Elmira Revalina Putri atau biasa dipanggil Reva adalah seorang cewek yang cantik dengan hidung mancung, kulit putih ,dan begitu perfect yang trauma akan masa lalu, ia tidak beruntung dalam namanya percintaan tapi ia mungkin sering dianggap beruntung dalam keluarga. Berbanding terbalik oleh reva, ia tertekan dalam lingkup keluarga yang cukup ketat atau biasa disebut dikalangan zaman sekarang adalah strict parents.
Menurut Reva mencintai seseorang adalah sebuah seni yang membuat diri sendiri tersiksa..
”Untuk apa kita sayang dengan orang yang entah hatinya buat siapa, itu sangat merugikan”. Kalimat itu yang pernah ia lontarkan sebelum mengenal sosok Regan Abmaja seorang laki-laki yang diperkenalkan oleh dirinya di bangku smp. Awalnya Reva tidak begitu tertarik dengan pria itu seiring jalannya waktu Reva tertarik oleh sosok Regan pria yang ruang lingkupnya kurang bagus tapi Reva tidak memperdulikan itu karna menurutnya semua itu bakal berubah tanpa memikirkan itu sangat sulit. Disaat semuanya berlalu tiba-tiba Regan menyatakan cinta kepada Reva
” Va, mau ga kamu jadi teman ketika aku susah ketika aku senang. Va aku sayang sama kamu, aku mau kamu menjadi milik Regan Abmaja."ucapnya. Tanpa berkata apapun karna di butakan oleh Regan, Reva menerima Regan untuk menjadi kekasihnya saat ini tanpa memikirkan perkataan ini nyata adanya.
Hari-hari berjalan dengan normal seperti biasanya, teleponan, memberi kabar satu sama lain berubah ketika suatu hari sikap Regan 180 derajat tidak seperti biasa Reva pun merasakan perbedaan Regan itu dari sulit di chat, tidak mengangkat telpon dari Reva, dan tidak pernah izin ataupun memberi kabar kepada Reva dan pada akhirnya Reva pun menyerah.
Reva ingin menghibur diri dari semuanya, ia pengen keluar rumah buat nenangin pikirannya dan ia mengajak temannya Alexa, Clara, dan Elena karna mereka bertiga udah dipercayai oleh kedua orang tua Reva buat keluar rumah walaupun sampai jam 9 malam.
Setelah sampai di sebuah cafe yang cukup bagus buat nenangin
pikiran kita duduk disalah sudut cafe yang sangat indah
”guys, kalian mau pesan makanan apa nih biar aku yang pesankan tapi bayar sendiri ya jangan mau terus gratisan hahaha.”ujar Alexa.
” ye , sapa juga yang minta bayarin loh xa, gua juga punya uang kali.” ujar clara.
” kan siapa tau aja biasanya loh dutanya kalo ada gratisan langsung gas HAHA." Ujar alexa.
” ga, gitu juga jamet lexa masa iya ke cafe ga bawa uang yang benar aja loh HAH.” ujar clara dengan tersulut emosi yang diakibatkan oleh Alexa.
” ngeriknya bunda kita satu ini haha, jangan ngegas deh ra kan bercanda.” ujar alexa.
” iya nah kita kesini mau nenangin pikiran, malah kalian ribut lagi. Mending kalian pesan deh makanannya xa, aku ayam geprek 1 sama French fries 1 ya minumannya brown sugar milk .”ujar Elena.
” kamu mau pesan apa Ra, ye jangan ngambek mulu deh kamu.” ujar Alexa.
” aku mau samain aja deh sama elena soalnya bingung mau makan apa.” ujar clara
” kalo kamu apa Va, mau disamain juga kayak dua manusia ini?” ujar Alexa.
