Pagi ini aku buru-buru berangkat sekolah. Aku hampir lupa kalau hari ini ada jam tambahan pelajaran pagi. Yups, aku sekarang kelas XII SMA dan wajib mengikuti jam tambahan pagi. Aku berlari menuju halte depan kompleks rumah ku tanpa menghiarukan teriakan mama yang meminta ku untuk sarapan. Sesampai nya di halte, aku menunggu bis namun tak kunjung datang. Aku menunggu ke datangan bis dengan harap- harap cemas karena takut terlambat.
Akhir nya setelah menunggu bis hampir 15 menit, datang lah bis yang terlihat cukup penuh. Dengan terpaksa, aku naik bis itu. Di dalam bis yang ku naiki ini, kondisi nya penuh sesak dengan pelajar yang ke benyakan sekolah di tempat yang sama seperti ku, SMA Kusuma Bangsa. Aku berdiri di samping Troy, teman sekelas ku. Dia orang nya tampan namun pendiam. Oleh karena itu walaupun aku berada di samping nya dia tak menyapa ku.
Ketika aku sedang merapikan seragam ku, tiba-tiba bis yang ku tumpangi mengerem mendadak. Dengan refleks aku memeluk Troy dan tanpa sengaja bibirku mencium pipi Troy. Dia kaget dan memandangi ku. Aku melepaskan pelukan ku dan menjadi salah tingkah. Sedang kan Troy tersenyum melihat tingkah laku ku.
Akhir nya setelah lima belas menit perjalanan, sampailah aku di halte depan sekolah. Aku buru-buru turun dari bis dan bergegas masuk ke kelas. Sesampai nya di kelas aku sedikit lega karena jam tambahan pagi belum di mulai.
“Ran, ngapain lo ngos-ngosan gitu?” tanya Devi, teman sebangku ku sekaligus sahabat baik ku.
“Gue kira tadi gue telat. Trus gue buru-buru lari deh ke kelas”
“Pasti lo hampir lupa lagi ya kalau hari ini ada tambahan pagi, Rani, Rani masih muda kok uda pelupa.”
“Hampir lupa ya belum pelupa...”
“Ran.. Dan lihat deh, tuh Troy terlihat cool banget. Sayang gue udah punya pacar, kalau nggak gue deketin dia tuh”
“Hush, inget sama Jhonny pacar lo..”
Troy masuk ke kelas dengan cool banget. Dia terlihat santai dengan tas trackernya. Ketika dia melewati bangku ku, aku menunduk. Aku masih malu dengan peristiwa tadi di bis. Untung nya bagi ku, tak ada anak di kelas ku yang tau peristiwa itu. Kalau ada bisa-bisa aku jadi bahan ejekan di kelas.
Tak lama kemudian, Pak Herry guru yang ngisi tambahan pagi kimia datang. Aku lalu mengikuti apa yang di sampaikan dengan seksama walau sesekali aku ngelirik ke Troy yang tampak serius belajar.
Tak terasa bel istirahat berbunyi. Anak-anak di kelasku berhamburan keluar menuju ke kantin. Sedangkan ku lihat Troy asik membaca novel yang ia bawa.
“Ran kantin yuk?” Ajak Devi sama Dewi
“males ah, Dev jam segini pasti kantin penuh..” alasanku
“kalau gitu gue sama Dewi ke kantin dulu ya..”
“Yoi..”
Sebenar nya aku lapar juga sih, tadi pagi kan aku belum sarapan. Tapi aku males banget kalau harus berdesak-desakan di kantin. Aku lebih memilih untuk tiduran di kelas. Tiba-tiba ketika aku mau merebahkan kepala ku, Troy menghampiri ku dan menawarkan bekal nya kepadaku
“Ran mau roti?” tawarnya
“Em, tapi..”
“Aku tau tadi kamu belum sarapan. Aku lihat tadi di bis kamu kayaknya nahan lapar. Nih ambil dan makan, ya.” kata Troy sambil menyerahkan roti padaku.
“Makasih ya Troy..”
Aku heran dengan keadaan ini. Seumur-umur setelah hampir dua tahun aku sekelas sama Troy baru kali ini Troy mengajak ku bicara bahkan menawarkan makanan pada ku. Aku dan Troy lalu makan roti bersama. Dia duduk di bangku sebelah ku.
