Ini hari pertama, masih sekitar 3 jam 15 menit lamanya aku disini. Tapi kau tau, aku memikirkanmu. Sejak semalam aku tak bisa tidur karenamu. Aku masih teringat kemarahanmu sepanjang hari kemarin. Aku takut, benar-benar takut.
Masih teringat jelas sepanjang hari kemarin kau marah. Dari perjalanan pergi hingga balik lagi kau pun masih marah. Bahkan meskipun aku mengirim beribu pesan ma'af untukmu, kau masih diam. Dan aku tau diam mu itu karena kau marah terhadapku.
Harusnya kau tak bilang iya ketika aku memintamu mengantarku. Harusnya kau membuatku kecewa dan marah saja daripada membuatku merasa bersalah. Hari ini dan seterusnya aku pasti akan mengingatnya selamanya. Bahkan mungkin hingga aku tak lagi bisa menghirup udara yang sejuk ini. Kenapa kau begitu?
Aku membuatmu terpaksa mengantarku. Kehujanan karnaku dan bahkan sampai kau harus melepas sepatumu dan berjalan tanpa alas kaki karnaku. Kau sakit karnaku dan bahkan hingga lampu motormu rusak pun karnaku. Andai kau tau aku tulus meminta ma'af untukmu. Tapi bahkan tak satu katapun terucap darimu tentang hal itu.
Masih marahkah kau terhadapku?? Jika aku bisa bersujud di hadapanmu untuk meminta ma'af pasti aku lakukan. Hanya satu yang ku minta darimu, ma'afkan aku.
🌻🌻🌻
"Sepanjang Hari Kemarin"
Kau mengirim pesan yang membuatku kecewa
Membuatku menunggumu hingga berjam-jam lamanya
Kau mungkin tak akan pernah tau
Aku duduk termenung di tangga dan menitikkan air mata untukmu
Berharap kau penuhi janjimu dan segera datang menjemputku
Lalu kaupun datang menjemputku
Dengan air mata yg masih membekas di wajahku
Aku menemuimu..
Aku mencoba tersenyum menyembunyikan kesedihanku
Aku tau, aku bisa merasakannya bahwa kau keberatan menemaniku
Bahkan tanpa kau harus perjelas dan bilang padaku..
Sungguh aku tak ingin mendengar kata-kata menyakitkan itu darimu
Tapi kau tetap mengatakannya..
Gerimis yang turun beralih menjadi hujan yang lebat
Dibawah tenda kecil kita berteduh
Bukan bertanya apakah aku baik-baik saja
Apakah aku kedinginan tapi kau malah memarahiku
Dan kau mengatakan hal yang tidak ingin ku dengar itu
Kau mengatakannya tepat di depan mataku
Ketika aku menggigil kedinginan di hadapanmu
Kau mengatakan kata-kata itu
Menyakitkan...sungguh menyakitkan...
Kenapa kau lakukan itu??
Begitu benci kah kau padaku?
Karna egoisku kau marah..
Karna ku kau terpaksa melakukan itu..
Sungguh aku ingin kau lebih baik menolak daripada bersikap tidak ikhlas seperti itu
Dan membuatku merasa bersalah sepajang waktu
Ini hari keduaku disini, tepatnya pukul 4.30 pagi. Tadinya aku ingin bangun lebih awal untuk sholat malam seperti biasanya tapi ternyata aku masih takut untuk keluar kamar.
Masih merasa asing dengan tempat ini. Padahal aku ingin benar-benar terbangun. Aku ingin mencurahkan segala isi hatiku pada Tuhan. Segala hal ingin ku adukan padanya. Termasuk dan terutama tentang dirimu.
Ya, aku memikirkanmu lagi,lagi dan lagi. Tidak kah kau tau aku seperti orang gila kemaren mencari sinyal kesana-sini dan ternyata tidak ada. Karenanya aku mengganti kartu dan nomorku.
Disepanjang perjalanan pergantian itu tiba-tiba pesan masuk datang di ponselku. Pesan yang kutunggu-tunggu sejak kemaren malam tapi baru kau kirim.
Awalnya ku lihat dan belum sempat ku baca ternyata pesanmya hilang. Aku tidak tahu kalau pesanmu masuk di bulan april 2014 karena aku salah update tanggal di ponsel.
Aku mencari dan mencari akhirnya pesanmu pun ada. Kau mengatakan kata simpel yaitu tawa diikuti kata "santa saja". Maksudmu??
Begitu mudah bagimu mengatakan hal itu. Padahal aku menulis pesan itu dengan tangisan. Dengan rasa bersalah yang tiada henti. Dan berharap-harap cemas kau akan membalas pesanku. Tapi hingga seharian berakhir kau baru membalasnya kemaren pukul 07.00 yang baru masuk di tempatku sekitar setelah sholat isya'.