” ah, iya samain aja kayak mereka ”. Ujar reva
” ohh okeyy deh udah semuanya ya, bentar aku pesankan dulu sekalian ke toilet bentar.” ujar alexa
Disaat pertengkaran kecil antara Alexa dan Clara seperti tom and jerry yang ga pernah akur, tapi berbanding terbalik oleh Reva yang mulai dari dalam mobil hingga duduk di cafe hanya diam termurung seperti kehilangan semangat hidup.
” Va, kamu kenapa sih kok mulai tadi aku perhatikan diam terus ga ada bicara. lagi puasa ngomong ya kamu mana pake acara ngelamun segala.” tanya Elena
” gapapa kok el aku cuman ada sedikit masalah dirumah tadii, aku mau ke toilet bentar ya Ra, El.” ujar Reva
” iya Va aku nungguin disini bareng Elena.” ujar Elena.
Disaat hendak pergi menuju ke toilet perasaan hati Reva berkecamuk, sesak dan tidak bisa diekspresikan lagi ketika melihat sosok laki-laki seperti Regan tengah duduk dipinggir sudut cafe dengan seorang cewe.
” kok mirip Regan sih, tapi ga mungkin Regan sama cewek lain. Hiksss tega banget sih kamu gan sama aku padahal aku berharap kamu selalu ada buat aku ternyata kamu melanggar semua itu hiksss.”
Reva pun menuju toilet dengan berlinang air mata apa yang barusan disaksikannya orang yang dia sayang sedang berdua dengan cewek lain. Sungguh sakit yang tidak terbayangkan bagi seorang Reva. Sehabis mencuci mukanya di toilet Reva bergegas pulang tanpa memberikan kabar kepada teman-temannya .
Diperjalanan yang begitu sunyi dan rintikkan suara air yang turun membasahi bumi membuat semuanya menjadi lebih terasa menyakitkan.
” Kenapa sih dia tega banget sama aku tuhan. Emang aku salah apa sama dia, hiksss...."
Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul di layar handphone Reva yang berisi ” Va, maaf ya aku baru ngasih kabar.” ucap Regan .
Hendak membalas pesan Regan ” Gan, kamu darimana aja sih baru ngabarin aku sekarang hah. Aku khawatir sama kamu tau.” aslinya Reva sungguh sangat kecewa dengan Regan saat ini tapi dia harus tetap bersikap biasa aja seolah-olah tidak terjadi sesuatu.
” maaf Va baru sempat ngabarin kamu.” ujar Regan dengan chat yang sedikit minta maaf
” iya gapapa gan” jawabku dengan rasa begitu menyakitkan tapi bisa tertahan.
” Reva aku boleh ngomong sesuatu ga sama kamu?” ujar Regan sedikit ragu.
” ngomong aja Gan aku siap dengarkan ” ucapku, karna aku tau bahwa ini adalah hari terakhir aku dengan Regan.
”Maaf Va, maaf banget va aku mau hubungan kita sampai sini aja ya bukan karna aku bosan sama kamu va tapi kayaknya kita harus akhiri semuanya va.” ucap Regan
” iya gapapa its okey kalo itu keputusanmu Gan aku gabisa larang i know people come and go kita gabisa memaksa orang stay sama kita and jangan pernah hubungi atau mencari aku lagi ya, kalo misalkan kita bertemu dijalan dengan tidak sengaja jangan pernah sapa aku and ingat penyesalan itu datang terakhir Regan ingat itu.” ucapku. Setelah malam itu Reva memblokir nomor dan semua sosmed Regan dan menghilang dari hidup Regan selamanya.
Hari-hari telah berlalu semua kesedihan dan luka sudah mulai kering walaupun masih ada bekas yang sulit buat dihilangkan. Kini Reva menjadi sosok yang periang dan tersenyum walaupun senyum itu adalah sebuah topeng agar ia bertahan hingga titik ini. Reva adalah sosok orang pemaaf dan termasuk orang gaenakan akan semua orang walaupun sebesar apapun orang itu membuat luka amat membekas tapi ia memaafkan itu semua tapi tidak untuk bertemu lagi, karna menurutnya manusia adalah tempatnya salah jadi sebaiknya kita untuk memaafkan orang tersebut.
