Kita adalah teman atau bisa dibilang sahabat. Kita saling mengenal pada saat masuk sekolah menengah atas.
Ntah sejak kapan kita mengenal tapi kita mampu mengenal satu sama lain dalam waktu yang cepat.
Dia adalah Nadya nur Salsabila, umurnya masih lebih kecil dari ku yang sudah umur 15 tahun sedangkan ia berumur 14 tahun dan perbedaannya hanya 5 bulan.
Biar ku perkenalkan diriku, nama ku adalah Gaby Fransisca julia, umur ku 15 tahun, lahir 14 Juli 2007.
Kita mengenal pada tahun ini, 14 Juli 2022 tepat di hari ulang tahun ku.
Ntah sejak kapan kita kenal, namun pertama kali kita berkenalan saat sedang bercanda dan lama kelamaan dekat.
Kita saling membantu dimana jika ia ada masalah maka diriku juga membantu dan begitu pula sebaliknya.
Kita saling melengkapi satu sama lain, kekurangan bukanlah hal yang bikin kita tak bisa saling mengenal.
Kita yang memiliki karakter yang sama, yaitu friendly, penyayang dan juga suka bercanda.
Pada suatu hari, tepat di hari Senen. Dimana saat ini di jam kedua adalah olahraga. Kita yang memang baru pertama kali mengenal lingkungan dan lokasi harus mengenal yang namanya kesasar.
Saat itu kita tak tau bahwa lapangan yang digunakan untuk olahraga adalah lapangan yang berada di dekat laut atau bisa dibilang pisah dari sekolah SMA.
Aku, Nadya, dan teman ku yang satunya adalah Fauziah juga sama dengan kita. kami yang kesasar pun terus berjalan seakan tau kemana jalannya berada.
"Gimana nih, kalian sih ngapain beli-beli jajan segala!" Kesal Nadya.
"Kan kata bapak pas olahraga dilarang beli jajan, yaudah beli yang banyak!" Ucapku yang tetap terus mengunyah cemilan.
"Gaby nih, beli jajannya mikir dulu..." Ujar fauziah yang menyalahkan Gaby.
"Lu juga kale!" Sinis ku.
"Telpon ah orang yang udah sampek, ngapain kita kayak orang bodoh, mana lewatin kuburan lagi!" Keluh Nadya.
"Iya juga ya, tapi malu anjir! Ntar kenak ketawa lagi!" Ucap ku sambil memeriksa ponselku.
Aku pun menelpon salah satu nomor teman ku dan beberapa saat aku menelpon dan akhirnya panggilan itu tersambung.
"Ada apa geb?" Tanya Suci yang merupakan nomor yang aku telpon.
"Deket mana sih tu lapangan, gue tersesat anjir!" Tanya ku sambil tawa yang pecah.
Sangat malu sebenarnya tapi mau bagaimana lagi dari pada kesasar sampek ke tempat lainnya.
"Seriusan lo geb? Hahahaha...." Tawa suci pun pecah.
Bukan malah memberitahu lewat mana, suci dan teman-temannya pun ikut ketawa mendengar bahwa kami tersesat dan bahkan kita juga ikut tertawa melupakan rasa cemas.
"Lewat kiri anjir, emangnya elo pada lewat mana?" Tanya Suci namun tawanya tetap tidak bisa hilang.
"Gue lewat kuburan anjir, deket mana sih ini?" bingung ku.
"Lewat sini deh kayaknya by!" Ucap Nadya menunjuk jalan.
Kami bertiga pun berjalan menuju jalan itu sampai pada akhirnya kita bertemu dengan rombongan suci dan teman-temannya.
Begitu lah yang aku ingat, namun ada yang begitu lebih parah. Pada saat pulang sekolah, dengan rasa letih harus mendorong motor yang kehabisan minyak.
Nadya lupa mengisi minyak motor sehingga mereka harus mendorong motor hingga sampai ke tempat penjual minyak eceran.
Kita berdua terus tertawa, tak tau apa yang di ketawai tapi menurutnya hal ini adalah hal yang membuat mereka memiliki pengalaman yang tak akan terulang kembali.
