“Sirius bintang paling terang di angkasa, di bumi kamu menerangi jalanku ketika aku tersesat.” ~ Arunika Alceena
“Bertemu dengan mu membuatku tahu arti pengorbanan yang sesungguhnya.” ~ Sirius Antariksa Geuro
***
“Pergi kau dari sini!! dasar tidak berguna, apa yang kau lakukan membuat perusahaan ini rugi!!!”
“Tolong percaya saya... saya tidak mencampurkan cairan yang salah, itu sudah sesuai, hiks... hiks,” jelas perempuan itu sambil menangis berharap mereka mempercayainya.
“Arunika kau tidak bisa mengelak lagi, semua bukti sudah mengarah kepada mu. Apa yang ingin kau jelaskan lagi ha!!”
Di sudut lain seseorang tersenyum senang karena rencana yang ia susun serapi mungkin berhasil. Menyingkirkan Arunika dari perusahaan ini dengan begitu ia yang akan mengambil alih jabatan Arunika.
“Dengar Arunika mulai saat ini kau di pecat dari perusahaan ini!! Perusahaan tidak menerima seorang penghianat seperti mu!!” Teriak direktur perusahaan itu.
“Kemasi semua barang-barang mu, dan jangan lupa semua fasilitas yang kau dapatkan dari perusahaan kau harus mengembalikannya!!”
Arunika gadis itu hanya bisa terduduk lemas meratapi nasibnya yang sungguh sial, di saat yang bersamaan hujan mengguyurnya seolah menertawai nasibnya yang sungguh malang.
Tanpa Arunika sadari, sedari tadi ada seorang yang terus memperhatikannya, di dalam mobil pria itu terus memperhatikan Arunika yang masih terduduk di depan gedung perusahaan sambil menangis dengan keadaan yang basah kuyup. Pria itu hanya diam, sambil terus memperhatikan Arunika.
***
Arunika seorang Fragrance Chemist terkenal karena racikan parfumnya yang luar biasa. Impian nya sejak kecil menjadi seorang Fragrance Chemist di masa depan seketika musnah karena kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Dengan berat hati Arunika meninggalkan perusahaan yang sudah membangun namanya hingga terkenal.
“Semua perjuanganku hancur dalam satu hari, hiks... hiks...,” tangisnya sambil mengemasi semua barang-barangnya di Apartemen. “Apa yang harus aku lakukan setelah ini, tabungan ku hanya bisa untuk bertahan lima tahun lagi, aku tidak bisa berdiam diri aku harus memulai semuanya dari nol kembali.”
“Semangat Arunika!!! Kebahagiaan menanti mu Arunika,” ucap Arunika sambil menyemangati dirinya sendiri.
Setelah selesai mengemasi barangnya Arunika meninggalkan Apartemen itu, ia kemudian menuju rumah kedua orang tua nya, satu-satunya peninggalan orang tua nya yang ia miliki. Tak terasa Arunika sampai di rumah minimalis degan halaman depan dan belakang yang sangat luas. Karena rencana Arunika sebelumnya setelah ia selesai bekerja di perusahaan ARX Company ia memutuskan untuk mendalami ilmu meracik parfumnya, dengan menanami halaman nya dengan berbagai jenis tanaman yang nantinya bunga dari tanaman itu ia suling sehingga mendapatkan minyak esensial atau minyak atsiri yang nanti ia gunakan untuk meracik berbagai jenis parfum. Namun ia bingung jika uang tabungan nya ia pakai untuk membeli berbagai macam bibit tanaman, peralatan meracik parfum, dan alat untuk menyuling bisa-bisa uang tabungan nya akan terkuras banyak.
“fyuh... kenapa cobaanku begitu berat... hiks... Tuhan tolong aku, aku tidak mempunyai siapa pun didunia ini hiks... hiks.... di saat aku sudah menemukan jalan kenapa jalan itu harus buntu, Tuhan berikan aku malaikat penolong yang bisa membantuku keluar dari jalan buntu ini hiks... hiks...,” doa Arunika.