Hari yang sangat penuh haru dan tawa akan menjadi sebuah kenangan tepat hari ini sabtu 23 Agustus 2020, hari dimana sekolah menengah pertama yang ditepati Reva mengadakan perpisahan sekolah sehabis melaksanakan ujian sekolah. Semua yang terjadi ditempat ini, candaan, dan keributan sekolah ini bakal menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Reva.
Setelah perpisahan dan libur sekolah akhirnya waktu pendaftaran tiba. Reva sangat senang akhirnya dia masih bsrsama teman-temannya yang sangat ia sayangi tapi terkecuali oleh clara, kita berpisah huhu sangat sedih banget gabisa curhat lagi sama dia yaa walaupun beda sekolah ga menutup kemungkinan kita gabisa bareng lagi bukan masih ada grup WhatsApp. Tapi walaupun aku, alexa, dan elena satu sekolah, tapi kita beda jurusan ” Entah kenapa hidupku dengan lika-liku yang sulit tuhan, mana hamba gasuka dengan hitung-hitungan huhh menyebalkan sekali hidup ini.” ucapku.
Awal masuk kelas yang suasananya baru, lingkungan baru, teman baru itu semua bikin capek banget, karna malas buat menyesuaikan sih lebih tepatnya. Dipertengahan akhir tahun pembelajaran di kelas 10 aku melihat seorang anak yang manis dan aku mulai mengaguminya selama setahun dan berakhir nt yaa karna beda agama harus berhenti ditengah jalan and tiada hari tanpa nt dihidup ini. Awal tahun ini begitu menyedihkan diakibatkan nt terus menerus tapi kita harus tetap stay kiyowo.
Setelah 2 tahun tidak tau rasanya mencintai seseorang tuhan mengirimkan laki-laki yang menurutku cukup baik, yang bakal menemaniku selama masa SMA ini. Yaa itu adalah Adrian Stevano Farenzo teman Regan yang menyukai seorang Elmira Revalina Putri dari bangku smp tapi reva tidak mengetahui itu. Akan tetapi Reva belum ingin membuka hati buat Adrian dikarenakan trauma masa lalu dan Adrian termasuk teman baik Regan, ia takut Adrian sama memperlakukan Reva seperti Regan memperlakukan dirinya.
Dengan effort yang besar Adrian berhasil membuat Reva nyaman dengan semua hal randomnya dan yaa pada akhirnya kita berdua jadian. Hari-hari kita lewati dengan canda tawa, kelahi tapi baikan lagi, dan susah senang bareng-bareng. selama 3 bulan itu aku merasakan bahwa dia sedikit berubah dari ga ada waktu buat Reva.
” kenapa yaa Adrian jadi begini ya, apa dia udah berubah seperti.... Ga-gaboleh buang pikiranmu jauh-jauh Reva positif thinking siapa tau dia memang sibuk kan ini zamannya harus bersikap dewasa” ucap reva.
Setelah berpikiran seperti ini Reva mendapatkan chat dari Adrian yang memberinya kabar karna Adrian tau pasti Reva mengkhawatirkan dirinya.
” Hai Reva sayang, aku lagi diluar Va bentar ya tenang va ga ada cewek kok disini nanti aku pap kan ya ayangku yang lucu ini biar ga ngambek, okeyyyyy.” ketik Adrian sembari membujuk Reva agar tidak marah kepada dirinya.
” message: Photo, ay jangan ngambek yaa lagi aku tau kok isi pikiranmu itu pasti mikirin hal negatif tentang aku kan hehe.” ketik Adrian.
Dalam hati berbicara ” apa manusia itu bisa cenayang yaa.” pikir Reva.