Ah...kupikir isinya paling tidak kau mema'afkanku. Namun bukan itu yang kau tulis dalam pesanmu. Meski begitu aku tak berani bertanya atau mengabarimu lagi. Aku hanya mengabari kau dan teman-teman asisten tentang nomor baruku. Ketika aku ketik namamu ingin sekali aku menghapusnya lagi.
Pikirku, ah buat apa aku memberi tahu orang ini. Toh dia tak mungkin menghubungiku. Ah buat apa juga aku kasih tau toh aku tak ingin berhubungan dengannya lagi. Namun pikiranku tak sejalan dengan hatiku. Pikiranku menghianatiku dan tetap pada opsi bahwa aku memberitahunya nmor baruku.
Ada harapan yg kusimpan dari keputusanku itu. Meski aku tau bahwa harapan sekecil itu tidak akan mungkin terjadi. Aku selalu berdo'a tentang mu, tentang kita. Jika Tuhan tak bisa membalikkan hatimu untuk mencintaiku, maka balikkanlah hatiku untuk tidak mencintaimu. Pikirku inilah yang terbaik. Karena kau dan aku tidak akan mungkin akan menjadi kita.
🌻🌻🌻
"Ma'afkan Aku"
Cepat makan,minum obat dan istirahat
Aku minta ma'af untuk buat kamu kehujanan
Aku minta ma'af untuk buat kamu tidak pakai alas kaki
Aku minta ma'af untuk buat kamu sakit dan terbatuk"
Aku minta ma'af untuk buat kamu harus makan bakso yang aneh
Aku minta ma'af untuk buat kamu kehausan
Aku minta ma'af untuk buat rusak motor kamu
Aku minta ma'af untuk buat kamu terpaksa menyerahkna kehidupanmu
Yang selama 6-7 jam buatku
Yang tak mungkin bisa ku kembalikan lagi
Aku minta ma'af untuk semuanya
Terima kasih
@ESP_16/1/16
🌻🌻🌻
Itulah pesan yang kukirim kepadamu hari minggu tangan 16 januari 2016 kemaren. Ada hal yang ingin ku kirim pesankan lagi padamu selain kata ma'af itu.
Tapi berulang kalipun aku tulis kata-kata itu tetap saja rasa terima kasihku tidak lebih besar dari kata ma'afku. Karena bahkan hingga detik ini aku masih tidak bisa melupakan wajahmu yang marah dihadapanku.
"Kata Ma'af Yang Sama"
Terima kasih untuk sepanjang hari kemarin
Terima kasih untuk kehidupanmu yg kau berikan kepadaku
sepanjang hari kemaren
Yang tak mungkin bisa aku kembalikan lagi
Aku minta ma'af untuk tidak bisa membuatmu bahagia
Untuk membuatmu bersikap tidak tulus padaku
Aku tulus meminta ma'af padamu
Ku mohon ma'afkan aku..
Pukul 12.43 hari kedua KKN ku. Aku masih memikirkanmu. Dari bangun tidur sampai sekarang pun aku masih memikirkanmu.
Kau tak memberi kabar sedikitpun padaku. Aku merindukanmu. Tak peduli meski ku coba berkali-kali untuk menepisnya tapi aku tetap merindukanmu. Bagaimana kau disana?
Baik-baik sajakah kau disana. Apakah kau sudah berangkat. Apakah tempatmu nyaman. Apakah kau dapat makan dan tidur yang layak sepertiku. Aku memikirkanmu. Sampai detik ini.
Mungkin disana kau bahagia. Karna tak perlu lagi bertemu denganku yang selalu menganggumu. Tak perlu membalas pesan-pesanku yg mungkin merisihkan untukmu. Benarkah begitu?
Tidakkah kau memikirkanku barang sedetik pun. Tidakkah kau ingin tau kabarku disini. Yah...mungkin itu tidak penting untukmu. Aku tidak penting sama seperti perkataan yang kau ucapkan dulu. Dan aku sadar dan tau itu. Bahwa aku adalah bukan siapa-siapa untukmu.
"Anata Wo Amou"
Aku menyampaikn pesan rinduku untukmu
Lewat udara yg ku hirup di pagi hari
Bisakah kau mendengarku?
Meskipun aku disini dan kau jauh disana
Aku teringat padamu setiap hari
Tapi mengapa aku hanya ingat kita berkelahi
Namun bukan perasaan cinta
Aneh bukan??
Aku hanya ingat kita bertengkar sepanjang waktu
Tapi ketika aku berpikir tentang dirimu
Aku tersenyum
Kau baik-baik saja kan?
Kapan kau datang kembali dan bertengkar denganku?
