Stuck in a dimension
Karya: Jocelyn Megan
Kelas: 9B
Langit pagi yang indah dengan kicauan burung burung yang merdu beserta sinar matahari yang menembus masuk jendela membangunkan Vira. “Hah! Dimana ini? Me-mengapa aku berada di sini. Mengapa semuanya terlihat sangat asing? ”ucap Vira dengan panik. “Bukannya tadi aku sedang bersama Tania sedang memegang es krim?” gumam Vira dengan panik. Setelah beberapa saat melihat ke sekelilingnya, Vira terdiam, berusaha menenangkan diri dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Mari kita balik ke beberapa waktu lalu sebelum ini semua terjadi. Jadi sebelumnya aku dan sahabatku berencana untuk olahraga pagi, tetapi belum 5 menit kita berolahraga, langit mendadak menjadi gelap sekali dan turun hujan dengan sangat lebatnya, sehingga kita tidak jadi berolahraga. Kemudian kita berencana untuk menonton TV, tetapi TV-nya korslet akibat hujan lebat. Setelah hujan reda, kami memutuskan untuk menonton di bioskop. Sesampainya di sana, ternyata bioskop malah mati lampu. Akhirnya kita menghibur diri dengan membeli es krim, namun es krimnya jatuh ke lantai karena disenggol anak kecil yang sedang berlari dari arah belakang kita. Banyak sekali kemalangan yang kita lalui hari ini dan terakhir, saat bangun aku sudah berada di sini.
(Balik ke sekarang)
Belum lama Vira melihat-lihat ke sekeliling kamar. Tiba-tiba datanglah seorang gadis yang tidak dia kenal. Gadis itu bertanya “Nona apakah anda baik baik saja? Apakah anda masih pusing?” ucap Maya dengan penuh kekhawatiran. Vira yang masih bingung itu bertanya balik padanya tentang siapa dirinya, sedang dimana ia berada dan juga tahun berapa sekarang. Karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Vira akhirnya gadis itu mengganggap bahwa Vira telah hilang ingatan. Gadis itu bercerita bahwa dia bernama Maya, dan merupakan orang terpercaya Vani (nama orang yang spiritualnya digantikan oleh Vira).
Setelah menggali berbagai informasi dari Maya, Vira berkesimpulan saat ini Vira berada di zaman Joseon, yaitu zaman kerajaan Korea, dan ia sekarang sedang berada di dalam tubuh seorang gadis bernama Vani. Vani memiliki musuh yang bernama Vania, dimana Vania ini sedang menyiapkan diri untuk kontes pemilihan selir kerajaan Vannesh.
Ayo kita lihat latar belakang permusuhan Vani dengan Vania. Vani dan Vania sudah bermusuhan sejak kecil. Permusuhan Vani dan Vania hanyalah sebatas tontonan untuk publik, karena mereka dilarang berteman hanya karena latar belakang keluarga masing-masing, akibat beda derajat dan status keluarga.
***
Hari ini adalah hari ketujuh aku dan Vania berada di sini, setelah hari-hari tersebut aku sadar kalau ternyata Vania tidak lain adalah sahabatku sendiri yaitu Tania, orang yang melewati kesialan kesialan langit hujan, TV korslet, bioskop mati lampu ddan juga es krim yang jatuh. Masalah utama yang sekarang kita hadapi adalah Raja Salima, karena kita berdua ditugaskan untuk menghabisinya, ya anda tidak salah dengar, kita harus menghabisi Raja Salima karena kita ditugaskan oleh agensi kita. Kita adalah assassin negara yang ditugaskan untuk membantu negara untuk bangkit, dan sekarang tugas utama kita adalah untuk menghabisi Raja Salima agar pangeran kedua, yaitu Pangeran Malkasa bisa bangkit sebagai raja. Pembunuhan Raja Salima bukanlah tanpa sebab, tetapi karena semenjak ia diangkat menjadi raja, persentase kerajaan ini semakin menurun dan rakyat mulai mengeluarkan suara. Bukannya Raja Salima mencari solusi untuk menenangkan rakyat Ia malah membunuh orang orang yang membantahnya, akhirnya rakyat tidak berani berkutik dan hanya bisa berkumpul secara diam-diam untuk membuat rencana agar dapat menurunkan raja.
