Veronica POV
•
Menjengkelkan, setiap saat menempel terus kek perangko, gak bosen apa? Rasanya pengen ku teriak di telinganya "𝓪𝓴𝓾 𝓶𝓪𝓾 𝓼𝓮𝓷𝓭𝓲𝓻𝓲𝓪𝓷, 𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓹𝓵𝓮𝓪𝓼𝓮 𝓳𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓲𝓴𝓾𝓽𝓲𝓴𝓾!!"
Ah!!?
Tidak mungkin kan kalau dia...lesbi???!
Yak! Apa yang ku pikirkan, aku masih normal okey
Dia saja yang sedikit...em...sinting...mungkin🤔
"Vero!!"
Ah sudah ku duga, mau aku ngumpet dimanapun dia pasti tetap bisa menemukan ku
"Bagaimana kau bisa tau aku ada di sini?"
Sebenarnya aku malas menanyakannya, tapi yah daripada aku cuek padanya dia pasti ngedumel tanpa henti bahkan saat tidurpun mungkin dia ngoceh-ngoceh gak jelas
"Anak-anak memberitahuku kalau kau ada di sini, jadi aku datang memastikan"
Dasar anak-anak mulut ember_-
"Oh iya ini"
"Hm"
Susu ultramilk rasa original kesukaan ku? Bagaimana dia bisa tau?
"Jangan terlalu memikirkan bagaimana aku bisa tau kau menyukainya, karena aku tau semua tentangmu"
Semuanya?hah? Kau bercanda?!! Jadi selama ini kau...argh taulah
"Oh" aku hanya bisa menerima pemberiannya, lagian aku juga tidak bisa menolaknya, sayang mumpung gratis
"Thank you" ucapku saat menerima susu ultramilk pemberiannya dan kemudian aku membuka hp ku dan mencari kesenangan tersendiri, senyum-senyum sendiri ketika melihat sebuah gambar atau video di tiktok, sedangkan dia...hanya menatapku, aku tidak tau apa ada sesuatu yang menempel di wajahku kenapa dia menatapku seolah-olah ia ingin memakanku, hih...bulu kudukku berdiri ketika wajahnya mendekat
"Yaaa...apa yang kau lakukan!?" aku menjauhkan wajahku darinya dan menatapnya penuh tanda tanya
"Aku hanya ingin tau, apa yang kau lihat sampai-sampai kau mengabaikan ku di sini?" Tanyanya padaku intens
"Tentu saja melihat masa depanku" aku menjawab santai sambil meminum susu ultramilk dan kembali menatap layar hp
"Suami khayalan mu itu?"
"Itu tau, ngapain nanya"
"Yaaaa...bisakah kau lebih memperhatikan ku daripada suami khayalan mu ini yang tidak tau apakah kau itu hidup dan ada di dunia ini" dia merebut hp ku
"Yak!! kembalikan!!" Aku berusaha merebut hp ku darinya, tapi tak kunjung juga dapat karena dia meninggikan tangannya sehingga aku kesulitan menggapai hpku. Oh ayolah dia itu lebih memiliki tinggi 157 cm sedangkan aku hanya 153 cm, bagaimana aku bis menggapainya coba??
"Rin kembalikan hpku"
"Sebentar"
"Rin, Jan macem-macem kau!"
"Ini sudah selesai"menyerahkan
"Apa yang kau lakukan tadi" kesalku dan mengecek isi hpku
Rasanya janggal, banyak apk yang berkurang. Tunggu apk yang hilang itu...astaga itukan apk yang selama ini ku pertahankan agar tidak terhapus, tunggu jangan-jangan bukan cuman apk, aku beralih membuka galeri dan...kosong, semuanya kosong tidak ada sedikitpun foto atau video
Aku kemudian menatapnya kesal, mataku memerah dan kemudian air mataku mulai bercucuran
"Yaaa!!kenapa kau menghapusnya?!!!" Suaraku parau
"Aku hanya tidak suka kalau kau hanya memperhatikan bias jelekmu itu, tidak kah bisa kau memperhatikan ku lebih darinya?"dia mendekatiku dan aku hanya dapat mundur perlahan ke belakang tanpa tau apa yang terjadi nanti
"Emang kau siapaku?!Orang tuaku?adik ku? saudaraku? Bukan kan!?kau hanya orang asing yang masuk ke kehidupanku! Jadi apa perlu aku memperhatikan mu? Tidak?"
"Aku lebih memperhatikan biasku itu wajar karena merekalah kebahagiaan ku, orang tuaku saja tidak mempermasalahkan aku memperhatikan mereka dan menyukai mereka. Lah kau, kau bahkan seenaknya menghapus isi galeri dan apk di hpku!!"Tanpa sadar aku melampiaskan emosiku
"Tapi aku mempermasalahkan itu, aku kesal ..."
