Detik,jam berlalu, dinginnya ruangan malam ini seolah mencoba membekukan tubuhku. Alunan lagu yang mengalun indah membuat ku teringat akan kejadian malam itu. Detak jantungku seolah berhenti bekerja seperti biasanya, aliran darahku berhenti mengalir, oksigen yang masuk-keluar pun tak lagi berirama seindah biasanya.....
Aku berjalan menyelusuri koridor yang gelap dan mencekram, serpihan serpihan bangunan melukai kakiku yang Tampa alas, tak ku hiraukan rasa perih yang menjalar ditubuhku...
Saat aku berada di ujung koridor aku bertemu dengan seseorang penjaga gedung ini,ia pun menghampiriku
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanyanya
Tak ku hiraukan pertanyaan dari penjaga tersebut orang itu menatap aneh diriku yang berjalan tanpa arah, penjaga tersebut masih saja memanggil diriku
"Apa yang kau lakukan disini?.. hei, apakah kau tak bisa berbicara?" "hei mau kmn?" "kaki mu penuh dengan darah hei?!"
Aku tak lagi bisa mendengarkan semuanya.. hanya semirik suara yang ak dengar, Aku telah jauh tenggelam dalam pikiran ku bahkan aku tak lagi merasakan rasa perih yang menjalar dalam tubuh ku
Dia adalah Kerin Angelina Robert. Sosok adek yang paling aku sayangi.
pukul 08.00 (30.09.2005)
dihari itu adalah hari ulang tahunku
"kakak ayo kita pergi berkunjung kesebuah taman yang indah, aku bosan bila terus menerus latihan balet, sekalian merayakan hari ulang tahun mu.."
senyuman lebar yang terukir indah pada wajah kerin membuat ku merasa hangat tetapi ada rasa gelisah yang entah darimana
"hmmm....." " kenapa kamu tidak pergi latihan aja, ayolah lusa kamu harus pergi untuk berlomba kakak akan pergi menemui nanti siang" "soal ulang tahun ku kau tak perlu cemas aku tidak apa apa bila tak d rayakan"
senyuman yang terukir pun memudar dan digantikan oleh raut wajah yang kecewa
" tapi aku sangat ingin per...."
"adek pergi latihan saja agar kamu dapat maksimal nanti"
aku memotong pembicaraan nya dengan nada yang lembut dan mengelus rambut nya
"baiklah kak aku akan pergi kesana...saat ak pulang nanti kita akan pergi ke taman ya"
aku mengangguk dan tersenyum,ia memeluk hangat diriku sejenak, mengucapkan selamat ulang tahun untuk ku dan kemudian ia melambaikan tangan kearah pintu keluar
Rasa aneh muncul saat melihat ia pergi,rasa bergejolak yang sangat besar dalam tubuhku yang membuat aku sangat gelisah dan ingin rasanya selalu berada di dekat dia,aku bingung apa yang terjadi dalam diriku, aku tak mau memikirkanya lagi aku takut akan terjadi sesuatu.....kenapa aku begitu cemas aku sangat tidak menyukai hal ini,hal ini mengingatkan aku akan hal kematian kedua orang tua ku...
"Huf sudahlah mungkin aku hanya letih sebaiknya aku tidur sebentar"
Pukul 01.30 aku berada di ballet aesthetic building untuk menemui adik ku...,aku ingin sekali melihat betapa indahnya gerakan tubuh yang selaras mengikuti alunan musik yang merdu darinya
Aku menyelusuri koridor dengan keestetikan nya perpaduan hijau muda,putih dan dipadukan dengan kayu yang indah,ini mengapa gedung ini diberi nama ballet aesthetic building. Saat aku sampai di ruangan tempat kerin berlatih balet aku terpukau akan eloknya tarian yang ia lakukan, aku seperti berada di gunung dengan semilir angin yang menerpa wajahku juga rambut ku begitu sejuknya...
"Wah keren sekali gerakan mu aku yakin kamu bisa dan aku juga yakin kamu akan menang di perlombaan nanti" kata ku dengan wajah ceria ku
"Amin aku pasti bisa" kata dia dengan anggukan kepala nya..
"oiya kak hari ini aku akan pulang lumayan larut apakah kakak mau menemani aku saat malam tiba?"
"Baik lah aku akan menemui mu saat malam tiba"
dengan anggukan di kepala nya sambil mengukir senyum disana.. kemudian aku pun pulang,di dalam perjalanan pulang entah mengapa dada ku sesak seperti tak lagi ingin bernapas aliran darah ku seperti berhenti ("apa yang terjadi") kata ku dalam hati aku tetap melanjutkan perjalanan hingga sampai di rumah kemudian aku istirahat dan menunggu malam tiba
Malam pun tiba aku bergegas menuju gedung balet untuk menemui Kerin. Sesampainya disana ternyata ia menunggu ku di depan gedung,melambaikan tangan sambil tersenyum lebar menatap ku,Aku berlari sambil tersenyum menghampirinya
"Kenapa kakak begitu lama? aku sangat gugup" katanya sambil berjalan masuk ke gedung
"mengapa kau sangat gugup? tidak akan terjadi apa²" dia berdehem kemudian mengangguk
Sesampainya di ruangan aku duduk, ia mulai menyalakan kotak musik yang di berikan oleh orang tua ku alunan musik yang lembut dan merdu seolah dapat terbang di langit yang cerah. Ia mulai melakukan gerakan yang elok seperti angsa putih bersinar menari di atas danau yang indah
Bunyi dering dari saku celana membuyarkan lamunanku
drt.. ..drit... ..drt... .. aku bergegas keluar untuk mengangkat telpon itu ternyata aku dapat panggilan untuk menemui dosen ku. Aku berbalik kebelakang ternyata ia berdiri dibelakang ku
" pergilah kak aku akan menunggu kembali disini" sembari tersenyum tipis
"Baiklah aku tidak akan lama kamu tunggu sebentar aja,terimakasih aku pergi dulu ya Babay" senyum lebar terpangpang di wajah ku sambil melambaikan tangan
"iya hati hati kak"...