"Nad kalo dividiokan bagus kayaknya nih!" Ucapku sambil tertawa.
"Dorong by, gila lu sibuk memvidioin Mulu!" Kesal Nadya yang berusaha mendorong motornya.
"Gue tolong deh, nih!" Ucap ku, namun bukannya aku menolong, aku hanya meletakkan jariku sambil berjalan mengikuti motor yang berjalan.
Namun tak berselang lama, seseorang datang menggunakan motornya.
Kita sempat bingung, orang tersebut mau ngapain berhenti didekat mereka.
"Motornya kenapa kak!" Tanya pemuda itu.
Ntah mengapa memanggil kakak, tapi orang itu lebih tua dari kami berdua.
"minyaknya habis!" Jawabku.
"Ada minyak sedikit di jok kak, gak papa?" Tanya sambil membuka jok motornya.
Kami tercengang, pemuda itu cukup baik memberikan pertolongan pada mereka.
"Itu ada tukang penjual minyak bang, gak usah" Tolak Nadya yang memang sedikit segan.
"Gak papa kak, saya ikhlas!" Ucapnya yang tetap ingin melakukan kebaikan.
Nadya pun mengambil botol minyak itu, isinya hanya seperempat botol saja namun bisa menghidupkan motornya yang memang kehabisan minyak total.
Pemuda itu langsung pergi setelah memberikan minyak itu, sedangkan kita berdua hanya dapat tercengang melihat kepergian.
"Ganteng njir!" Ucap ku dengan sedikit berbisik.
"Iya njir ganteng banget, salting gue...aaaa!" Ucap Nadya yang sudah salting
"Iya njir, baik lagi tapi sedikit terhalang Ama tu helm!" Kesal ku.
"Gue terlihat jelas njir, mana Deket banget lagi!" Ucap antusias Nadya.
Kami pun perlahan menghidupkan motornya, meski terlihat susah namun akhirnya motor itu hidup kembali.
"Nad beli minyak dulu gak?" Tanya ku.
"Ntar aja di deket rumah lo aja, sambil gangguin suami orang yang ganteng itu...hhhh!" Tawa Nadya saat mengucapkan kata suami orang.
"Marah bini orang mampus lu..." Ucapku sambil bercanda.
"Gak papa lah, sesekali bermasalah!" Ucap Nadya.
Motornya pun mulai kembali melaju dijalan, Nadya mengantar sampai rumah ku.
Didalam perjalanan, aku terkejut karena ternyata masih merekam kejadian tadi.
"Eh nad, masih hidup loh videonya!" Ucap ku yang tercengang.
"Eh iya kah, gak sadar gue!" Ucap Nadya sambil merebut ponselku.
Nadya pun berhenti di tepi jalan, tepat di samping rumah gue karena minyak motor habis pas tinggal sedikit lagi sampai rumah ku.
Kita berdua pun mulai menggosipkan abang-abang yang menolong kita tadi, menurut kita itu adalah lelaki yang berdemage dan sangatlah cool.
Itu adalah salah satu peristiwa yang tak terlupakan dan begitu hari-hari kita lewati bersama serjalannya waktu sekolah.
Meski kita baru kenal pada saat sekolah SMA, namun kita berdua ternyata terikat sejak kecil sebagai sanak saudara dalam adat istiadat.
Kita tau pada saat orang tua aku menanyakan sahabat aku tentang identitas nya dan cukup terkejut ternyata mereka masih bersaudara jauh.
Meski pun begitu kita berdua tidak mementingkan panggilan sesuai adat, tapi kita lebih mementingkan panggilan sahabat.
Walaupun adat istiadat di Minangkabau sangat kuat, namun jika kita terlalu memandang kearah adat istiadat maka kita berdua tidak lah dekat dan malah seperti seseorang kakak dan adik.
Ku buat novel ini pada 27 Oktober 2022, semoga novel ini dapat melihat bahwa sahabat itu adalah seseorang yang memberikan kita pengalaman baru.
SEU LATER 😘