Tanpa merespon foto yang diberikan Adrian, notifikasi Adrian muncul di layar handphone Reva ” ya allah ay jangan ngambek atuh nanti cantiknya hilang. Eh ga canda ayang hehe.” candaan Adrian supaya membujuk dirinya.
” nah kan udah lah bete banget sama kamu jamet.” ketik Reva dengan mood yang mulai sedikit rusak.
” canda ayang, mau dibelikan apa biar ga ngambek lagi hm.” ketik Adrian.
” gausah deh nanti ngerepotin lagi malas juga aku makan, udh sana nanti ditunggu temanmu.” ketik Reva dengan nada sedikit malas.
” oke yaudah kalo ga mau, sayang nanti aku chat lagi yaa, jangan ngambek lagi nanti ga lucu lagi dilihat. Babayy sayangg.” ketik Adrian ingin pamit untuk berkumpul lagi dengan teman-temannya .
” iyaaaaa jamett.” ketik Reva yang udah emosi.
Tepat dihari sabtu Clara mengajak kita berkumpul disebuah cafe buat bertukar cerita tentang teman baru, sekolah baru, dan lingkungan yang baru.
” Hai apa kabar nih kalian setelah ga ada aku, ga ada yang bikin kalian tertawa yaa haha kasian itu no komen itu sih derita loh.” ucap Clara dengan sedikit sombong.
” iya nih ra sedih banget ya walaupun ga sedih-sedih amat wkwk, tapi kangen tau huhu. pelukan dulu dulu yokk kawan.” ucap elena dan akhirnya kita berempat berpelukan untuk mengurangi kangen kita selama berbulan-bulan tidak bertemu.
” Va kangen ga sama aku?” ucap Clara untuk memastikan.
” pake nanya, ya kangen banget ra. Biasanya kamu teman curhatku disekolah tapi sekarang sejak ga ada kamu berasa sendiri walaupun 2 manusia jamet ini ada, ya know know aja beda jurusan sama kelasnya jauh banget huhu.” ucap Reva.
” Utututu kasian banget sihh kamu jangan sedih dong kan kita disini mau party-party buat hilangkan stress diakibatkan pelajaran yang tiada jeda.” ucap Clara
” iya nah kenapa harus pake sedih sih, happy kiyowo dong kayak author. Eh ga deng canda maksudnya kayak aku.” ucap alexa
” iyain aja deh biar dia senang HAHA.” kita bertiga tertawa melihat alexa mode emosi.
” eh iya bentar yaa, aku mau ambil dompet di mobil ketinggalan didalam.” ucap Reva
” ambil gih nanti hilang lagi, mana isinya wah banyak sekali epribadihh.” ucap alexa
"okeyyy" jawab mereka bertiga
Disaat aku mengambil dompet didalam mobil refleks pandanganku teralihkan oleh seorang cowok yang mirip dengan adrian sedang disebuah cafe yang tak jauh dari cafe yang aku tempati bersama tiga sahabatku. Dan terlihat disitu semua teman Adrian membawa seorang cwe. Aku pun ga ingin berpikiran negatif akhirnya aku memberanikan diri buat nyebrang ke cefe seberang buat tau siapa cwe yang dibawa adrian ke cafe tersebut. Setelah aku sampe di cafe tersebut aku mendengar semuanya karna aku menyamar sebagai seorang pembeli dicafe tersebut dengan dibalut topi dan masker yang menutupi area wajahku sehingga tidak ada org satupun yang tau aku adalah Elmira revalina putri. Dengan air mata yang terus tertahan yang mengingat hal-hal yang tidak bisa dilupakan. Aku membuka penyamaranku didepan adrian.
" Adrian ngapain disini?" sapa aku dengan sikap seolah-olah biasa aja melihat dia bersama seorang perempuan di cafe
"Reva kok kamu disini va" jawab Adrian dengan sedikit terkejut.
"Yang harusnya ditanya ngapain kamu disini pake segala bawa cwe lagi, siapa cwe itu ADRIAN?” ucapku dengan nada yang sedikit emosi.
