Hari minggu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang terutama para pelajar. Pasalnya dihari ini mereka semua libur sekolah. Terkadang kebanyakan para orang tua mengajak mereka berpergian atau rekreasi dihari seperti ini. Apalagi cuaca yang cerah pagi ini membuat kita enggan melewatkan indahnya pagi ini.
Tapi tak begitu dengan Ayu. Dia masih tidur diranjangnya. Karena hari libur ia sering menghabisakan waktu untuk tidur. Namun tidurnya yang pulas menjadi terganggu ketika ibunya berteriak-teriak membangunkannya.
"Ada apa bu Ayu masih ngantuk.Inikan hari libur kenapa Ayu harus bangun pagi-pagi sekali,"
"Lihat sendiri saja ada siapa di depan,"
*******
Tiba-tiba Ayu pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju keruang tamu seperti pinta ibunya.Ternyata teman-temannyalah yang bertandang sepagi itu kerumahnya.A duh bertapa malunya dia karena baru bangun tidur dan belum sempat mandi. Teman-temannya pun hanya tertawa melihat Ayu yang baru bangun tidur dengan mengenakan piamanya yang sudah kusut.
Ayu pun bergegas mandi dan berpakaian santai seperti yang dikenakan teman-temannya. Setelah sarapan sebentar ia pun langsung keruang tamu untuk menemui teman-temannya. Tak lupa ia membawa 6 cangkir minuman berisi teh hangat yang ibunya siapkan untuk teman-temannya.
"Ada,apa Tik,pagi-pagi begini datang kemari?"Tanya Ayu heran melihat teman-temannya datang sepagi itu.
"Lho,bukannya kita udah berjanji mau pergi bersepeda hari ini,"sahut Tika.
"Tapi Tik,kemarin akukan udah bilang nggak ikut,"
"Memangnya kenapa?"Tanya Ida.
"Soalnya aku tuh nggak punya sepeda,"
"Kan kita bisa berboncengan,"usul Sonya teman baru Ayu disekolah.
"Iya Yu,"Sahut kelima temannya yang lain.
"Tapi masalahnya aku juga nggak bisa membonceng Nya,"
"Oh kalau itu kamu tak perlu khawatir karena kami akan memboncengmu bergantian,"
"Tapi nanti kalian capek jika harus memboncengku,"
"Tak apa Yu itulah gunanya teman,"Idah menambahkan.
*******
Akhirnya pagi itu Ayu dan kawan-kawannya pergi bersepeda. Ayu merasa sangat kasian dengan teman-temannya itu karena udah capek-capek memboncengnya. Kemudian timbul tekadnya ingin belajar membonceng. Karena diantara keenam temannya itu hanya dia yang tidak bisa membonceng. Tapi temannya Doni selalu meledeknya dan mendekatkan sepedanya pada sepeda Sonya yang Ayu kendarai sampai-sampai Ayu hamper saja terjatuh. Tapi dia tahu Doni tidak bermaksud jahat soalnya dia sudah sering menerima perlakuan Doni yang seperti itu.
Setelah capek belajar membonceng pada akhirnya Ayu pun kembali dibonceng teman-teman ceweknya. Mereka menuju rumah Adi untuk pemberhentian terakhir. Lagi-lagi mereka membicarakan masalah Ida dengan Rio yang tidak kunjung redah. Yah mereka memang pasangan yang aneh sedikit-sedikit bertengkar hingga teman-teman Ayu tak pernah bisa tinggal diam dengan masalah mereka. Mereka selalu mencoba menyelesaikan masalah Ida dengan Rio agar mereka bisa bersama kembali.
Ayu tak pernah ikut campur masalah mereka pasalnya ia tidak pernah tahu bagaimana rasanya pacaran ataupun menyukai seseorang. Karena dalam hidupnya dia belum pernah menyukai seseorang. Baginya mereka semua sama dan tak ada yang istimewa.
Tapi usaha mereka untuk menyatukan Idah dengan Rio kembali membuat salah satu teman Ayu tidak begitu senang. Tika terlihat tidak begitu menyukai mereka bersama kembali. Tapi ini hanya dugaan Ayu sebagai teman terdekatnya dan yang duduk satu bangku dengannya disekolah.
"Yu, menurutmu bagaimana masalahku dapat terselesaikan,"
"Apa kau Tanya padaku trus aku Tanya ama siapa,"jawab Ayu polos.