Sesampainya di kampus aku menemui dosen ku.. Setelah selesai aku bergegas keluar dan berusaha lari kecil agar adik ku tidak begitu lama menunggu..
Aku terkejut melihat betapa banyak mobil pemadam kebakaran Melawati diriku
"Ada apa ini kenapa banyak sekali mobil pemadam?"
aku berjalan cepat menuju gedung balet Melawati beberapa orang sampai aku berhenti dan terkejut akan perkataan seseorang
"Astaga mengerikan sekali gedung balet itu kebakaran" kata seseorang yang asing bagi ku
aku terkejut aku Langsung bertanya kepadanya
"maksud mu gedung ballet aesthetic building
tanya ku dengan nada khawatir
" ya gedung itu kebakaran" aku lemas,aku langsung berlari sekencang yang aku bisaa sesampainya disana aku melihat gedung itu terbakar sangat hebat.. api itu berlarian kesana kesini menyelimuti gedung itu
aku langsung bertanya kepada petugas kepolisian "apakah semuanya selamat?!!"
"iya semuanya selamat"
(aku Langsung bersyukur kepada Tuhan)
"lalu dimana adik ku kerin?"
aku bertanya kepada teman adik ku
"oiya dmn kerin astaga kerin masih ada di dalam ia tadi pergi ke kamar mandi"
"apa yang kamu katakan pak tolong selamatkan diaaa sekarang, kata mu semua anak sudah di selamatkan mengapa kerin belum"
aku begitu cemass dan berlari masuk gedung tetapi aku d tahan oleh mereka
"sabar kami akan masuk kau tunggu disini, ini sangat berbahaya" aku begitu cemass aku tak lagi bisa berpikir aliran darahku seperti tersumbat, detak jantung ku tidak lagi beraturan aku hanya bisa berdoa agar ia selamat
beberapa menit kemudian petugas itu keluar dengan membawa tubuh kerin yang penuh dengan lukaa ia memeluk kotak musik itu tapi aku tak memperdulikan nya
"kerin kerinnnn kau akan selamat plisss kerinnn aku mohon bukalah mata mu ,aku mohon plis,ak menyesal telah meninggalkan mu"
kata ku dengan derai air mata yang membasahi pipi dan baju ku.. kami bergegas masuk ke ambulans, kemudian pergi kerumah sakit tapi ternya
( "kamu pasti bisa kerin kamu akan hidup dan kita akan pergi ke taman yang kau inginkan aku mohon tuhan") deraii air mata yang teruss membasahi pipi ku penyesalan yang tak kunjung selesai dan tidak akan pernah selesai cambukan teruss menyakiti ku
di perjalanan aku terus berdoa agar kerin selamat tetapi takdir berkata lain ia meninggal saat di perjalanan (.....)
" kamu harus kuat ia sudah meninggal tidak adalagi denyutan nadinya nafas pun tak lagi keluar, bagaimana pun luka yang di deritanya cukup parah" kata dokter itu
kali ini aku hanya terdiam, tubuh ku seolah tidak memiliki energi untuk bergerak sedikitpun hanya air mata yang terus mengalir deras aku hanya ingin bertanya kepada Tuhan mengapa orang yang aku cintai ia renggut semua ("mengapa tuhan kau tak adil")
setelah dirumah sakit tubuh kerin dimasukkan ke peti jenazah lalu dikremasi, panas nya api menyelimuti tubuh mungil begitu juga wajah yang begitu cantik mengerus semua tubuhnya menjadi abu, sekali lagi aku hanya diam membisu tak ada lagi kalimat yang ingin ku lontarkan hanya bisa menatap dengan tatapan yang kosong...
aku berjalan menuju danau menaiki perahu mendayung sampai di tengah danau yang luas mengeluarkan abu kerin dengan derai air mata yang sangat deras aku hanya berpikir bagaimana kalau aku menyusul kerin aku ingin kita bersatu...
Berjalan Tampa arah,rintikan hujan yang deras membasahi tubuh ku, tak ku hiraukan rintik hujan yang menusuk tubuh ku. Orang-orang yang berteduh melihat ku dengan tatapan aneh seolah mereka berkata mengapa ia terus berjalan disaat hujan deras malam ini, aku terus hanyut dalam pikiran ku.Hingga ak tak sadar aku telah sampai di danau itu danau dimana abu adik ku d tabur...
Aku bingung apa yang harus aku lakukan,aku tak bisa berfikir positif aku harus mengikuti adik ku (aku masuk kedalam danau itu membiarkan tubuh ku masuk jauh kedalam dasar danau)
("adik, ayah,mamah aku datang")
sekian terimakasih saya Feni Anggraini