Cher masih duduk di depan cermin meja rias. Wajahnya yang tirus dan pucat, semakin nampak pucat karena polesan make-up khas halloween. Mungkin hari ini adalah yang terakhir kalinya.
Ya, yang terakhir kalinya.
...
Pilihan kostum Halloween yang cukup berkesan bukan? Cher hanya mengenakan dress biru selutut dengan tali putih yang melilit di bagian pinggang dress serta semburan noda berwarna merah yang di setting seperti darah di bagian depan dress. Dan riasan wajahnya yang juga terkesan simpel.
Hm.
Wajah Cher tidak di polesi make-up seluruhnya. Bagian bibir dan pipinya dipolesi seperti darah dan bagian mata yang diwarnai hitam seluruhnya. Bibirnya di balut oleh lipstik hitam pekat.
"Oh My God, demi Siva yang baik, Cher, kau sangat cantik. Mungkin Richard akan semakin jatuh cinta padamu." puji Catrine, salah satu sahabat Cher yang ikut mengagumi penampilan Cher. Simpel namun cantik dan elegan.
"Tentu saja Cher selalu cantik." timpal Misty lagi. Dia juga sahabat Cher.
Cher tersenyum kecil. Siapa saja dapat menyimpulkan ada sesuatu yang hambar di balik senyuman itu.
"Yah, ini semua yang terbaik dan terakhir untuk Richard."
Catrine dan Misty terdiam seketika.
"Kumohon jangan berbicara seperti itu. Aku takut kehilangan kau."
"Kuatkan dirimu mulai sekarang. Kalian mungkin tidak akan melihatku besok." ucapan Cher terdengar misterius.
Untuk sesaat tercipta suasana hening dan canggung. Ketiganya saling tukar pandang. Cher merasa bersalah mengubah situasi menjadi buruk dan mengalihkan topik obrolan.
"Ah, lupakan saja. Ngomong-ngomong kalian berdua tetap cantik ya?" Cher balik memuji kedua sahabatnya. Catrine tampak horor dengan penampilannya, yaitu memakai baju suster yang terlihat seperti bernoda darah dan riasan makeup khusus Halloween yang terkesan pekat. Huft. Kalau soal makeup dan fashion, jangan pernah meragukan kemampuan Catrine. Misty juga tampak misterius dengan penampilannya yang mengenakan pakaian penyihir seperti dalam dongeng dan cerita fantasi. Pakaian penyihir yang memanjang hingga mata kaki dan topi berbentuk kerucut di kepalanya. Untuk memperkuat kesannya sebagai penyihir pada malam Halloween kali ini, dia juga turut serta membawa tongkat sihir di tangan kanannya. Tongkat itu tak pernah di lepasnya sejak tadi. Itulah Misty.
...
Tampak ratusan orang memenuhi gedung pesta dan perjamuan tersebut. Dan beraneka ragam penampilan ketika malam Halloween juga semakin membuat suasana malam Halloween hidup. Tampak kekasih Cher, Richard, datang dengan penampilan gagah, yaitu mengenakan kostum vampir. Kerah pakaian vampir yang meninggi hingga leher, jubah hingga mencapai lantai dan sepatu seperti model anggota kerajaan zaman dulu.
Orang-orang merasa iri melihat keserasian hubungan yang tercipta antara keduanya. Cher, meski berpenampilan sederhana, aura kecantikannya tetap nampak dan permanen. Sementara Richard dengan ketampanan wajah yang di milikinya membuat aura kegagahannya semakin menjadi-jadi.
Richard melemparkan senyum hangat pada Cher dan menggenggam kedua tangan mulus Cher.
"My honey!" panggilnya lembut.
"Hm, kuakui pesonamu semakin hebat. Duh."
Cher tersenyum dan perasaan tersipu malu meliputi dirinya. Richard bukan hanya sempurna secara fisik, namun sikap setia dan perhatiannya adalah hal yang membuat Cher merasa nyaman berhubungan dengan Richard. Begitu juga sebaliknya dengan Richard.
...
