"halo disini Beni, bagaimana kabar kalian" ucap pria itu di depan hp yang sedang menampilkan siaran langsung melalui aplikasi live streaming.
"hari ini aku akan menyanyikan lagu baru ku, mungkin sedikit tidak masuk akal, tapi aku yakin kalian pasti akan suka, judul lagunya Fair" kata Pria itu lalu mengambil gitarnya dan memainkannya.
begitu damai instrumen gitar yang ia mainkan itu, membuat hati merasakan perasaannya melalui alunan gitarnya, para penonton yang melihat melalui video siaran langsung di hp mereka masing masing berkomentar, bahwa pria yang di panggil Beni ini memiliki suara yang indah dan bagus, bahkan saat bermain dengan alat musiknya yaitu gitar akustik di tangannya itu dia terlihat tampan, seperti seorang yang keluar dari dunia manga.
.
.
.
.
selesai dengan bernyanyinya dia mendapat banyak hadiah dari fans nya, seperti bunga, love yang berkilau, dan kata i love you, juga lainnya.
Beni yang melihat itu terasa sangat bahagia, senyum di wajahnya nampak seperti itu.
saat ia membaca sebuah komentar dimana dari akun yang bernama [i_m IN Young 4ever], senyuman di bibir Beni menghilang begitu saja.
komentarnya "Hai Beni apa kau mengenal ku, bisakah kita bertemu di suatu tempat, atau sebuah kafe". sebab dari komen itu Beni menghilangkan senyumnya.
setelah lama diam saja, Beni pun berkata akan mengakhiri Live nya secara cepat karena ada urusan yang harus dia lakukan.
selesai mematikan Live nya dia menelepon seseorang yang tadi dengan akun yang sama melalui chat all.
"apa yang kau mau?" tanya Beni pada seseorang di balik telfon itu, lalu dengan buru buru dia pergi dengan hanya mengenakan pakaian kaos putih dengan jaket hitam putih juga celana levis hitam dengan model bagian lututnya yang terbelah juga sepatu sekolah biasa, rambut panjang yang di ikat setengah, membuatnya benar benar terlihat tampan.
.
.
.
.
sampai di sebuah kafe dimana dia di suruh untuk datang kesana, saat masuk kedalamnya dia langsung menemukan seseorang dengan pakaian cantik rambut panjang di ikat setengah sama seperti Beni. dia melambaikan tangannya ke arah Beni dan menyuruhnya duduk di depannya.
Beni yang dipanggil akhirnya mengikuti gerak keinginan orang tersebut.
"apa yang kau mau Hani" ucap Beni pada wanita yang berada di depannya.
Hani yang kita tidak tau apa hubungannya dengan Beni tapi terlihat bahwa dia memiliki hubungan dekat dengan Beni tapi entah apa itu.
"aku kan sudah bilang, bahwa aku tidak akan membiarkan mu lepas" ucap wanita itu pada Beni.
Beni yang mendengar hanya diam tidak berkata apa apa.
Hani yang terus menatap Beni akhirnya mengatakan yang sebenarnya.
"hah sebenarnya, aku ingin kau kembali ke perusahaan, bukan kah setelah kau pergi dari perusahaan hidup mu sulit" ucap Hani pada Beni.
Beni yang mendengar itu sedikit marah, tapi dia berusaha menahan nya.
"Jika hanya itu yang ingin kau katakan ku rasa jawabannya selalu sama" ucap Beni lalu kemudian berdiri dan pergi dari sana.
Hani yang masih melihat Beni keluar dari sana, merasa kesal dan rasanya ingin melakukan hal lain. "kau tidak akan bisa seterkenal sekarang jika bukan karena ku" ucap Hani lalu pergi dari sana juga.
.
.
.
.
satu minggu telah berlalu, Beni kembali melakukan siaran Live nya dengan lagu yang sama dan sedikit bumbu yaitu sebuah lagu Rock yang ingin dia dengarkan, di Live itu dia menunjukkan keinginan melakukan kebebasan di dunianya sendiri.
banyak yang terkesan dengan diri Beni yang memiliki dunia sendirinya, terlihat dia sangat menikmati hidupnya dengan melakukan hal menyenangkan untuk dirinya.
tapi saat itu ayahnya tiba tiba datang lalu membanting tempat cd Beni dan menghancurkan gitar milik Beni. Beni yang melihat itu hanya diam dan tidak melakukan apapun, dia terkejut dan selalu melihat ke arah hp nya terus menerus.
"kau ini bisakah tenang, selalu saja berisik, anak sial kau ini, lakukan lah hal yang berguna, cari uang sana" marah ayahnya dengan wajah yang begitu di kelilingi amarah, dengan memegang kerah baju Beni.
Beni yang matanya sudah membendung air mata, memukul mukul tubuhnya meluapkan amarahnya saat setelah ayahnya pergi keluar kamarnya, membanting seluruh nya begitu juga dengan hp nya sendiri. dia berlari keluar dengan menggunakan sepeda miliknya pergi entah kemana dia tuju.
di setiap jalan goesan demi goesan Beni terus mengeluarkan air matanya yang sudah ia pendam begitu dalam, karena tak begitu hati hati tak sengaja dia merusakkan goesan sepedanya dan terjatuh. mendapat luka lecet di wajah dan bagian telapak tangannya, itu membuatnya menyadari apa yang dia lakukan.
.
.
.
.
hari berganti dari sore menjadi malam, kemudian malam menjadi pagi Beni pergi kerumah temannya untuk menginap dan bercanda ria disana. di saat jauh berada di rumah dia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. tapi sayang apa yang temannya rasakan sama saja dengan apa yang Beni rasakan, yaitu sama sama di jauhkan dari keluarga, tanpa rasa cinta dan kasih sayang.
meski begitu mereka tidak ingin mendengar hal itu terkadang keluar rumah saat mereka bertengkar dan melakukan hal lain.
.
.
.
.
saat di tempat mereka berkumpul, Beni hanya melihat mereka berempat yang bersenag senang tanpa merasa ada masalah. kemudian dia tersenyum dan mengetahui apa yang ingin dirinya lakukan, yaitu bebas dan tidak mendengar ocehan ayahnya.
kemudian setelah hari hari berikutnya Beni sering pulang malam, setelah pulang sekolah dia selalu bermain bersama temannya entah dimana itu melakukan hal hal nakal di jalanan, meski saat di kejar oleh polisi penjaga atau apapun itu mereka bukannya takut tapi malah sebaliknya, mereka terlihat sangat bahagia.
terlihat di wajah mereka yang begitu menyukainya, tawa yang bahagia terlihat di wajah mereka berlima, begitu juga dengan Beni.
.
.
.
selesai
.
.
.