"Reva stop dong jangan begini va" ujar Adrian buat nenangin diriku yang udah terpancing emosi
"DIAM ATAU HARI INI TERAKHIR KAMU BISA MELIHAT DENGAN JELAS" ucapku yang sudah benar-benar emosi.
"kamu siapa?” ucapku tanya kepada cewe tersebut
”.....” cwe itu terdiam ketika aku ingin bertanya dengan dia.
"JAWAB KAMU SIAPANYA ADRIAN?KMU BISU ATAU GIMANA SIH HAH!!!” ucapku dengan nada tidak bisa terkontrol lagi.
”VA SUDAH VA.” ucap Adrian
"JAWAB" ujar reva. Hendak ingin menampar pipi cewe tersebut tapi tanganku terhalang oleh sebuah tangan kekar tepat didepanku.
"REVA STOPP, AKU GA SUKA KAMU KASAR VA. KMU BUKAN KAYAK REVA YANG AKU KENAL TAU GA.” ucap Adrian dengan nada emosi dan membentakku
”haha iya benar ini bukan reva yang kamu kenal, reva yang kamu kenal udah pergi jauh sekarang adrian" jawabku dengan nada yang dingin.
”and terimakasih banyak tamparannya ya adrian, aku kira kmu obat yang bisa sembuhkan aku dari trauma masa lalu tapi ternyata haha kamu ga beda jauh dengan mereka semua kamu tau bajingan itu kata yang pas buat gambaran kamu sekarang."
Hendak ingin meninggalkan tempat itu tetapi tanganku di cekal oleh adrian buat tetap diam didekat dirinya agad tidak pergi, tapi aku menolak. Aku pun terus berjalan tanpa melihat sekelilingku hingga pada akhirnya aku tertabrak sebuah mobil yang melaju dengan cepat di atas rata-rata
”REVAAAA, BANGUN HEYY JANGAN BEGINI VA. MAAFIN AKU VA MAAFIN AKU. AKU SALAH SAMA KMU VA.” ucap Adrian sedikit panik dan mengeluarkan air mata
”HEH KALIAN BANTUIN TOLONG BAWA DIA KERUMAH SAKIT SELAMATIN REVAA AKU GA MAU KELAHILANGAN DIA” ucap Adrian dengan air mata yang terus membasahi pipinya
” kenzo, kamu aja yang antar adrian soalnya kamu bawa mobil nanti kita nyusul kamu dari belakang.” ucap salah satu teman adrian .
” oke, bawa Reva masuk ke dalam mobil.” ucap kenzo dengan nada panik.
Setelah beberapa menit belum sampe di area rumah sakit Adrian semakin panik melihat wajah Reva seperti mayat hidup.
” EH BAJINGAN BISA GA SIH LOH TAMBAHKAN KECEPATANNYA HAH?.” ucap Adrian yang mulai emosi
”iya drian sabar kamu ga lihat apa ini udh ngebut” ucap kenzo dengan kesabarannya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, akhirnya mobil yang dikendarai oleh kenzo sampe didepan pintu masuk rumah sakit
” DOKTER TOLONGIN DOK ”
Setelah diperiksa dokter kurang lebih 1 jam di ruang IGD, dokter menyatakan Elmira Revalina Putri meninggal dunia dipukul 15.00.
Akhirnya semua yang ada pada diri seorang Elmira Revalina Putri bakal menjadi kenangan bagi setiap orang yang menemukannya. sosok Reva yang ceria, pemaaf, dan baik hati adalah sebuah kenangan yang tidak bisa dilupakan olsh sahabatnya, keluarga, terutama pacar Reva yaitu Adrian. rest in peace Reva semua kebaikan kamu dan segala air mata yang kamu keluarkan selama ini bakal menjadi amal bagimu.
”oh iya saya juga ingin menyampaikan pesan yang selama ini Reva sembunyikan kalo dia diagnosa....."