Besok adalah hari Halloween aku dan teman-temanku, sangat antusias ingin pergi ke acara Halloween Party yang di adakan setahun sekali.
Di acara Halloween Party itu, Panitianya mengadakan acara lomba permen terbanyak, jadi jika ingin mengikuti lomba ini harus bisa menarik perhatian panitia, dengan menggunakan kostum terseram agar bisa mendapatkan permen terbanyak. Hadiah lomba ini sebesar Lima juta rupiah, lumayan banyak buat tambahan uang jajan sekolahku hehehe.
" Pokoknya kita semua harus pergi ke sana, dengan menggunakan kostum terseram, agar kita bisa mendapatkan permen yang sangat banyak, dan kita semua bisa mendapatkan Hadiahnya " ucap Anna temanku.
" kita pakai kostum hantu ini saja " aku mengambil kostum pakaian putih yang penuh noda darah, dan memperlihatkan topeng yang sangat menyeramkan kepada teman-temanku.
" Wow kostum kamu keren banget Ra, sangat cocok jika di padukan dengan topeng ini, apalagi topeng ini sangat menyeramkan sekali, kamu beli dimana sih " tanya Manda kepadaku.
" Aku tidak membelinya, tapi aku menemukan topeng seram ini di jalan saat aku... " aku berhenti bercerita tentang topeng seram yang aku temukan, karena Anna menyela ucapan ku.
" beruntung banget kamu Rania, saat acara lomba Halloween Party seperti ini, kamu bisa menemukan topeng seseram ini, aku yakin kita pasti akan menjadi juara di acara lomba Halloween Party " ucapnya bersemangat sekali, bisa menjadi juara di acara lomba Halloween Party.
" iiikh Anna, kamu kenapa menyela cerita Rania sih, aku penasaran banget ingin tahu tentang topeng seram, yang di temukan oleh Rania " gerutu kesal Manda pada Anna yang menyela ucapan ku, karena ia penasaran dengan cerita ku.
" hehehe sorry, ya udah lanjut lagi ceritanya Ra, nanti ada yang marah lagi " celetuk Anna sambil melirik ke arah Manda yang sedang kesal kepadanya.
" Iya aku lanjut lagi cerita tentang topeng ini, aku menemukannya dipinggir jalan, karena topeng itu terjatuh oleh seorang Nenek tua, padahal aku sudah berusaha berteriak sangat kencang memanggil Nenek itu, tapi ia tidak mendengarkan suara teriakan aku.... "
" Pasti Nenek itu sudah tuli " lagi-lagi Anna menyela ucapan ku.
" Anna.... " teriak Manda yang sangat kesal kepada Anna.
" hehehe iya sorry, kali ini aku suwer deh gak bakalan menyela lagi " Anna mengangkat kedua jari tangannya ✌️ , dan berjanji tidak bakalan menyela ucapan ku lagi.
" Lanjut lagi Ra " titah Manda kepadaku untuk melanjutkan kembali ceritanya.
" Baiklah " sahutku sambil tersenyum.
" Aku berlari mencari Nenek tua itu, tapi Nenek itu sudah menghilang entah kemana. Selesai " lanjutku yang bercerita cuman sampai di sini.
" Haah kok cuman segitu doang ceritanya, kirain aku bakalan ada hal Mistis yang menyeramkan seperti topeng ini " ujar Manda yang belum puas dengan cerita ku, karena tidak sesuai dengan pikirannya.
" Mana ada jaman sekarang ada hal Mistis yang menyeramkan sih, palingan itu cuman ada dalam pikiran mu saja " celetuk ku yang tidak percaya tentang Hal Mistis.
" Hey kalian berdua jadi tidak sih pergi ke acara lomba Halloween Party, aku sudah siap nih " ucap Anna yang sudah siap pergi ke acara lomba Halloween Party, dengan menggunakan kostum yang aku tunjukkan kepadanya.
" Ya jadi dong Anna " sahut Manda.
" Ya sudah buruan pakai kostum ini " Anna memberikan kostum yang sama kepadaku dan Manda.
" Jadi kita bertiga memakai kostum yang ini, tapi sayang sekali topengnya cuman ada satu " gerutu Manda.
" Gampang nanti kita bergantian saja pakai topeng ini, yang terpenting kita harus makeup seseram mungkin " aku pun segera merias wajahku dengan makeup yang sangat seram.
Setelah selesai makeup yang sangat menyeramkan, aku dan kedua temanku pergi ke acara lomba Halloween Party.
Sesampainya di Acara Halloween Party.
Aku dan teman-temanku segera masuk ke dalam acara itu, tapi langkahku dan juga teman-temanku dihentikan oleh Henry kakak kelasku yang sangat menyebalkan.
