Kalau begitu bawalah aku"
"Aku tidak ingin kau menyusul ku terlalu cepat"
"Apa yang kamu maksud "
Munculnya malaikat dari sebuah cahaya yang bersinar amat terang
"Janji yang mengikat mu sudah terputus dan ini saatnya aku membawamu ke alam roh"
"Berikan aku sedikit waktu untuk mengucapkan salam perpisahan "
"Apa yang kau maksud ini kyusei"
"Aku tidak bisa menjelaskannya ini begitu rumit, sebelum aku pergi aku hanya ingin berkata "Hatsuki... Aku sangat mencintaimu" "
Aku menciumnya dan perlahan-lahan tubuhku mulai menghilang.
Aku pun menghilang dalam ciuman.
Hatsuki yang terdiam bingung melihat Kyusei menghilang pun hanya bisa diam tak berkata kata.
Ke esok harinya Hatsuki pergi mengunjungi rumah Kyusei dan mendapati bahwa Kyusei telah meninggal dunia.
Seketika hati Hatsuki hancur mengetahui hal itu dan membuatnya menangis tersedu-sedu.
END