"Kesal?aku lebih kesal lagi darimu"
Bruk...
Aku menyenggolnya kasar dan pergi meninggalkannya, tapi sebelum aku benar-benar meninggalkannya aku berhenti sejenak
"Kita baru kenal seminggu, so jangan sok dekat denganku, dan sok tau tentangku karena aku paling tidak suka ada orang asing yang ikut campur dalam kehidupanku" ucapku tanpa menoleh dan pergi dari sana meninggalkan dia sendirian
-
-
Chaterine POV
•
Apa aku terlalu berlebihan?
Aku hanya ingin mendapatkan perhatiannya, tapi kenapa?
Aku membalik badanku, menatap kepergian Vero dengan tatapan sendu ku. Aku hanya ingin selalu ada di sampingmu Ver, jadi kumohon jangan menjauh dariku.
"Ver tungguin" aku mengejar Vero yang sudah menjauh dariku, niatku hanya satu minta maaf padanya dan tidak akan mengulangi perbutanku tadi, sungguh aku harap dia mau mendengarkan ku
Tap
Tap
Tap
"Ver!!"
Dia tidak menoleh sedikitpun atau menghentikan langkahnya? Apa dia sangat marah?ah tentu saja dia marah, karena aku tadi telah lancang.
Sesampainya aku di kelas aku masuk dan berjalan menuju tempat duduknya, kosong tasnya tidak ada. Kemana dia?
"Kau yang di sana" aku berteriak memanggil seseorang yang tengah ingin keluar dari kelas dengan temannya
"Kau memanggilku!" Tanya gadis setengah culun itu sambil menunjuk dirinya
"Bukan setan, ya kaulah siapa lagi" aku ngedumel sambil mendekatinya
"Kau tau Vero kemana?"
"Vero? Kurasa dia sudah pulang barusan, em tapi tampaknya habis dapat masalah, soalnya aku lihat dia habis menangis"
Sial, itu pasti karena aku tadi yang keterlaluan
"Baiklah, thank you infonya" aku kembali ke bangku ku, kemudian menyelempang tasku, dengan langkah yang terburu-buru aku meninggalkan kelas dan mengejar Vero
-
-
Veronica POV
•
Keterlaluan apa-apaan coba dia? Setidaknya jika dia tidak suka ya udah diam jangan main seenaknya.
Menjengkelkan
Ocehku dalam hati sambil menendang botol Aqua kecil di hadapanku
Klontang...klontang...klontang...
Hah, galau tau
Mana apk yang di hapus itu apk kesayangan, aku susah payah join ke ntuh apk eh malah di hapus seenak jidat
"VERO!!!" Aku mendengarkan seseorang meneriaki namaku, dan aku menoleh
"Chaterine?" Ck ngapain di pake ngejar-ngejar segala, dia pikir ini kaya di sinetron-sinetron SCTV apa? Ngejar-ngejar ke sini guna minta maaf dan memohon bak orang malang yang butuh belas kasihan, cih basi gak berlaku lagi untukku tau gak
Aku mempercepat langkahku, dan kemudian menoleh ke kanan dan kiri jalan raya mencari taxi yang akan lewat dan kebetulan 1 taxi berhenti di hadapanku
"Mbak butuh tumpangan?" Ucap supir taxi itu sambil membuka kaca mobil
"Oh iya pak" tanpa basa-basi lagi aku langsung naik ke kursi penumpang dan segera menutup pintu
"Ke jl.xxxx pak"
"Baik" sapir taxi itu perlahan menjalankan mobilnya
"TUNGGU!!"
Ckit!! Brak!! Mobil tiba-tiba berhenti dan membuat kening paripurna ku terbentur di sandaran kusri
Ah Shittt, kenapa sih dia cepat banget nyusulnya, kek Flash yang larinya cepat itu
"Mbak kayanya teman embak ketinggalan" tanyanya sambil menatapku dari pantulan kaca pengemudi
"Jalankan saja mobilnya pak, jangan pedulikan dia" jawabku ketus tanpa menoleh dan tetap fokus ke layar hpku
"Oh baiklah"kembali menjalankan mobil
"Tunggu Ver, jangan pergi dulu gw mau ngomong" ia berlari mengikuti kecepatan mobil dan menggedor-gedor kaca mobil sambil memohon
Sudah ku duga sih, ini persis kek di sinetron itu, sinetron yang judulnya...em ntahlah aku tidak tau
•
•
•
MY STORY
BY SHIGTSU TADAKI