Kematian dari temanku telah menciptakan rasa duka dan kehilangan yang mendalam, sekaligus kengerian yang penuh misteri.
Hari telah berlalu menjadi bulan tapi rasanya baru terjadi kemarin,aku masih teringat dimana teman-teman ku menghilang secara misterius,tanpa meninggalkankan jejak satupun...aku hanya terfokus pada suatu lubuk yang pernah kudatangi bersama teman-temanku saat berada di gunung yang entah apa namanya.
sebelumnya kami sudah di peringati untuk tidak mendaki gunung tersebut oleh warga setempat.konon katanya setiap pendaki yang nekat menginjakkan kaki di gunung tersebut tidak akan pernah kembali lagi.
Semuanya berawal dari sebuah ide seorang temanku yang mengajakku untuk bertemu di sebuah cafe,lalu tanpa berfikir panjang akupun menyetujuinya dan bergegas datang ke cafe tersebut, sesampainya di cafe akupun di sambut oleh teman-temanku yang sudah lama menunggu kedatanganku.(sebenarnya rute menuju cafe hanya sekitar 5-7 menit,tetapi dalam perjalanan aku bertemu nenek tua yang sedang terluka lalu aku berinisiatif menolong nenek tua tersebut,nenek itupun menawarkan sebuah barang yang dia punya sebagai rasa terimakasihnya, sebenarnya aku ingin menolaknya tetapi aku ingat perkataan orang tua dulu,jika menolak pemberian orang itu tidaklah baik yaaaa bisa di bilang pamali.....).
Setelah aku amati dengan seksama ternyata nenek tua itu memberikanku sebuat kalung,dari modelnya sihhh terlihat jelas sebuah ukiran kuno yang aku sendiri tidak tahu apa artinya,karna kalung lama ku baru saja hilang hehee :) mungkin kalian bisa menebak apa yang ada dipikiranku,yaa aku langsung memakainya kapan lagi coba dikasih gratis mhwheeee.
Okey balik lagi ke topik pertama, setelah itu kami pun memesan beberapa menu yang tersedia di meja,tidak beberapa lama pesanan kami pun datang dengan uap yang masih berdempulan memenuhi sebuah mangkuk mie yang baru saja disediakan di atas meja.
Dengan sigap kami langsung menyantap mie tersebut hingga habis tidak bersisa.Selesai makan temanku mengusulkan untuk pergi berlibur ke sebuah gunung sekedar menghilangkan rasa penat setelah berbulan-bulan bekerja tanpa cuti.
Tiba-tiba semuanya serentak menjawab setujuu dengan nada lantang, aku agak ragu menjawabnya tetapi apa boleh buat demi teman apa sih yang enggak,kebetulan mereka berencana berangkat Minggu ini untuk mendaki sebuah gunung yang aku sendiri ngk pernah kesana sebelumnya.
akhirnya sampai juga hari-H nahh di sini perasaan ku makin berdebar-debar,semoga saja tidak terjadi apa-apa.
Tidak lama setelah itu temanku datang menjemputku, aku langsung pergi bersama mereka kegunung yang menurutku agak aneh, jalannya setapak suasananya sunyi" seperti menandakan tidak ada yang pernah ke gunung itu sebelumnya.
Belum setengah jalan aku dan temanku dikagetkan oleh seorang kakek dan nenek tua yang tinggal di tempat itu, mereka menyerukan untuk tidak melanjutkan perjalanan karna gunung yang mau kita daki itu sangatlah berbahaya,tetapi temanku hanya menganggap cerita itu lelucon belaka dan tetap ingin memaksa melanjutkan perjalanan.....
Akhirnya aku dan teman-teman ku nyampe di gunung tersebut,setelah berjalan jalan beberapa menit kami menemukan sebuah lubuk yang begitu indah,dan mereka mengajakku masuk kedalam, alangkah kagetnya aku didalam lubuk tersebut berisikan barang barang antik yang mungkin harganya tinggi,akupun langsung mengajak semua temanku untuk keluar dan tidak mengambil barang yang ada di lubuk tersebut,tapiiii mereka semua tidak mau mendengarkan ku.
Hari mulai gelap,kami membagi tugas untuk mencari bahan-bahan makanan dan juga kayu untuk mendirikan tenda alangkah terkaget kagetnya,aku menemukan sebuah sesajen padahal posisinya tidak ada orang selain aku dan teman-teman ku,aku langsung berlari ke tenda untuk memberitahukan semuanya,mereka menyangkalnya dan mengatakan aku hanya berhalusinasi huffftttt.....
Akhirnya tenda kami jadi tetapi keanehan tidak sampai di situ saja suara gemuruh petir dan Guntur tiba"mengagetkan kami,coba kalian bayangkan bagaimana tempat yang begitu sunyi tiba"mengganas seperti harimau.
mungkin ini bakal jadi malam yang panjang bagi kami jadi kami memutuskan untuk tidur di sebuah lubuk yang sebelumnya menurut aku aneh,apa boleh buat tidak ada cara lain bisa saja hujan melanda di saat semuanya lagi tertidur pulas.Saat tengah malam aku mendengar suara jeritan semua temanku dan ketika aku bangun mereka sudah tidak ada di lubuk tersebut tanpa berfikir panjang aku langsung mencari keberadaan temanku,baru setengah jalan mengelilingi gunung tersebut aku menemukan semua pakaian yang dipakai oleh temanku betapa hancurnya aku ketika menemukan baju yang berlumuran darah tanpa sebab.Krekkkk.....bunyi ranting patah seperti ada yang menginjaknya sontak akupun menoleh ke belakang ,aku terkejut bukan main saat melihat sosok yang begitu besar saat itu juga aku lari tetapi aku di cegah oleh sosok tersebut....Rasanya seperti keajaiban yang menghampiri ku,kalung yang diberikan oleh nenek tua yang ku bantu di jalan tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang sangat terang sehingga makhluk tersebut berteriak kesakitan.
rasanya aku tidak percaya ada kalung yang berbicara kepada ku,ia memintaku untuk mengucapkan satu permohonan,sontak akupun langsung menjawab ingin keluar dari gunung tersebut dan kalung itupun mengabulkannya,baru saja berkedip aku langsung tercengang mendapati bahwa diriku telah sampai dirumah ku sendiri,di sini aku sadar bahwa kalung tersebut adalah jimat yang telah menyelamatkan diriku.
sesampainya di rumah aku bergegas menuju kantor polisi untuk melaporkan kejadian yang merenggut nyawa sahabatku tatapi para polisi juga takut untuk melakukan olah TKP di gunung tersebut, Karena mereka sebelumnya juga pernah mendapati laporan dari salah seorang pendaki yang selamat.ternyata semua polisi yang ditugaskan ke gunung tersebut tidak pernah kembali lagi.......
aku sangat bersyukur kepada Tuhan atas mukjizat yang telah diberikan kepada ku,karnanya aku bisa selamat dari insiden yang sangatlah kelam.