" Rania, Manda dan Anna, kalian bertiga jangan ikut ke dalam acara Halloween Party " cegah Henry kepada Rania dan teman-temannya.
" iiikh kak Henry ini kenapa sih, suka-suka kita dong mau ikutan atau tidak, ini bukan urusan kak Henry, acara ini juga terbuka untuk umum " jawab ku kesal kepada Henry kakak kelasku.
" itu topeng apa yang kamu pegang Ra " tanya Henry sambil mau merebut topeng yang sedang aku pegang.
" Bukan urusanmu, sekali lagi aku tekankan sama kak Henry jangan ikut campur, udah sana minggir aku dan teman-temanku mau masuk ke dalam " aku dan kedua teman-temanku tidak menghiraukan suara kak Henry, yang mencegah kami bertiga untuk jangan masuk ke dalam acara Halloween Party.
Aku dan kedua temanku sudah masuk ke dalam acara Halloween Party.
" ini acaranya bener-bener sangat menyeramkan, apa lagi nuansanya seperti di pemakaman " bisik Manda di telingaku.
" iya benar, aku coba pakai topeng ini ya " aku pun segera memakai topeng yang aku temukan di pinggir jalan.
" loh kok ini seperti bukan orang-orang yang menggunakan kostum Halloween, tapi seperti Hantu sungguhan " gumamku dalam hati, saat aku memakai topeng ini seperti melihat hantu sungguhan. Maka dari itu aku segera melepaskan topeng ini.
" uuuuh kok susah sekali sih, Manda Anna tolong bantu aku melepaskan topeng ini " aku berteriak sangat kencang, agar bisa terdengar oleh kedua temanku. karena alunan musik yang sangat menyeramkan sangatlah kencang sekali.
" iiikh kemana perginya mereka semua sih, kok tidak menyahut ucapan ku " gerutu ku sangat kesal pada dua temanku.
Tapi ada orang yang seperti ingin membantuku melepaskan topeng ini, tidak lama kemudian orang itu bisa melepaskan topeng yang aku gunakan.
" kak Henry " lirih ku pelan.
" Ayo kita harus cepat pergi dari tempat ini " Henry menarik tangan ku sangat erat, dan mengajakku untuk keluar dari acara lomba Halloween Party.
Sesampainya di pintu keluar, aku dan Kak Henry di hadang oleh seorang Nenek tua.
" Hihihi, kamu mau pergi kemana cu " ucap Nenek itu.
Nenek tua itu semakin mendekat ke arahku dan kak Henry.
" itu seperti Nenek tua yang menjatuhkan topeng ini " gumamku dalam hati.
Tapi semakin Nenek itu mendekat ke arah ku dan kak Henry, wajahnya berubah menjadi sangat menyeramkan.
" Aaaaaaaaah " teriak aku ketakutan melihat wajah Nenek itu.
" Hihihi " suara tawa Nenek tua itu, sangat kencang membuat aku ingin segera pergi meninggalkan tempat ini.
" kamu tidak akan bisa pergi, dari acara Halloween Party yang aku adakan, bersenang-senanglah di caraku ini, hihihi " ucap Nenek itu, dan pergi meninggalkan aku dan Henry.
" kak aku ingin pergi dari sini " bisik ku ditelinga kak Henry dengan wajah ketakutan.
" kamu kenapa jadi penakut sih, lihat wajah kamu juga tidak kalah seramnya dari Nenek itu " sahut Henry sambil tersenyum.
" Aawww " teriak Henry kesakitan, karena aku mencubit tangannya.
" iya pasti kita bisa keluar dari acara ini, tapi sebelum kita pergi dari sini, kita harus menyelamatkan kedua temanmu yang sedang asyik mengikuti lomba yang diadakan di sini " tutur Henry menunjuk ke arah Manda dan Anna.
" Emangnya kita berada di mana sih kak " ujar ku dengan raut ketakutan.
" Ini adalah tempat pemakaman umum, tempat ini terlihat seperti tempat biasa, bagi orang yang tidak memiliki kekuatan mata batin, dan hanya orang indigo seperti diriku yang bisa melihat dan merasakannya " jelas Henry.
" Tapi kok aku juga bisa melihat Nenek itu sangat menyeramkan sekali " aku menanyakan itu pada kak Henry.
" Itu semua karena kamu sudah menggunakan topeng milik Nenek itu, dan Nenek itu menganggap kalau kamu itu adalah cucunya " jawab Henry.
" sebaiknya kita bakar topeng ini, agar kita bisa pergi meninggalkan acara ini, karena menurutku acara lomba Halloween Party ini, seperti pesta para hantu " lanjut Henry menjelaskan kepada Rania.
Berang-berang makan ketupat bumbu
bersambung dulu ya......