***
Keesokan harinya Arunika memutuskan untuk berbelanja kebutuhan rumah. Ia akan melamar pekerjaan lagi untuk mencapai tujuan nya, dengan ia bekerja ia bisa membeli semua kebutuhan untuk meracik parfum tanpa harus bingung memikirkan masa depan nya.
‘bruk’
“Tuan kalau jalan pake mata dong!! Tidak liat saya bawa belanjaan banyak gini.”
“Maaf Nona saya tidak sengaja, maaf sebagai ganti ruginya bagaimana jika saya mentraktir Anda makan siang di Cafe depan?” ucap pria itu sambil membantu Arunika mengambil barang belanjaannya yang terjatuh.
“Baiklah,” balas nya.
“Kalau begitu saya tunggu di Cafe depan Nona.”
“Ya.”
Cafe Galaxy
“Silakan duduk Nona, asisten saya sudah memesankan makanannya maaf jika tidak sesuai dengan selera Anda.”
“Maaf Tuan biasakah bicara tidak usah seformal itu, dan seperti nya saya pernah melihat Anda tapi di mana ya,” Arunika tampak berpikir merasa pernah melihat orang tersebut.
“Silakan dimakan Nona, setelah itu ada yang ingin saya bicarakan.”
“Tuan saya sudah selesai apa yang ingin Anda bicarakan?”
“Ehem... jadi begini Nona, maaf sebelumnya perkenalkan saya Sirius Antariksa Geuro pasti Anda sudah tahu bukan sekarang siapa saya?”
“Ha! Anda pemilik perusahaan ARX Company?”
“Ya tepat sekali, Anda bekerja di perusahaan cabang ARX Company. Anda di pecat karena suatu hal yang tidak Anda lakukan, sangat disayangkan perusahaan memecat Anda Nona. Karyawan berpotensi seperti Anda dan sudah membangun nama perusahaan sampai sukses seperti sekarang dan pelaku sebenarnya sudah saya pecat dan juga orang-orang yang sudah menjatuhkan nama Anda. Sebagai permintaan maaf saya Anda bisa bekerja kembali di ARX Company tetapi bukan di perusahaan cabang namun di perusahaan pusat, 20% saham perusahaan ARX Company saya berikan kepada Anda, bagaimana Nona? Jika Anda setuju silakan tanda tangani surat pengalihan saham ini,” ucap Tuan Sirius sambil menggeser map di depannya.
Arunika diam mematung ia sungguh syok dengan apa yang terjadi. Ia tidak menyangka doa nya akan terkabul secepat ini.
“Anda serius Tuan dengan apa yang barusan Anda ucapkan?” tanyanya sekali lagi memastikan bahwa apa yang ia dengar tidak salah.
“Arunika, bolehkah saya memanggil mu seperti itu? Dan ya apa yang saya ucapkan itu benar, saya bukan tipe orang yang menjilat ludah saya sendiri Arunika, dan satu lagi saya tidak terima penolakan.”
“Ya tidak apa Tuan Anda bebas memanggil saya, em... baiklah jika itu yang tuan berikan saya tidak bisa menolak nya,” ucapnya sambil mengambil map itu dan menandatangani nya.
“Selamat Arunika kamu sekarang salah satu bagian dari perusahaan ARX Company,” ucap Tuan Sirius sambil menjabat tangan Arunika.
“Maaf sebelumnya Tuan bolehkah jika saya tidak sering datang ke perusahaan, karena saya ingin memulai usaha saya sendiri?” tanya Arunika ragu.
“Owh kenapa tidak Arunika kamu bebas melakukan apa pun karena kamu bagian dari perusahaan dan juga kamu orang penting ketiga di perusahaan setelah saya, jadi lakukan apa pun yang menurutmu menyenangkan asal tidak membebanimu dan melukaimu,” ucapnya sambil tersenyum kepada Arunika.
“Jo atur semua kenyamanan untuk Arunika.”
“Baik Tuan,” ucap asisten Jo
“Kenapa aku merasa Tuan Sirius begitu perhatian ya, atau hanya perasaanku saja, tapi tidak mungkin kan dia memperhatikan bawahannya sedetail itu sampai hal kecil pun dia ikut turun tangan, dia kan bisa menyuruh asisten nya jika hanya memberikan map itu,” batin Arunika.
