Hai apa kabar kamu? semoga baik-baik saja ya.
Tau nggak, aku tuh kangenn banget sama kamu.
Sekarang tanggal 30 Oktober diperingati sebagai ex day lhoo, tapi aku inget kita kan belum menjadi mantan. Belum ada kata putus dihubungan kita. ahahaha lucu bangett.
Berawal pada tanggal 26 November 2021 dimana kita tanpa sengaja bertemu. Aku yang tanpa sengaja menemukan seorang gadis kecil yang tengah menangis sendirian. Ku hampiri dia dan ku tanya. "Hei cantik, kenapa kamu menangis hm?." Dia menjawab "Aku terpisah dengan kakak ku" Ucapnya dengan sesenggukan. Ah malang sekali kamu cantik. Ku tawari untuk bersama ku dan mencari kakaknya yang terpisah. Ku gandeng tangan mungilnya sambil berjalan menyusuri taman di sore hari itu.
Tak berselang lama kami berjalan, seorang lelaki menghampiri kami dan langsung memeluk gadis kecil itu dengan erat. Ah, ternyata itu kakak gadis kecil itu.
Pertemuan singkat namun berkesan itu yang masih teringat di kepala ku sampai sekarang.
28 November 2021, aku berjalan kembali ditaman itu, taman dimana kita bertemu. Saat aku duduk untuk beristirahat tiba-tiba ada seseorang menghampiri ku, "Permisi boleh duduk disini?." Ku menoleh dan menatap mu singkat. "Boleh." jawab ku singkat. "Kau lupa dengan ku?." Tanyanya kepada ku. Ku mengernyit heran, maaf sebelumnya aku memang orangnya sering lupa dengan orang baru.
Pertemuan kedua kalinya kami berkenalan. Ternyata namanya Arga. Nama yang bagus. Sial! kenapa aku terus memikirkannya?. "Astaghfirullah, ingat gk boleh." ku bicara pada diri ku sendiri.
Tak terasa pertemuan itu membuat kami semakin dekat, emm bahkan kami mulai saling terbuka. Aku semakin lama semakin nyaman dengan sifat hangatnya. Astaga apa yang aku pikirkan. Hei ingat satu hal, kita tidak akan pernah bisa bersama.
25 Desember 2021, kita berjanji akan bertemu bersama. Ku menunggu mu di taman itu. 5 menit, 10 menit, sampai setengah jam aku menunggu. Ah, apa mungkin dia lupa?. Adzan dhuhur sudah berkumandang.Ku berdiri ingin menunaikan kewajiban ku sebagai seorang muslim. namun saat akan melangkahkan kaki ku, ku terhenti saat seseorang berdiri didepan ku dengan nafas yang memburu. hmm sepertinya dia habis berlari.
"Maaf." satu kata yang muncul di bibirnya. Ku tersenyum maklum. "Maafkan aku karna membuat mu menunggu lama". "Di gereja sangat ramai, aku harus berdesakan untuk keluar."
Ya benar, dia seorang anak Tuhan Yesus.
31 Desember 2021, Aku dan keluarga ku berencana melihat kembang api di taman kota. Kami berangkat pukul 21.00 WIB. Sambil menunggu, ku berjalan menyusuri taman kota itu.
Astaga apa ini, apa mataku bermasalah?. Kenapa aku melihat Arga? dan tunggu, dia bersama keluarganya?. Dan mulai kapan keluarga ku dan keluarganya akrab? bahkan mereka terasa sudah mengenal lama?.
Entahlah sejak kapan aku dan dia berjalan berdua bersama?. Kita duduk bersama di bangku taman itu. Kami saling diam, tak tau kenapa suasana saat itu terasa canggung. aku yang melihat orang-orang yang berjalan bersama pasangannya untuk merayakan malam tahun baru.
Ku tersentak kaget saat tangannya meraih tanganku. ku tatap matanya. "Aku nyaman saat bersama mu. entah sejak kapan perasaan ini mucul. yang pasti aku tidak ingin kehilanganmu.mau kah kamu dengan ku? kita lewati hari-hari yang melelahkan bersama." ucapnya dengan nada yang sangat lembut.
Astaga apa ini? apa baru saja dia menyatakan perasaannya padaku?, astaga.
Ku tatap netra hitamnya. "Kau tau kan..kita berbeda.." Ku berbicara dengan lirih dengan menahan rasa sesak di dada. Jika boleh jujur aku juga nyaman dengannya.
Tapi aku sadar, kami sangatlah berbeda. Saat kau genggam Rosario mu ku genggam tasbih ku. saat ku membaca kitab suci ku, kau justru membaca Alkitab mu. Aku memang mencintai mu tapi aku tidak ingin mengambil mu dari Tuhan mu.
Ku mengurung diri dan menangis. Ya Tuhan maafkan hamba mu ini yang telah melanggar aturan mu. Ku ambil air wudhu dan menghadap mu. Ku berdoa memohon ampunan padamu. Aku salah, tapi kenapa aku tidak bisa menolak? Apa mungkin godaan setan begitu kuat?. Maaf, maafkan hamba karna menerima pernyataannya.
Ku bahagia, namun aku juga takut. Dosaku begitu besar. Kenapa? kenapa harus anak Tuhan yang mengisi hati ini?.
Entah peringatan atau karma, kami harus saling berpisah. Ku tidak sanggup melihatnya dengan begitu banyak alat ditubuhnya. Kenapa? Ya Tuhan. maafkan hamba mu ini. Aku memohon sembuhkan lah dia. Aku berjanji akan mengakhiri semuanya setelah ini.
Ku berlari tanpa menghiraukan teriakan orang-orang sekitar. Pikiran ku kalut saat mendengar kabar yang begitu mengguncang. Tubuhku lemas saat melihat kain putih menutupi tubuh mu. Tidak! ini tidak mungkin. Arga...! ini pasti mimpi kan?!. kumohon bangunkan lah aku. Ku peluk tubuh dinginnya dan memohon untuk segera bangunkan aku.
Tidak! ternyata ini bukan mimpi. Dia meninggalkan ku. meninggalkan semua janji yang kita buat bersama.
23 September 2022, semesta mengakhiri semuanya. mengakhiri kisah kami dengan begitu menyedihkan. Bolehkah aku membenci diri ku?. Jangan kalian pikir aku lebay, ini memang benar-benar menyakitkan. Berharap aku tidak jatuh lagi pada kesalahan yang sama.
Pertemuan singkat dan hubungan singkat ini membuat ku semakin banyak belajar. Jika hubungan dengan didasari oleh keegoisan tidak akan pernah berjalan baik. Pasti salah satu dari kami harus ada yang mengalah. ah ralat bukan salat satu, tapi kami berdua yang harus mengalah.
Bersyukurlah pada kalian yang mendapat pasangan dengan keyakinan yang sama, jangan menjadi aku yang hanya mementingkan keegoisan ku saja.
"Ini lebih sulit dari sekedar cinta beda rasa atau bahkan beda negara. Cinta beda agama hanya memiliki dua pilihan, memilih pasangan mu atau justru Tuhan mu."