Pukul 4.56 udara pagi menyejukkan. Aku memikirkanmu bahkan setelah aku bangun pagi. Juga saat ini ketika aku duduk-duduk di beranda. Aku memikirkanmu dan aku merindukanmu.
Aku merindukan senyumu,tawamu,sikap ngambek dan marahmu dan bahkan suara cerewetmu yang tiada henti. Aku merindukanmu. Bagaimana kau disana?
Tidak adakah sedikit kerinduanmu untukku? Aku kangen memanggilmu dengan sebutan otak mesum atau cecumuk. Aku kenapa? Sebenarnya ada apa denganku?
Aku memikirkanmu setiap hari. Ini masih beberapa hari dan sepanjang satu bulan saja. Lalu bagaimana aku bertahan ketika kita harus berpisah pada akhirnya nanti.
Ya tuhan sebenarnya ini perasaan apa? Benarkah ini cinta? Kenapa aku harus memiliki perasaan ini?
"Tidak ada debaran itu"
Tidak ada debaran itu
Ketika aku berada di sampingmu
Tidak ada perasaan aneh itu
Ketika aku melihatmu stiap harinya
Tapi aku merasa aneh
Ketika jarak menjadi pembatas di antara kita
Ada sesuatu yg kurasa hilang dari khidupanku
Entah apa itu
Dengan tiba-tiba aku teringat padamu
Tentang kita yang selalu bercanda tiap harinya
Tentangmu yang selalu marah dan ngambek tiap waktu
Aku merindukannya
Bahkan aku rindu memanggilmu dg panggilan khususku
Aku liat kamu siang tadi. Liat kau datang ke tempat ini. Aku tertawa dengan riangnya.Tapi terasa aneh. Kenapa kau diam..?
Aku baru tersadar bahwa itu bukan kenyataan. Dan hanya sebuah mimpi. Apakah aku sebegitu rindunya padamu? Hingga bahkan di alam bawa sadarku, aku masih mengingatmu dan memikirkanmu.
Aku bodoh bukan? Aku merindukan seseorang yang bahkan tidak pernah memikirkanku sedikitpun. Dan bahkan mungkin kini namaku tak terlintas sedikitpun di pikiranmu.
"I Miss You"
Aku berada disini dan kau berada di sana
Ketika hari mulai gelap aku memikirkanmu
Ketika angin berhembus aku memikirkanmu
Ketika hujan turun,membuat air mataku berlinang
Dan aku terus memikirkanmu
Heiii kau...
Orang yang menghapus kenangan burukku..
Aku memikirkanmu.
Hari Rabu tanggal 20 januari 2016 aku ikut anak-anak divisi pendidikan untuk mengajar di SD. Anak-anaknya lucu dan imut-imut. Tapi bandelnya minta ampun.
Ada yang tidak mau maju di depan dengan anak cewek karena malu, ada yang pendiem banget dan bahkan ada yang berantem dan ada yang berkelahi.
Ada sekitar 10 orang di antara kami yang mengajar mereka. Seketika itu aku teringat paamu. Biasanya aku cuman ngajar bersamamu saja. Biasanya aku selalu berbisik tentang tingkah anak-anak kepadamu. Dan kita tertawa bersama saat melihat tingkah aneh atau lucu dari mereka.
Bahkan kadangpun kita marah bersama-sama melihat kelakuan nakal mereka. Tapi sekarang tidak ada kau disini. Aku bersama-sama dengan yang laennya tapi masih memikirkanmu.
Tidakkah kau memikirkanku disana? Kau bahkan tidak bertanya tentang kabarku. Masihkah kau marah padaku??
"Kenangan"
Saat aku berada di sampingmu
Sempat ada kebosanan yang kurasa
Terlebih saat kau membuat hatiku terluka
Tapi sekarag terasa begitu aneh
Aku memikirkanmu setiap waktu
Aku merindukan hal kecil yang kita lakukan bersama
Bahkan aku merindukan sikap cerewetmu
Dan tampang ngambekmu yang kusut itu
Aku tak pernah tau bahwa ada rasa yang seperti ini
Tak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku
Bahwa aku akan memikirkanmu
Bahkan disetiap detik waktuku
Aku tak mengerti kenapa ada perasaan seperti ini
Kenapa aku merindukan kebersamaan denganmu yg sesederhana itu
Aku baru memahaminya sekarang
Aku baru mengerti sekarang
Bahwa ada perasaan kehilangan itu
Semuanya menjadi berharga
Hal yg sesederhana sprti ketika kita saling ngambek dan marahan itu
Menjadi berharga ketika kita melalui sebuah saringan kehidupan
Yang tak kan bisa kembali lagi
Dia adalah kenangan.....
~END~