“Arunika saya pergi dulu, ingat untuk datang ke perusahaan besok. Saya tunggu kehadiranmu Arunika untuk meresmikan kamu sebagai bagian dari jajaran penting perusahaan,” ucapnya sambil berdiri dan merapikan jasnya.
“Baik Tuan saya akan datang tepat waktu dan terima kasih atas kepercayaan Anda,” balas Arunika sambil membungkukkan badan nya.
***
Di ruang rapat
“Selamat pagi semua!”
Ruangan yang tadinya ramai seketika senyap saat CEO perusahaan itu berbicara, dan asisten Jo yang selalu setia berdiri di samping Tuan Sirius.
“Hari ini saya mengadakan rapat karena ada hal yang ingin saya sampaikan, yang pertama pemegang jabatan tertinggi ketiga di perusahaan ini adalah Nona Arunika Alceena, silakan berdiri Nona,”
Arunika pun berdiri dengan gaya yang elegan dan anggun, di sudut lain Direktur cabang perusahaan tempat Arunika bekerja dahulu sudah pucat pasi mendengar jika Arunika memiliki jabatan penting di perusahaan ARX Company.
“Yang kedua Nona Arunika memiliki saham 20% di perusahaan ini dan tentunya ia juga memiliki peran yang penting di perusahaan ini, baik itu saja yang saya sampaikan jika ada yang keberatan dengan keputusan saya bisa angkat bicara.”
Semua hening tidak ada yang angkat bicara.
“Baik jika tidak ada yang angkat bicara, dengan ini saya sah kan Nona Arunika Alceena sebagai petinggi perusahaan dan merupakan bagian dari perusahaan ARX Company,” ucap Tuan Sirius sambil menjabat tangan Arunika.
Semua orang bertepuk tangan, dan satu per satu dari semua anggota rapat menjabat tangan Arunika.
***
Sejak saat itu hubungan Arunika dengan Tuan Sirius semakin dekat karena pertemuan mereka yang sering di kantor maupun luar kantor. Bahkan banyak yang mengira jika mereka memiliki hubungan khusus. Tanpa Arunika sadari ternyata selama ini Tuan Sirius selalu memperhatikan Arunika mulai dari Arunika bekerja di perusahaan cabang, ia selalu menguntit apa pun kegiatan yang Arunika lakukan. Entah mengapa ia begitu tertarik dengan perempuan itu, seorang pekerja keras dan selalu berkorban untuk meraih kesuksesannya.
Sejak Arunika diresmikan sebagai bagian penting dari perusahaan ia memulai usahanya sendiri karena jika di perusahaan pun Arunika datang hanya saat penting saja, jadi ia lebih fokus mengembangkan usahanya. Dua tahun berlalu sejak kejadian itu berkat kecerdasan Arunika ia kini memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang parfum bahkan kini ia memiliki banyak perkebunan bunga, ia bahkan di nobatkan sebagai Fragrance Chemist terhebat di dunia. Perusahaan nya pun sudah hampir setara dengan ARX Company.
Atap perusahaan ARX Company
“Ada apa Tuan meminta saya ke atap?”
“Arunika sudah berapa kali aku bilang berhenti memanggilku Tuan aku sudah bukan bos mu lagi.”
“Maaf Sirius, baiklah mulai sekarang aku akan membiasakannya lalu kenapa kamu memanggilku kemari?”
Sirius menghadap ke arah Arunika sambil menggenggam tangan Arunika
“Arunika jujur aku menyadari bahwa selama ini aku menyukai mu, bertemu dengan mu mengajar kan aku arti berkorban, selama ini aku selalu menguntit mu ha...ha...ha..,” ucapnya sambil menertawai kebodohannya. “Tapi itu karena aku mencintaimu Arunika.”
“Aku juga sebenarnya menyukai mu Sirius saat kamu menolongku ketika aku putus asa kau datang sebagai penerang jalanku,” ucapnya sambil tersenyum.
“I love you Arunika Alceena.”
“Love you too My Halper Angel.”