Mentari mulai menyembunyikan diri.warna jingga mulai terlihat menghiasi langit yang akan menggelap.sebuah pemandangan yang indah, namun hanya bisa dilihat setiap sore saja. itu pun ketika langit sedang cerah
"jika rasa ini hanya kepingan jangan bangunkan aku dalam penyesalan, jika rasa ini terlambat jangan biarkan aku dalam kesakitan".
Biasanya aku menghamba pada cinta yang tidak berujung.mengetahui perselingkuhan dia yang mampu menghunus hingga ragaku harusnya aku menyadari bahwa ada nama temanku yang tidak pernah kuketahui sebelumnya. Begitu rapihnya dia menyimpan dusta. begitu rapihnya dia melakukan kebohongan hingga 7 bulan. Malam itu dering telpon dari seseorang yang membuatku terluka
" Hallo..." ucapku menerima telepon darinya
"Kamu dimana?" Tanya nya
" Aku lagi dirumah." jawab ku
"Kenapa pesanku tidak dibalas aku telpon juga baru diangkat?"
" Maaf yah rehan aku sibuk."
" Kamu kenapa sih aku ada salah yah?" Tanya dia mungkin mulai merasakan perubahan sikap ku ke dia.
" Aku udah tau semuanya rehan kamu selingkuh kan sama Tika." jawab ku sambil menahan emosi.
" Tika itu teman ku, Aku gak pernah selingkuh cuma kamu pacar aku satu satunya jangan cemburu dong" kata-kata buaya nya pun keluar.
" Gak usah bohong rehan" jawab ku pelan
" Kamu tau dari mana?" Tanya dia
" Tau dari Tika, kita udahan aja rehan malas debat sama orang kayak kau" setelah menjawab, aku menutup telponnya secara sepihak.
Malam itu hp ku terus berdering banyak panggilan masuk dari dia dan pesan yang berisi kata-kata buaya, tetapi aku tidak perduli dengan pesan itu. Malam itu adalah malam yang tak pernah ku lupakan. kulepaskan dia yang mampu memporak-porandakan seluruh persendianku, aku rapuh sangat rapuh namun apalah daya aku terlalu mencintai laki-laki itu.Bagiku cinta sejati itu adalah cinta yang bisa menerima kekurangan pasangannya dan selalu ada walaupun badai menerpa. meski telah merasakan kepedihan, namun aku selalu memaafkan dan mengikhlaskan.