*******
Semua temannya pun hanya tertawa melihat tingkah Ayu yang polos dan lugu. Soalnya mereka semua tahu kalau Ayu tidak pernah sedikitpun tahu apa yang namanya pacaran atau sejenisnya. Dia hanya diam sembari melihat kartun kesukaannya yaitu Dr.Rin. Biarlah semua temannya sibuk memikirkan jalan keluar dan dia sendiri melihat tv. Daripada mendengarkan mereka dia tidak mengerti apa-apa lebih baik dia menemukan kesukaannya sendiri meski dia terlihat egois.
Tapi teman-temannya sangat maklum dengan sikapnya itu. Rumah Adi begitu sepi pasalnya orang tuanya serta adiknya sedang pergi berkunjung kerumah neneknya. Dia tidak ikut karena sudah terlanjur berjanji pada teman-temannya bahwa akan pergi bersepeda bersama dan juga membantu menyelesaikan masalah Ida dengan Rio yang tidak lain adalah sahabatnya.
Karena kartunnya sudah berakhir Ayu mencoba berkeliling-keliling kerumah Adi. Dia memang tidak pernah bisa tinggal diam. Dinaikinya tangga menuju kamar atas eh tapi dia tak menemukan sesuatu apapun disana.Hanya ada barang-barang yang tidak terpakai.
"Di,kenapa diatas tidak dipakai untuk kamar saja daripada dipakai gudang kan sayang?"
"Entahlah itu semua orang tuaku yang atur.Mungkin supaya kita semua bisa berkumpul bersama di bawah sehingga kamar diatas tidak terpakai,"
"Wah keluargamu enak betul tidak seperti aku yang setiap hari dimarahi ibu dan disuruh-suruh terus ma kakakku.Trus kamarmu yang mana Di?"
"Itu,"tunjuk Adi.
*******
Ayu pun beranjak dari tempat duduknya setelah minta izin untuk melihat kamar Adi. Kamar yang berukuran besar jika dibanding dengan kamar Ayu yang hanya terdapat tempat tidur. Tapi kamar Adi begitu indah bagaikan kamar putri raja. Terdapat renda yang menghiasi sudut-sudut tempat tidurnya. Terdapat pula sebuah computer dan bupet juga meja belajar yang penuh sekali dengan buku. Pantesan saja Adi selalu juara kelas bukunya aja setumpuk itu piker Ayu.
Tika merasa tidak begitu senang dan ia memutuskan untuk pulang saja. Ayu berniat untuk pulang dengannya karena ia sudah lelah berkeliling rumah Adi. Tapi ditolaknya permintaan Ayu itu dengan kasar dan menggunakan alasan bahwa dia udah lelah membonceng Ayuterus-menerus. Padahal Sonyalah yang lebih sering memboncengnya.
Dengan wajah yang kurang bersahabat Tika pun mengayuh sepedanya untuk pulang. Sedangkan Ayu terpaksa harus pulang dengan berjalan kaki karena ia tidak mau merepotkan Sonya lagi. Apalagi masalah Ida masih belum terselesaikan. Tapi kemudian Adi dan Dani menawarinya untuk mengantarnya pulang dengan memboncengnya naik sepeda Adi. Tapi Ayu menolak niat baik mereka meski berjalan jauh pun akan ia tempuh daripada harus dibonceng Adi ataupun Dani.
Sejak saat itu Ayu bertekad mengumpulkan sisa uang sakunya yang tidak seberapa itu untuk membeli sepeda. Karena ia tidak ingin menyusahkan teman-temannya lagi. Pada akhirnya usahanya itupun membuahkan hasil. Hasil uang tabungannya itu ia belikan sepeda dengan tambahan uang dari orang tuanya. Dia pun langsung belajar membonceng kakaknya. Meski kerap kakaknya terjatuh saat ia gonceng kakaknya pun tak pernah mengeluh untuk mengajari adiknya membonceng dan menggunakan dirinya sebagai bahan percobaan.
*******
Setiap harinya sepulang sekolah ia pun berlatih. Hingga kini ia pun menjadi mahir naik sepeda sekaligus membonceng kakaknya. Kini ia pun tak perlu menyusahkan temannya lagi. Bahkan kini ia bisa membantu temannya untuk memboncengnya jika temannya itu tidak punya sepeda atau sepedanya sedang rusak. Kini ia pun tak harus membuat marah Tika yang ia piker kemarahan Tika waktu itu disebabkan oleh dirinya dan ia pun tak perlu menolak ajakan teman-temannya lagi untuk bersepeda bersama. Bersepeda pu menjadi hobi baru Ayu yang sering ia tekuni setiap libur sekolah terutama di hari minggu.
~END~