Pertama-tama kita harus berada di dekat Raja Salima terlebih dahulu, jadi kita harus memenangkan kontesnya. Dalam kontes kali ini akan dipilih 3 orang yang akan diangkat sebagai selir. Kontes yang diadakan memiliki 3 ronde, yaitu: memainkan alat musik, membuat puisi dan melukis. Kebetulan sekali itu adalah keahlianku dan juga Vania, sehingga kita dapat memenangkannya dengan mudah. Setelah kontesnya selesai raja langsung memberikan deklarasi siapa yang akan diangakt sebagai selir, berikut adalah deklarasinya: Hari ini terdapat 3 orang yang akan ditabiskan sebagai selir raja, mulai sekarang semua harus hormat kepada mereka yaitu, Vani(pemilik tubuh asli Vira), Vania(pemilik tubuh asli Tania) dan Riska.
Sudah berapa bulan berlalu setelah deklarasi tersebut diumumkan. Setelah mengenal lebih lanjut tentang Raja Salima, ternyata ia bukanlah orang yang tidak logis atau tidak peduli dengan rakyatnya tetapi memang dia tidak tahu tentang penderitaan rakyat akibat perdana-perdana menterinya yang menutupi masalah tersebut. Kaget dengan pernyataan raja akhirnya aku dan Vania menceritakan apa yang sedang terjadi di luar sana dan mengajak raja untuk pergi mengelilingi kota, raja kaget dengan apa yang diceritakan Vira dan Vania, sehingga ia setuju untuk ikut dengan ide mereka.
Setelah mengunjungi kota-kota Vannesh, raja sangat murka dan iba, hatinya terasa tercabik-cabik bagaikan sedang tidur terlentang di atas duri-duri kaktus karena ternyata selama ini orang yang paling ia percaya mengkhianatinya dan menutupi masalah sepenting ini. Pulang dari perjalanan tersebut ia langsung memanggil semua perdana menterinya untuk menginterogasinya, dari beribu-ribu orang hampir semuanya terikat dengan masalah ini, bingung harus gimana raja mengutus pelayannya untuk memanggil Vira dan Vania ke tempat ia tinggal.
***
Sesampainya disana, Vira dan Vania sontak bertanya “ada apa raja memanggil kami?”ucap mereka berbarengan. “Ya, saya sudah tahu sekarang apa yang kalian maksud, tetapi apa yang harus saya lakukan sekarang!? Semuanya terlibat dalam kasus ini! Saya tidak tahu harus bagaimana!” ucap raja dengan rasa campur aduk. Mendengar ucapan raja yang sembari berteriak mengagetkan Vira dan juga Vania, lantas Vira langsung berkata “Saya tahu anda sedang bimbang, tetapi tolong berteriak seperti itu” ucap Vira sedikit kesal dan juga kaget. Mendengar ucapan Vira, raja langsung meminta maaf dan menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan kekerajaannya sekarang. “Tolong bisakah kalian membantu saya? Saya benar benar tidak tahu bagaimana membangun ulang kekerajaan ini. Apakah kalian memiliki saran dalam bagaimana saya bisa memperbaiki kekerajaan ini?” tanya raja. Vira dengan sigap menjawab: “Ya, pertama-tama anda harus rela memecat perdana perdana Menteri anda yang terlibat dalam kasus ini. Lalu anda perlu mengangkat penasehat baru”. “Lantas menurutmu siapakah yang bisa saya angkat sebagai penasehat?” ucap raja. “Menurut saya Pangeran Malkasa adalah kandidat yang tepat bukan untuk dijadikan penasehat, melainkan pendamping raja dalam memimpin kekerajaan ini” ucap Vira dengan wajah serius. Terkesima dengan pemikiran Vira yang cepat tanggap dan cepat mencari solusi raja terkagum-kagum dan memberinya gelar yang lebih tinggi.
Tiga bulan kemudian, dapat dilihat kerajaan Vannesh yang sedang jaya tersebut, berkat bantuan Pangeran Malkasa yang sekarang diutus sebagai tangan kanannya raja dan juga Vira yang sekarang dinaikan kedudukannya sebagai ratu. Semenjak Vira menjadi ratu, dan Pangeran Malkasa yang menjadi tangan kanan Raja Salima, kekerajaan Vannesh tidak pernah lagi kesusahan dan semua masalah dapat diselesaikan dengan baik, dengan adanya ratu yang bijak, serta bantuan dari Pangeran Malkasa, sekarang Kerajaan Vannesh jaya, rakyat-rakyat senang dan tidak ada lagi yang protes untuk menggeserkan tahta raja. Terakhir Raja diberi nasehat oleh Ratu Vira untuk selalu waspada, jangan terlalu memercayakan orang lain secara berlebihan, hanya karena seseorang berkata apa, itu tidak berarti apa yang mereka katakana selalu benar.
****
Berikut cerpen dari saya, Jocelyn Megan, jika ada kesalahan ketik atau kekurang dalam cerita saya, saya mohon maaf. Terima kasih udah mau baca cerita aku sampai akhir. Semoga sehat selalu dan Bahagia. Have a great day