“Troy.. sorry yang tadi pagi..”
“Yang mana?”
“Itu, yang tak sengaja aku memelukmu dan… dan…” kata ku dengan sedikit malu.
“Kiss me..?”
“He'em” kata ku lalu menunduk.
“it’s ok tapi lain kali kalau naik bis itu pegangan ya..”
“Ok..”
Bel masuk pun berbunyi. Troy kembali ke tempat duduk nya. Teman-teman ku pun mulai memasuki kelas satu-persatu untuk mengikuti pelajaran selanjut nya.
“Cie yag tadi di kelas berdua sama Troy..” kata Devi
“Apaan sih Dev..” kataku dengan muka merona
“Ciee, ciee.. Rani..” kata Dewi
“Apaan sih Tan, malu tau kalau anak nya dengar..”
“Nggak bakalan deh, tuh lihat, dia lagi ngobrol sama Rudy teman sebangku nya” kata Devi.
Bu Asri yang ngajar Bahasa Inggris telah memasuki kelas. Aku lalu mengikuti pelajaran nya hingga usai.
Tak terasa bel pulang sekolah telah berbunyi. Teman-teman sekelas ku pada pulang termasuk sahabat-sahabat ku Dewi dan Devi. Di dalam kelas kini hanya ada aku dan Troy.
“Ran, kamu pulangnya naik bis?” tanya Troy
“Iya emangnya kenapa?”
“Jalan ke halte bareng yuk ”
“Oke, tunggu bentar”
Aku dan Troy kemudian jalan ke luar kelas bareng. Ketika berada di dekat Troy, ada perasaan yang bergejolak yang membuat dada ini sesak. Sebenar nya perasaan ini udah lama ku pendam tepat nya sejak pertama kali aku melihat nya waktu kelas XI di dalam bis kota .Waktu itu, aku tak sengaja menabrak nya dan kita bertatapan lumayan lama. itulah menjadi awal mula muncul nya perasaan cinta ku pada Troy.
Sesampai nya di hatle, aku dan Troy menunggu bis namun tak kunjung datang. Langit pun sudah mulai mendung dan tak lama kemudian turun lah hujan. Aku dan Troy duduk berdampingan. Badan ku menggigil karena hawa dingin yang menyerang. Melihat aku menggigil Troy kemudian memakaikan jaket nya di badan ku. Dia juga memegang tangan ku dan meniup nya agar menjadi hangat. Sedang kan aku bersandaran di tubuh nya.
Akhir nya setelah lama menunggu datang lah sebuah bis. Ketika memasuki bis hanya ada dua bangku kosong yang letaknya berdampingan. Aku lalu duduk di samping Troy. Di dalam bis ini, Troy masih saja menggenggam erat tangan ku. Bahkan dia juga memeluk tubuh ku yang masih menggigil.
Tak terasa, bis sudah sampai di halte dekat rumah ku. Aku kemudian turun bis bersama Troy. Dia mengantarkan ku sampai ke depan pintu gerbang rumah ku sambil merangkul ku..
“Makasih ya Troy”
“Ya sama-sama. Aku pulang dulu ya.” kata Troy yang melangkah pulang..
“Troy..” teriakku
“Ada apa Ran ..?”
“Ini..” kataku sambil melepaskan jaket
“Oh ya hampir saja lupa..” katanya yang menghampiriku lagi dan kemudian pergi..
Sejak saat itu aku dan troy menjadi dekat. Aku dan Troy selalu berangkat dan pulang sekolah bersama menaiki bis kota. Dan saat ini aku dan Troy duduk berdua di bangku paling belakang sebuah bis kota.
“Rani , kamu tau pertama kali kita bertemu dalam bis kota, setahun yang lalu. Aku sudah jatuh cinta kepadamu. Dan saat ini di dalam bis kota ini, aku mau bilang sama kamu, mau kah kamu jadi pacar ku?” kata Troy..
“Troy, sebenar nya aku juga suka sama kamu.. dan.. aku mau jadi.. pacar kamu..”
Aku dan troy kemudian berpelukan. Bis kota merupakan sejarah bagi kami. Di sini lah awal mula aku jatuh cinta pada seorang Troy, dan di sini pula Troy menyatakan cinta nya padaku.
Cerpen Karangan: Rama