Serangkaian acara yang wajib menjadi tradisi malam Halloween satu persatu terlaksana dengan baik. Cher tersenyum bahagia. Sesekali dia mengabadikan momen malam ini dengan berfoto bersama sahabatnya dan beberapa kali mengabadikan momennya bersama Richard. Keduanya berfoto mesra. Bukan hanya keduanya saja yang terlihat sangat mesra tetapi juga pasangan lainnya seperti pasangan Fadli-Catrine dan Joan-Misty.
Ada saja kostum yang menarik perhatian Cher, mulai dari kostum Lidarc, Noni Belanda, Valak dan lain sebagainya. Cukup menghibur malam Cher saat ini. Setelah acara menonton film horor bak suasana bioskop bersama selesai, Cher dan Richard keliling gedung membagikan permen, coklat, kue kecil yang ditaruh rapi di dalam beberapa keranjang.
Keduanya tertawa bahagia.
Sayang, Richard tak tahu Cher menyembunyikan sesuatu darinya. Tubuh Cher semakin melemas. Wajahnya sangat pucat.
"Cher, kamu kenapa sayang? Wajahmu semakin pucat. Kamu sakit?"
"Tidak, bukan begitu Richard. Aku... "
Perbuatan keduanya sangat menonjol dan menarik perhatian orang-orang. Begitu juga dengan Catrine dan Misty. Keduanya terlihat sangat panik dan segera mendekat ke kerumunan orang-orang untuk melihat apa yang terjadi.
Apakah firasat Cher benar-benar akan terjadi? Tidak, tolong jangan sekarang Tuhan! Kami belum siap. Dan mungkin Richard yang paling kaget.
Dalam perasaannya yang tak menentu, Richard semakin mendekat pada Cher dan mencoba mengecup bibir kekasihnya itu. Orang-orang tegang.
Sementara Cher terlihat tidak menunjukkan reaksi penolakan. Dia memejamkan matanya, bibirnya terlihat akan mendekat pada bibir Richard, namun sangat di sayangkan secara tiba-tiba bibir Cher melesat jauh dari bibir Richard dan dia tergeletak tak sadarkan diri di lantai.
"Cher! Ap... apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa ini?"
Orang-orang merasa kaget dan tidak percaya.
"Apa yang terjadi?"
Catrine dan Misty menghampiri tubuh Cher dengan langkah tergopoh-gopoh. Mereka merasakan sesuatu yang buruk mengenai temannya. Beberapa saat kemudian setelah mengecek urat nadi Cher di bagian leher dan pergelangan tangan, Catrine mati kata dan Misty terisak pelan sambil menangisi Cher.
"Tidak, tidak mungkin, apa yang terjadi pada Cher sebenarnya?" Richard berteriak histeris. Dia jongkok dan memeriksa urat nadi Cher kekasihnya. Setelah mengetahui kebenarannya, Richard menangisi Cher yang ternyata telah meninggalkan mereka untuk selamanya.
"Kenapa? Kamu tidak pernah membiarkan aku tahu yang sebenarnya?" tangis Richard semakin menjadi-jadi.
Richard tampak sangat terpukul atas kepergian Cher.
"Richard, maafkan kami, hiks, hiks... " Catrine merasa prihatin pada Richard.
"Iya, ini pesan Cher."
"Setidaknya aku sebagai kekasihnya tahu, hiks, hiks... "
"Ini amanah dari Cher. Sampai kepergiannya, dia selalu berpesan agar kamu tidak boleh tahu bagaimana kondisinya yang sebenarnya."
"Cher sayang! Hiks, hiks, kenapa harus sekarang... "
Air mata sahabatnya, juga suasana haru yang tergambar malam hari itu membuat banyak orang tersentuh dan menangis.
"Richard, asal kamu tahu, ini adalah suasana yang sangat menyedihkan dan tidak kamu inginkan bukan? Inilah cara Cher yang terakhir kalinya membahagiakanmu... "
"Kenanglah selalu dia... "
Maafkan aku, malam ini harus meninggalkan kalian semuanya, tentu ini bukan suasana yang sama sekali tidak pernah kita rencanakan dan juga tak akan pernah kita inginkan. Bukan begitu? Tapi di sini aku akan selalu mengingat kalian.